[EXOFFI FREELANCE] Mr. Mafia (Chapter 24)

Mr Mafia Cover1.jpg

Tittle/judul fanfic: Mr. Mafia

Author: Leehaera17

Length: Chapter

Genre: Romance, Action, School Life, Married life, kekerasan.

Rating: PG-19

Main Cast & Additional Cast:

Main Cast :

Oh Sehun (EXO) , Hwang Hyerin, Yugyeom (Got7), Tiffany (SNSD)

Supporting Cast :

EXO member, Got7 member, SNSD member, Beast member

Disclaimer :

FF ini hasil kerja sendiri yang sudah pernah di publish di Wattpat author, bisa baca di sana, ID : Leehaera17, semua tokoh hanya sebagai aktor protagonist dan antagonist, tidak ada maksut untuk melecehkan fandom manapun.

jangan lupa Comment dan Like ya

add BBM author untuk perkenalan, pertanyaan, dan password (jika di perlukan) : 5C482AF1

 

“ aku tidak punya waktu untuk bermain, cepat keluar ” Sehun berteriak di ruang kosong,

 

tiba – tiba satu persatu 6 orang laki – laki keluar dari balik pilar besar di basement itu,

 

mereka membawa tongkat kayu dan juga pisau,

 

“ siapa yang mengirim kalian ” Sehun bertanya sambil memasukan satu tangannya yang belum sembuh sempurna kedalam saku celanannya,

 

terlihat seseorang dari mereka melempar sebuah handphone pada Sehun dan sehun menangkapnya dengan mudah,

 

sebuh video berputar, mata Sehun sedikit menyipit melihat laki – laki yang berbicara di video tersebut,

 

“ Oh Sehun, aku menunggumu di One Club malam ini, sampai jumpa ”

 

Sehun membanting handphone itu kelantai dan memandang laki – laki yang ada di depannya,

 

“ Katakan pada boss-mu aku tidak tertarik ” Sehun berkata dan melangkah pergi bersama Hyerin,

 

tiba – tiba seseorang menyerangnnya dari belakang

 

BRUG

 

Sehun menangkis pukulan itu dengan tangannya dan merebut tongkat yang ada di tangan laki – laki itu dan memukul kepala laki – laki itu dengan kencang, laki – laki berjas hitam itu terjatuh tergeletak di lantai dan Hyerin hanya bersembunyi di balik tubuh Sehun,

 

“ ayolah, aku tak ingin menggunakan kekerasan, bukankah lebih baik kalian kembali ke rumah dengan selamat ” Sehun memberi penawaran,

 

HIAH!

 

Laki – laki dengan pisau kini menyerang Sehun, ia mengarahkan pisau itu tepat di jantung Sehun dan Sehun menahan pisau itu dengan telapak tangannya yang ia lilit dengan sabut tangan, mematahkan tangan laki – laki itu dan memukul punggung laki – laki itu dengan siku tangannya membuat pria itu terjatuh ke tanah,

 

Melihat keadaan itu, kedua orang lain yang masih berdiri di depan Sehun berlari meninggalkan kedua temannya yang terlentang di aspal dingin basement itu,

 

“ ayo… kita tidak perlu memperdulikan mereka ” Sehun berkata dan menggandeng tangan Hyerin,

 

Hyerin mengikuti Sehun kedalam mobil,

 

“ siapa yang ada dalam video itu ? ” Hyerin bertanya saat mereka berdua berada di perjalanan,

 

“ Mark ”

 

“ Mark ? maksutmu Tuan Mark ? teman satu angkatan di universitas kita ? ” Hyerin bertanya,
“ benar ? ”

 

“ mengapa ia ingin menyakitimu ? ”
“ aku tidak tau ” Sehun kembali menjawab,

 

“ apa ? kau tidak tau? Aku tidak percaya ” Hyerin kembali berkata,

 

“ yang aku tau Mark adalah pemimpin dari group Se7en ” Sehun menjawab,

 

“ Se7en ? ”

 

“ ya.. ceritanya panjang, aku lelah ” Sehun kembali diam,
“ tidak papa aku bisa menelpon Xiumin oppa dan menannyakannya ” Hyerin membuang wajahnya kearah jendela,

 

“ apa – apaan ini, mengapa kau harus bertanya pada Xiumin Hyung ? ”

 

“ lagi pula kau tidak ingin menceritakannya padaku dan aku ingin tau, jadi aku tidak akan memaksamu lebih baik aku menelpon Xiumin oppa ” Hyerin mengeluarkan Handphonenya dari genggaman tangannya,

 

Hyerin mulai mencari nomor telpon Xiumin,

 

“ YA! ” Sehun membentak dan merebut handphone Hyerin secara paksa,

 

“ Sehun-aa kembalikan ! ” Hyerin mulai mecoba untuk mengambil handphone-nya,

 

“ YA! aku sedang menyetir ! jangan menggangguku ! ” Sehun mencari alasan untuk membuat Hyerin duduk diam,

 

“ kau tidak mau bercerita dan aku tidak bisa bertanya pada Xiumin oppa, apa yang kau inginkan ! ” Hyerin kesal dan melipat kedua tangannya,

 

Sehun menghentikan mobilnya secara  tiba – tiba, ia melihat sebuah taman indah di tengah kota tempat anak kecil dan anjing peliharaan kecil berlari bebas di tengah lapangan hijau,

 

“ turun ! ” Sehun memberi perintah,

 

Hyerin hanya turun dengan kesal dan membanting pintu mobil,

 

Sehun menarik tangan Hyerin pelan dan membawa Hyerin untuk duduk di sebuah kursi taman menyaksikan beberapa anak kecil berlari bebas di tengah lapangan,

 

“ Se7en adalah sebuah organisasi yang di pimpin oleh ayah dari Mark, Mr. Raymond  ” Sehun memulai pembicaraan,

 

Hyerin memandang laki – laki itu dengan tatapan bingung, wajah laki – laki itu berubah menjadi redup,

 

“ kakek dari Mark ya itu Mr. Josh dan Kakek ku Mr. Oh Junha adalah teman baik, mereka adalah orang – orang yang memperkuat WOLF dengan segala cara yang mereka punya, saat itu kakekku berusaha untuk menguasai Korea selatan lebih jauh lagi dan mengirim Mr. Josh sebagai orang kepercayaannya untuk menjadi mata – mata di group lain yang menjadi musuh besar mereka, saat itu ayahku sudah menjadi tangan kanan dari kakek tapi ayah tidak pernah campur tangan dengan urusan yang bersangkutan dengan Mr. Josh.

 

Suatu saat ayah mendapat berita bahwa Mr. Josh kini menerima berbagai tugas dan menjadi tangan kanan dari ketua group lain, mendengar berita itu, kakek mengirim ayah untuk mengingatkan Mr. Josh misi sebenarnya,

 

Saat ayah bertemu dengan Mr. Josh, Mr. Josh salah paham dan menganggap jika kakekku tidak mempercayainya dalam hal ini dan takut jika Mr. Josh mengambil kejayaannya sendiri.

 

Misi terakhir yang Mr. Josh terima adalah untuk membunuh Kakek dengan cara apapun, tapi saat mereka benar – benar berhadapan satu dengan yang lain, Mr. Josh tidak pernah bisa membunuh kakek dan berakhir membunuh dirinya sendiri di depan kakek.

 

Setelah kejadian itu, Mr. Raymond yang salah paham dengan kejadian ini menyangka jika ayah dan kakek bekerja sama untuk membunuh Mr. Josh dan semua kesalah pahaman itu mereka bawa sampai sekarang dan ini tidak akan pernah berakhir ”

 

Sehun mengakhiri perkataannya dengan sangat tegas,

 

Hyerin masih setia memandang wajah Sehun yang kini menundukan kepalanya,

 

“ tidak apa – apa aku yakin playboy bodoh itu tidak akan menang melawanmu ”

 

“ tentu saja ” Sehun berkata sombong dan Hyerin hanya memutar bola matanya malas,

 

Sehun tiba – tiba meraih tangan Hyerin pelan,

 

Ia meletakan tangan Hyerin di bagian dadanya,

 

“ apa kau bisa merasakannya ? ” Sehun bertanya,
“ dulu, sebelum kau ada di kehidupaku, aku tidak pernah merasakan jantungku berdetak seperti ini, jika kau meninggalkanku, jantungku akan berhenti berdetak, jadi ku mohon, buatlah jantungku selalu berdetak ” Sehun menyelesaikan kalimatnya,

 

Hyerin hanya memberikan senyum terakhirnya pada Sehun,

 

“ tidak… aku tidak bisa terus berada di sisimu, maafkanku ”

 

~EXOGOT7~

 

hari demi hari terus berlalu, ini adalah minggu ketiga dari perjalanan satu bulan Hyerin dan Sehun,

 

kali ini Hyerin dan Sehun memutuskan untuk berjalan – jalan berkeliling tengah kota Seoul di siang hari yang tidak terlalu dingin ini,

 

mata Hyerin terlihat bersinar saat Sehun datang membawa 2 cup Coffe panas di tangannya,

 

“ ini ” Sehun memberikannya pada Hyerin,

 

mereka berdua melanjutkan perjalanan dengan berpengangan tangan,

 

“ Hyerin-aa, apa kau tidak ingin memanggilku Oppa ? ” Sehun bertanya,

 

“ memangnya kenapa ? tidakah kita lahir di tahun yang sama ? ”

 

“ cih.. apa aku berubah menjadi oppamu hanya di malam hari ? ” Sehun mendengus,

 

“ ya… dasar mesum ” Hyerin memukul lengan Sehun pelan,
“ aku mesum ? bukankah kau yang berfikiran mesum di malam hari ? ”

 

“ ya ! ”

 

“ oppa ~ ahh.. ” Sehun menirukan suara yang Hyerin timbulkan di malam hari,

 

“ OH SEHUN! CUKUP! Apa kau tidak malu ! kita di tempat umum ! ” Hyerin benar – benar tidak habis fikir dengan tingkah suaminya,

 

BRUG!

 

Karena asik bercanda, Hyerin menabrak tubuh seseorang dan menumpahkan coffe yang ia minum,

 

“ aah.. maafkan aku ” Hyerin terus membungkukan tubuhnya berulang kali,

“ maafkan aku.. ” lagi – lagi Hyerin meminta maaf,

 

Hyerin mengangkat kepalanya dan mamandang wanita yang ada di depannya,

 

Matanya membesar dan bibirnya terbuka lebar,
“ eomma ~ ”

 

itulah kata yang Hyerin ucapkan pertama kali saat melihat mata wanita itu,

 

wanita yang ada di depannya terkejut dan memandang Hyerin bingung,

 

“ eomma, ini aku ~ ” suaranya bergetar, ia hanya mampu untuk berbisik,

 

Hyerin benar – benar tidak bisa berfikir jernih lagi, ia memeluk lengan wanita itu kencang,

 

“ oh.. Ms. Harvey ” Sehun tiba – tiba membuka suara dan memberikan sabut tangannya untuk membersihkan sisa Coffe yang telrihat,

 

Hyerin yang menyadari keberadaan Sehun melepaskan tangan Ms. Harvey dan menundukan kepalanya,

 

“ Oh Sehun-sshi.. apa kau mengenal wanita ini ? ” Ms. Harvey bertanya ketus,

 

“ dia… ” Sehun tidak bisa berkata apa – apa,

 

“ maafkan saya nyonya ” Hyerin menundukan kepala dan pergi begitu saja dari tempat itu,

 

“ wanita itu benar – benar tidak punya etika ” Ms. Harvey mendesis,

 

“ Sehun-sshi, kapan kau akan datang melamar putriku ? ” Ms. Harvey kembali bertanya dengan nada senangnya,

 

“ sepertinya ada kesalah pahaman, aku tidak berniat melamar siapapun ”
“ arraso.. kau pasti malu dengan hubungan mu dan Tiffany bukan ? tidak masalah, aku hanya akan berpura – pura tidak tau ” Ms. Harvey mengedipkan matanya,

 

“ sampai jumpa lagi Sehun-sshi ” wanita tua itu melambaikan tangannya,

 

Sehun segerah menekan tombol di Handphonenya untuk mencari keberadaan Hyerin yang tidak bisa di tangkap matanya lagi,

 

Tut.. tut..

 

tidak terdengar jawaban dari ujung sana,

 

“ sial ! ” Sehun bersumpah serapah beberapa kali saat tidak ada jawaban dari Hyerin,

 

Sehun terus berlari ke sana kemari mencari keberadaan wanita itu dengan wajah ketakutan,

 

Apa Hyerin marah karena ia tidak bisa mengakui Hyerin sebagai istrinya di depan Ms. Harvey, tapi Sehun punya penjelasan akurat tentang apa yang ia lakukan, apa Hyerin mau mendengar penjelasan itu ? kita masih belum belum tau jawabnnya,

 

“ Hyerin-aa, di mana kau ? ” Sehun terus bertanya – tanya pada dirinya sendiri,

 

Sehun sampai di ujung keramayan dan mendapati Hyerin duduk di sebuah bangku taman panjang sendirian, tiba – tiba segerombolan laki – laki datang dan mengitari Hyerin, ke empat laki – laki itu terus menyentuh tubuh Hyerin dengan paksa,

 

“ BERHENTI ! ” Sehun berteriak tepat di belakang mereka semua,

 

ke 4 orang laki – laki itu memandang Sehun dengan tatapan kesal,

 

“ siapa kau ? ” seseorang dengan rambut yang begitu tinggi bertanya pada Sehun,

 

“ cih.. kau mengganggu wanitaku ” Sehun memberikan senyum kesalnya,

 

“ aigoo.. apa yang kau katakan ? wanita ? ”

 

Sehun hanya memandang kesal dan

 

BRUG!

 

Dengan sekali ayunan kepalan tangannya Sehun memukul pipi kiri laki – laki kencang sampai ia tersungkur ke tanah,

 

“ BRENGSEK ! ” tiba – tiba ia mengeluarkan pisau dan menyandra Hyerin sambil meletakan pisau itu tepat di nadi leher Hyerin,

 

Sehun hanya terdiam di tempat memandang Hyerin yang penuh air mata,

 

“ lepaskan ! ” tiba – tiba seorang laki – laki menodongkan pistol di tangannya tepat ke kepala laki – laki dengan rambut tinggi itu,

 

karena ketakutan laki – laki itu melepaskan Hyerin dan mengangkat tangannya,

 

“ jangan mencoba untuk menjadi seorang mafia di sini ! arasseo ! ” laki – laki itu kembali menyimpan sejatanya,

 

“ terimakasih ” Sehun mengucap pada laki – laki dengan kemeja hitam di siang hari itu,

 

“ Chanyeol.. ” Hyerin membelalakan matanya,

 

“ Hyerin-sshi, apa kabar ? ” Chanyeol mengangkat sebelah tangannya,

 

“ apa yang kau lakukan di sini ? ” Sehun bertanya,

 

“ aku… hanya berjalan – jalan siang ” Chanyeol membuang wajahnya,

 

“ aku harus pergi, sampai jumpa Hyerin-sshi ” Chanyeol berlalu begitu saja meninggalkan kedua orang yang sedang dalam keadaan diam satu dengan yang lain,

 

“ maafkan aku ” Sehun membuka suara,

 

“ ini tidak ada hubungannya denganmu ” Hyerin menjawab,

 

“ aku hanya tidak ingin kau dalam bahaya, Ms. Harvey tidak akan tanggung – tanggung untuk membunuhmu dan aku hanya seorang pecundang ” Sehun berkata dalam diam,

 

Hyerin menggenggam tangan Sehun erat,

 

“ dengarkan aku Sehun, dunia ini tidak semudah yang kau kira, tidak semuanya bisa kau dapatkan dengan kekerasan dan aku harap apapun yang terjadi kau harus bisa menjalankan hidupmu seperti biasa ”

 

“ apa yang kau katakan ? ”

 

“ kau hanya harus mengingatnya…. Oppa ” Hyerin memberi senyum termanisnya,

 

Sehun tersenyum dan memeluk tubuh Hyerin pelan dan megecup pucuk kepala wanita yang membuat hatinya bergetar tak beraturan,

 

“ bagaimana jika kita lanjutkan di hotel terdekat ” Sehun berbisik di telinga Hyerin,

 

“ cih… masum ” Hyerin berbisik kecil,

 

Sehun menarik tangan Hyerin untuk memasuki sebuah hotel mewah, ia mengangkat tangannya melewati resepsionis di lobby besar dan mewah, menaiki lift ke lantai 21, lantai teratas di hotel itu, pintu lift terbuka terlihat sebuah ruangan besar dengan warna Gold mendomisili,

 

“ oppa, apa yang kau lakukan ”

 

“ bukankah… kita akan melanjutkannya di sini ”

 

Sehun mulai menyatukan bibir mereka secara panas dan mendorong Hyerin ke tempat tidur,

 

“ oppa.. apa kau tidak waras, matahari masih bersinar terang dan kau ingin melakukannya ? ”

 

Sehun melepas nafas panjangnnya dan menutup semua jendela di kamar itu membuat suasana di ruangan menjadi gelap dan Sehun mulai membuka kemejanya,

 

Hyerin menggit bibirnya berjalan kearah Sehun,

 

Ia membuka kemeja Sehun perlahan dan membuangnya ke lantai, kini ia membuka kemejanya sendiri di depan Sehun sambil menatap mata Sehun dengan senyum sexy di wajahnya,

 

“ apa Ms. Oh ingin memuat little Sehun ” Sehun berbisik,

 

Hyerin hanya terus menggit bibir bawahnya sendiri, kali ini Oh Sehun membuat libidonya benar – benar tinggi,

 

Hyerin menarik tangan Sehun dan membuat Sehun duduk di atas tempat tidurnya dengan Hyerin di pangkuannya,

 

“ aku punya pertanyaan ” Hyerin meletakan jarinya di wajah Sehun dan turun ke dadanya dan perut sixpac nya,

 

“ bagaimana kau bisa menyewa tempat ini tanpa membuat reservasi ? apa… Mr. Oh Sehun selalu bermain dengan wanita ? ” Hyerin mengakhiri elusan tangannya di ujung adik kecil Sehun,

 

“ ouw… apa aku tertangkap basah ? ” Sehun menyentuh buah dada Hyerin pelan,

 

“ cih! ” Hyerin mengambil sebuah bantal dan melemparnya ke wajah Sehun,

 

ia berdiri dari posisinya dan berjalan menjauh,

 

tiba – tiba Sehun menarik tangan Hyerin dan membatingnya ke tempat tidur,

 

Sehun memposisikan dirinya di atas tubuh Hyerin,

 

“ tenang saja Ms. Oh Hyerin, kau yang pertama dan menjadi yang terakhir ” Sehun berbisik dan mulai menyatukan bibirnya dengan Hyerin,

 

“ oppa ~ ” Hyerin mengerang saat Sehun melalap buah dada Hyerin,

 

Sehun dan Hyerin benar – benar dalam keadaan panas, mereka berdua tak dapat menghentikan kegilaan yang mereka lakukan, dari tempat tidur, meja tamu juga dapur dan bathtube, mereka melakukannya seperti orang kehausan,

 

Desahan kencang terdengar di seluruh ruangan tanpa henti dan Sehun masih terus bersemangat dengan apa yang ia lakukan sedari tadi.

 

Mereka berdua berakhir di tempat tidur seperti biasa dan Hyerin masih membuka matanya sedangkan Sehun menutup matanya lembut,

 

Hyerin terus melihat kalender yang berada di atas nakas kecil di sebelah tempat tidur luas itu, tinggal 4 hari lagi menuju hari di mana Hyerin harus meninggalkan Sehun begitu saja tanpa kata, kemana Hyerin harus pergi ?

 

apa Hyerin harus menjadi gelandangan lagi ?

 

apa dengan seperti ini, semuanya bisa kembali menjadi normal ?

 

apa dengan seperti ini tidak ada yang akan di bunuh lagi ?

 

dan lagi pula, Sehun memang tidak seharusnya menikah dengan wanita rendahan seperti dirinya dan dengan menikahnya Sehun dan Tiffany, Mr. Oh akan meraih semua kekuasaan, dengan begitu Sehun tidak akan bisa di celakai oleh siapa – siapa dan dengan begitu…

 

“ dengan begitu… ”

 

“ matipun aku bahagia… Sehun-aa, saranghae..  ”

 

~EXOGOT7~

 

“ Chanyeol-aa, ada apa ? kau terlihat murung ” Xiumin menyapa laki – laki jangkung yang terduduk di kursi tamu rumahnya sendiri dengan wajah murung,

 

“ Hyung.. apa aku salah ? ”

 

“ maksutmu ? ”

 

“ jika suatu hari Hyerin meminta pertolongaku, apa aku salah jika aku membantu ? ”

 

“ apa yang kau katakan sebenarnya, aku tidak mengerti ” Xiumin memandang wajah Chanyeol,

 

“ suatu hari kau pasti mengertahuinya Hyung, saat itu aku harap kau bisa mendukung setiap langkah yang ku ambil ” Chanyeol mengucap dan pergi dari hadapan Xiumin,

 

laki – laki itu berjalan kearah kamarnya, ia terduduk di sofa besarnya, ia mengingat kejadi beberapa hari lalu saat Hyerin menekan pulpen yang ia berikan dan ia berlari seperti orang kesetanan ke tempat Hyerin berada, setelah sampai di sana terlihat Hyerin terduduk di sebuah bangku pinggir jalan,

 

“ Hyerin-sshi, ada apa ? apa kau terluka ? ” Chanyeol menyerbu Hyerin dengan beratus pertanyaan,

 

Hyerin memandang mata besar itu dengan pandangan putus asanya,

 

“ aku… baik – baik saja ” Hyerin mengucap,

 

“ jadi ada apa ? apa ada yang bisa aku bantu ? ”

 

“ Chanyeol-sshi, apa kau berani bersumpah untuk tidak memberitahukan ini pada siapapun dan yang terpenting adalah Sehun ”

 

“ ada apa sebenarnya ”

 

“ dalam waktu 7 hari, aku harus pergi meninggalkan Sehun selamanya ”

 

“ apa ? kau bercanda ? ”
“ tidak, aku tidak bercanda, aku harus meninggalkan Sehun selamanya ”

 

“ apa ? itu benar – benar tidak masuk akal, apa yang terjadi ? apa Sehun menyakitimu ? ”

 

“ bukan.. ini semua tidak di ketahui Sehun, jadi ku mohon jangan katakan apa – apa pada Sehun ”

 

“ apa aku boleh mengetahui alasannya ? ”

 

“ Mr. Oh ”

 

“ brengsek, kakek tua itu selalu mengganggu kehidupan siapa saja ”

 

“ tidak… mungkin dia benar, aku yang tidak pantas menjadi menantu di rumah besar itu dan Mr. Oh berjanji tidak akan menyakiti siapapun yang berhubungan dengan Sehun setelah aku pergi, termasuk Yugyeom ”

“ Yugyeom ? Hyerin-sshi, apa kau sudah tidak waras ? kau mengorbankan semuanya hanya untuk laki – laki itu ? dia yang berhianat pada Mr. Oh, lagi pula kami semua akan melindungimu, aku yakin Sehun akan menembak mati kakek tua itu jika ia berani menyakitimu ”

 

“ Chanyeol-sshi, tidak akan ada lagi yang perlu di sakiti setelah aku pergi, semuanya akan kembali normal, semua masalah ini semua terjadi karena adanya aku di sekitar Sehun dan aku harap setelah aku pergi kau bisa menjaga Sehun baik – baik ”
“ Hyerin-sshi.. aku akan melakukan apapun untukmu ” Chanyeol memeluk Hyerin erat,

 

“ aku… membutuhkan obat bius ” Hyerin meminta di sela – sela pelukannya,

 

“ obat bius ? untuk apa ? ”

 

“ dalam satu minggu aku akan memasukan obat bius itu ke minuman Sehun agar aku bisa keluar dari rumah itu dengan mudah dan aku ingin minta tolong padamu untuk menjemputku daru rumah Sehun sekitar jam 7 malam, apa kau bisa ? ”

 

“ apa kau benar – benar harus meninggalkan Sehun ? laki – laki itu benar – benar di ambang kehancurannya kau tau itukan ? ”

 

“ Chanyeol-sshi, jika demi aku banyak orang tersakiti, lebih baik aku yang tersakiti ”

 

“ lalu bagaimana dengan Sehun, apa kau tidak memikirkan perasaannya sama sekali ”

 

“  Sehun adalah laki – laki yang kuat, lagi pula sebentar lagi ia akan menikah dengan Tiffany ”

 

“ Tiffany ? si jalang gila itu ? ”

 

“ Chanyeol-sshi, mungkin ini akan sedikit berlebihan tapi aku harap kau bisa menyembunyikanku di suatu tempat untuk sementara waktu ” Hyerin kembali membuka percakapan,

 

“ tolong aku, Chanyeol-sshi ” Hyerin menggenggam tangan Chanyeol pelan dan menatap mata laki – laki itu,

 

itulah kelemahan Chanyeol, mata itu, saat bola mata Hyerin menatapnya ia seperti tidak bisa berkata – kata lagi, semua kenangan tentang Hwayoung seperti mengalir di benaknya dan ia akan menuruti setiap perkataan wanita itu,

 

“ sial… baiklah ” Chanyeol hanya melepas nafas panjangnya,

 

dan sekarang berada di dalam kamarnya memandang sebotolo obat bius yang seharusnya ia berikan pada Hyerin besok pagi di supermarket terdekat, tapi melihat senyum Hyerin hari ini apa ia sanggup kehilangan senyum itu, walaupun kenyataan bahwa Hyerin buka Hwayoung yang dulu menjadi kekasihnya tapi Chanyeol juga tidak menyangka bahwa rasa itu benar – benar ada, rasa di mana ia ingin memiliki wanita itu seutuhnya tanpa di gangu siapapun,

 

“ sial… ” ia benar – benar kalap dalam semua ini,

 

akankah Chanyeol membatu Hyerin ?

apa ia akan mengatakannya pada Sehun dan peperangan gila antara Sheun dan ayahnya akan terjadi hanya dalam waktu hitungan detik.

 

~EXOGOT7~

 

“ apa kau tidak pulang saja sekarang ? ” Hyerin bertanya pada Sehun yang sedang menikmati secangkir coffee di tempat tidurnya,

 

“ apa kau tidak ingin menikmati coffee lagi sayang ? ” Sehun menggoda Hyerin,

 

“ ayolah.. sepertinya aku akan sakit sebentar lagi badanku terasa begitu pegal ” Hyerin duduk di tempat tidur dan memijat badannya sendiri,

 

“ benarkah ? ” Sehun memijat pundak Hyerin pelan,

 

tok – tok – tok

 

pintu kamar Sehun di ketok kencang dari luar,

 

“ aku akan membuka pintu ” Hyerin berdiri dari tempatnya dan membuka pintu,

 

“ KAU ? ”

 

– TBC-

 

28 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Mr. Mafia (Chapter 24)

  1. Please chanyeol harus bilang ke sehun, biar hyerin gak jadi ninggalin sehun. Chanyeol kan tau kalo hyerin ninggalin sehun, maka hidup sehun bakalan hancur, jadi kasih tau sehun aja. Biar lah sehun sama ayahnya berantem. Gak papa wkwk

  2. Perasaan aku jadi gak karuan,,, ada rasa taku sama berharap,, hyerin sama sehun harus buktiin ke mr oh bahwa kekuatan cinta mereka biasa ngalahin keegoisan mr oh,, please thor jangan buat ff ini sad ending nantinya kan kasihan sehun sama hyerin saling mencintai,,, cinta mereka benar – benar murni,,,
    koment diatas hanya saran thor,, makasih,,,

    ditunggu kelanjutannya thor,, semangat terus untuk ngelanjutin ceritannya,,

  3. Waaahhh sp tuh yang dateng kayanya kaget banget…haruskah hyerin ninggalin sehun sedih bats ya😦 jadi baver.di tunggu eonni lanjutan nya..

  4. iich hyerin jangan pergi smoga chanyeol ngciih tau sehun,hanya chanyeol kuncinya….aqu yakin itu tiffany yg datang dah d tunggu lanjutanya thor!!!

  5. Author jeball ceritanya yang hot dong. Kan udah PG19 gapapa lah yaaa
    Chapter ini bikin greget dan feel nya dapet banget

    Author hwaitting

  6. Isshh, itu siapa lagi sih. Ganggu orang aja. Hyerin udh mau pergi? Nanti sehu gimna? Bagus deh minta tolong ama bang chanyeol. Tapi sehun-hyerin harus sama-sama.😦 chapter selanjutnya ditunggu ya authornim. Fighting^^

  7. Siapa yg datang???? Fany… Hani….. yungyeom….. chan….. ah,siapapun tolong hyerin. Aku pengurus bunuh tuh mrs. Harvey anjrit bener diamah nukar kehidupannya dmi uang apa coba anaknya sendiri kga duakuin ingat penyesalan datangnya diakhir. Sebenarnya chan itu nganggap hyerin apa coba… apa iya tertarik krn bayangan hwayong ada padanya.

    Makin seru next part ditunggu FIGHTING AUTHORNIIIIMMMM.

  8. Eohh., knapa banyak sekali rintangan yg dihadapi hyerin dan sehun..
    Hyerin benar” akan ninggalin sehun kah???

    Aigoo., semoga nantinya sehun dan hyerin bisa bersatu lagi dan hidup bahagia.. Aamiiinnnn..

    Itu siapa yg datang??

    Next juseyo..
    Dtunggu klanjutanya kak^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s