[EXOFFI FREELANCE] Marriage Life When High school (Chapter 1)

Marriage life when high school.jpg

Tittle : Marriage Life When High School

Author : UE-DioBaek

Length : Chapter

Genre : Romance,Sad,Marriage life,School life

Rating : PG-17

Cast : Do Kyung Soo (EXO)-Kim Yeri (RED VELVET)-Byun Baekhyun (EXO)-Bae Suzy (MISS A)

Summary : Sesuatu hal yang membuat dua orang saling diikat. Yang membuat kebenaran beberapa tahun lalu mulai terungkap.

Disclaimer : Fanfiction ini benar benar murni buatan Author. Dati ide dan pemikiran Author sendiri. Fanfiction ini juga Author publish di wattpad pribadinya. Tapi mash berantakan. Dan kalian bisa melihat Ff lain di sana. @UE-DioBaek. Mampir tidak dilarang.

Kim Yeri POV

Suara hasil kombinasi antara telapak tangan kanan dan kiri memenuhi ruangan yang kutempati sekarang. Ruangan yang penuh dengan berbagai macam kembang,kursi,meja,dan sajian makanan. Tak lupa juga dengan puluhan manusia termasuk aku dan lelaki disampingku yang beberapa detik sebelumnya resmi menjadi suamiku. Catat,resmi.Do Kyung Soo lekaki itu. Pernikanan ini dilaksanakan di tanah kelahiran ku,Indonesia.

Biar ku ceritakan terlebih dahulu kehidupanku .Yah,aku keturunan Korea-Indonesia. Ayah orang Korea sedangkan ibu orang Indonesia. Aku dan Kak Chanyeol-Kakak kandungku-lahir di Indonesia. Setahuku, Aku dan Kak Chanyeol tinggal di Korea-dirumah nenek-sejak aku mulai mendaftar Junior high school dan sampai saat ini aku masih di Korea. Bedanya, Kak Chanyeol mulai kembali ke Indonesia setelah usai Senior High School. Setelahnya, aku mulai tinggal sendiri dengan nenek.Dan yang membuatku lebih meresa sendiri adalah saat dimana aku menginjak kelas 2 Senior High School. Karena saat itu nenek mulai tidak ada lagi di sisiku. Ibu memintaku untuk kembali ke Indonesia,karena Ibu takut terjadi hal yang tidak diinginkan padaku. Aku menolaknya,berpindah sekolah bukanlah hal yang mudah bagiku. Menyesuaikan diri dalam banyak hal. Sungguh,aku akan baik-baik di Korea. Dan keputusanku untuk menyewa apartemen sendiri menambah kegusaran Ibu pada hidupku. Kalian pasti berfikir bahwa aku orang yang suka membuat ibunya selalu merasa khawatir. Tujuan hidup di Korea adalah untuk mandiri,sedangkan hidup menyewa apartemen adalah agar aku tidak benar-benar merasa sendiri.

Baiklah,kembali lagi pada waktu sekarang.

Hanya mengundang orang orang terdekat saja.Bahkan ada kerabat Kyung Soo yang tidak bisa hadir.sangat sederhana.

Aku menyetujui pernikahan ini? Tentu saja tidak.Aku masih gadis 17 tahun. Aku masih ingin bebas. Aku masih sekolah. Dan yang terpenting,aku masih punya cita cita yang mau ku gapai di masa depan. Aku tidak mau hanya menjadi ibu rumah tangga yang setiap harinya hanya memasak,membersihkan rumah,merawat suami dan anak. Bukannya aku tidak mau melakoni semua tugas istri maupun orang tua tersebut,hanya saja aku baru 17. Bahkan lelaki yang menikah dengan ku saja masih 18. Do Kyung Soo,walaupun dia tampan,cerdas dan pandai dalam melakukan banyak hal tapi dia seperti manusia batu. Memperlihatkan giginya saja susah apalagi ngenggerakkan mulutnya untuk bicara. Selalu diam. Tck,ini juga salah satu alasan ku menentang pernikahan ini. Aku akui dia memang tampan,dia sangat-sangat populer di kalangan wanita. Bahkan ‘katanya’ dia mirip D.O Exo Boyband Korea Selatan yang sangat terkenal itu.

Ah sudahlah jangan terlalu memuji manusia itu. Soal menentang,bukan hanya aku saja di sini. Kyung Soo juga sama,dia bahkan selalu menatap tajam ke arah ku jika pandangan kami saling bertemu. Seolah olah aku penyebab adanya rencana pernikahan ini. Hei sadarlah. Ini perjodohan. Kau pikir aku ingin?Jaman sekarang,masih ada yang namanya perjodohan. Aku sungguh tak percaya ini.

 

Aku sungguh lelah. Berdiri dengan busana berat dan harus memperlihatkan senyum ke setiap kerabat yang menyalamiku selama hampir 2 jam. Padahal setelah ini aku harus meluncur ke Korea. Aku dan Kyung Soo akan menetap di sana. Baiklah,terima kasih masih mengijinkan aku tinggal disana.

Setelah ini aku dan Kyung Soo akan tinggal di rumah pemberian orang tua Kyung Soo.

 

”Kyung Soo-ssi. Aku ingin tidur sebentar,kau bisa membangunkan aku kalau akan bersiap-siap” kataku dengan melepas sepatu hak tinggi dan mendudukkan bokongku di tepian ranjang

”Setengah jam lagi berangkat. Jadi jangan berfikir untuk tidur”jawab Kyung Soo langsung keluar.

”Aku ini lelah!”teriakku padanya yang sudah hilang.Tuh kan,apa ku bilang.Dasar batu.

 

——- ——-

 

 

 

”Ibu,Ayah..Yeri pamit dulu.”

”Iya sayang,hiduplah yang baik dengan Kyung Soo. Makan yang teratur. Jangan merepotkan Kyung Soo. Kapan kapan Ibu dan Ayah akan mengunjungimu dan Kyung Soo”ucap ibu. Aku memeluk mereka bergantian. Aku ingin menangis saat ini,melihat wajah Ayah dan Ibuku. Padahal aku sudah sering berjauhan dengan mereka,tapi kali ini rasanya berbeda. Aku pasti akan merindukan mereka.

Setelah selesai dengan ku,Ayah dan Ibu mulai berbicara dengan Kyung Soo. Sedangkan aku,menghampiri manusia tinggi menjulang yang berdiri di ambang pintu. Kenapa dia disana?Bukannya ikut melepasku malahan berdiri sambil memainkan handphonenya. Menyebalkan. Apa dia tidak sedih akan kutinggalkan. Aku sudah barada tepat di depannya tapi dia tetap fokus pada benda ditangannya.

”Ya!!!kau tidak mau melepasku ?kau tidak mau bicara dengan ku?kau bahkan tidak mau menatapku. Kau ini kakak macam apa?”omelku pada kak Chanyeol. Aku merasa dia seperti mendiamiku sejak acara pernikahanku dimulai. Dia bahkan tidak mengucapkan selamat. Yah,walaupun aku tidak mengharapkan ucapan selamat untuk pernikahan yang tak ku inginkan ini. Kak Chanyeol tiba-tiba memelukku sangat erat,tubuhku hampir terangkat karena tingginya sangat jauh dariku.

”Kau ini cerewet sekali.Ingat,kau ini sudah menjadi istri. Jadi kurangilah sifat ingin mengomelmu itu. Kau fikir aku tidak perduli padamu?Aku bahkan sekarang ingin mengikatmu dan menguncimu dirumah,agar adikku ini tidak bisa pergi.”cerocos Kak Chanyeol tak kalah panjang. Ku dengar Ayah dan Ibu terkikik dibelakang ku. Kyung Soo?jangan ditanya manusia itu.

Aku melepas pelukan kak Chanyeol. Pasti aku akan merindukan kakak tersayangku ini. Aku dan kak Chanyeol berjalan ke arah Ayah,Ibu dan Kyung Soo.

”Kami pergi dulu Ayah,Ibu, kak Chanyeol”Ucap Kyung Soo.

”Kau harus menjaga istrimu itu adik ipar”aku melirik tajam kak Chanyeol saat ucapan itu keluar dari mulutnya. Kyung Soo hanya tersenyum membalas.

 

——– ——-

”Kyung Soo”

”Hemm”

”Abeoji dan Eommonim,apakah sudah sampai di Korea?”

”Mereka sudah di rumah kita” Kita?itu terdengar seperti suami istri yang bahagia.

 

——– ——-

 

”Aigo…pengantin baru sudah sampai. Bagaimana perjalanannya?melelahkan?” sambut Eommonim setelah kami tiba di halaman rumah tujuan kami. Halaman depan yang mempunyai kesan hijau karena adanya rumput lapang dan berbagai tanaman hias.

”Iya Eommonim”aku benar benar kelelahan saat ini. Aku belum istirahat sama sekali.

”Ya Sudah,kalian makan dulu. Setelah itu kalian bisa istirahat karena Eommonim dan Abeoji akan pulang setelah ini”

”Baik Eommonim”

 

Setelah makan bersama keluarga baruku,aku membersihkan tubuhku. Setelahnya,aku benar benar merebahkan tubuh di ranjang kamarku. Ya,Kamarku. Kyung Soo dan aku berpisah kamar. Orang tua kami tau. Aku belum siap untuk mengambil kamar bersamanya. Kyung Soo sendiri juga tidak mau. Kami kan masih sekolah,tentu saja aku tidak mau terjadi apa-apa yang tidak ku harapkan. Walaupun kemungkinan itu tidak/belum akan terjadi. Tapi tetap saja aku menghawatirkan semuanya. Dia itu laki-laki. Bisa menjadi singa kapan saja.

 

 

 

——-Hannyoung High School——

 

 

Akhirnya aku mencium bau sekolah lagi. Setelah satu minggu Ayah meminta ijin kepada pihak sekolah. Tentu saja ijinnya bukan dengan alasan menikah. Bisa langsung dikeluarkan aku dari sekolah kalu sampai ketahuan telah menikah. Kyung Soo juga sama,dia dimintakan ijin oleh Abeoji di waktu H-3. Tidak di waktu yang sama dengan ku.

Aku melangkah meninggalkan mobil putih yang didalamnya ada ahjusi yang bertugas mengantar-jemput ku. Kyung Soo,dia berangkat menggunakan mobil sendiri. Sebenarnya ini terlalu pagi untuk waktu berangkat sekolah. Bahkan untuk sarapan, aku hanya meminum susu. Aku meninggalkan sarapan dan hanya membawa bekal yang telah disiapkan oleh Ahjuma yang bekerja mengurus rumah. Padahal Kyung Soo baru sampai di pertengahan tangga. Dia menyuruhku untuk sarapan. Jangan beranggapan dia perhatian. Dia menyuruhku sarapan karena tak ingin disalahkan Abeoji dan Eommonim kalau sampai aku sakit. Tapi aku bilang tidak dan langsung berlari keluar untuk menghampiri Ahjusi. Aku terlalu bersemangat hari ini.Semua itu karena aku benar benar merindukan sekolah,merindukan sahabatku yang super cerewet dan bisa dibilang cukup pandai.

”Kim Yeri !!”suara itu,

”Wendy!!!” Temanku,itu temanku yang kuceritakan tadi.

Langsung kupeluk dia begitu dia di depanku. Orang-orang yang sudah tiba disekolah memandangi kami. Biarkan,aku tidak peduli. Kami harus melepas rindu.

”Kamu lama sekali liburannya?Aku rindu tau,tidak pernah memberikan ku kabar juga. Aku ke apartemenmu,kamu belum juga pulang. Aku selalu berangkat pagi-pagi sekali agar bisa cepat bertemu denganmu. Kamu betah sekali sih di Indonesia”

Tuh kan,dia cerewet sekali.

“Wendy sayang.. bisa tidak, satu-satu bicaranya?”

Dia langsung memperlihatkan giginya.

“Jadi sekarang kamu ingin bertanya apa?”

“Bagaimana kabar Kak Chanyeol?” Sepertinya tadi dari sekian banyak kata yang dia ucapkan, tidak ada satupun nama ‘Kak Chanyeol’ tercantum.

“Kak Chanyeol baik”Jawabku sambil menampilkan wajah bosan.

“Haaah Yeri,kenapa ke Indonesianya tidak mengajak aku? Aku ‘kan ingin bertemu Kak Chanyeol” hah,anak ini. Bukannya menanyakan kabar ku malah menanyakan Kak Chanyeol. Memang ya,kalau sudah ingat Kak Chanyeol,aku jadi merasa terlupakan.

“Kamu tidak menanyakan kabarku?”tanyaku kesal.

“Tidak perlu ditanyakan,aku tahu kok kamu baik baik saja.  Buktinya kamu masih bernafas”

Hei!!Baik baik saja kamu bilang Wen? kamu tidak tahu,masa lajangku sudah terancam. Ingin rasanya melontarkan kalimat itu,tapi tidak mungkin. Dia pasti syok bukan main. Dan aku hanya mendengus kesal.

“Hahaha…bercanda bercanda. Ayo masuk kelas,kita cerita disana aja”Ucap Wendy langsung menarik tanganku.

 

“Oh ya,Liburan kamu bagaimana?”Wendy memulai pertanyaan.

“Hemm,seru kok”bohongku. Maaf Wen,untuk sementara ini aku belum bisa menceritakan semuanya padamu. Tapi suatu saat,aku pasti akan mengatakannya. Ya,suatu saat. Entah kapan.

“Pantas saja,aku dilupakan”

“Maaf Wen,saat itu ponselku disita Kak Chanyeol. Katanya mumpung bisa liburan keluarga,jadinya harus bersenang-senang. Tidak boleh memegang handphone. Kamu tahu sendiri’kan aku sulit jarang sekali liburan keluarga” Ini kebohongan lagi.

“Hemm,Iya iya…”balasnya sambil tersenyum.

*Tettt*

Bel sekolah berbunyi. Begitu lama dan begitu fokus’kah pembicaraan kami,sampai kami tidak sadar kalau bangku-bangku kelas sudah penuh dengan siswa siswi.

1 menit berlalu,Cho seongsaenim mulai memasuki kelas. Matematika,aku pasti akan mengantuk karena melihat angka-angka yang memusingkan itu. Ku ambil pensil dan buku sketsa yang biasa ku gunakan dari dalam tas ku.

“Menggambar lagi?”ucap Wendy melihat peralatan yang ku keluarkan bukan buku matematika melainkan buku sketsa.

“Daripada mengantuk”balasku seadanya.

“Huuh,sebentar lagi ujian semester Yer”

“Aku’kan punya teman yang pandai”

“Kau mau mengandalkan ku terus?Kita sudah kelas duabelas. Bagaimana kalau kamu kesulitan saat ujian?”

“Bangku nomor tiga dari belakang,kalian mau mendengarkan atau menjelaskan?!!!”

“M-maaf Pak,tadi ada materi yang belum saya mengerti,jadi saya bertanya pada Yeri”jawab Wendy asal-asalan karena kaget.

‘Perasaanku jadi merasa tidak enak’-Yeri

”SEJAK KAPAN KIM YERI MEMAHAMI PELAJARAN MATEMATIKA?!SEJAK KAPAN KAMU LEBIH BODOH DARI KIM YERI?!!” Tuh’kan,apa kataku. Wendy yang salah memancing,aku yang jadi umpan ikannya. Yang dipancing ikan hiu lagi. Tapi aku hanya cuek saja dan melanjutkan kegiatanku yang tinggal finishing. Cepat sekali bukan?memang. Apa lagi kalau objek gambarnya di depan mata.

“Sedang apa kau Kim Yeri? Bukannya merasa bersalah malah…”

*srettt*

aku merasa buku sketsaku sudah tidak lagi di tanganku.

“APA INI?!!SIAPA YANG KAU GAMBAR??!! KAU PIKIR AKU SEJELEK INI!!!”Aku menghela nafas,ini adalah alasan terbesarku sulit menerima pelajaran matematika untuk masuk ke otakku.

“KIM YERI,SON WENDY. KE LAPANGAN SEKARANG JUGA!!TUNGGU DISANA. ADA HADIAH UNTUK KALIAN!!”

 

 

 

————Lapangan———–

 

 

Disini dan beginilah kami berakhir. Di lapangan,dengan mengalungi kertas yang bertulisan ‘SAYA MINTA MAAF. LAIN KALI SAYA TIDAK AKAN MENGGAMBAR DI JAM PELAJARAN’ itu aku. Sedangkan Wendy,’SAYA MINTA MAAF. LAIN KALI SAYA TIDAK AKAN MENGOBROL DI JAM PELAJARAN’ dan dengan tangan berposisi hormat.

Yeah,hebat ya Wendy.Dia tidak pernah terkena hukuman selama bersekolah disini. Dia’kan murid yang teladan. Kalau aku,bahkan seperti gosok gigi saja, dua kali sehari. Tidak-tidak,tidak seperti itu. Hanya saja,sering.

”Yeri,ini semua karena mu. Bagaimana kalau aku dicap sebagai murid nakal?”

“Kok karena ku? Aku seharusnya yang menyalahkan mu. Kamu’kan tadi yang mengajak aku mengobrol. Coba kalau kamu tadi tidak mengomel,pasti kita tidak akan terkena hukuman dari Cho Seongsaenim. Sudahlah,nikmatin saja. Ini itu hukuman paling mudah dari semua hukuman yang pernah ku dapatkan.”

“HAH!Paling mudah??” Aku menganggukkan kepalaku. Ya,paling mudah..Hanya berdiri mengalungi kertas dan hormat menghadap bendera.

 

Kulihat segerombolan laki-laki dengan seragam olahraga berjalan ke arah lapangan olahraga yang tempatnya bersebelahan dengan lapangan upacara tempat ku berdiri. Mereka Chen,Suho, Lay,Xiumin,Baekhyun,dan…Kyung soo-tim olahraga voli di sekolah kami. Mereka semua teman satu angkatanku. Kyung Soo,padahal dia ketua osis. Tapi dia masih sempat mengikuti ekskul voli. Apa dia tidak lelah?. Baekhyun,wajah babyface nya itu malah memperlihatkan dia seperti adik kelas ku. Aku merindukannya. Merindukan juga ketika menggambar dirinya. Boleh aku sedikit mengaku? Aku menaruh hati padanya. Baekhyun tidak tau kalau aku menyukainya. Tapi dia cukup mengenalku. Aku lebih dahulu mengenal Baekhyun daripada Kyung Soo. Tempat Junior high schoolnya Kyung Soo berbeda dariku. Aku bahkan tau Kyung Soo semenjak dia menjadi ketua osis di sekolah ini.

“Yeri kamu melihat apa kok senyum terus. Disini tidak ada minum lho,nanti kalau gigimu kering bagaimana?”mengganggu fokus ku saja Wendy.

“Itu ada Baekhyun”

“Ohh ada Kyung soo juga!!!”seru Wendy semangat. Tck,aku hampir melupakan fakta kalau Wendy ini mengidolakan Kyung soo.

Dia mungkin akan marah kalau tahu Kyung Soo sudah menikah. Dan yang paling sulit dipercaya,istrinya adalah sahabatnya sendiri.

“Kak Chanyeol nanti cemburu lho..” aku harus membuat dia bisa mengubah perasaannya pada Kyung Soo. Bukan karena aku tidak suka dia mengidolakan Kyung Soo,tapi karena aku tidak ingin dia terluka karena fakta terbaru Kyung Soo.

 

 

PULANG SEKOLAH

 

Aku menunggu jemputan Ahjusi di dekat gerbang sekolah. Mobil hitam terlihat melaju dengan kecepatan sedang. Didalamnya terdapat lelaki yang sejak kemarin tinggal seatap denganku. Dia menoleh sebentar,setelah itu kembali fokus dengan kegiatan menyetirnya.

“Dingin sekali” Aku yakin,dia sempat melihat keberadaanku.

‘Memangnya kau mengharapkan apa Kim Yeri’-Yeri

 

Huuuuuuhhh…

Bagaimana?buruk kah?Fanfic pertama loh,jadi maklumi ya. Oke,ini bukan alasan yang baik.

Dan aku belum munculin konflik sebenarnya disini. Tapi aku bakal munculin sedikit demi sedikit. Jadi kalian harus teliti ya. Tunggu aja di chapter berikutnya.

Eh ya, anggep aja disini marganya Chanyeol itu ‘Kim’. Sedikit aneh,jadi aku nggak bakal sering2 menyebutkan marganya. Kenapa sih nggak suho/xiumin/jongin/jongdae aaja yang jadi kakak nya Yeri,kan marganya kim tuh?

Jadi gini,chanyeol itu sengklek2 absurd,tapi kalo misalkan bayangin dia jadi seorang kakak tuh kayaknya..dia bakal jadi kakak yang perhatian,penyayang..

Pegel,capek,lelah,dahaga,laper aku rasain pas bikin chapter ini.

 

 

 

6 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Marriage Life When High school (Chapter 1)

  1. Yehett..

    Aku nemu ff Kyungsoo 🎉🎉

    Kyungsoo memang lebih cocok denget pribadi yang dingin, tpi moga2 aja yeri gak beku deket2 ama kyungsoo 😂😂

    Semangat buat next chapnya thor 😘😘

  2. hwa….Nemu ff Dyo seneng banget,tpi Dyo ky gt aneh,diakn ga bs berwajah dan bertingkah laku dingin ky gt/plakk/

    keep writing authornim

  3. Eeeeyyyyy.. Kyungsoo dingin banget coba-,- bisa2 yeri beku deket2 nya wkwkwk.
    Konfliknya kek gmna yaa penasaran😀
    Kenapa kagak diajak pulang bareng kying yerinya kkkk~

  4. Woahh., ceritanya serru nih.,
    D.O oppa dingin banget euiii., kek kulkas berjalan(?)

    Next juseyo ditunggu klanjutanya kak^^
    Fighting!!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s