[EXOFFI FREELANCE] The Wolves and Soulmate (Chapter 2)

img_20160117_121538

 

Tittle : The Wolves and Soulmate

Author: candypinknet

Length: Multichapter

Genre: Fantasy—Romance—Drama—Family

Rating: Teenager

Main Cast : Oh Sehun & Ahn Nina (Original Cast)

Additional Cast : EXO member—Ahn Sojin—Ahn Edison—Kang Aurora—and many more

Summary: Setelah meniup lilin ulang tahunnya yang ke-19, hidup Ahn Nina perlahan-lahan mulai berubah. Berawal dari mimpi setiap malam tentang serigala abu-abu, lelaki berparas tampan yang tak ia kenal dan perang keluarga Canis Lupus.

Disclaimer : The story is belong to me.

Note : Cerita ini udah gue publish di wattpad & cover by @penguin_guard

Sorry for any typo(s) and nice to meet you guys!

BAB 2 – JAWABAN

Nina mengambil cangkir dan mengisinya dengan teh yang masih hangat. Dirinya sedang disibukkan dengan tugas kuliah yang tak kunjung selesai. Terlebih lagi, pikirannya sekarang mulai memikirkan hal lain; Oh Sehun.

Leeds malam ini dingin sekali, sampai rasanya Nina ingin berendam air panas, tapi waktu membuatnya mengurungkan niatnya. Jadi, dia hanya duduk di kursi belajarnya dengan selimut tebal yang menyelimutinya dan memandang laptop dengan seksama.

Nina mulai melanjutkan mencari topik yang tadi ia cari di perpustakaan yang sempat tertunda, karena ada yang mengikutinya. Nina mulai mengetik setiap kata di website dan mulai melihatnya dari atas hingga bawah.

Serigala Berubah Wujud, Bisakah?

Nina mulai masuk ke salah satu situs yang judulnya mencuri perhatiannya. Lalu, dia menunggu beberapa saat dan mendapati foto, keterangan dan juga penjelasannya.

Serigala berubah wujud, mungkin ini terdengar gila atau hal yang tak wajar. Semua orang pasti tahu dan juga sudah banyak film yang menceritakan Serigala berubah wujud menjadi manusia, dan lagi pasti selalu dibarengi dengan Vampir.

Tapi-Serigala berubah wujud seperti itu benar-benar ada.

Mereka hidup berpencar, selain menghindari pertempuran, mereka juga menghindari para Pemburu yang terkenal dengan nama A+.

Nina mengangkat salah satu alisnya naik keatas dengan heran. A+, katanya? Batin Nina.

Ingin tahu lebih lanjut? Silahkan datang ke alamat di bawah ini!

Nina mengambil ponselnya dan mulai mencatat alamat yang tercantum di situs web tadi. Jaraknya jauh dari rumahnya, atau lebih tepatnya Leeds. Kemungkinan besar memakan waktu lebih dari satu jam.

Suara ketukan pintu terdengar dan Nina langsung menutup laptopnya. Ibunya yang masuk ke dalam kamar dan menatapnya sedih. “Nina,”

Nina menjadi penasaran. “Ya? Ibu kenapa? Apa ada sesuatu buruk yang telah terjadi?”

“Nenek buyut mulai sakit lagi. Kita akan menjenguknya, tapi kali ini kau juga ikut. Semua keluarga Ahn juga akan berkumpul disana.”

“Berkumpul?” Tanya Nina. “Jadi, kita semua akan menginap di Vila Ahn atau bagaimana?”

“Kemungkinan besar seperti itu,” Jelas Ibunya. “Sebaiknya kau bersiap-siap saja. Kemungkinan besar kita berangkat lusa nanti.”

  • ••

Birmingham adalah kota tujuannya sekarang. Lumayan jauh dan perjalanannya cukup panjang dari Leeds. Nina membetulkan ranselnya dan melihat catatan kecilnya.

Jalan Mark Cres, No 04

Nina mengecek alamatnya kembali dan benar, dia sudah sampai ke tempat tujuannya. Alamat yang menunjukkan gedung tua yang terlihat tak di urus sama sekali. Dirinya mengamati lingkungan sekitar; gedung tak di urus, terlihat tidak ada orang, peuduk sekitar jarang terlihat. Lingkungan yang sangat sepi sekali. Nina menghela nafas berat dan mulai mendekati gedung tua tersebut.

“Tunggu, bagaimana jika ini tipuan? Atau ada orang jahat?” Kata Nina berbicara sendiri. Dia berhenti dan memandang depannya ragu lalu menggelengkan kepalanya cepat. “Tidak, Nina. Kau harus melakukan ini demi mengetahui semua jawaban dari pertanyaanmu.”

“Pertanyaan apa, Nona?”

Nina tersentak kaget ketika mendengar suara jernih pemuda yang berdiri di belakangnya dengan memandangnya dengan aneh. Nina mundur ke belakang tanpa sadar dan menelan ludah. “Tidak, Tuan. Aku hanya berbicara sendiri.”

“Gadis cantik berbicara sendiri? Kebiasaan yang aneh,” Balasnya sambil nyengir. “Apa yang kau lakukan di sini?”

“Aku,” Balas Nina gugup. “Ingin menemui seseorang yang beralamat di sini. Tapi sepertinya tidak ada orang.”

“Maksudmu, gedung ini?”

“Ya.”

Pemuda itu tersenyum. Menampilkan deretan giginya dan Nina menyadari bahwa ujung gigi pemuda tersebut terdapat emas. “Kau telah menemukannya! Silahkan masuk!”

  • ••

“Terimakasih, tapi tidak perlu menyiapkan apapun. Aku hanya sebentar di sini.” Tolak Nina sopan ketika pemuda bernama Freddie itu menawarkan secangkir teh hangat untuknya. Freddie menggelengkan kepalanya. “Tidak. Kau sudah datang jauh-jauh dari Leeds. Kau harus meminum sesuatu.”

“Terimakasih.”

Bayangan Nina tentang kondisi dalam gedung tua tersebut benar-benar berbeda. Dari luar terlihat tak ke urus dan sangat jelek, sedangkan dalamnya kebalikannya. Benar-benar rapi dan tersusun, layaknya rumah mewah. Dan lagi, gedung ini terlalu besar untuk di tempati satu orang. Nina memandang kagum dan mendapati bahwa Freddie terkekeh melihatnya.

“Kaget, bukan?”

“Ya,” Balasnya malu-malu. “Aku tidak menyangka bisa melihat dekorasi sebagus ini. Maksudku, ini benar-benar melebihiku.”

“Kau pasti dari anak orang kaya,” Balas Freddie sambil duduk di depannya. “Tadi siapa namamu?”

“Ahn Nina.”

Freddie mengangguk. “Ahn? Marga-”

“Aku ini keturunan asli Korea yang pindah kesini sejak lama.” Jelas Nina sambil menyeruput teh hangatnya dengan hati-hati, karena masih panas. Dan lagi, dia menyadari bahwa teh yang ia minum adalah teh hijau.

“Jadi, apa yang ingin kau tanyakan, Nina?”

Nina mengecek catatannya dan mencari halaman yang berisi tentang pertanyaan-pertanyaan yang akan ia tanyakan. Tapi, ia ragu.

Apa aku harus menceritakan Kris dan Sehun? Mimpiku? batin Nina. Tidak, jangan ceritakan itu.

“Di situs yang kau tulis. Apa benar Vampir atau Serigala berubah wujud itu benar-benar ada?”

“Yang pertama, kenapa kau tiba-tiba datang dan ingin tahu hal tersebut? Aku butuh suatu alasan. Aku tidak bisa memberikan informasi tanpa alasan yang jelas.”

Nina menghela nafas berat. “Aku ingin tahu. Tidak ada alasan khusus.”

“Oke,” Balas Freddie santai. “Seperti yang kau tanya, jawabannya adalah ya. Mereka ada. Mereka nyata. Dan mereka bertingkah seolah-olah seperti manusia biasa. Ada banyak kelompok Vampir atau Serigala tanpa kita semua sadari.”

“Apa itu A+?”

“Sudah tertulis jelas bukan A+ itu pemburu?”

Nina tiba-tiba merasa bodoh dengan pertanyaannya sendiri. “Maksudku, lebih spesifik lagi. Ciri-ciri atau sejarah A+?”

“A+ itu pemburu. Baik Vampir ataupun Serigala berubah wujud. A+ itu berisikan anggota khusus. Kenapa khusus? Karena, tidak semua orang bisa menjadi pemburu. Hanya keturunan A+ yang bisa menjadi pemburu. Darah mereka bukan seperti darah orang biasa. Dan juga, banyak keturunan A+ yang tidak menyadari bahwa mereka pemburu.”

“Tidak menyadari?”

“Ya. Rata-rata A+ bisa melihat atau berhubungan dengan mahluk lain tersebut, tapi mereka tidak melakukan apapun. Ketika makin parah, kebanyakan langsung mencari A+ lainnya atau akan di temukan pimpinan A+ untuk di rekrut.”

Nina mencerna setiap kata Freddie dan mulai bertanya lagi. “Jika aku boleh tahu, siapa pimpinan A+?”

“Pimpinan terkejam yang pernah ada.”

“Siapa?” Tanya Nina lagi. Matanya benar-benar memandang Freddie penasaran dan tiba-tiba dia merasakan dirinya mengantuk. Pimpinan terkejam, apakah itu benar? Tanya Nina dalam hati sambil berusaha untuk fokus. “Aku ingin tahu.”

“Kau benar-benar tidak tahu apa-apa atau kau berpura-pura saja, Ahn Nina?”

“Aku benar-benar tidak tahu. Jadi tolong-”

Freddie terkekeh melihatnya. “Sepertinya reaksinya cepat sekali.”

“Reaksi apa-”

“Jadi, sampai bertemu dua belas jam kemudian.”

Sialan! Seharusnya aku tidak meminum teh hijau itu!

“Brengsek…”

“Aku harus pergi sekarang,” Kata Freddie tidak mempedulikan Nina yang mengatainya dengan kata-kata kasar sambil melihat arlojinya. “Terimakasih banyak, Nina. Aku akan datang lagi.”

Dan mata Nina semakin lama semakin berat. Sialan, umpatnya lagi. Nina berusaha bangun, tapi tidak bisa. Seluruh badannya kaku, tidak bisa di gerakan. Dia merasa dirinya sangat lelah. Seharusnya dari awal dia tidak meminum teh tersebut dan langsung pergi. Dia menangis. Dia takut. Dia tidak memberitahu siapapun, bahkan Orangtuanya tentang dirinya yang pergi ke Birmingham. Dan semakin lama pandangan Nina semakin gelap.

  • ••

Nina bangun dengan nafas terengah-engah. Dia berada di mimpinya, di tempat biasa dia tiba. Nina bangkit dari duduknya dan langsung berlari. “Kris!”

Angin cukup kencang dan perasaan Nina semakin lama semakin memburuk. Jarang sekali ada angin kencang seperti ini. Dia tetap berlari, mencari sosok yang mungkin bisa membantunya. “Kris!”

“Kau sangat berisik.”

Nina berbalik dan menemukan Kris yang di ikuti oleh Serigala yang biasa mengekorinya. “Aku butuh bantuanmu.”

“Apa?” Tanya Kris heran. Nina menelan ludah dan gugup, takut akan reaksi Kris yang mendengarnya. “Aku di Birmingham sekarang. Aku mengikuti alamat yang tertera di internet untuk mengetahui-”

“Freddie?!”

“Bagaimana kau tahu?!” Nina berteriak tanpa sadar. Kris memandang Nina marah. “Kenapa kau tidak mengatakan apapun, Nina?!”

“Aku tahu, aku minta maaf. Tapi, tolong bantu aku. Aku tertidur pulas, karena obat tidur yang di taruh di teh hijauku. Aku tidak bisa melakukan apapun! Aku frustasi dan merasa tolol!” Balas Nina sambil menangis kencang. “Aku takut. Tolong aku.”

“Kau bukan tolol lagi, tapi idiot. Rasa penasaranmu itu bisa membunuhmu sendiri.”

Serigala tersebut berdiri berjejeran di samping Kris. Seperti berbicara dengan Kris dan Nina sama sekali tidak mengerti. Kris menggelengkan kepalanya. “Tidak, keberadaan kita cukup jauh-”

“Apa?”

“Aku bukan berbicara padamu.” Balas Kris sambil fokus pada pembicangannya lagi. “Kau yakin ingin melakukan itu?”

“Ingin melakukan apa? Dan siapa Freddie?”

“Salah satu anti A+. Dan, Nina, kita sudah punya rencana.”

Author’s note :

Halo, semuanya! Pertama, gue mau ngomong makasih atas apresiasi kalian semua. Terimakasih untuk komentar, like atau share-an kalian. Kedua, nanti gue bakalan bales ya, maaf pake banget, karena gue jarang ngecek wordpress ini dan ngeceknya pas liat apa ceritanya udah di post atau belum, setelahnya ga liat lagi. Lain waktu akan gue perbaiki ya kebiasaan jelek ini, hehe. Terakhir, sempetin tinggalin jejak ya, biar makin semangat.

Sampai jumpa di bab selanjutnya!

 

 

12 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] The Wolves and Soulmate (Chapter 2)

  1. authornim,aku udah bc dr prolig,tpi blum komen,nanti kali ga sibuk kg aku komen deh,maaf udah sempet jd siders, bian,ff in bagys aku bru nemu maaf authornim
    sbnrx jnp si,masih bxk misteri di part2 sblumx nih,jd makin penasaran

    keep writing authornim

  2. Si Friddie itu jahat? Knp dia ngasih obat tidur ke Nina?
    Hayoo itu Kris ngomong sama siapa? Sama serigalanya atau Sehun? 😕😕
    Tapi ini hp ku yg error atau emg dari sananya itu tulisan yg di bold itu kok kepotong ya?
    Nina itu sebenernya apa/?
    Kutunggu nextnyaaa

  3. Lhah kq gantung banget siih, bikin nambah penasaran. Btw ni emang tampilannya gini ato emang hpku lagi error. Kq tulisannya ada yg ke potong. Pas bagian yg bold….

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s