[EXOFFI FREELANCE] Library Love – (Chapter 10)

Untitled-1.jpg

“LIBRARY LOVE Chapter 10”

Author                :        sucibyun

Cast                    :        park chanyeol

Kang seul dae

Byun baekhyun

Park ra young

Shin ranran

Oh sehun

Do kyungsoo

Genre                 :        romance, MERRIAGE LIFE .comedy

RATING    :        PG 18+

Part 10

Sumarry:

~jika ada hal yang paling bodoh, maka akulah orang paling bodoh karena aku tidak bisa membedakan mana yang nyata dan mana yang tidak nyata~.

Ra yaoung pov.

Aku menampar bayangan yang nyata/?~

~mematung~

“HEI!..”

bayangan itu berbicara,terdengar sangat nyata. Aku tidak bisa memercayai ini. Aku tidak percaya!

PLAKK!!

AAAAAKKHHH!!!!!~~ dia berteriak, bayangan ini berteriak!, aku sangat terkejut

AAAAAAAAAHHHH!!!!!, aku berteriak lebih keras darinya.

“Ya’ Shit!”

namja yang ku kira adalah bayangan itu sangat marah, aku menampar pipi mulusnya dan meninggalkan cap tanganku disana.

Oh ya ampun!!

Apa yang ku lakukan.Aku terlalu keras menamparnya. Sekarang ia sangat marah. Aku menutup mataku ketika ia mengangkat tangannya di depanku ,saat aku membuka mata ia sudah hilang ,aku sempat mendengar ia menendang sesuatu dan itu adalah boneka. Boneka? Dia menendang boneka teddyku! .

AAHH!~.

“YAK’. OH SEHUN! BERANINYA KAU!!!!!!” aku berteriak di depan pintu. Ku kencangkan suaraku agar namja itu segera keluar

Ra young pov end.

Author pov.

“OH SEHUN!!. KELUAR KAU!,DASAR NAMJA PENGECUT!” namja yang di teriaki langsung keluar dai rumah saking kesalnya hingga rasanya ingin menelan gadis itu.

Sehun melangkah maju ke yeoja yang kelihatannya terkejut akan perlakuannya. Yeoja itu menatap curiga dan terlebih lagi ia sangat gugup sekarang. Awalnya ia sangat berani tapi ketika melihat mata sehun yang bagaikan mata elang, ia begitu ketakutan.

“dari mana kau tau namaku?” tanya sehun mengintrogasi. Yeoja itu tiba-tiba mundur selangkah. Berfikir sejenak,ia harus jawab apa?

“Ahh~kau tidak perlu tau!. Kau sudah menendengnya..” jawabnya menghindari pertanyaan .ra young spontan menyodorkan boneka itu tepat di wajah sehun.

“cih!. Terus kau mau apa jika aku menendangnya?. Dan ini…ini hanya boneka yang jelek !” ucap sehun menunjuk-nunjuk hidung boneka itu. Boneka yang di ejek terlihat diam. melihat itu muka ra young memerah

“Yak! Apa kau sadar apa yang kau lakukan. Secara tidak sengaja kau menendang nenekku tau!”

“HAHAHAHA!!” sehun tertawa terbahak-bahak. Dan itu semakin membuat yeoja di depannya kesal. Terdengar hentakan kaki yang sangat keras saat itu

“gadis ini sudah gila hahaha!” sehun terus tertawa sambil memegangi perutnya. Rasanya perutnya tergelitik sehingga dirinya terus ingin tertawa. Sedang gadis di depannya menggerutu kesal akan perlakuannya

“ohh~ halmoeni mianhaeyo.ahahaha” sehun lagi-lagi mengejek boneka itu menurutnya itu sangat lucu. Ia terus saja tertawa,sedangkan ra young..telinganya mulai memanas mendengar sehun menertawakannya.

Mata ra young mulai berapi-api. Ia bahkan menatap sehun sambil mengedus-ngenduskan hidung, seperti ada api yang akan keluar dari lubang hidungnya. Ra young sangat marah mendengar sehun mengejeknya seperti itu. Ia meletakkan bonekanya di atas kursi teras yang ada di dekatnya.

“sudahlah…aku tidak ingin meladeni gadis aneh sepertimu” sehun mengangkat tangan sebelum berbalik meninggalkan ra young. “Dasar gila..”

“Kau yang gila OH SEHUN!” Rayoung menarik nafas lalu membuangnya kasar. kemudian ia melangkah besar dan meraih bahu sehun dengan tangan kirinya,membalikkan tubuh namja itu dengan kasar. Sehun terkejut! bibirnya terbuka sebelum saat ra young memukul jidatnya dengan spatula. Terdengar PLAKK!. Kini jidatnya yang harus menerima cap merah dari ra young.

“AKKHH!!” uww! Itu sangat sakit bagi oh sehun

“Yaa..!. Dasar gadis gila!” pekik sehun dengan nada tinggi.ia memegangi jidatnya sambil meringis,itu sangat sakit hingga air matanya hampir keluar. (namja kok nangis. Hihihi!!)

Dengan kasar sehun menarik tangan ra young. Entah apa yang akan di lakukannya dengan gadis itu “ya..ya..apa yang kau lakukan..akkhh lepaskan!” ra young sadar sehun membawanya di depan tangga,mendorongnya hingga hampir saja terjatuh untung saja ra young cepat menahan tubuhnya dengan berpegang pada pagar penghalang tangga.

“OHH.. Kkamjjagiya!” ra young memegangi dadanya,menormalkan pernafasannya. Ia terkejut setengah mati. Hampir saja dirinya terguling kebawah dan mati tragis, melihat ketinggian rooftop ini sekitar 10 meter, Dan mungkin ra young akan langsung mati jika hal itu terjadi

“pergi kau dari sini!” mendengar itu ra young sontak berbalik, dan kelihatannya sehun sagat serius dengan perkataannya. Buktinya wajahnya begitu memerah. Ra young menatap takut wajah sehun.

“oh tidak! bagaimana ini?. Dia akan mengusirku…aku harus mencari cara..” umpat ra young dalam hati.ia memikirkan sesuatu,sedang sehun masih menatapnya tajam “tunggu apa lagi?cepat pergi dari sini!”sehun membentak,ra young sontak mundur kebelakang,tangannya begitu erat memegang pagar tangga. Ia berdiri pada anak tangga kedua dari atas,tapi kemudian ia menegakkan tubuhnya dengan berani.

SREK~ entah apa yang dilakukan yeoja itu shingga ia merobek lengan kemejanya.mata sehun menatap bingung,dugaannya bahwa ra young benar-benar gila terbukti. Ra young membuka ikatan rambutnya ,membuat rambut panjangnya terurai. Ia sedikit mengacaknya. Sehun menautkan alis,ia menatap ngeri gadis itu. Bukan hanya rambut, ia juga menghapus eyelinernya dan membuatnya terlihat belepotan setelah ia merasa semuanya perfect….

“HUWEEE!!!. Ini pelecehan. Huwaaaaaa!!!”

“namja ini tidak baik Huwaaaaaa!!!!” ra young pura-pura menangis. Ia menuruni tangga sambil mengeraskan tangisannya

“huhuuuu…siapapun tolong aku. Namja ini ingin melukaiku ..” ra young semakin membuat-buat tangisannya, dan itu membuat sehun mengerti bahwa gadis gila di depannya ingin menfitnah dirinya. Sehun hanya santai melihat ra young

“cih dasar yeoja aneh!.kau pikir ada yang mendengarmu?”sehun mengumpat dalam hati,kedua tangannya sudah terlipat tegas di dadanya, sedang tatapannya masih ke ra young yang benjalan menuruni tangga dengan tingkah gilanya.

“Park ra young kaukah itu…kau baik-baik saja??~” terdengar suara menggema di bawa sana,nyatanya itu adalah security yang sedang berkeliling di malam hari.

“Ra young kau baik-baik saja!!!!” suara itu Mendengar itu sehun langsung lompati anak tangga ke 5 dari atas tempat ra young berdiri dan dengan gerakan yang cepat sehun membungkam mulut ra young, menariknya ke atas dan menghantam tubuh ra young ke dinding rooftop, tepatnya dekat pintu. Ia meringis kesakitan, bahunya terbentur ke tembok rooftop.ra young terkunci sekarang tubuhnyatidak bisa bergerak, sehun memblok dirinya dengan kedua tangannya di dinding. sehun menatap intens yeoja yang berjarak 10 centi dengannya itu, sedang yeoja itu kelihatannya menghindari tatapan sehun dengan malu. Bukannya takut akan perlakuan sehun ia malah senyum-senyum tidak jelas.

“kurasa ada suara minta tolong tadi?..” pria setengah baya itu menaiki dua anak tangga dan berhenti saat ingin naik ke nak tangga berikutnya,ia tampak berpikir.. “ah apa aku salah dengar…jangan…jangan…suara itu suara hantu neneknya ra young..?” sekujur tubuh pria tua itu merinding dan entah kapan ia sudah lari menghilang di persimpangan jalan…

“ sekali lagi kau berteriak atau melakukan hal aneh,aku bukannya mengusirmu tapi aku akan membunuhmu!” ancam sehun begitu serius. Setelah mendengar itu ra young benar-benar takut akan apa yang mengancam dirinya. Kini matanya juga menatap intens,mereka saling bertatapan sepeti melakukan perang dingin yang menegangkan. Angin malam yang terasa kencang menerbangkan sebagian rambut ra young hingga itu seperti menampar wajah sehun.

“kau yeoja gila. tidak tau malu dan kotor…” baru saja ra young ingin membuka mulut sehun sudah menyentuh bibir ra young dengan jari telunjuknya,menutupnya agar tidak berbicara.

Mata ra young membulat “dan aku harap kau bisa sering menutup mulutmu ini.” Sambung sehun.sehun melepas jarinya dan melengkang pergi dari hadapan ra young. Ra young masih terkejut dengan perlakuan namja dingin itu dan terlebih lagi hatinya begitu sakit mendengar sehun mengatai dirinya ‘yeoja kotor’. Tapi kemudian ia berfikir lain, ra youg langsung melupakannya. Yang terpenting sehun tidak mengusirnya itu saja,dan dirinya masih berdiri di depan rumah. Yeoja miris itu sedang menatap sehun yang baru saja menutup pintu rumahnya.

 

five minutes later……….

tok..tok…tok…

“sehun buka pintunya!”

“……….”tidak ada jawaban

“sehun!~oh sehun, ayolah buka pintunya” ra young masih mengetuk. kepalanya bersandar lelah di daun pintu,sehun benar-benar kejam hingga membiarkan seorang gadis di luar rumah sendirian, terlebih lagi cuacanya sangat dingin di luar sini. Entah berapa kali ra young memeluk tubuhnya karena kedinginan,

“di sini sangat dingin. Dan oh se’ sangat enak di dalam memakai selimut hangat,oh tuhan! ku rasa aku akan membeku di sini. ternyata namja itu sangat kejam. Lupakan cintaku padamu sehun!. aku membencimu!” ra young menggerutu kesal,sekarang ia duduk di kursi teras sambil memeluk boneka teddy berwarna coklatanya. Dan lihatlah sekarng wajahnya begitu mirip dengan boneka yang di peluknya, terlihat menyedihkan.

Sedang sehun..

benar dugaan ra young sehun sedang tertidur pulas di kamarnya,ia menggunakan selimut hangat berwarna coklat bergaris, kelihatannya selimut itu begitu nyaman hingga ia menutupi seluruh tubuhnya. Lantaran nyeyaknya suara dengkuran sang oh se’ memenuhi kamar yang di dalamnya hanya ada kasur dan lemari mini. Yang menjadi pertanyaan kenpa orang semampu oh sehun tinggal di tempat sederhana seperti ini?. Bukankah di seoul banyak tempat yang lebih bagus seperti penginapankah?,hotelkah?, atau tidak apartement keluarga. Kenapa ia harus tinggal di tempat yang kecil dan sederhana ini?.

 

Di dalam rumah ini terdapat dua kamar yang berhadapan. Rumah ini sangat sempit, hanya ada ruang tv dan dapur yang tergabung menjadi satu tidak ada tembok apalagi pintu yang menghalangi,jika ra young memasak ia bisa saja menonton acara tv dari dapurnya. Dan satu ruangan yang tertinggal, setiap rumah pasti memiliki kamar mandi kan? jadi di rumah ini Kamar madi berada di sisi kanan dapur berseblahan dengan kamar yang di tempati sehun sekarang.

Aroma parfum apel terapy menyeruak keseluruh kamar oh se’ .aroma harumnya membuat siapa saja tertidur nyenyak, lantas saja dengkuran sang oh sehun begitu keras bersamaan dengan instrument melodi yang ia putar di smartphonenya,

Sedangkan gadis bernama park ra young sendiri di luar rumah, dirinya begitu kedinginan ia memeluk boneka teddynya begitu erat. lampu teras yang berada di atasnya berkedip-kedip menakutkan, entah apa yang membuat benda itu berkedip-kedip, ra young bisa saja berfikir itu hantu yang menakuti dirinya,atau tidak ia berfikir lampu itu akan putus karena keadaannya sudah tua.

Mata ra young begitu berat sehingga membuat kepalanya berapa kali terbentur di kursi,dengan eratnya ra young memeluk boneka teddynya menjadikannya sebagai selimut,meski itu tidak menutup kemungkinan ia sedang beku karna cuaca bulan desember yang melanda kota seoul sekarang. Matanya tertutup tapi sesekali ia merintih kedinginan karna angin malam menyentuh kulitnya, untung saja salju belum turun jika itu terjadi maka ra young akan mati membeku di luar sini.

~~~

~Flashback time at home park chanyeol~

 

 

At 08:24 pm.

~lubang hidungmu saja yang besar~

~setidaknya hidungku punya emas asli~

“Ahahaha…lucu sekali”

“Hahaha! Ahahaha!.aduh! perutku sakit..hahaha… ahaha..”

Gadis polos itu tengah asyik duduk di sofa sambil menonton program tv yang sangat di sukainya. Ia sampai tertawa terpingkal-pingkal ketika melihat tingkah pemeran di tv yang begitu gila. Episode kali ini bertema ‘pay dirt ‘. Rupanya program “comedy geng” bisa menjadi menu favorit untuk di tonton di malam hari, di depannya sudah tersediah snack ,minuman dingin dan kacang kulit sebagai teman nontonya semuanya tergelatak begitu saja di atas meja kaca itu. Memang bukan tipe wanita pembersih, lihat saja semuanya terhambur berantakan, kulit kacang yang habis ia makan di buang saja di atas meja. hingga ada beberapa jatuh ke lantai,bungkus snack juga.

Ia memasukkan dua butir kacang kulit ke mulutnya lalu setelah itu kembali tertawa manis.

Sedang namja di sampingnya, dia juga duduk di sofa yang sama . berjarak 10 jengkal dari gadis itu. Apa dia tidak terusik sama sekali?,mana bisa membaca novel dengan tenang saat ada yang tertawa begitu keras. Wajahnya damai tidak sedamai saat gadis di sampingnya kembali teratwa. Bibirnya mencibir,saat tak tahan mendengar, namja itu membalikkan bacaanya dengan kasar. Salah sendiri kenapa ia harus duduk di depan tv. bukankah banyak tempat yang lebih tenang, seperti balkon atau kamarnya sendiri dan rumah ini begitu luas, ada begitu banyak ruangan yang bisa ia tempati untuk membaca. Yeoja itu juga berfikir sama, bukan karena kasus membaca,tapi kelihatannya namja itu mengawsi dirinya sejak tadi. Dia selalu ada di dekat yeoja itu. bukan untuk berbicara tapi menampakkan expresi datar dan acuh tak acuh.

“AHAHAHA…” untuk kesekian kalinya gadis itu tertawa begitu manis, tedengar menyenangkan. namun tidak dengan namja di sampingnya kelihatannya ia mulai terusik. Ia menatap sengit gadis itu kemudian kembali membalikkan bacaannya dengan kasar, tapi gadis itu tidak menyadari sama sekali. Ia semakin mengeraskan tawanya, gadis itu tertawa hingga air matanya hampir keluar,rupanya acara comedy geng membuatnya dirinya tidak bisa di kendalikan itu terlalu funny untuk dirinya yang lugu. Sedang namja di sampingnya tidak begitu suka dengannya.

“pelankan suaramu kang seul dae”

“aku tidak mau,kau mau apa Eoh?. P.a.r.k c.h.a.n.y.e.o.l !” balasnya ketus, dan di akhiri dengan penekanan di nama tuan park.

Entah atas hal apa mereka saling membalas ucapan dengan nama lengkap, mungkin itu hanya sekedar ucapan formal?. Seul dae menatap dingin sebelum membuang muka dan kembali menonton tv. “kau pikir aku tv , yang bisa di kecilkan volumenya seperti yang kau mau. cih!” umpatnya. Meski begitu chanyeol berusaha konsentrasi dan tidak melanjutkan perdebatannya.

“ohhh omo! Ahahaha…kotor sekali!” seul dae kembali dengan aksinya tertawa dengan gilanya di depan tv,mendengar itu chanyeol memicingkan matanya dengan kesal, ia meletakkan kasar novel tebal yang di pegangnya.

Tangannya lalu mengambil remot yang tergeletak di meja, meraihnya dengan kasar dan menekan tombol power berwarna merah. Seketika tv itu mati dan membuat seul dae merasa risih. Sedang pelakunya bersikap santai menaikkan kedua kakinya di atas meja, tangannya di lipat di dada seperti biasanya. Gaya khas sang park chanyeol! dingin dan mengagumkan.

“ya..ya.. wae?. Kenapa tvnya mati?,siapa yang mematikan tvnya!! YAAA….” sekilas seul dae menoleh ke samping dan mendapati chanyeol yang menatapnya begitu berani, sebelum setelah iya menyeringai dan membuang muka. Ra young mulai kesal,ia tidak ingin bertengkar tapi chanyeol meminta dirinya untuk itu.

“Berikan remotnya!!” seul dae berniat merampas remot yang ada ditangan chanyeol. tapi chanyeol lebih dulu menjauhkan tangannya mengankatnya ke atas,sehingga seul dae tidak bisa meraihnya “Ya’! berikan!!!” pekik seul dae sangat kesal. suaranya mulai meninggi

“shireo!!” chanyeol semakin meninggikan tangannya, tapi matanya masi memandang wajah seul dae yang kesal.

“berikan. park chanyeol!!” seul dae hampir saja meraihnya. tapi chanyeol tidak bodoh untuk itu, ia tambah meninggikan tangannya. Ia bahkan tidak menyadari wajah seul dae begitu dekat dengan wajahnya. karena merasa aneh melihat wajah seul dae, jantungnya langsung berdegub tidak normal. Perasaan ini juga di rasakannya sewaktu insiden sabuk pengaman yang di kenakan seul dae tidak bisa terbuka, dan mengharuskan dirinya membantu gadis itu. Chanyeol benar-benar tidak sadar waktu itu tubuhnya menginginkan dirinya melakukan ciuman yang tidak sepantasnya ia lakukan .

“ya… berikan!!” suara seul dae meninggi chanyeol langsung berdiri dari sofa, mungkin karena merasa canggung sehingga ia refleks berdiri dari sofa. Seul dae terikut berdiri berusaha meraih remot yang di pegang chanyeol.tapi itu tidak mungkin, chanyeol terlalu tinggi seul dae tidak mungkin mendatkannya dengan mudah. “ishh… nappeun sekkia!!!” seul dae berteriak dan itu berhasil membuat chanyeol terkejut

“kenapa kau selalu menggangguku chanyeol??. Apa salahku?!” chanyeol mendekatkan wajahnya dan menatap dingin mata seul dae yang bulat.

“cih!. Memangnya hanya kau yang merasa terganggu hah!. Aku juga kang seul dae. kau sungguh tidak punya malu dengan datang ke rumahku, kau pikir aku suka dengan gadis berantakan sepertimu” setelah mengatakan itu chanyeol menjauhkan wajahnya sebelum itu ia menatap jahil seul dae yang kelihatannya semakin marah. Lihat saja wajah seul dae semakin merah ketika chanyeol mengatakan itu

“apa salahnya. Aku hanya menonton tv dan lagi pula setelah itu aku akan membersihkan semua sampahku. Salah sendiri kenapa satu hari ini kau terus mengikutiku?”

“CAH!. Apa kau bilang? Aku mengikutimu.cih!” Chanyeol tertawa sinis

“lalu kenapa sejak tadi kau terus saja menggangguku. Aku ke balkon kau juga ke balkon, aku ke kamar mandi kau bahkan menyerobot dan membuatku menunggu berjam-jam dan lagi aku memakai perpustakaanmu kau mengusirku dengan paksa dan melarangku menyentuh buku-bukumu. Dan sekarang kau merusak acartvku! bukankah itu berarti kau mengikutiku? Dasar . “ chanyeol hanya menyeringai mendengar itu

“sebenarnya apa yang kau inginkan. Apa lagi eoh?. “ pekik seul dae sangat kesal sampai ia menatap tajam mata chanyeol

“jangan pernah berfikir kau akan hidup senang dan mendapatkan semuanya kang seul dae. aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi” seul dae mengerut tidak mengerti .

“apa maksudmu?. Kenapa kau selalu berkata tidak jelas chanyeol!”

“rupanya kau dan orang tuamu sama saja. hanya mengharapkan kesenangan dan bisanya memanfaatkan keadaan orang lain, kau pikir setelah kita menikah aku akan menuruti keinginan kalian, memimpin perusahaan hah!. Investasi besar-besaran untuk bisnis ayahmu dan setelah itu aku semua yang akan mengursnya. jangan berharap.”

“terus apa hubungannya dengaku?”

“orang tuamu begitu serakah sehingga menyerahkan gadis malang dan bodoh sepertimu.menyedihkan sekali. Mereka menjual anaknya hanya karena urusan bisnin ckckck jaman sekarang masih ada yang seperti ini.” Chanyeol benar-benar tidak sadar dengan perkataannya. Seul dae tidak percaya dengan apa yang barusan ia dengan ia benar-benar tertusuk ketika mendengar dirinya di jual.

“apa kau bilang?. Mereka menjualku” seul dae mengangkat kepalanya. menatap marah wajah dingin di depannya. Nampaknya namja itu sangat santai menanggapi seul dae.

“iya mereka menjualmu!. Apa perlu aku ulang?”

Plak !!!.

“nappun!. Kau boleh menghinaku sepuasmu,tapi aku tidak akan diam kalau kau melibatkan orang tuaku.” Mata suel dae brkaca-kaca mengatakan semua itu. Chanyeol merasa bersalah hingga ia menatap seul dae dengan tatapan khawatir. Kini tangannya menempel di pipi kirinya ,merasakan bekas tamparan seul dae yang masih berdenyut. Ia sangat terkejut ketika seul dae menamparnya begitu keras. Chanyeol melempar remot tv dengan kasar ke lantai dan itu membuat remot itu hancur. Stelah melakukan itu ia menatap seul dae dengan tatapan marah..

Seul dae berbalik bersamaan dengan air matanyanya yang jatuh. Ia melangkah masuk ke kamarnya dan menutup pintu kamarnya. Seul dae bersandar di pintu, menangis?…untuk apa jika bukan menangis. Hatinya begitu sakit hingga membuatnya tidak bisa mengendalikan dirinya. Ia mengangkat tangan kanannya lalu menatapnya dengan perasaan sedih,tidak lama gerakan spontan tangan itu meremas dadanya yang terasa sesak

“ hiks..hiks.. hisk.. aku di jual? itu sangat menykitkan chanyeol, kau selalu menyakitiku dengan kata-katamu kau bahkan tidak pernah berfikir seperti itu hiks..hiks..hiks.” seul dae menyusutkan badan dan membuatnya terduduk di lantai ,ia menekuk lutut dan menenggelamkan wajahnya yang di banjiri air mata. Perasaannya begitu sedih chanyeol benar dirinya memang gadis bodoh,ia menerima chanyeol mengatainya malang dan bodoh, tapi ia tidak begitu terima chanyeol mengatakan orang tuanya menjual dirinya. Memangnya seul dae arang yang bisa di jual dan di pakai begitu saja itu benar-benar hal yang menyakitkan.

TOK.TOK.TOK..~

“Seul dae-ah buka pintunya.. aku….”

“huweeee…huuuu.hikss…hiks..nappun. orang tuaku tidak serakah sekkia..hiks..yang menginginkan pernikahan ini orang tuamu juga hiks..” tibatiba tangisan seul dae semakin keras, mungkin karena ia mendengar chanyeol mengetuk pintunya

“hiks..hiks…hiks.” sul dae terisak mengangkat kepalanya keadaannya begitu miris. Kedua pipinya di banjiri air mata..

“Yaaa… kang seuldae!. Buka pintunya.”

♪ Call me baby…..call me baby…….♪♪

Tiba-tiba handphone yangtergeletak di atas meja belajarnya berbunyi,meja itu berada di sisi kiri pintu kamar,tidak jauh darinya sehingga ia bisa meraih handphone itu.

Untuk sesaat ia menatap layar ponselya . Tertera nama si tampan sedang memanggil, seul dae segaera menghapus air matanya dan menggeser tombol hijau tandanya menerima panggilan dari si tampan

“yeobeoseo..”

“ne ..em aku sudah bilang aku pasti menelfonmu hehehe. Apa aku tidak mengganggu?. Ku rasa tidak hahaha” suara di sebrang sana terdengar garing

“a..ani.. gwenchana aku tidak terganggu..” seul dae berusaha terdengar normal, menghilangkan isakan yang yang masih tersisa dalam dadanya.

“eum.. kang seul dae aku ingin…eum..apa kau punya waktu? “ suara namja itu terdengar canggung

“ne..” jawab seul dae singkat tetapi terlihat berfikir

“aku..aku ingin mengajakmu makan malam, kau mau kan?” tanya baekhyun berharap

“ne..”

“yak.. kau tidak apa-apa?. Kenapa nada suaramu seperti itu!” dan sekarang suara namja itu terdengar mengomeli seul dae

“dari tadi kau hanya menjawab iya dan iya. Apa..kau tidak apa-apa?”

“ti..tidak.. sunbae aku baik-baik saja, aku akan segera ke sana”

“ baiklah. aku menunggumu di restoran sea food yang terkenal itu, kau tau kan?”

“ne.. sunbae”

“aissh!!. Lagi-lagi hanya iya… ya sudah aku tunggu ya” seketika seul dae tersenyum manis mendengar itu

Baekhyun memutuskan sambungan dan segera saja seul dae membuka lemari, mencari gaun yang cocok untuk dinnernya bersama baekhyun , ia mengeluarkan beberapa gaun dari gantungan mencobanya satu-satu ia tidak memakainya, hanya menaruh di depan dada melihat apakah cocok atau tidak. Ia memutuskan memakai dress feminim berwarna coklat muda, dress itu sangat santai dan nyaman untuknya dengan combinasi pita hitam di bagian pinggang dan sedikit renda hitam di bagian ujung dress. menambah kesan feminiman dress itu. dress itu tentunya berlengan panjang karna seul dae tau udara di luar pasti dingin. Tapi sama saja kan? Dress itu panjangnya hanya sepaha dan itu pasti membuatnya ke dinginan. hmm tapi dia tidak khawatir ia sudah terbiasa, lagi pula ia memakai topi rajutan hitam yang menutupi kepalanya. Ia memandang matanya di depan cermin “aihh mataku terlihat sembab” seul dae menarik nafas kemudian meraih tasnya di atas meja toiletnya tidak lupa handphonenya ia masukkan ke dalam tas.

Seul dae melangkah dan meraih gagang pintu lalu memutarnya,seul dae berhenti menarik ketika ia merasakan tekanan pintu, itu tersa berat seperti ada yang menyandari, seul dae mengintip sekilas dan mendapati park chanyeol yang sudah menegakkan badan dan menghadap ke arah pintu, seul dae menarik gagang pintu, saat pintu sudah terbuka lebar chanyeol langsung berdiri di depan seul dae dan itu membuat seul dae sedikit terkejut. Mata chanyeol terlihat mengintrogasi, tapi bibirnya tertutup rapat. ia hanya terdiam menatap seul dae. “minggir..” seul dae melipat tangan di dadanya

“eodiga?..” chanyeol menatap damai ,bersikap lembut tapi terkesan dingin

“bukan urusanmu..” lirih seul dae membuang muka dan berjalan menjauhi chanyeol. Chanyeol hanya terdiam ketika mendengar itu. Kini chanyeol berbalik dan menatap punggung gadis yang yang sudah jauh darinya. “berhati-hatilah…” gumam chanyeol ia sangat ingin mengatakan itu tapi seul dae sudah keluar dari rumah..

Sekitar 1 jam setelah kepergian seul dae chanyeol mulai merasa bosan membaca di sofa ia begitu risih melihat lantainya masih kotor. Ia sangat benci yang namanya sampah di rumahnya. Mau di bagaimanakan ia terpaksa pergi mengambil sapu dan kantung sampah yang terletak di dapur, ia memasukkan semua kaleng minuman dan bungkusan snack kedalam kantung palstik berukuran besar, kemudian menyapu sisa kulit kacang yang berserahkan dilantai, tangannya lalu mendapati remot yang sudah terbelah menjadi dua memperliatkan berberapa kabel yang masih tersambung. Ia lalu menyatuhkan remot tersebut dan terdapat retakan di bagian atasnya namun itu tidak terlalu buruk. ia memasukkan satu batrai remot, menyadari batrai yang satunya hilang ia mulai mencari dan menemukannya dibawah meja, chanyeol segera mengambilnya dan memasangnya kemudian ia menekan power,

~sampai sekarang pelaku penculikan masih dalam pencarian ,polisi beranggapan pelaku masih berkeliaran dan sangat sulit untuk menemukannya. belum ada tanda atau ciri-ciri pelaku tersebut. Pihak polisi mengingatkan untuk tidak berkeliaran di sekitar sungai han. Mereka mengincar gadis-gadis remaja yang akan di kirim untuk perdagangan~

Rupanya remot itu masih berfungsi, saat chanyeol menekan power tv di depannya tv itu langsung menyala, sepertinya comedy gang acara vaforit seul dae habis dan langsung tergantikan oleh night news.chanyeol begitu serius menonton matanya sampai berkedip-kedip khawatir. Memang kota seoul akhir-akhir ini sangat rawan kemarin malam chanyeol juga menonton berita yang mengabarkan seorang gadis remaja tepatnya anak sma hilang diperjalanan pulang.

 

 

 

Akhir-akhir ini kota Seoul sangat sepi dengan pejalan kaki, mungkin karena udara dingin atau tidak karena takut denga insident-insident menakutkan seperti penculikan, perampokan, pemerkosaan atau tidak pembunuhan yang baru-baru ini terjadi di sungai han. Mereka harus lebih waspada untuk itu mereka lebih memilih berdiam diri di rumah atau tidak mereka keluar menggunakan kendaraan itu lebih aman dari pada harus berjalan kaki. Dan lihat saja mobil polisi yang lampu peringatannya masih berbunyai dan berparkiran di sepanjang sungai han entah apa yang terjadi , kasus pembunuhan mungkin? banyak orang di trotoar telah menyaksikan sesuatu,dan rupanya sepanjang sungai han sangat ramai. banyak orang yang begitu asik memandang ke bawah ,melihat keindahan sungai han di malam hari.

~~~~~

 

“hei! Minggir..minggir.. “

“pak kejadiannya sekitar setengah 9 malam..”

“kalau begitu catat.. nama gadis itu?”

“belum di ketahui pak, tapi menurut saksi mata gadis itu berumur sekitar 22 tahun, tinggi sekitar 172 cm.rambut berwarna hitam panjang dan ia memakai rok coklat. Saksi tidak terlalu melihat apakah ia memakai dress atau rok karna saksi mata berjarak jauh dari kejadian.”

“baiklah .. tim sar sudah di perjalanan. Amankan tempat ini kalau perlu pakai garis polisi. Cepatlah!” suara pria setengah baya itu mulai meninggi

“hei! ayo semuanya cepat bergegas!!” yang di suruh langsung mengintruksi pasukannya..

Chanyeol bersantai di sofa dengan memagang secangkir kopi hangat sedang tangan yang satunya memegang novel yang sejak tadi di bacanya. Sekarang ia merasa nyaman karena sampah-sampah yang berserahkan sudah di bersihkannya. Matanya begitu serius membaca setiap kalimat di novel itu jika menemuka hal yang lucu atau terkesan romantis ia akan tersenyum atau tidak menyinggungkan senyum,

Drrett….drett…drrettt….

Chanyeol meletakkan cangkirnya lalu meraih handphone di atas meja. Menekan tombol hijau di layar ponselnya .

“emm.. ada apa baekhyun?” suara chanyeol terdengar datar, mungkin ia malas mendengar ocehan baekhyun sekarang

“chanyeol-ra, apa seul dae masih di rumah?” tanya baekhyun tedengar kaku

“dia keluar beberapa jam yang lalu.” Chanyeol menjawab sedatar mungkin

“jinja?.aishh! kenapa dia belum datang juga…” gumam baekhyun

“mwo? kau..kau.. “chanyeol mengerutkan alis

“he..he..he.. sebenarnya.. aku hanya mengajaknya makan malam. jangan salah paham chan-ah”

“aku tidak peduli dengan gadis itu.. jangan tanya padaku lagi, sudahlah _”

“eh.. jangan tutup telfonnya dulu!” pekik baekhyun mencegah

“apa lagi…?”

“sebenarnya bukan itu masalahnya sekarang.. sudah satu jam aku menunggunya tapi dia belum datang… telfonnya juga tidak bisa di hunbungi.. “

 

 

 

~lagi-lagi kejadian di sungai han….sekitar pukul 08:15 seorang gadis berumur 22 tahun di ketahui hilang . Korban di duga melakukan bunuh diri dengan meloncat dari jembatan ~

 

Chanyeol langsung menoleh ke depan menatap layar tv dan menyimak beritanya..

“chan-ah?.. halo..? yak park chanyeol!”

Tanpa memutuskan telfon chanyeol langsung berlari ke atas kamarnya tidak butuh waktu yang lama chanyeol sudah kembali menuruni tangga dengan mengenakan jaket kulit berwarna biru di padukan dengan celana jens dan sepatu kets warna putih. Ada kekhawatiran menyelimuti wajahnya. ia terburu-buru ke luar rumah bahkan ia membiarkan tv menyala. Chanyeol berlari memasuki mobilnya dengan tergesa-gesa ,tampa memasang sabuk pengaman ia menginjak gas dan membanting stir lalu mobilnya melaju dengan kecepatan tinggi. rasa panik dan kekhawatiran menyelimuti dirinya. Chanyeol langsung memsang earphone dan menekan nomor seul dae. chanyeol mengernyit ketika sambungan telfonnya terputus.

“ada apa dengan gadis ini.. kenapa tidak bisa di hubungi” pandangannya tefokus dengan jalan di depannya. tapi pikirannya berisi pikiran buruk terhadap seul dae. ia benar-benar orang paling bersalah jika sesuatu terjadi pada gadis itu.

“ayo angkat bodoh!!” chanyeol memukul stir sangat marah ,wajahnya penuh rasa khawatir,menyetir dengan perasaan khawtir seperti itu bukankah sangat berbahaya.

ia bahkan tidak memperdulikan kendaraan yang ada di samping kiri kanannya dia melaluinya begitu saja. chanyeol menekan klakson sangat keras ketika mobil didepannya berjalan begitu lambat, chanyeol begitu kesal ia melambung mobil itu melewati semua mobil di depannya terdengar klakson yang keras dari mobil yang hampir saja di sambarnya jelas chanyeol melanggar peraturan …. bahkan ada yang meneriaki sambil menekan klakson ,tapi chanyeol tidak peduli ia tambah melajukan mobilnya..

“ya.. jinja pabo!” chanyeol sangat emosi ketika nomor yang di hubungi tidak aktif. ia memukul stir dengan sangat marah, matanya mulai berkaca-kaca lantaran emosinya. Chanyeol tidak peduli dengan apa yang ada di depannya. pikiriannya terlalu kacau.. chanyeol memegang pelipisnya merasakan kepalanya mulai sakit.

“kang seul dae kau benar-benar membuatku gila!…”

~malam ini tepatnya pukul 08:15 seorang gadis melakukan bunuh diri di jembatan sungai han menurut saksi mata gadis itu berumur sekitar 22 tahun dan mengenakan dress santai bewarna coklat~

Seketika mata chanyeol membulat tidak percaya mendengar tape mobilnya memberikan informasi..

“a..apa yang terjadi… aku pasti salah menduganya..” chanyeol mulai gugup mendengar berita itu tangannya mulai gemetar hatinya begitu yakin sesuatu telah terjadi pada seul dae..

“seul dae-ah kau benAr-benar bodoh..kau sangat bodoh aishh jinja..!”

Piiiipp….piiiipppp…..

“hei minggir jangan menghalangi jalan. polisi sedang bertugas”

“sudah di temukan ?”

“belum pak. Sangat sulit menemukannya di malam hari keadaan sungai begitu deras..”

“panggil tim sar gabungan. PALLI!!!”

“gadisnya sudah di temukan!!

“hei…hei.. gadis itu sudah di temukan. ayo kita lihat”

Chanyeol meminggirkan mobilnya ketika sampai di jembatan mapo chanyeol keluar dari mobil dengan tergesa-gesa pandangannya mengarah ke depan. Suara ambulance beradu dengan suara mobil polisi.. bahkan banyak orang yang memenuhi jembatan Mapo karena begitu penasaran dengan kejadian itu..

Chanyeol ikut berlari ketika semua orang juga berlari dan berkerumun membentuk lingkaran yang di batasi oleh garis polisi. Wartwan berkumpul dan melayangkan kamera mengambil semua gambar korban yang malang itu, wajahnya tertutup kain dan hanya memperlihatkan pakaian yang di kenakan gadis itu. kulitnya tampak pucat dan kaku .semua orang terlihat ketakutan dan mengerikan gadis itu. Dan tiba-tiba seorang namja tampa sadar menerobos kerumunan orang tampa permisi. air matanya tiba” jatuh ketika melihat tubuh korban yang tertutup kain. Mulut namja itu terbuka bersamaan dengan air mata yang jatuh mengaliri pipinya. Tangannya tampa sadar memegang pembatas berwarna kuning dan bertuliskan garis polisi itu, ia mengangkatnya ke atas dan masuk melewati garis itu. Semua orang terkejut bahkan wartawan pun tidak berani memasuki garis polisi itu .tapi ada apa dengan namja ini?

“mwoya…? apa yang di lakukannya” semua orang mulai risih melihat namja itu itu

“ya…ya… apa kau tidak lihat? kau melewati garis polisi.. hei cepat keluar!. “ polisi berjaket kulit itu, mulai mengusir seseorang yang menerobos batas polisi. Tapi kelihatannya namja itu tidak mendengarkan, pandangannya yang sedih terfokus pada mayat yang terbaring di aspal dan itu tidak berjarak jauh dengannya.matanya membuka lebar ia tidak dapat menerima kenyataan pahit yang menimpa dirinya.

“Ah palli..” kata seorang polisi menarik namja itu dengan paksa

“KANG SEUL DAE!!!! YA….SEUL DAE-AH!!!” namja itu tiba-tiba berteriak histeris dan berlari kearah korban. tapi tiga polisi menghentikannya dengan cepatdan berusaha mencegah namja itu , namja itu tetap memberotak ia meneriakkan nama seorang gadis bernama ‘kang seul dae’ mungkin yang di maksud adalah mayat gadis yang ada di depannya. Air matanya mengalir deras melihat keadaan gadis yang ia maksud. Sambil beusaha melepas ketiga polisi itu ia terus meneriakkan nama gadis itu. Semua orang kelihatnnya tampak riuh menyaksikannya.

“biarkan aku melihatnya.. aku mohon”

“mwoya…neo nuguya?. Kau mennganggu kerja kami saja. cepat pergi dari sini.”

“aku yang harus tanya kau siapa? Sehingga kau melarangku untuk melihatnya. Cepat lepaskan tanganku!” pekik namja itu. Ia memberontak dan melepas tangannya dengan sekali hentakan. ketiga polisi itu terjatuh bersamaan ke aspal. Dan kembali berdiri menatap marah seseorang yang berani dengan mereka “neo nuguya..? ya.. kenapa kalian diam saja cepat bawa orang gila ini”

“cepat keluar dari sini eoh!”

“seul dae-ah~.. Lepaskan!.. DIA ISTRIKU!!!”

“SEUL DAE-AH!!! Kang SEULDAE!!!. AHH~ LEPASKAN AKU!!.AKU INGIN MELIHAT ISTRIKU HIKS…!!”

TBC….

HAI READERS GIMANA NIH?. MASIH SETIA NUNGGU KG?.. MASALANYA AKU LAGI BANYAK TUGAS KULIAH JADI MUNGKIN UNTUK PART BERIKUTNYA AKU BAKAL HIATUS KIRA” 1 minguu?. JADI MOHON KESABARANNYA YA J

ANYYEONG~ SAMPAI JUMPA DI PART BERIKUTNYA. JANGAN LUPA TINGGALIN Kesan-kesan KALIAN YA KEKEKE~😉

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

15 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Library Love – (Chapter 10)

  1. Setelah sekian lama akhirnya update juga. Ahh itu sih bukan seuldae. Seuldae mampir dulu kali kewarung beli bawang. Hahaha!! Cier chanyeol udah kawatir aja.. sampe mewek mewek gituu. Ditunggu next chapnya ka

  2. Huhuhu., 😭😭😭😭
    Entah knapa waktu chan bilang ke seul dae kek gitu kok aku ikut” nangis., mungkin terlalu menghayati peran..kkkk

    Itu bukan seul dae., cumant kebetulan ciri”nya sama kek seuldae., benerkan eonni..hehe

    Nextt ditunggu klanjutanya^^
    Fighting!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s