[EXOFFI FREELANCE] Wolf and Beauty 3 (Chapter 1)

poter-fix

 

WOLF AND BEAUTY 3

Author : Galaxyjoon

Genre : Romance-School life-Fantasy

Length : Chaptered

Rated : PG 17/T/AU

Main cast :

*Kris x-Exo as Kris

* Kim Sae Ron as Sae Ron

Other cast :

* All Member Exo as All Member Exo

*JJH : Jun Ji Hun as Sae Ron eomma

*Joy Red Velvet as Sae Ron chingu

*Park Si Ho as Seonsaengnim

Summary : Setelah Luhan dan Kai dalam cerita mereka menyangkut kisah cinta ‘Serigala dan gadis cantik’, kini sang leader  dingin dengan tatapan menusuknya Nampak tak enggan berjuang merebut kembali cintanya.

AKU MASIH PERAWAN ASAL KAU TAHU!!!. SEENAKNYA SAJA KAU MERASAKANKU”

“….semoga harimu indah, my beauty”

 

Disclaimer : This story has been owned by me. If you like ‘read it’, if you just want to judge you can ‘read it’ but close the site before!. So, give appreciations please. Yo yo yo! Guys, Don’t become Plagiator, okey!!!

Note author : Ekhemm!!! Ni cerita udah usang bgt di laptop. Baru sempet bwt ngepost. Dan jangan baper bacanya cuman gegara OT12. Tapi bagi author EXO tetep 12. Kalo 9 itu mah F(x) ditambah Red Velvet *ampunomsoomandanpakdeyoungmin

Ada yang tau knp author pakek emebel-embel ‘3’ di judulnya?. Taulah pasti ya. EXO L tuwir mah tau.

 

Mind to review???

Next chapter??

 

 

CHAPTER 1

Dua orang bergender sama yang berada di sofa hitam ruang tamu  itu terlihat tengah beradu mulut ringan. Yeah, wajar bukan? Kehidupan keluarga harmonis tanpa bumbu perbedaan pendapat dan pertikaian kecil pasti akan sangat membosankan. “Mwo? Pindah sekolah? Aigoo eomma aku sudah sangat nyaman di sekolahku yang sekarang. Bagaimana bisa aku mengundurkan diri?” Dia, Kim Sae Ron. Gadis cantik yang hampir delapan belas tahun hidup itu tengah mempoutkan bibir cherry miliknya. Tak terima alasan dari sang anak, Jun Ji Hun wanita berkepala empat itu tetap teguh dengan keinginannya.  “Sudah terima saja, ini semua untuk reputasimu, memangnya kau sudah tidak ingin jadi bintang lagi?”. Wanita itu menjawab dengan nada khasnya, tegas namun dengan kehalusan dan masih berkutat dengan pengahus kukunya. Yeah menyebalkan memang mempunyai sosok ibu yang terlalu protective. Tapi tak ada salahnya kan?. Naluri seorang ibu, siapa yang bisa  mengelak?.  “Eomma, nareul bwa…(ibu lihat aku!), igeon mwoya? (apa-apaan ini?). Aku tahu sekolah itu adalah sekolah yang bergengsi, puluhan bintang terkenal mungkin juga bersekolah disana,  bahkan anak konglomerat juga tak terhitung mengatas namakan ‘bersekolah’ tapi nyatanya hanya pamer pangkat ayahnya., Walaupun mimpiku memang menjadi entertainer bukan berarti aku tak mau bersungguh-sungguh untuk sekolah eommaEomma… kumohon pikirkanlah lagi”. Sae Ron mnegeluarkan jurus pamungkasnya. Apalagi kalau bukan ber-aegyo. Ji Hun menghela napasnya ringan, mencoba menatap sang anak. “Dengar Sae Ron-ah… eomma sudah memikirkan ini berkali-kali. Jujur, reputasimua memang bukan alas an utama. Entah apa yang membuat eomma yakin memindahkanmu kesana. Tapi, naluri eomma tak akan salah tehadapmu. Jadi eomma mohon, turuti eomma  okey?. lagipula tidak semua yang kau ucapkan tadi benar. Walaupun disana banyak bintang maupun anak konglomerat, mereka tak diperbolehkan berbuat semau mereka. Bahkan di sepanjang sejarah tak ada bulliying disana, tak seperti sekolah lain yang mewah megah tak beraturan, membedakan mana yang kaya maupun tidak. Ambillah sisi positifnya, eomma mohon” Bergantian, sekarang Jihun lah ber-aegyo. Sae Ron yang tak mau mengecewakan sang ibu hanya mengangguk pasrah. Toh tak ada salahnya mencoba. Sekolah itu juga tak buruk, lagipula mungkin dia akan mendapatkan sesuatu yang bagus. Siapa yang tahu?

*****

Sebuah mobil Audi r8 masuk area parkir SM Art High School. Beberapa menit kemudian mobil itu telah  berhenti di deretan no 9 dari timur. Pintu mobil terbuka. Seorang gadis dengan rambut lurus terurai, belahan kiri,  berwarna coklat keluar dari mobil itu. Dengan waktu besamaan angin bersahabat menyapanya, membuat rambut indahnya terbias. “Oneuleun yeogi hagsaengibnida. Huh jeongmal!(hari ini aku murid disisni. Huh benar-benar!)”. kalimatnya berakhir dibarengi dengan tertutupnya pintu mobil keluaran terbaru itu. Sae Ron berjalan menuju gedung sekolah, tiba-tiba tiga mobil sport-tidak-bukan hanya mobil sport biasa. Oh sial! Itu Lamborghini!. Yang paling depan adalah tipe Aventador berwarna putih, belakangnya dengan tipe Murcielago berwarna biru dan tetakhir bertipe Huracan berwarna hitam. Sae Ron bena-benar terpana. Oh astaga! Siapa yang tak terpaku melihat mobil sport mewah mahal itu ada di sekolah menengah. Well, itu memang hak asasi setiap orang. Semakin tenggelam dengan pikirannya, Sae Ron merasa aneh. Ketiga mobil itu melaju ke arahnya. Dekat. Semakin dekat. Hell!… “Hya! Igeon mwoya? Neo modu! Apa kalian tak melihat ada orang berdiri disini hah?!” Marah?  Tentu, siapa yang tak marah ketika kau akan tertabrak padahal jalan masih tersedia lebar. “Keren memang, tapi..hey! ini South Korea, bukan USA yang siswanya tak tahu aturan. Lagipula pergi ke sekolah saja memakai mobil seperti itu. Cih!! Mau pamer atau bagaimana?!”. Hey Sae Ron-ah.. bukankah itu hak asasi seperti di pikiranmu tadi,huh? Bukankah mobil yang kau tumpangi juga berhaga selangit?

*****

Sae Ron menuju ke kelas dimana ia akan belajar dengan diantar sonsaengnim yang menjadi wali kelasnya. “Hagsaeng, Attention Please!. Hari ini kelas kita akan ada murid baru”.Kelas menjadi ramai sebab penasaran siapa anak yang pindah di akhir semester seperti ini. “Deroseyo!(silakan masuk!)”. Park Si Ho, guru itu mempersilakan Sae Ron masuk dengan wajah sumringahnya. Dan itu sukses membuat wajahnya bertambah tampan. Suasana kelas menjadi ricuh saat mengetahui  murid pindahan itu adalah bintang cantik Kim Sae Ron yang tengah menjadi perbincangan publik akhir-akhir ini. Popularitas Sae Ron saat ini sedang naik daun karena drama yang dibintanginya “High school Love on” sukses besar, sejak saat itu ia sering mendapat tawaran kesana-kemari bahkan terakhir ia dipilih menjadi wajah barunya Marie Claire. Itulah alasan mengapa kelas-yang terlihat disana terdapat Naeun Apink dan Kim So Hyun-heboh. “Anyeong haseyo! Kim Sae Ron ibnida”. Salamnya memperkenalan diri. Sae Ron melihat banyak bangku yang masih kosong di kelasnya. Tapi itu tak terlalu difikirkannya. “Neo, geogi anjeseyo(kau, silakan duduk disana)”. “Ne, sonsaengnim”. Sae Ron duduk di bangku kosong sebelah kiri gadis putih berambut pirang yang menjadi teman sebangkunya mulai saat ini. “Anyeong! Naneun Park Sooyeong ibnida.kau bisa memanggilku Joy. Itu nama kerenku yang kusiapkan untuk debut hehehe”. Gadis itu menjulurkan tangannya.  “Oh, anyeong! Kim Sae Ron ibnida”. Sae Ron pun membalas uluran tangan teman sebangkunya itu. “Ara(aku tahu), kau sangat populer mana mungkin aku tidak mengenalmu”. Sae Ron hanya tersenyum malu mendengar pernyataan teman barunya yang bernama Joy itu.

Beberapa menit kemudian saat pelajaran berlangsung sekelompok namja yang tak asing memasuki kelas dimana Sae Ron berada, ternyata itu adalah member EXO Xiumin, Baekhyun, Chanyeol, dan Chen. “ Anyeong haseyo,  Park sonsaengnim jweisonghabnida, tadi mobilnya mogok”. Ucap namja ber-nametag ‘Baekhyun’. Tiba-tiba muncul beberapa namja lagi. Yeah.. itu EXO(lagi) Kai, Sehun, Lay,dan Tao. Park sonsaengnim menatap mereka dengan memberikan death glare. Merasa suasana menjadi tak enak. Si Maknae EXO-Sehun-pun angkat bicara. “ Anyeong haseyo, jweisonghabnida”. Jangan tanyakan bagaimana raut wajah Sehun saat berucap maaf. Itu tak akan mengubah wajah datarnya. Satu, empat…dalapan. Oh astaga! Delapan siswa terlambat di kelasnya. Anda terlihat frustasi Park seonsaengnim hihihi. Bukankah agak keterlaluan?. Apakah pelajarannya terlalu membosankan, atau mungkin dialah yang membosankan? Tapi, bagaimanapun, terlambat tetap terlambat. Setidaknya itulah yang terpikirkan oleh guru tampan itu. ”Ada apa? Kenapa kalian terlambat?” masih memasang Death Glare andalannya. “Emmm anu, tadi kan saya sudah megatakan bahwa mobilnya…..”. ucap Baekhyun dengan wajah manisnya. Namun Baekhyun belum selesai dengan perkataannya, seketika sonsaengnim menyahut. “ Apa? Kenapa mobilnya? Mogok?. Ck!! Lamboghini mana yang bisa mogok, huh?!! Kalian merusak mesin mobilnya hingga bisa mogok, begitu??!!!’’. Tanpa berfikir panjang Lay si master innocent menjawab.“ Iya, mobil….”. Belum selesai dengan ucapannya, Tao dengan cepat membungkam mulut Lay.

Tak bisa menahan kesalnya Park Sonsaengnim tampan itu akhirnya berbicara.“ Heol!!! Yak!! Sebenarnya ada apa dengan kalian?. Lupakan alasan aneh kalian. Tak bisa dipercaya. Baiklah, karena saya wali kelas kalian. Saya maklumi. Tapi jangan ulangi perbuatan kalian baik terhadap saya ataupun guru lain. Mengerti?!. Atau akan saya laporkan bahwa delapan member EXO telah semena-mena terhadap jam ajar guru”. Yeah dengan nada bicara sedikit mengancam.  “Mengerti sonsangnim!!” jawab ke-delapan member EXO itu serempak.

Sae Ron yang tadinya tak peduli menjadi ikut berfikir dalam pertikaian antara guru dan muridnya. Berdelapan? Bukankah member Exo ada dua belas? Apa empat member lagi juga sekolah di sekolah ini? atau mungkin di kelas ini juga. Eh kenapa aku memikirkan hal ini? Ah just ignore it Sae Ron! Ignore!. Desis Saeron dalam hati. Tiba-tiba terdengar suara baritone yang berasal dari bangku belakang. “Tadi kalian telah kuperingatkan bukan?”. Sae Ron penasaran dengan suara itu, dan akhirnya ia memutuskan untuk menengok ke belakang. Ternyata suara itu milik seorang namja jangkung dengan sebuah buku yang menutupi wajahnya. Dan sungguh mengejutkan, ternyata namja itu adalah Kris EXO dengan hairstyle MV GROWL 2nd version-nya. Ya ampun! Si Kris juga disini, jangan-jangan yang tiga member lagi juga disini. Derunya dalam hati dan bergegas menoleh ke segala sudut kelas.Ternyata prasangka Sae Ron benar, di bangku pojok kiri belakang kelas ada Kyungsoo dan Suho yang sedang asik dengan dunia mereka sendiri. Eh, tapi sepertinya member meraka ada yang tak muncul. Oh ya Luhan, si rusa itu, dia tidak masuk apa memang bukan kelas ini atau dia memang tidak sekolah disini?’  Sae Ron tetap mengoceh dalam hati. Hey Sae Ron! Just ignore it seperti katamu tadi.

Suara halus seorang namja membuyarkan ocehan hati Sae Ron. “Anyeong haseyo! Saya kembali dari toilet sonsaengnim”. Suara itu ternyata milik Luhan. Luhan berjalan ke arah Sae Ron, dan ternyata Luhan duduk di bangku sebelah kiri Sae Ron. “Daebak!”. Sae Ron, jangan sakiti dirimu dengan memukul dahi tak bersalamu. “ Wae? Gwaenchanna?’’. Joy nampaknya memperhatikan gelagat Sae ron sedari tadi. “ Ne. Gwaenchanna“.Sebenarnya dalam hati, Sae Ron terheran. ‘Hell!! Apa tempat ini penampungan EXO?’’  Siapa yang tahu?  “Di kelas ini memang banyak bintang, sangat banyak disbanding dengan anak konglomerat sendiri. Kau bayangkan saja dari 19 anak 14 anak adalah bintang, sekarang bahkan bertambah satu. 3 banding 1, huh!!”. Joy berbicara seolah ia tahu apa yang difikirkan Sae Ron. “ Iya, tadinya kupikir di kelas ini yang berprofesi ‘bintang’ hanya aku, Naeun dan Kim So Hyun. Eh ternyata kedua belas member EXO disini. Wow! Bukankah kelas ini terdengar Daebakk? Yeah walaupun di kelas lain juga kuyakini banyak ‘anak konglomerat’ dengan perbandingan seperti kelas ini, tapi Hey!! EXO sedang digilai di Korea. Bahkan, kau tahu sepupuku yang masih di kindergarden tahu siapa itu EXO”. Sae Ron berkata panjang lebar. Joy tersenyum “Kau berkata seolah kau terpesona dengan EXO. Atau jangan-jangan kau fans mereka?”. Joy langsung mendapat death glare dari Sae Ron. “Aku hanya bercanda. Hey! Mau kuberitahu satu fakta tentang mereka?” Sae Ron mengangguk. “Begini, sebenarnya mereka terpisah. Maksudku mereka tidak berada pada kelas yang sama pada awalnya. Tapi kau pasti pernah mendengar bahwa pertemanan EXO itu kuat. Yeah kupikir itu memamng benar setelah aku menyaksikan acara mereka ‘EXO’s Showtime’ tahun 2013 lalu. Awalnya kukira itu hanya program tv yang mengharuskan mereka ‘telihat’ akrab dan menempel. Tapi kurasa sekarang tebukti. Kau tahu bahkan setelah mereka mengetahui bahwa mereka terpisah, dengan kata lain ‘tak sekelas’ mereka mengancam mogok perform. Jadi pihak SM ent meminta pihak sekolah untuk membicarakan hal ini. Alhasil, disinilah mereka sekarang”. “Ah.. geureyo?”. Joy mengangguk. “Oh ya, kukira kelas ini akan memuat satu idol lagi”. Ujar Joy. “Bagaimana bisa? Bukankah kelas ini sudah penuh?” Sae Ron menyimak. “Kau akan tahu nanti”. Balas Joy dengan senyum anehnya.

 

2 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Wolf and Beauty 3 (Chapter 1)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s