[EXOFFI FREELANCE] Without Identity (Chapter 5)

pizap-com14704064468501

 

Tittle/judul: Without Identity (Chapter 5)

Author: Annisa Maulidia.

Length: chaptered.

Genre: school life, comedy, romance.

Rating: 17.

Main Cast:

  • Sangmi a.ka You
  • Irene Red Velvet
  • Chanyeol EXO
  • Sehun EXO
  • Jimin BTS
  • Other cast

Disclaimer: Fanfict ini buatanku sendiri, terima kasih yang sudah mau baca fanfict yang ntah bagaimana kedepannya.

 

Author POV

“bisa tolong aku?”

Sangmi pun menoleh melihat jongin tersenyum padanya, tanpa bersuara sangmi hanya mengangguk dan mengikuti langkah kaki jongin.

Tanpa sadar ternyata mereka menuju lantai 5, tepatnya ruang direktur sehun, sangmi sempat mengumpat kesal dalam hati dan ingin sekali membakar gedung ini.

“mau apa kita kesini?” Tanya sangmi mensejajarkan jaraknya dengan jongin.

“bantu aku merapihkan berkas lalu aku akan traktir kau makan, kau terlihat lusuh padahal baru hari pertama.” Ucap jongin masuk kedalam ruang sehun tanpa mengetuknya lebih dulu, sementara sangmi mengikutinya.

“sepertinya sehun sedang istirahat, hmm.. ayo lebih cepat lebih baik.”

Mereka pun membereskan berkas-berkas dan menaruhnya pada loker ataupun rak-rak dokumen baik penting dan biasa, ada satu berkas aneh yang membuat sangmi bingung, ia hanya menatapnya saja, lalu jongin mengambilnya dan meletakkannya di laci meja sehun.

“kenapa disitu?” sangmi menatap jongin dan menunjuk laci yang tadi.

“ohhh.. itu bukan berkas penting, mungkin itu berkas pribadi milik sehun.” Jongin menjawabnya dengan tenang.

Setelah selesai mereka pun meninggalkan ruang tersebut dan tepat sesuai janji jongin mentraktir sangmi makan di luar, tepatnya di café sebrang kantornya.

Mereka pun memilih duduk di pojok, ya jongin sendirilah yang meminta sangmi duduk ditempat itu, katanya ‘disana favorite ku, tempatnya adem’, sangmi duduk lalu memainkan ponselnya sementara jongin sibuk akan atrian panjang untuk membeli makan.

Drtt..

Getaran ponsel sangmi membuatnya kaget sendiri, lalu ia membuka isi pesan line tersebut.

Jiminie Pabbo             : ‘pulang jam brapa?’

Park Sangmi              : ‘hmm.. ntahlah aku tidak tahu, ini aku sedang makan siang.’

Jiminie Pabbo             : ‘sama siapa?’

Park Sangmi              : ‘pembina magang’

Tah apa yang dirasakan jimin, ia mengirim emoticon kucing putih yang merona di pipinya.

Park Sangmi              : ‘apa maksudmu, aku tidak selera dengan seorang ajjushi.’

Jiminie Pabbo             : ‘bohong, ahahahhaaa.. jangan mau bila diajak ke hotel arra (emoticon tertawa)

Park Sangmi              : ‘awas kau park jimin, lihat saja nanti arg.. dasar bantet.’

Jiminie Pabbo             : (emoticon memeletkan lidah)

Sangmi dengan kesal menghapus chattnya dengan jimin agar tidak ada yang membacanya, lalu mematikan ponselnya dan menyimpannya kembali disaku celana.

“maaf lama ngatrinya panjang seperti kereta” ucap jongin datang denga nampan yang berisi makanan.

“hmm..”

Mereka pun makan tanpa ada yang membuka pembicaraan, lalu setelah selesai jongin menatap sangmi yang tengah meminum air.

“sepertinya kau tidak akur dengan Irene.”

Mendengar ucapan jongin pun sangmi memberhentikan aktivitasnya yang sedang menikmati manisnya lemon tea lalu menaruhnya kemeja.

“ada apa dengan kalian?” lanjutnya, sangmi hanya menyenderkan punggungnya pada kursi café.

“sebenarnya tidak ada apa-apa, cuman..” sangmi menegapkan tubuhnya dan menatap jongin.

“aku merasa tersaingi, mungkin memang seperti itu sikapku kalau ada dia, dia bisa dapat apa saja yang ia mau tanpa harus melakukan apapun, dirinya sudah cantik,pintar, dan eumm.. semuanya sudah ada pada dirinya, sedangkan aku berbeda, bukanya beda lagi tapi beda banget.”

“ahh.. aku mengerti.” Angguk jongin.

“seperti tadi saja, baru pertama masuk dia sudah dapat pekerjaan yang layak, sedangkan aku? Kehidupan disekolah pun sama, aku tahu, aku adalah anak yang susah diatur dan pandai membantah, setiap aku masuk ruang bk, aku selalu dibandingkan dengannya.” Sangmi pun menunduk lalu tersenyum menatap jongin lagi, “sekarang boleh aku yang bertanya?”

Jongin pun mengangguk dan teresenyum.

“siapa chanyeol ajjhusi?” sebenarnya sangmi tidak ingin memakai kata ajjushi melainkan oppa, jika saja ia berkata seperti itu nanti yang ada dirinya sudah akrab lebih dulu.

“ahh.. bagaimana kau tahu.” Selidik jongin.

“eugn.. itu tadi aku bertemu dengannya di lift, lalu.. katanya ia temanya sehun ajjushi.”

“owh.. ia mereka memang berteman bahkan sejak balita hehehee.. chanyeol itu berbeda sekali dengan sehun bagaikan emm.. satu berbanding satu juta mungkin, chanyeol itu baik banget, ramah dan juga tampan tapi kau jangan salah sangka aku normal loh itu pendapat para karyawan kantor yang kudengar.” Jonin mengibaskan tangannya ke hadapan sangmi membuat sangmi tertwa kecil, “lalu?”

“sehun itu tampan juga, tapi sikapnya dingin bahkan es kutub saja kalah dingin dengannya.”

“ahahahhahahahaaa… benar sekali, dia itu bagiku biasa saja, wajahnya sok di acuh, tapi bayangkan kalau dia dirumanya lalu manja-manja pada istrinya pasti wajahnya menggelikan ahahahaaa..”

“hahahahahhaaaa.. duh aku jadi membayangkannya, tapi sehun belum punya istri bahkan yeoja.”

“eh..” kaget sangmi.

“dia terlalu dingin pada yeoja, bahkan karena kejadian waktu itu dia malah semakin dingin, bukan dingin lagi tapi sudah beku hatinya.”

“maksudmu?”

“sama sepertimu, dulu ada anak magang, namanya sora. Choi sora. Dialah yeoja yang membuat sehun makin membeku.”

“owh..” sangmi tidak bertanya lebih lanjut karena ia tipe orang yang tidak peduli, niatnya ia ingin bertanya mengenai chanyeol,namun ia menundanya karena waktu istirahat sudah hampir habis.

Mereka pun kembali kekantor dan melanjutkan tugasnya.

**

Sangmi berjalan santai karena pekerjaannya sedang kosong, di lantai lima ia berkeliling melihat-lihat sesuatu yang baru, mungkin baginya bisa menjadi pembelajaran, tanpa sengaja ia melihat sehun dan Irene sedang berbincang serius, dengan cepat sangmi meninggalkan tempat tersebut takut jika sehun akan menyuruhnya lagi seakan ia maid, padahal sehun sudah melihatnya.

“berbahaya berkeliling dilantai 5.” Sangmi pun turun kelantai 4, bukan hanya ruang chanyeol yang dilantai itu jongin juga berada dilantai tersebut, sepertinya 4 adalah angka keberuntungan.

Sangmi berjalan santai dengan senyum merekah diwajahnya menatap sekeliling lantai 4 yang benuansa hijau yang natural dan tentram,tidak seperti lantai 5 sudah putih silau bisa merusak mata nantinya apalagi ada sehun bisa tambah buta.

Tiba saatnya ia melewati ruang chanyeol, ingin sekali ia menoleh lalu mengetuknya dan lari mengumpat didinding dan melihat chanyeol keluar dari ruangannya. Tanpa ada orangnya, hanya membayangkannya pipinya sudah merona.

“sedang apa anak magang disini?”

Sangmi menatap sepatu kilau hitam tersebut dan ia tahu mendengarnya suaranya saja sudah membuat moodnya kembali tenang, sangmi pun mengadahkan kepalanya menatap wajah chanyeol yang berseri.

“hanya berjalan-jalan, siapa tahu ada yang butuh bantuan.” Ucap sangmi malu-malu.

“aku butuh, bisa bantu aku?”

“tentu.” Riangnya, baru saj ingin memasuki ruangan chanyeol dan ingin menghirup aroma parfume ruangannya, tiba-tiba sehun menariknya membuat sangmi kaget dan melangkah mundur.

“sehun?” kaget chanyeol, “aku sedang membutuhkannya.” Sehun lalu menarik sangmi kembali kelantai lima, sementara chanyeol hanya tersenyum lalu masuk kedalam ruangannya kembali.

*

“kau itu tidak bisa diatur ya, berkeliling pada saat jam kerja.”

Mereka sekarang sudah berada diruangan sehun, sangmi duduk berhadapan dengan sehun yang menatapnya tajam sementara sangmi menatapnya datar.

“aku juga mencari kerjaan di lntai 4, dan chanyeol oppa membutuhkanku, eh..” tanpa sadar sangmi mengucap kata chanyeol dengan oppa juga, sehun pun mendekatinya dan berjongkok di depan sangmi.

“apa, chanyeol oppa?”

“eung.. wah.. sudah waktunya pulang, sepertinya aku harus pulang.” Sangmi menatap jam dinding yang sudah pukul 3 sore, ia pun berdiri namun sehun mendudukkannya kembali dan meletakan kedua tangannya di pundak sangmi.

“aku yang menentukan jam pulang untuk anak magang.”

Clekkk..

“sangmi waktunya pulang.. eh.. sehun” kai melongo melihat adegan sehun seperti mengurung sangmi dengan kedua tangannya, tapi sehun acuh dan tetap menatap sangmi tajam, sementara sangmi meminta bantuan jongin yang masih melongo.

Lalu..

“hei..”

3 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Without Identity (Chapter 5)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s