[EXOFFI Facebook] Not a Mind Reader – Oneshot

1459009866087

 

Author : @loudia3424 | Title : Not a mind reader | Cast : Park Chanyeol, Lee Eunji & Member EXO | Oneshoot

 

oOoOoO

 

“Dimana Sehun? Apa dia tidak ikut latihan hari ini?” Suho sang leader mulai mengabsen anggota EXO saat diruang latihan. Member lainnya hanya bingung dan mencari-cari wajah magnae mereka. Tapi hasilnya nihil, Sehun tak kunjung datang di ruang latihan.

 

Beberapa menit kemudian suara langkah kaki dan suara pintu terbuka, membuat seluruh pasang mata menatap kearah tersebut. Berharap muncul sesosok yang mereka cari sedari tadi. Setelah pintu terbuks, ternyata Chanyeollah yang berada dibalik pintu itu. Ia melangkah masuk keruang latihan dengan wajah menatap ponsel ditangannya.

 

“Haishh.. Aku kira kau Sehun.” Desah D.O saat menyadari Chanyeol yang muncul. Semua member kembali merasa khawatir karena Sehun tak memberi kabar apapun soal dirinya tak ikut latihan hari ini.

 

“Hyung, Sehun absen hari ini. Dia mengirimku pesan barusan. Dia bilang kalau kekasihnya masuk rumah sakit.” Laporan Chanyeol membuat seluruh member menatapnya dengan muka penasaran. Ya, member EXO baru mengetahui kalau Sehun memiliki seorang kekasih dua hari yang lalu. Bahkan mereka belum sempat menanyakan siapa nama kekasih Sehun, bagaimana orangnya dan dimana ia tinggal. Mendengar kabar ini, member lainnya sudah dapat menebak kalau Sehun pasti sangat khawatir sehingga hanya mengirim pesan kepada Chanyeol saja.

 

“Baiklah. Kita sudahi saja untuk latihan hari ini. Beristirahatlah. Sepulang sekolah besok, kita memiliki jadwal di salah satu acara musik. Jadi aku harap kalian semua bersemangat dan jaga kondisi kalian.” Suho kembali berceramah didepan para member. Memang itulah tugas seorang leader, namun tanpa Suho memberi tahupun mereka sudah pasti akan melakukan yang terbaik untuk esok hari.

 

“Hyung, ayolah hentikan ceramahmu itu. Kau selalu mengatakan hal yang sama setelah latihan. Kami sudah sangat hafal dan mengerti. Bagaimana kalau kita membeli makanan saja? ayolah!” Ucapan Baekhyun disetujui oleh seluruh member. Suho hanya bisa pasrah dengan adik-adiknya yang terkadang membuatnya kesal. Namun demikian, Suho meng-iya-kan ajakan Baekhyun.

 

Seperti hari-hari biasanya, member EXO datang ke sekolah SOPA dengan van hitamnya. Satu persatu member EXO keluar dari van tersebut dengan almamter kuning yang mereka kenakan. Banyak artis yang bersekolah disini, namun banyak juga orang biasa yang bersekolah disini dengan kemampuan mereka yang dapat dikatakan berprestasi. Walau banyak orang biasa yang bersekolah disini, namun mereka seolah sudah terbiasa melihat member EXO sehingga tidak ada teriakan ataupun barisan para yeoja yang membawa banner nama mereka.

 

“Annyeong Chanyeol-ah!” Suara yeoja yang sangat asing bagi Chanyeol berhasil membuatnya terkejut. Ia melihat seorang yeoja dengan rambut panjang coklat berdiri disampingnya sambil memegang sebuah botol air mineral. Yeoja itu memberikan air tersebut pada Chanyeol.

 

“Kau hauskan? Ini minumlah. Kau sangat keren memainkan gitar itu.” Chanyeol yang masih menatap yeoja itu bingung. Ia merasa tak pernah melihat yeoja itu disekolah ini. Dia bukan artis itu berarti dia orang biasa.

 

“Kenapa menatapku begitu?”

 

“Kau sakit? Wajahmu pucat sekali.” Yeoja itu kali ini menatap bola mata Chanyeol dengan intens. Chanyeol belum sempat mendapat jawabannya tiba-tiba Kai memanggilnya. Chanyeol membalikkan badannya ke arah Kai yang sedang berada di ambang pintu. Saat kembali ke posisi awal, Chanyeol tak lagi melihat gadis itu.

 

“Hyung, kau sedang apa? Kau berbicara dengan siapa?” Kai melangkahkan kakinya masuk keruang musik itu. Mengambil beberapa kertas lirik lagu. Chanyeol menyusuri seluruh pandangannya keruang tersebut. Tak ada jalan keluar selain pintu yang Kai masuki tadi.

 

“Apa? Aku… Apa kau melihat gadis berambut coklat tadi? Disini? Ahh padahal aku belum sempat menanyakan siapa namanya.” Kai menatap bingung saat Chanyeol berkata seperti itu. Kai juga mengikuti arah pandangan Chanyeol kesekeliling ruangan. Kai mengira Chanyeol pasti stress karena jadwal EXO yang padat. Ia menepuk pelan bahu Chanyeol dan mengajaknya kembali ke kelas.

 

“Aku Eunji. Lee Eunji.” Gadis itu muncul kembali entah darimana saat Chanyeol sedang makan di kantin sendirian. Gadis itu kembali mengamati mata Chanyeol.

 

“Kenapa kau selalu menatapku seperti itu? Aku tahu mataku sangat indah. Tapi kau juga harus melihat hidungku, bibirku atau bahkan senyumanku. Kau pasti akan menyukainya.” Gadis yang bernama Eunji itu hanya tersenyum mendengar ucapan Chanyeol barusan.

 

“Kau profesional sekali. Bahkan kau masih bisa bercanda seperti itu. Padahal kau sedang-” Chanyeol menatap Eunji yang duduk dihadapannya. Ia menunggu kelanjutan kalimat dari Eunji.

 

“Jangan terlalu memaksakan dirimu. Kau sudah sangat bekerja dengan keras. Menurutku lirik lagu yang kau buat sudah sangat bagus. Maka dari itu tidurlah dikamarmu jangan di studio. Kau mengerti?”

 

“Bagaimana kau tahu?” Chanyeol menatap Eunji dengan serius kali ini. Bahkan lagu barunya belum dirilis. Lagu itu akan menjadi bagian dari album ketiga EXO. Seluruh fans nya sudah sangat penasaran dengan isi lagu-lagu di album ketiga EXO, namun apa ini. Gadis ini bahkan sudah tahu kalau salah satu lagu itu di tulis oleh Chanyeol.

 

“Emm itu, karena aku melihatmu. Hehehe yasudah ya. Aku pergi dulu. Habiskan makananmu.” Beberapa langkah meninggalkan kursinya, Chanyeol hendak mengikutinya namun gadis itu sudah menghilang. Sosok gadis itu tak nampang diseluruh kantin.

 

Chanyeol mencari gadis itu hampir keseluruh antero sekolah. Namun hasilnya nihil. Akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke perpustakaan untuk meminjam arsip sekolah tentang seluruh siswa di sekolah ini. Ia menemukan nama yang ia cari. Lee Eunji. Ternyata mereka satu angkatan namun berbeda kelas. Ia berasal dari orang biasa. “Pantas saja aku tidak mengenalnya” gumam Chanyeol.

 

Beberapa hari ini, gadis itu tidak muncul lagi. Namun kejadian-kejadian aneh sering dialami oleh Chanyeol. Seperti tiba-tiba ada kue di lokernya, ada sebotol minuman disampingnya saat selesai latihan, bahkan ia mendapatkan hadiah yang berisi topi yang ia lihat ditoko tiga hari yang lalu. Namun hal itu tidak terlalu dipikirkan oleh Chanyeol, karena sejak saat itu pula Sehun sudah kembali beraktivitas seperti biasa bersama mereka.

 

“Sehun-ah, bagaimana kondisi kekasihmu? Sudah membaik?” Sehun sudah terlihat lebih tenang. Tidak ada raut wajah yang terlalu khawatir.

 

“Walaupun ia sudah melewati masa-masa komanya kemarin, ia sudah lebih baik. Namun, ia hanya bisa membuka matanya beberapa detik saja kemudian kembali tertidur.” Sehun menjelaskan dengan diakhiri senyum berat diujung bibirnya. Member lainnya mencoba memberikan kekuatan pada Sehun.

 

“Kau tidak perlu khawatir. Dia pasti sembuh. Apa kita boleh menjenguknya? Dia pasti cantik bukan?” Chanyeol yang kali ini angkat bicara. Ucapan Chanyeol justru mendapat jitakan dari Baekhyun. Kemudian merekapun bertengkar kembali dengan kejar-kejaran seperti anak kecil. Member lain hanya tertawa melihat tingkah konyol BaekYeol itu.

 

Seusai latihan, Chanyeol melangkahkan kakinya memasuki ruang studio pribadinya. Ia kembali teringat dengan Eunji. Bagaimana ia bisa tahu soal lagu yang ia tulis? Sungguh aneh bukan? Merasa haus ia hendak menuju keluar. Namun langkahnya terhenti saat melihat jus jeruk di meja samping earphone nya. Chanyeol mulai menyadari kalau ini adalah hal yang aneh. Jujur, ia memang berpikir hendak mengambil sebotol jus dikulkas nanti. Namun jus itu sudah ada dimeja.

 

“Kau sudah selesai?”

 

“Yak, kau mengagetkanku!” Chanyeol berteriak saat seseorang langsung duduk disampingnya. Ya, itu Eunji. Dia muncul lagi. Seperti biasa dia muncul dengan tiba-tiba. Chanyeol yang menyadari itu Eunji, menarik tangannya dan mengajaknya keluar kelas. Sampai diruang musik, Chanyeol melepaskan genggamannya. Eunji hanya diam dan menatap penasaran apa yang ingin Chanyeol katakan.

 

“Kau, kemana saja akhir-akhir ini?” Chanyeol membalikkan badannya dan menatap Eunji yang berjarak dua meter didepannya. Eunji menatap balik Chanyeol. Wajahnya seolah kaget setelah melihat mata Chanyeol. Chanyeol yang menyadari perubahan ekspresi Eunji menjadi penasaran.

 

“Jadi kau mencariku?” Eunji mencoba mengontrol ekspresi wajahnya. Namun, ia tahu kalau Chanyeol telah menyadarinya. Eunji menghela napasnya berat dan duduk disebuah kursi.

 

“Sepertinya rasa penasaranmu itu membuatku harus mengaku sekarang.” Chanyeol mendekat dan duduk disamping Eunji. Rambutnya yang coklat, kulitnya yang putih pucat tidak berubah saat mereka bertemu beberapa hari yang lalu.

 

“Kau benar. Itulah aku.” Eunji mengatakan itu setelah melihat mata Chanyeol. Ya, Eunji bisa membaca pikiran. Aneh bukan? Jaman seperti ini masih ada orang yang dikaruniai kemampuan seperti itu. Sesungguhnya terbesit sedikit di pikiran Chanyeol, kalau Eunji adalah hantu. Dia muncul dan pergi secara tiba-tiba dan juga dia terlihat sangat pucat.

 

“A..Apa? Kau bisa membaca pikiran ya?” Eunji mengrenyitkan alisnya mendengar jawaban Chanyeol. Eunji kira Chanyeol akan ketakutan saat ia tahu kalau dirinya adalah hantu. Namun, Chanyeol justru menyadari hal yang lain.

 

“Kau menanyakan hal itu? Park Chanyeol. Aku ini hantu. Kau benar, aku juga bisa membaca pikiran. Aku bisa membaca pikiran saat aku melihat mata mereka.”

 

“Tunggu sebentar. Kau bilang kalau kau hantu? Kau sedang bercanda? Aku akui kalau kau memang punya kemampuan itu, karena kau bisa menebak soal lagu yang ku tulis. Tapi..hantu?” Chanyeol tertawa ringan menanggapi ocehan Eunji yang menurutnya tak masuk akal itu.

 

“Kau tidak percaya? Aku yang meletakkan kue dilokermu, aku yang memberikanmu sebotol air dan… aku juga yang meletakkan jus jeruk saat kau berada di studio malam itu.” Eunji mengatakan dengan nada yang semakin rendah.

 

“MWO? Jadi kau..hantu…hantu sungguhan? Bagaimana kau bisa mati?” Astaga, apa hal itu yang terlintas dibenaknya saat melihat hantu? Bagaimana kau mati? Kau sungguh tega Park Chanyeol.

 

“Aku tidak ingat bagaimana aku mati. Aku hanya ingat namaku. Tapi yang anehnya lagi, beberapa temanku yang juga hantu memiliki tanda ditangannya. Sedangkan aku tidak memiliki sama sekali. Apa mungkin aku masih hidup?” Eunji justru menanyakan hal itu kepada Chanyeol. Namun, Chanyeol justru menanggapi serius perkataan Eunji tadi. Tidak ada rasa takut dalam diri Chanyeol. Ia yakin kalau Eunji adalah hantu yang baik.

 

“Entahlah, mungkin saja begitu. Apa aku perlu tanyakan hal ini pada Chen? Dia kan hobi membaca, siapa tahu dia tahu soal ini?” Eunji menganggukkan kepalanya tanda setuju. Ia juga penasaran kenapa ia berbeda dari hantu-hantu lainnya.

 

Hari demi hari, Chanyeol sering bertemu dengan Eunji disekolah. Eunji hanya menampakkan diri disekolah. Sedangkan saat di dorm, Chanyeol hanya akan menyadari keberadaan Eunji dengan benda-benda disekitarnya. Hal ini membuat Chanyeol sangat nyaman dengan adanya Eunji. Dia “gadis hantu” yang baik dan juga cantik. Ia memiliki sifat dan sosok yang ceria. Hanya saja saat Chanyeol bersama teman-temannya, Eunji akan langsung menghilang.

 

“Kau sudah selesai mandi?” Tanya Eunji sambil duduk santai dipinggir kasur. Sontak membuat Chanyeol kaget di dalam kamar tersebut. Ia hanya menggunakan handuk saat ini. Eunji hampir tidak pernah menampakkan diri di dorm. Ini adalah pertama kalinya.

 

“Sedang apa kau disini? Tumben sekali muncul di dormku?” Chanyeol yang langsung menarik asal sebuah kaos yang tergantung di balik pintu. Ia takut kalau gadis hantu ini melakukan hal yang aneh.

 

“Aku hanya ingin mengunjungimu sebelum kau berangkat perform, itu saja.” Chanyeol mengabaikan pertanyaan Eunji, ia sibuk mencari baju untuk ia kenakan menuju acara musik nanti.

 

“Celana pendek birumu ada di laci sebelah kiri.” Eunji dengan santainya mengatakan hal itu sambil menunjuk arah lemari lebih kecil disebelah lemari pakaian.

 

“Yak! Berhentilah membaca pikiranku. Itu sangat memalukan.” Setelah Chanyeol mendapatkan celananya ia keluar kamar berniat ganti baju di kamar KaiSoo.

 

“Dia kenapa sih? Memangnya aku salah ya?” Eunji pun menghilang.

 

Member EXO pun sampai ditempat tujuan. Satu per satu mereka memasuki ruang make up. Setelah MC membuka acara, EXO telah bersiap di back stage untuk promosi album ketiga mereka. Sorakan fans sangat riuh saat Suho dkk mengambil posisi untuk lagu hits mereka Monster.

 

 

“Huaahh akhirnya sampai dirumah.” Ucap Baekhyun yang langsung merebahkan badannya di sofa kemudian disusul oleh Chen dan Lay. Suho juga nampak sangat lelah, ia mengingatkan para member untuk tidur di kamar masing-masing. Namun sepertinya 3 mahkluk tadi sudah tertidur di sofa.

 

Chanyeol melempar sembarang tasnya kemudia merebahkan badannya di kasur dan beberapa menit kemudian ia sudah tertidur. Suasana di dorm sangat sepi karena semua member sudah tidur. Eunji diam-diam menatap tiga mahkluk yang sedang tertidur di sofa. Posisi mereka sungguh tidak layak untuk dilihat.

 

“Mereka seperti bukan artis papan atas tingkat internasional kalau sedang tidur.” Eunji terus memasuki ruang dorm itu bermaksud mencari Chanyeol. Saat akan masuk ke dalam kamar Chanyeol, Eunji melihat sebuah kamar yang pintunya sedikit terbuka. Eunji melongokkan wajahnya dan menangkap sesosok namja yang sedang tidur dengan selimut tebalnya.

 

“Wajahnya tidak asing bagiku. Em.. aku pernah melihatnya dimana ya?” Eunji mensejajarkan dirinya dengan namja yang sedang tidur dikasurnya itu. Menatapnya berharap dapat mengingat sesuatu. 10 detik menatapnya, tidak ada bayangan sedikitpun. Akhirnya Eunji memutuskan untuk keluar dan kembali mencari Chanyeol.

 

“Wah, Karismatik Chanyeol hilang seketika saat dia tidur.” Eunji terkekeh kecil saat melihat Chanyeol dengan pulas sambil memeluk guling.

 

Alarm ponsel Chanyeol berdering tepat pukul 7 pagi. Chanyeol menggeliat dengan mata masih tertutup rapat.

 

“Baekhyun matikan alaramnya” gumam Chanyeol yang tidak begitu jelas. Chanyeol membalikkan badannya dan memeluk Eunji yang berada dibelakangnya tadi. Ia mengira itu adalah guling. Seketika Eunji berteriak dan sontak Chanyeol membuka matanya dan ikut berteriak.

 

“Hyung, ada apa?” Sehun berlari dan membuka pintu kamar saat mendengar suara teriakan Chanyeol. Dengan cepat Eunji menghilang begitu saja.

 

“Hah? Tidak. Tidak apa-apa kok. Aku..Aku hanya terkejut dengan suara alarmku.” Bergegas Chanyeol menuju kamar mandi sebelum Sehun bertanya lebih banyak lagi.

 

“Kenapa semalam kau tidur dikasurku?” Chanyeol melirik tajam kearah Eunji yang berada di sampingnya saat ini. Ruangan musik itu selalu terlihat sepi karena berada dilantai dua. “Kau biasanya hanya menampakkan diri di sekolah kan? Kenapa kau jadi sering ke dormku? Bagaimana kalau ada yang melihatmu?” Chanyeol tak henti-hentinya mengomeli gadis hantu itu.

 

“Itu.. karena aku.. Aku tidak tahu harus kemana. Hanya kau temanku. Beberapa orang yang melihatku biasanya akan berlari karena takut. Tapi kau tidak. Itu kenapa aku selalu mengganggumu.” Chanyeol melihat wajah Eunji yang saat ini tertunduk sedih. Chanyeol menjadi tidak enak karena sudah berkata seperti itu.

 

“Aku hanya khawatir, Eunji-ah. Aku takut kalau member lain akan mengusirmu dengan memanggil pengusir hantu. Bagaimana kalau kau langsung kembali ke alammu? Aku pasti sangat sedih.” Itu sebuah kejujuran. Ya, Eunji melihat tidak ada kebohongan dikalimat itu. Sangat jelas dari mata Chanyeol. Chanyeol meraih tangan Eunji dan menggenggamnya erat. Chanyeol tahu kalau ini adalah perasaan yang tak masuk akal. Tapi itulah kenyataannya. Ia menyukai gadis hantu ini, Lee Eunji. Gadis yang berbeda dunia darinya.

 

“Oh, iya. Semalam aku, melihat namja yang tak asing bagiku. Kamarnya berada disebelah kamarmu. Saat aku melihatnya sepertinya aku pernah bertemu dengannya sebelumnya. Siapa dia?” Eunji menceritakan peristiwa semalam pada Chanyeol. Kamar di sebelah kamarnya? Itu adalah kamar Suho dan Sehun.

 

“Kau melihat Sehun? Tentu saja itu tidak asing. Kami adalah E.X.O. Siapa yang tidak mengenal kami??”

 

“Benar juga ya. Mungkin aku melihat kalian saat aku masih hidup.”

 

“HAHAHA… Tunggu sebentar. Jadi kau masuk ke kamar Sehun??? Yak, hanya aku yang boleh kau lihat. Dengar, aku tidak mengijinkanmu untuk melihat namja lain selain diriku. Kau mengerti?” Eunji tertawa mendengar ocehan Chanyeol barusan. Walaupun sekarang dia adalah hantu, namun Eunji bersyukur diberi kesempatan untuk bertemu dengan Chanyeol.

 

Hari-hari belakangan ini, membuat Chanyeol terlihat tidak begitu bersemangat dan terlihat gelisah. Ia sering menyendiri di kamar atau di ruang musik. Ya, sudah hampir dua minggu Eunji tidak menampakkan dirinya. Tidak ada kejadian-kejadian aneh yang Chanyeol rasakan.

 

“Apa terjadi sesuatu padanya? Kenapa dia pergi begitu saja? apa ini karena aku menyukainya?” Chanyeol bergumam sendiri di studio musiknya. Otaknya tidak henti memikirkan Eunji si gadis hantunya.

 

“Chanyeol-ah, ayo. Kitakan sudah janji untuk menjenguk kekasih Sehun di rumah sakit.” Chanyeol berjalan dengan berat ke arah Suho yang sudah bersiap. Member lain sudah bersiap di depan van menunggu mereka keluar dari dorm.

 

Selama di perjalanan, Chanyeol hanya diam menatap kejendela mobil. Tak seperti biasanya. D.O yang menyadari hal itu merasa penasaran.

 

“Kai-ah, Chanyeol hyung kenapa? Biasanya dia adalah orang yang paling tidak bisa diam dan akan berteriak-teriak dengan Baekhyun.” Kai melirik kebelakang dimana Chanyeol duduk. Kai juga tidak mengerti apa yang terjadi. Kai menggelengkan kepalanya sebagai tanda jawabannya ke D.O.

 

Sampai di depan kamar dimana kekasih Sehun dirawat, Suho kembali mengingatkan membernya untuk tidak gaduh selama di dalam.

 

“Jangan melakukan hal yang konyol. Ini rumah sakit kalian mengerti? Terutama kau Baekhyun. Ayo, Sehun sudah berada didalam.” Baekhyun yang disebut namanya hanya membelakkan matanya seolah berkata kenapa hanya aku?

 

“Ohh, kalian sudah datang?” Salam Sehun kepada para member. Sehun segera bangkit dari kursinya dan menyambut mereka. Para member melihat sesosok yeoja cantik sedang duduk di atas kasurnya. Tersenyum dan mengangguk pelan kepada para member EXO.

 

“Annyeonghaseyo” ucap para member memberi salam pada kekasih Sehun itu. Semua member tersenyum saat melihat gadis itu, namun tidak dengan Chanyeol. Ia justru terpaku seolah tidak percaya apa yang ia lihat saat ini.

 

“Annyeonghaseyo. Lee Eunji imnida.” Ucap gadis itu. Gadis yang saat ini adalah kekasih Sehun. Eunji tersenyum kearah semua member EXO.

 

Chanyeol masih tidak berkedip melihat Eunji yang saat ini sedang duduk ruang rawat itu. Pandangan mereka bertemu selama dua detik. Namun sepertinya Eunji memang tidak mengenalnya. Ini adalah pertama kalinya Eunji bertemu dengan EXO setelah resmi berpacaran dengan Sehun.

 

“Maaf kami baru bisa menjengukmu Eunji-ssi. Wah.. Sehun memiliki kekasih yang sangat cantik. Aku harap kau cepat sembuh ya.”

 

“Eunji-ah…” Chanyeol kali ini angkat bicara. Suaranya bergetar. Pandangannya masih tak bergeming untuk terus menatap Eunji.

 

“Kau…..

…. tidak mengingatku?” Aku mohon baca pikiranku kali ini Eunji-ah…..

 

-END-

 

One thought on “[EXOFFI Facebook] Not a Mind Reader – Oneshot

  1. Chanyeol nya kasian banget😂😂, kesannya ditinggalin begitu aja sama Eunji tapi kan kenyataanya Enji pun gak tau siapa Chanyeol, parah nya lagi ternyata Eunji pacarnya Sehun, waduh gak kebayang tuh gimana sedihnya Chanyeol, mau marah, tapi gak tau juga harus marah ke siapa, mau cerita! Emang ada yg bakal percaya? Bisa bisa di bawa ke RSJ dianya😀

    Cup cup cup, jangan sedih ya Chanyeol… Bersabarlah

    Ff nya bagus thor, ending nya itu lo…ngiris hati banget….
    Semangat buat ff yang lainnya lagi ya thor…

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s