Hope & Wait #Sobekan1

movie_hopeandwait

[Hope and wait | Dalang : Zulaipatnam | Rachel Kim x Do Kyungsoo | Crossover. Slice of life | R | Chaptered]

‘Bagaimana Rachel bertahan dan Kyungsoo mempertahankan eksistensi keduanya.’

||Hope&Wait©Zulaipatnam

 

Kesetiaan Rachel tidak beralasan, semua yang mengenal perempuan Kim dengan toko bunganya pasti menyarankan segudang pria baik dengan rekam kehidupan waras dan berpenghasilan wajar. Sayangnya, Rachel sudah terkena sihir seorang Do Kyungsoo.

“Sudah dua belas tahun Rachel.” Soojung bersua, meyakinkan seorang Kim si keras kepala sama dengan berusaha agar linggis mengambang di air, mustahil. Rachel selalu berkelit dengan kesetiaan dan kebahagiaan, perempuan Kim kita memiliki konsep, apalah arti uang dan kewarasan jika kamu tidak bahagia. “Saya bahagia dengan Kyungsoo, saya nggak nuntut apa pun dari dia, dengan penghasilan saya sebagai florist saya bisa mencukupi hidup kami.”

“Tapi bukan itu maksud saya, ini mengenai siapa Kyungsoo dan bagaimana dia bisa membawa kamu nantinya. Dulu kita cuma anak sekolah, tingkah nakal dianggap wajar karena proses pendewasaan. Sekarang? Kyungsoo masuk penjara karena percobaan pembunuhan, kamu masih mau tinggal sama orang yang punya niat bunuh orang?” Soojung menunggu jawaban, Rachel mengangguk mantap, tidak ada gelagat untuk menyangkal atau berfikir dua kali. Keputusan Rachel sudah bulat. Soojung geleng-geleng tidak percaya, Rachel benar-benar terkena mantra. “Perempuan waras akan memilih pria yang waras, kamu sinting Rachel!” Kekesalan Soojung beralasan, Mama sudah menasehati dan gagal, Rachel tetap rutin berkunjung ke penjara dalam dua minggu sekali.

Dalam sekali gerak Rachel sudah melipat apronnya, menyimpan diatas meja kayu berdampingan dengan mesin kasir, toko bunganya sudah tutup setengah jam lalu, pintu tetap terbuka karena Soojung yang memaksa masuk dengan semua tetek bengek bualannya. “Toko saya harusnya tutup dari tadi Soo, saya lelah dan nggak berharap kamu datang dengan semua omong kosong ini.” Bentuk pengusiran yang harus difahami Soojung saat ini juga. “Donghae lebih mapan, dia bisa bantu keuangan kamu.” Sebuah gertakan, Soojung menarik tas slempangnya dari atas meja, meninggalkan kemerincing lonceng di ambang pintu.

Rachel mengusap keningnya yang basah, ada beberapa anak rambut yang tak mau diusir pergi. Dua minggu yang lalu Kyungsoo keluar penjara, Rachel menampung pria itu di platnya dengan suka rela, murni membantu kawan lama. Sayangnya permasalahan datang dari orang disekeliling Rachel, Mama ngotot menarik Kyungsoo keluar, semua orang melakukan hal yang sama. Dengan hati resah perempuan berambut pirang itu mengunci toko bunga, berjalan dua blok jauhnya untuk pulang, tak lupa Rachel membeli roti dan keju, jujur saja uangnya sudah tipis, bahkan membeli ramyun saja dia harus berfikir dua kali.

 

||Hope&Wait©Zulaipatnam

 

Kyungsoo tak ada di plat, kunci plat dititipkan pada induk semang yang mencegat langkah Rachel didepan pintu masuk. Rasa keingintahuan Rachel membawanya pada sebuah bar, nampak hingar-bingar dengan lampu warna-warni dan dentuman musik. Rachel dapat menemukan Kyungsoo, duduk di kursi setengah lingkaran bersama pria-pria yang tak dikenal. Sambil menunggu Rachel memesan segelas brandy, menyesapnya dan sadar jika uangnya akan habis setelah ini. Brandy habis dan Rachel dapat merasakan sepasang mata memandangnya dengan rasa terkejut. Kyungsoo telah menyadari keberadaan Rachel, pria itu berjalan cepat, duduk disamping si Kim. “Saya baca sms kamu.” Terang Rachel akhirnya, Kyungsoo mengangguk faham. “Lalu, untuk apa kamu disini?” Rachel menggeleng, sungguh perempuan ini tak faham kenapa bisa menyusul Kyungsoo kesini. “Saya takut, mugkin.” Cericip Rachel akhirnya dengan kepala menggeleng tanda tak faham dengan tingkahnya. Kening si Kyungsoo terangkat. “Takut kenapa?”

Rachel ingat betul bagaimana Kyungsoo pergi darinya, bar ini adalah saksi bisu mereka berpisah. “Dua belas tahun bukan waktu yang singkat, saya nggak bisa kehilangan kamu lagi.” Pengakuan Rachel menahan nafas Kyungsoo, dia benar-benar tak percaya telah membuat seorang seperti Rachel begitu peduli padanya. Sebuah rengkuhan Kyungsoo berikan, menenggelamkan tubuh kecil Rachel dalam kehangatan. “Saya nggak akan ninggalin kamu lagi, saya janji.” Suara Kyungsoo terasa amat lembut, menenangkan hati Rachel yang penuh ketakutan.

“Boleh saya tahu, mereka tadi siapa?”

 

||Hope&Wait©Zulaipatnam

 

Rachel terlambat bangun, semalam dia tidak lekas tidur menyelesaikan beberapa tulisan untuk Daily Seoul dalam rubik Flora & Fauna demi pundi-pundi tambahan. Matanya seperti panda dan Kyungsoo sudah siap dimeja makan bersama roti bakar isi keju serta dua gelas susu hangat dengan kepulan asap tipis yang menggumbar aroma. Rachel menatap tak percaya, hampir perempuan dengan rambut megarnya itu tertawa terpingkal-pingkal. “Sejak kapan kamu pintar masak?” Heran Rachel menarik kursi untuk duduk disamping Kyungsoo yang sudah bersiap mengisi perut. “Sejak saya tahu hidup sendiri itu susah.” Pernyataan Kyungsoo teramat jujur, Rachel menaruh simpatinya dengan menggosok lengan telanjang Kyungsoo, memberi sebuah dukunan moril dan pernyataan jika Kyungsoo tidak sendiri.

“Terimakasih sarapannya.” Rachel menduselkan kepalanya di pundak Kyungsoo, seperti anak kucing minta makan. “Kamu cuma punya roti dan keju.” Tak ada maksud bagi Kyungsoo untuk menyinggung, tapi Rachel mengangguk di pundaknya. “Nanti saya akan beli yang lebih layak.” Rachel menegakkan badan, memandang Kyungsoo dengan senyum kecil penuh rasa percaya. “Ya, kamu harus melakukannya.” Rachel tak akan lupa pagi hari dimana mereka saling menguatkan.

 

||Hope&Wait©Zulaipatnam

 

“Boleh saya tahu apa hubungan kalian?” Rachel mengetuk-ketukkan kuku bercat kuingnya diatas meja, minumannya tak kunjung di sesap gara-gara Donghae terus bertanya dan bertanya, menekan Rachel untuk memberi jawaban jujur dengan semua silat lidah yang pria itu miliki. Rachel mengenal Donghae dari Mama. Seorang pria mapan yang layak jadi menantu masa depan, hanya saja Rachel tak suka sikap Donghae yang pemaksa. “Yang jelas lebih layak ketimbang hubungan kamu dengan saya.” Geraman Rachel tanda jika ia merasa tak nyaman, sayang Donghae terlalu gigih.

“Lebih layak mana, tukang bunga dengan mantan nara pidana atau tukang bunga bersama pebisnis muda?”

Rachel sudah muak, digebraknya meja dengan keras, sesegera mungkin berdiri dan menghujami Donghae dengan tatapan kebencian. “Sebaik apa pun kamu dimata orang banyak, kamu nggak ada bedanya dengan cacing dimata saya.”

“Dan pacarmu itu tak ubahnya anjing didepan banyak orang.”

“Keparat kamu.”

 

||Hope&Wait©Zulaipatnam

 

Dari sekian banyak pengunjung Rachel tak memperhatikan wajah mereka, hanya mengangguk dengan senyum kecut yang membuat ibu-ibu sedikit dongkol akan sikap tak ramah yang diberikan. Dikepala Rachel melompat-lompat kalimat Donghae dan Soojung, serta Mama yang ngotot tidak memberikan restu, Rachel tidak bisa hidup seperti ini. Tapi dia juga tidak bisa hidup tanpa Kyungsoo, maka Rachel mulai berfikir mengenai ‘Bagaimana jika Kyungsoo berubah menjadi pria idaman lingkungannya?’ menjadi seorang yang tak pantas Donghae hina karena isi dompetnya, tak pantas Soojung takuti karena sikapnya, dan tak pantas Mama tolak karena latar belakangnya. Rachel mulai berfikir pada pekerjaan yang pantas. Beruntuk ponselnya masih memiliki 20% daya, dengan cekatan Rachel menghubungi teman-temannya di bangku SHS, mayoritas teman Rachel di SHS adalah anak pengusaha, mungkin saja ada lowongan di salah satu perusahaan mereka.

Dengan sedikit cemas, Rachel melayani pelanggan masih setengah hati, matanya terlalu fokus pada layar ponsel yang tak menunjukkan perkembangan, hanya pemberitahuan dari grub kecantikan, pecinta bunga, alumni JHS, SHS, dan kuliah, semuanya tidak ada yang bermanfaat. Sampai sebuah akun menunjukkan diri, itu Tan.

 

||Hope&Wait©Zulaipatnam

 

Kyungsoo duduk dihalte bus, dia merokok sampai habis satu bungkus, ada lebih dari tujuh bus yang lewat, dan Kyungsoo baru beranjak saat bus yang berhenti didepannya menurunkan seorang perempuan berponi tebal dengan kuncir kuda. Senyum Kyungsoo melebar, Rachel membalas dan berhambur kehadapan, mereka berpandangan sejenak sampai Kyungsoo mengusap pundak Rachel.

“Saya nunggu sampai habis 1 kotak.” Diangkat rokok dijepitan tangan. “Saya salah lihat jam tadi.” Senyuman Kyungsoo penuh ketololan. “Untung saya tadi tidak jalan kaki.” Rachel menepuk kepala Kyungsoo, pemuda itu terkekeh sebentar dan kembali menyesap rokok, perjalanan keduanya jadi sedikit intim, Kyungsoo tiba-tiba meremas tangan Rachel, membawa keduanya pada jalanan setapak yang sepi. “Saya dapat kerja.” Berita itu diberikan oleh Kyungsoo dengan datar, Rachel menoleh, menatap Kyungsoo yang cuek bebek.

Ponsel dalam saku Rachel terasa percuma, diremasnya erat dan tak jadi memberikan berita. “Itu bagus.” Entah Rachel harus bahagia atau kecewa. “Pekerjaan apa?” Imbuh Rachel bersama senyum yang dipaksakan.

“Pelayan bar.”

“Selamat ya.” Rachel tak memandang Kyungsoo, hanya remasan tangannya semakin erat.

 

||Hope&Wait©Zulaipatnam

 

Dalam beberapa hari tidak ada gangguan dari Mama, Soojung, bahkan Donghae. Mereka tak datang atau sekedar mengirim pesan, Rachel mulai menatap hidup, Kyungsoo berangkat saat ia belum pulang dari toko bunga dan pulang disaat Rachel tertidur pulas. Satu-satunya waktu berkualitas yang keduanya miliki adalah sarapan pagi. Tidak ada roti isi keju, sesuai janjinya, Kyungsoo membelanjakan makanan layak bagi ia dan Rachel. Bahkan terlalu layak untuk gaji mingguan seorang pelayan bar.

“Kamu buru-buru?” Sup kentang saja tidak disentuh, Rachel hanya menelan dua telur dan minum segelas susu. Kyungsoo melihat bagaimana susahnya Rachel dengan rambut belum dikuncir dan tali sepatu yang belum diikat. Maka ia keluar dari meja makan, membantu Rachel dengan tali sepatunya. “Hey! Ngapain sih?” Risih Rachel tahu-tahu Kyungsoo membantunya mengikat tali sepatu. “Sudah. Sekarang kamu siap jalan kaki dua blog untuk menghemat uang.” Ditepuknya sepatu sebanyak tiga kali, Rachel tertawa kecil, Kyungsoo berdiri mensejajarkan diri. “Saya suka aroma kamu dipagi hari.” Entah aroma apa yang Kyungsoo maksud, yang jelas Rachel tak pernah memakai parfum. “Dua belas tahun dan saya masih ingat wangi shampo kamu.” Bukan main pipi Rachel jadi merah, dia bahkan tak pernah peduli pada shamponya.

 

||Hope&Wait©Zulaipatnam

 

“Dia cuma pelayan bar.” Sungguh, Rachel tak tahu apa yang ada difikiran Mama, sengaja wanita paruh baya itu mengunjungi toko bunga hanya untuk menyinggung masalah ini dengan alasan keluarga Donghae mendesak mengajukan lamaran.

“Apa salahnya sih pelayan bar. Dulu Mama mempermasalahkan Kyungsoo yang pengangguran, sekarang? Aku nggak ngerti jalan fikiran Mama.” Rachel sudah membalik tanda Open di pintu, menghalau pengunjung untuk melihat pertengkaran Ibu dan anak. “Dia datang dari keluarga yang berantakan.” Terlalu sensitive, Rachel ingin berteriak mengenai keadaannya sendiri didepan Mama. “Papa dan Mama bercerai, semua karena Mama ingin warisan, lalu Mama terlibat dalam skandal dengan Ayahnya Youngdo. Keluarga kita juga berantakan Ma.”

Plak!!

“Jangan samakan keluarga kita dengan keluarga pacarmu itu!” Mama menunjuk-nunjuk wajah penuh air Rachel, perempuan Kim kita hanya menangis dan tak faham kenapa bisa orang hina seperti dirinya tak bisa bersama dengan orang hina lainnya. “Tidak akan pernah sama!” Sentak Mama tanpa rasa iba dan bersalah karena telah menampar putrinya teramat keras. “Dua hari lagi keluarga Donghae akan mengajukan lamaran, Mama harap kamu bisa bersikap kooperative.”

“Apa yang Mama sembunyikan sampai keluarga normal seperti keluarga Donghae mau bermenantu perempuan sepertiku?” Mama memandang Rachel penuh pertahanan absulot, seolah ada celah kecil yang akan Rachel lihat. “Donghae pria baik-baik kan Ma?”

“…”

“Ma?”

 

||Hope&Wait©Zulaipatnam

 

Maaf masih fokus pada Rachel, sobekan kedepan adalah partnya Kyungsoo.

Sebuah crossover dari fanfict dan after life The Heirs. Saya sih menggambarkan keluarga Rachel hancur dan bangkrut, meski pun di ending si Rachel terlihat bahagia. Wekekekekeke

Inspirasi judul dan sedikit jalan cerita dari fanmade di Youtube dengan akun Stargazerexo, coba deh cek di sana, FMVnya kece-kecek ciiiin.

 

 

2 thoughts on “Hope & Wait #Sobekan1

  1. Wih rachell dadi miskin trs pacaran ambek penjahat. After story macam apa ini. Sakjane di croasoverno ambek hello Monster ae mbok sekalian * dramane sing kyungsoo dadi penjahat* cek seru soale onok psikopat e ahaha
    Apik2. Takenteni terusan e

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s