[EXOFFI FREELANCE] Fall (chapter 3)

czkzmfkumaazjr7

Author:

Seinyeohyun(@Hyerimnim1)

Tittle:

Fall (chapter 3)

#THAT BOY

Main cast:

-Oh Sehun(exo) -hwang Sejin(oc/you)

Support cast:

-All EXO member, -Kim Shinwa, Jung soojung -and other

Genre:

School life,Drama,Fluff, my be Sad, Romance.

Rating: G

PG:17

Lenght: chapter

Prepost: chapter 1 || chapter 2

~summery~

Sejin pernah mengalami rasanya jatuh cinta , tapi cinta itu juga yang memberinya rasa sakit yang begitu mendalam baginya. Sehingga gadis itu trauma akan yang namanya cinta.

Sehun adalah laki-laki yang tampan , tentu saja dia adalah most wanted disekolahnya , playboy itu juga dia. Bahkan namja itu memiliki kepintaran diatas rata-rata.

CHAPTER 3

“Mungkin disini cukup tenang.” Sejin langsung merebahkan tubuhnya diatas tribun lapangan basket sekolah yang saat ini tidak ada mahluk apapun disana selain dirinya.

Saat mata Sejin sudah terpejam rapat , tiba-tiba ponselnya bergetar membuat sang empu langsung duduk dari tidurnya.

(“Yaiiiisssshhhhhh…WAE? AKU BEGITU MENGANTUK. JANGAN HUBUNGI AKU DULU…OHHHH EOMMAAAAAA” Sejin mengomel tak jelas , sampai sebuah suara yang begitu familiar memasuki telinganya.

(“Ini eomma sayang”) gadis itu langsung berdiri dari duduknya.

(“eo…eomma!!!”)

(“iya sayang , eomma sekarang sedang menuju sekolahmu . Ada yang ingin eomma bicarakan denganmu sayang”) Sejin menepuk dahinya . ‘Kenapa Eomma datang disaat seperti ini’ batin gadis itu berteriak.

(“ arraseo…eomma sekarang sudah dimana?”) tanya Sejin sambil menguap lebar setelahnya.

(“eomma sudah sampai digerbang sekolahmu , na’”) dengan secepat kilat Sejin berlari menuju gerbang sekolah.

Disisi lain. Para murid-murid hanya menatap kagum wanita paruhbaya semampai yang dikelilingi pria-pria berjas nan gagah. Wanita paruhbaya itu begitu cantik dengan setelan jas kerja yang membalut tubuh rampingnya , sambil melepas kacamata nya wanita itu tersenyum kearah seseorang.

“sudah kuduga akan seperti ini” Sejin sempat mengumpat sebelum tersenyum kearah ibunya.

“Kau baik-baik saja sayang , kantung matamu begitu hitam dan pakaian mu begitu lusuh” Choi suyeon ibu kandung Sejin. Ibunya seorang fashionista , jadi penampilan diatas segala-galanya.

“aku hanya banyak belajar eomma!!! Dimana Appa?” tanya gadis itu , mereka masih menjadi pusat perhatian.

“jinjja? Wahhh eomma akan membelikan banyak pakaian untukmu diLondon nanti sayang….jika kau meningkat kan peringkatmu” wanita itu mencubit gemas pipi anaknya.

“ayahmu sedang ada meeting , sebenarnya sebentar lagi eomma juga akan menghadiri fashion show di Seoul Fashion Week. Tapi kebetulan melewati sekolahmu , jadi eomma sempatkan menengok anak eomma yang cantik ini” Sejin tersenyum.

“kalau begitu jaga dirimu baik-baik , eomma sudah merenovasi kamarmu dirumah Kim ahjumma. Arrachi” Sejin mengangguk. Setelah itu Ny.Hwang pergi meninggalkan sang anak , tak lupa memberikan beberapa kecupan.

Sejin berbalik dan mendapati seseorang sedang menatapnya dalam. Tangan orang itu bergerak menyuruh gadis itu untuk menghampirinya.

Namun Sejin hanya acuh lalu pergi menuju kantin. Ia tak begitu menghiraukan bisikan orang disekitarnya. Sampai sebuah tangan meraih tangannya dan membuat Sejin berbalik.

“ikut aku” ucap namja itu segera menarik tangan Sejin menuju sebuah tempat.

Koridor sepi tempat mereka sekarang , koridor ini menuju kearah gudang jadi jarang ada yang melewatinya. Mereka berdiri didepan tembok besar disana.

“aku lapar , kau selalu ingin bicara padaku dengan hal yang tidak penting” gadis itu membuang tatapannya kearah lain.

“Irene mengancam akan menyakitimu jika aku tidak memutuskanmu” Sejin langsung menatapa Sehun tajam.

“mwo ?dan kau diam saja , kenapa kau tidak ceritakan saja kalau aku hanya pacar palsumu eo?” gadis itu marah.

“apa kau gila , apa aku harus menyia-nyiakan usaha kita kali ini eo?” tanya Sehun dengan mata tajamnya.

“KITA? KAU BILANG KITA? Ini hanya untuk keuntunganmu Sehun_aa , kau tidak memikirkanku” gadis itu menampar keras pipi Sehun.

“kau bajingan , kau brengsek. Aku buka pelacurmu yang bisa kau sentuh dan kau pakai saat kau mau” kali ini emosi Sehun sudah berada diubun-ubun.

“ya…aku seperti itu . Tapi aku tidak pernah menganggapmu apapun” bagai disambar petir Sejin , kali ini terdiam. Air mata sudah menganak dipelupuk matanya. Hatinya berdenyut nyeri , tapi mengapa? Apa karena Sehun tidak menganggapnya sebagai apapun.

“ki-kita akhiri saja. Lupakan semua yang sudah terjadi” Sejin beranjak pergi , dengan air mata yang perlahan meluncur deras dipelupuk matanya.

“kena kau Hwang Sejin” seseorang tersenyum miring dan mulai mematikan perekam suara diponselnya.

.

.

.

.

.

.

.

Sejin menatap pemandangan kota Seoul dari atap sekolah mereka , dengan perlahan gadis itu menulis beberapa rumus dibukunya. Air mata kembali mengaliir dipelupuk indahnya.

“oh…kenapa air mata sialan ini masih saja mengalir” pandangannya mengabur gadis itu menenggelamkan wajahnya lalu terdengar isak tangis teredam milik Sejin.

Plak~plak~plak

Dengan refleks Sejin menegakkan kepalanya melihat siapa pelakunya. Tepat saat kepala Sejin menoleh kebelakang seorang gadis sedang tersenyum miring kearahnya.

“ohh…kau gadis yang malang Hwang Sejin dan juga murahan.” Sejin langsung terbelalak mendengar kata-kata Irene yang berjalan kearahnya.

“kau begitu mudah menuruti semua yang Sehun inginkan . Aku sudah menduga dari awal kalian hanya bermain-main. Kau tau kan itu artinya Sehun masih mencintaiku” Sejin lebih memilih memberesi buku-bukunya dan mulai beranjak pergi.

“Sehun hanya menganggapmu mainannya saja Sejin_ssi” kali ini Sejin menghentikan langkahnya.

“dengar Irene_ssi , aku tidak perduli Sehun ingin menganggapku apapun. Karena aku tidak memiliki perasaan sedikitpun padanya. Kau boleh mendekatinya sesuka hatimu , aku tidak peduli” Irene hanya menganga lebar mendengar jawaban Sejin. ‘gadis itu benar-benar ajaib’ batin Irene sambil menggeleng.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sejin mengotak-atik Ipad yang sedang dipegangnya dengan serius. Tak mempedulikan bisik-bisik murid disekitar yang mulai mengatainya.

“Hei Kau jalang!!!” suara melengking milik seseorang , membuat Sejin menghentikan langkahnya.

“jadi selama ini kau itu hanya pacar palsu Sehun oppa!! Dasar gadis murahan” Sejin menatap gadis dihadapannya dengan tajam.

“jaga bicaramu , bahkan aku tidak mengenalmu . Kenapa kau berani mengataiku jalang eo?” Sejin berkata dengan dingin.

“oh….kau bahkan pura-pura bersikap santai , dasar gadis tidak tau malu” beberapa gadis lain mulai ikut mengatai Sejin , dan parahnya Ipad yang dipegang Sejin ditepis kasar salah seorang dari mereka.

“YA…..APA YANG KALIAN LAKUKAN??” bentak Sejin. Salah satu dari mereka menjambak rambut Sejin.

“akhhh…ya..lepas…kan” ucap Sejin sambil menahan sakit dikepalanya.

“Hentikan” Seseorang dibelakang Sejin berujar dingin , membuat kegiatan menjambak seorang gadis itu terhenti.

“Lu…Luhan oppa” guman mereka. Sejin langsung mengambil Ipadnya yang sudah terbanting hancur dilantai.

“kembali kekelas kalian” perintah Luhan namja itu datar , namun direspon dengan sangat baik oleh orang-orang disekitarnya. Setelah koridor itu cukup sepi , Luhan menghampiri Sejin yang saat ini mencoba menyalakan Ipadnya.

“Gwenchana?” tanya Luhan ikut membungkuk menghadap yeoja didepannya.

“eo…gwenchanayeo.. Terima kasih sudah membantuku , kau boleh pergi” Luhan terkekeh mendengar ucapan Sejin.

“bagaimana dengan Ipad itu , kau menyimpan tugaskan disana” Sejin mengangguk lemah , air mata sudah menganak sejak tadi dipelupuk matanya.

Luhan membuka tas berwarna putih miliknya bermerek MCM , lalu mengeluarakan sesuatu disana. Sebuah Ipad.

“ini bawalah , kami sudah melakukan presentasi ini minggu lalu. Aku yakin pelajaran kita tidak jauh berbeda” setelah itu Luhan ingin beranjak pergi.

“Kamsahaeyeo…..” Sejin seolah menunggu jawaban Luhan.

“Luhan” jawab namja itu sambil tersenyum manly.

Setelah itu mereka berpisah , namun ternyata ada seseorang yang memerhatikan mereka sejak tadi.

“kenapa aku jadi seperti ini” namja itu berujar tak percaya kepada dirinya.

….

Sejin mengelilingi seluruh sekolah . Hanya untuk mencari dimana namja bernama Luhan itu berada. Sebuah senandung membuat langkah Sejin terhenti , yeoja itu mulai mencari asal suara. Taman sekolah , konon tempat itu adalah tempat yang mati. Maksudnya tidak dipedulikan lagi.

Namun itu adalah Sejin , dia tidak akan pernah takut dengan namanya hantu atau semacamnya.

Tepat dibawah pohon maple yang rindang , seseorang sedang menutup matanya sambil mendengarkan lagu di Ipod nya. Sejin yang mengenalnya langsung menghampiri orang itu.

“Luhan_ssi” merasa terusik , namja yang dipanggil Luhan itupun langsung mengegakkan tubuhnya.

“oh…kau” Sejin sedikit tidak nyaman dengan panggilan yang Luhan berikan.

“namaku Hwang Sejin , terima kasih karena sudah membantuku. Aku akan membalasnya” yeoja itu tersenyum , setelah itu meninggalkan Luhan yang masih setia memberi tatapan tak terbaca.

“Hwang Sejin….kau bukan seperti gadis yang lain”

.

.

.

.

.

.

.

Sejin berjalan dengan santai dikoridor menuju atap. Hari ini dia tidak bertemu Sehun , namja itu seolah hilang ditelan bumi , ketika yeoja itu berbelok kekanan. Terlihat seorang namja menyandarkan tubuhnya didinding , sambil menatap Sejin dengan mata elangnya.

Sejin hanya menatap sekilas orang itu , kemudian berlalu seolah tidak ada orang disana.

“kenapa kau tidak melawan mereka?” tanya namja itu tiba-tiba.

“oh…jadi kau melihat semuanya?tapi kau tidak berbuat apapun? Aku sangat terkesan dengan tindakanmu , kenapa aku bisa dibodohi bajingan brengsek sepertimu” Sehun memojokkan Sejin kedinding dan mendorong tubuh gadis itu keras.

“iya…aku melihat semuanya. Tapi apa kau tau saat aku ingin menolongmu ada seorang namja sialan yang mendahuluiku. Dan pasti kau sendirikan yang mengumumkan pada semua orang bahwa kau hanya FAKE GIRLFRIEND Ku , iyakan?” Sehun berujar sinis. Sejin membuang tatapanmu.

“terserah kau saja, aku tidak peduli. Asal kau tau bahwa yeoja yang kau incarlah yang memberi tau pada mereka semua kalau aku hanya pacar palsumu. Oh…aku tau kau begitu mencintainya jadi kau menyalahkan semua ini padaku. Lakukan lah sesukamu. JANGAN PERNAH LAGI HADIR DIHADAPANKU OH SEHUN , AKU MUAK DENGAN SEMUA INI , KAU MENYERETKU KEDALAM MASALAHMU.” air mata mengalir begitu saja dipelupuk matanya.

Sehun terdiam , jadi Irene yang melakukan semua ini. Mata mereka bertemu , Sehun dapat melihat dengan jelas wajah terluka Sejin.

“pergilah Oh Sehun , kejar cintamu -” belum sempat Sejin menyelesaikan kalimatnya , Sehun langsung berteriak.

“SUDAH KU BILANG , AKU TIDAK MENCINTAINYA LAGI HWANG SEJIN. BAHKAN AKU RAGU KALAU AKU PERNAH MENCINTAINYA . AKU MEMBENCINYA  APA LAGI DIA SUDAH MENYAKITIMU” yeoja itu menatap dalam namja didepannya.

“untuk apa kau memikirkanku eo?” tanya Sejin dengan nada sinisnya.

“Karena aku men-….karena aku sudah menyeretmu dalam masalahku , jadi aku harus mempertanggung jawabkan semuanya” Sejin memeluk erat leher Sehun , entah dorongan dari mana gadis itu bisa melakukannya.

“maafkan aku” Sejin masih memeluk Sehun dengan air mata yang terus mengalir , menghidu wangi tubuh Sehun yang memabukkan. Namja itu perlahan menggerakkan tangannya untuk memeluk pinggang ramping gadis itu.

“kau sama sekali tidak bersalah” Sehun mencium rambut wangi yeoja didepannya.

Sejin menggeleng keras , yeoja itu sudah tidak dapat lagi mengatakan sesuatu.

“Kau ingin bermain denganku Hwang Sejin , oke…kita lihat saja nanti” sosok itu pergi dengan emosinya yang memuncak.

….

Keadaan ruang cuci saat ini begitu sepi , bahkan hanya namja itu yang berada disana. Dia memasukkan beberapa pakaiannya kedalam mesin pencuci itu. Lalu duduk disebuah bangku yang sudah tersedia disana sambil membaca komiknya.

“aishhh….kenapa aku lupa mencuci baju ini , ahhh pasti eomma akan memarahiku kalau dia tau” tiba-tiba pandangan mereka bertemu , dan membuat keheningan beberapa saat.

“Lu-Luhan_ssi , kau sedang mencuci juga?” tanya Sejin sambil berjalan kesalah satu mesin cuci disana.

“emm…apa lagi yang aku lakukan disini kalau bukan mencuci” yeoja itu mengangguk-angguk menanggapi perkataan namja didepannya.

“kau benar , maaf banyak bicara” setelah itu , Sejin hanya memfokuskan matanya pada cucian didepannya.

Clek~

Pintu ruang cuci itu terbuka , membuat dua orang diruangan itu menoleh bersama. Tampaklah seorang namja tampan menatap tajam mereka. Sang yeoja hanya menggerakkan bahunya lalu kembali fokus pada cucian didepannya.

“apa yang kalian lakukan?”tanya namja itu dingin , namun penuh selidik. Sambil berjalan menuju mesin cuci disebelah yeoja itu.

“kau bisa lihat sendiri apa yang kami lakukan” sahut namja yang duduk dibangku itu dengan santai , tanpa mengalihkan tatapan pada komik didepannya.

Setelah itu hanya keheningan yang menghiasi suasana mereka saat ini. Sampai sebuah suara membuat mereka saling bertatapan.

“kalian yang menjadi trendtop hari ini? So’al pacar palsu itu” Sehun mengepal tangannya.

“hubungan tidak bisa dipalsukan , karena bisa saja ada yang terluka diantara kalian . Karena mungkin salah satu dari kalian benar-benar jatuh cinta. Apa kalian memikirkan bagaimana perasaannya saat dia tau kalau orang itu hanya menganggap semua ini palsu. Sedangkan ia sudah menganggapnya bahwa ini semua benar-benar nyata” Sejin menatap Sehun sekilas yang masih menatap Luhan.

“jangan pernah ikut campur urusan ku dengannya” Ucap Sehun penuh penekanan.

“aku hanya memperingatkan , bukan untuk ikut campur. Kalau dipikir-pikir gadis itu cukup lumayan untuk-” Sehun segera menghampiri Luhan dan mendaratkan bogemnya dengan keras dirahang Luhan.

Seketika Luhan terjungkal kebelakang , namun ia tidak melawan.

“ya…Keumanhae” teriak Sejin sambil menarik lengan kaos yang dipakai Sehun.

“jangan berpikir macam-macam tentang dia , atau aku akan melenyapkanmu saat itu juga” Sehun menepis tangan Sejin lalu pergi tanpa mempedulikan apapun lagi.

“Luhan_ssi Gwenchana? Aku akan mengobati luka mu” Sejin membantu Luhan berdiri.

“gwenchana …ini hanya luka biasa , aku hanya ingin membuktikan kalau namja itu memiliki perasaan kepada kau” Yeoja itu terdiam. Perasaan? Yeoja itu tidak mengerti perasaan apa yang Sehun berikan kepadanya.

“kau melamun? Aku akan pergi …terima kasih Sejin_ssi. Aku duluan” Luhan pergi sambil membawa cuciannya dan sesekali mengusap darah yang keluar disudut bibirnya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Akhirnya hari yang ditunggu siswa siswi Gyeong gi high school tiba juga. Semua murid mulai berkumpul dilapangan sambil sesekali berbincang dan berselca ria bersama teman-temannya.

Sejin dan Soojung sibuk dengan ponsel mereka. Mensearching tentang hutan Mosam.

“untung disana tidak ada harimau , Sejin_ah kau harus selalu bersamaku , arra” Sejin hanya tersenyum menanggapi pernyataan Soojung.

“Semuanya harap berkumpul dilapang dan baris sesuai kelas kalian” semua muris GGHS berbaris.

“sebelumnya saem sudah katakan pada kalian , kalau kalian akan dibagi menjadi beberapa kelompok satu kelompok 4 orang. Tapi karena jumlah kalian terlalu banyak , jadi satu kelompok akan dibagi menjadi 10 orang. Arrachi?”

“NEEEEE”

“baiklah”

Sejin melirik Soojung yang duduk dikursi sebelahnya. Saat ini mereka sudah berada didalam bus yang mereka tumpangi.

Drrtt…sebuah getaran singkat tanda bahwa ponsel Sejin menerima pesan.

From: Oh sialan

Kau , soojung , Baekhyun , Kai , Irene , Seulgi , Minhee , Dasong , Luhan sialan , dan aku satu kelompok.

Kita akan membangun tenda didekat air terjun yang ada dihutan Mosam , setelah keluar dari bus . Jangan kemana-mana tetaplah disampingku.

Sejin membaca pesan Sehun sekali lagi , ‘tetaplah disampingku?’ yeoja itu terus memikirkan tulisan itu. Sejin menoleh kebelakang dan tepat dibelakang kursinya Sehun menatapnya dengan datar.

To: Oh sialan

Kau begitu bahagia bersama kekasihmu Oh!!

Teng…tak selang beberapa menit terdengar suara dering pesan diponsel seseorang yang ada dibelakangnya.

Drrt…

From: Oh sialan

Satu-satunya kekasihku disini hanya kau Hwang Sejin

“mwo!!” pekik Sejin pelan.

To: Oh sialan

Terserah kau saja , tapi aku tidak pernah menganggapmu apapun

Teng…

5 menit…..

Tidak ada balasan …

10 menit

Masih belum ada…

15 menit

Drrtt…Sejin langsung membuka pesan yang masuk keponselnya itu.

From: +69********

Aku mencintaimu

Sejin terdiam , siapa yang berani mengiriminya pesan seperti ini. Yeoja itu memberanikan diri untuk menoleh kebelakang. Sehun sudah tertidur , mana mungkin namja itu yang mengiriminya pesan seperti ini.

Drrrtt…ponsel Sejin kembali bergetar

From: +69********

Kita selalu bersama , dan aku selalu ada dimanapun kau berada

Bulu kuduk Sejin meremang , siapa orang yang sudah membuatnya takut seperti ini.

To: +69*******

Maaf kau mungkin salah orang. Jangan lagi menghubungi nomor ini.

Drrttt….

From: +69*******

Aku tidak pernah salah dengan orang yang aku cintai Hwang Sejin.

Sejin langsung melempar ponselnya , seketika membuat Soojung yang sejak tadi terlelap langsung bangun.

“Waeyeo?” tanya Soojung cemas , menangkap expresi ketakutan Sejin

“a-anio , k-kau bisa tidur. Aku hanya mimpi buruk saat tidur tadi” Soojung menatap Sejin penuh selidik , namun setelah itu ia kembali menutup matanya.

“siapa orang ini? Aku harus mencari tau”

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

A/N

Akhirnya selesai juga chapter 3nya. Semoga kalian puas yahhh. Maaf GAJE/ALAY/TYPO SELANGIT DAN BAHASANYA AMBURADUL.

Aku ngetik ini tu butuh waktu 2 hari.

Real life benar-benar sibuk.

Aku bangun pukuk 5 pagi , berangkat sekolah pukul 7 , pulang jam 2.15 sampai rumah jam 2.30. Itu aku sempetin buat ngetik ni ff selama 2 jam. Abis itu aku sholat ashar dan pergi TAHFIZD ampe jam 6 sore.

Malamnya abis Maghrib aku kudu belajar dulu. Baru abis Isya aku bisa pengang ni laptop lagi.

Ahhhh jadi curhat gini , maaf yahhh.

See you for next chapter

Big thanks for ANGEL READERS love you ALLLLLLLL

Regrat

Sehun’s wife a.k.a Norhalisa

5 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Fall (chapter 3)

  1. sehun kalau cinta kenapa g’ jujur aja.. itu siapa yg kirim pesan ke sejin??? luhan kah?? atau irene yg lagi ngerjain sejin??

  2. eaaaaa sehun udah mulai ada rasa..jadi yg awalnya cuma pura” udh membuahkan hasil kan…
    siapa yg sms itu.. sehun diem” romantis..tapi sejin gk ngeh pdahal luhan udh bantu kode keras lho..saking kerasnya sampe kena bogem mentah dari sehun

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s