[EXOFFI FREELANCE] Mr. Mafia (Chapter 22)

Mr Mafia Cover1

Tittle/judul fanfic: Mr. Mafia

Author: Leehaera17

Length: Chapter

Genre: Romance, Action, School Life, Married life, kekerasan.

Rating: PG-19

Main Cast & Additional Cast:

Main Cast :

Oh Sehun (EXO) , Hwang Hyerin, Yugyeom (Got7), Tiffany (SNSD)

Supporting Cast :

EXO member, Got7 member, SNSD member, Beast member

Disclaimer :

FF ini hasil kerja sendiri yang sudah pernah di publish di Wattpat author, bisa baca di sana, ID : Leehaera17, semua tokoh hanya sebagai aktor protagonist dan antagonist, tidak ada maksut untuk melecehkan fandom manapun.

jangan lupa Comment dan Like ya

add BBM author untuk perkenalan, pertanyaan, dan password (jika di perlukan) : 5C482AF1

Pagi – pagi sekali Hyerin bangun dari tidurnya, ia melihat kalender yang ada di meja riasnya, sudah seminggu berlalu semenjak kepulangannya dari rumah Mr. Oh, Hyerin melepas nafas beratnya ia memutuskan untuk melangkahkan kakinya menuju supermarket terdekat, dengan seyum yang bagitu mempesona, Hyerin memilih sayur mayur yang bisa ia masak hari ini.

Sesuai janji Mr. Oh, Sehun tidak pernah mendapat tugas darinya dan setiap hari Sehun hanya akan berada di rumah dan berjalan – jalan dengan Hyerin di siang hari, menikmati hari libur mereka bersama.

Dengan keadaan Hyerin yang membaik, Sehun kini bisa mengemudikan mobilnya kembali seperti biasa, walaupun terkadang ia akan sedikit mengeluh dengan ketidak nyamanan beberapa lilit perban di lengannya, tapi itu semua ia simpan baik – baik untuk membuat masa satu bulan ini menjadi mimpi terbaik dirinya juga Oh Sehun.

“ Hyerin-sshi.. ” sebuah suara membuat Hyerin memutar tubuhnya,

“ oo.. Ahjumma ” Hyerin memberi salam pada wanita paruh baya yang membawa keranjang belanjanya dengan terburu – buru menghampiri Hyerin,

“ kenapa kau berhenti bekerja ? ” Ahjumma bertanya to the point,

“ ahh… suamiku tak ingin aku bekerja ” Hyerin tersenyum manis,

“ aigoo.. pasangan muda, datanglah ke restoran hari ini, aku punya sesuatu untukmu ” Ahjumma berbisik di telinga Hyerin,

“ ah.. tidak perlu report – report ahjumma  ” Hyerin menolak,

“ ania…. Jangan sampai lupa.. ” Ahjumma kembali tersenyum dan meninggalkan Hyerin dengan keranjang belanjanya,

seperti yang sudah di janjikan Hyerin mampir ke restoran tempatnya mengambil pekerjaan sampingan selama masa liburannya sebelum ia benar – benar berhenti dari dunia pelajaran seperti saat sekarang,

“ ahjumaa.. ” Hyerin sedikit berteriak saat memasuki restaurant itu,

“ oo.. Hyerin-aa ” ahjumma itu sedikit berlari dan mengambil sebuah tempat makan,

“ aku membuat asparagus pasta, kau bisa nikmati bersama suamimu, aigo.. yang masih muda seperti suamimu masih punya banyak tenaga, tidak usah mengkonsumsi terlalu banyak, kau akan kelelahan ” ahjumma memberi peringatan,

Hyerin yang sepertinya tidak mendengan penjelasaan ahjumma karena sibuk dengan pikirannya sendiri itu hanya menundukan kepala dan berterima kasih,

“ ah.. apa yang ahjumma katakan tadi ? ” Hyerin bertanya – tanya pada dirinya sendiri saat perjalanan ke rumahnya,

ia membuka pintu rumahnya pelan, sepertinya Sehun belum bangun, ia masuk ke rumah dan meletakan barang – barang yang ia beli di dapur,

ia berjalan kearah kamarnya dan membuka pintunya pelan, terlihat Sehun yang masih tertidur di atas tempat tidur dengan selimut menutupi dadanya,

perlahan Hyerin memasuki kamar dan berbaring menatap wajah Sehun, ia terus memperhatikan wajah Sehun yang di terpa sinar mata hari pagi dari jendela kamarnya, dari rambutnya yang sedikit menutupi wajahnya, garis mata dengan bulu mata lentiknya, hidungnya yang mancung, dan terakhir bibir pink tipis yang membuat semuanya sempurna,

tiba – tiba Sehun membuka matanya, Hyerin yang tertangkap basah dengan cepat menutup matanya berpura – pura tidur,

“ kau benar – benar tidak bisa menjadi actress ” Sehun tiba – tiba berbicara,

sedikit demi sedikit Hyerin membuka matanya dan menggit bibir bawahnya,

“ ah.. sial… aku tertangkap basah ” Hyerin mengumpat dalam hati,

tiba – tiba Sehun menarik tubuh Hyerin dan mendekapnya dengan kedua tangan kekarnya,

“ kau sudah bangun dari tadi ? ” Hyerin bertanya saat wajahnya menyentuh dada Sehun,

“ hmm.. ” Sehun hanya bergumam,

Hyerin hanya terus mempermainkan kancing piyama Sehun yang terbuka,

“ apa kau tidak lapar ? ”

“ belum ”

“ benarkah ? ”

“ hmm ”

“ cih… untuk apa aku pergi ke pasar pagi – pagi sekali ” Hyerin mendengus kesal,

“ kenapa berisik sekali ” Sehun menjauhkan wajahnya dan menatap mata Hyerin,

Hyerin hanya menatap wajah Sehun dengan Senyum di wajahnya,

“ aku tau aku begitu tampan.. ” Sehun mengucap,

“ tentu saja.. ” Hyerin menyembunyikan wajahnya di balik tangannya sendiri,

wajah Hyerin memerah saat mengatakan bahwa Sehun tampan,

tiba – tiba Sehun memposisikan tubuhnya di atas tubuh hyerin secara tiba – tiba,

mata mereka bertemu dan Sehun memberi senyum andalannya,

“ wah.. Nyonya Oh begitu cantik hari ini ” Sehun menyipitkan matanya dan beranjak dari posisinya,

Hyerin hanya menutup wajahnya dengan kedua tangannya,

“ Cepatlah, aku mulai lapar ” Sehun melempar kata – kata mautnya lagi,

Hyerin hanya menurunkan tangannya dari wajahnya dan menatap sinis kearah Sehun,

Dengan rasa kesalnya Hyerin berjalan keluar dari kamar tidurnya menuju dapur,

jam menunjukan pukul 12 siang,

“ seharunya aku sarapan dulu sebelum si monster itu bangun ” Hyerin menggerutu di kepalanya,

dengan rasa lapar Hyerin menyiapkan makanan dan menatap makananya di atas meja dan menunggu Sehun untuk keluar dari kamar mandi,

“ jadi hari ini apa yang ingin kau lakukan ? ” Sehun bertanya,

“ apa kau tidak punya kegiatan hari ini ? ” Hyerin bertanya bingung,

“ aku meminta 1 bulan off work  dari WOLF ” Sehun kembali menjawab,

“ benarkah ? kenapa ? ”

“ Selama ini aku tidak pernah memberikanmu waktuku, sebagai seorang suami, aku ingin mengajakmu untuk ber-bulan madu, walaupun sudah terlambat ”

“ benarkah ? ” Hyerin berseri – seri,

“ adakah tempat yang ingin kau kunjungi ? ” Sehun bertanya sambil menyantap makanannya,

“ tempat yang ingin ku kunjungi ? ” Hyerin menanyakan pada dirinya sendiri,

“ aku.. ingin menemui seseorang ” Hyerin memberi jawaban,

“ benarkah ? siapa ? ”

“ seseorang yang sepertinya berjasa dalam hidupku ” Hyerin memberi senyumnya,

“ baiklah, setelah makan kita bisa pergi ” Sehun kembali menjawab,

beberapa jam beralalu kini mereka berdua berada di dalam mobil menuju ke tempat yang Hyerin inginkan,

“ jadi siapa orang itu ? ”

“ siapa ? ”

“ orang yang ini kau kunjungi ? ”

“ ah.. dia adalah orang yang memberikanku pengetahuan tentang kedokteran ” Hyerin tersenyum,

tidak ada jawaban dari Sehun, mereka berdua hanya menikmati musik yang di putar Sehun,

kini lagu yang berputar adalah Big Bang dengan judul Let’s Not Fall in Love tiba – tiba Hyerin mengikuti lirik lagu itu, menyanyikan setiap bait dari awal hingga selesai,

“ bisa kau ulang lagi lagunya ” Hyerin meminta,

Sehun kembali mengulang lagu yang Hyerin minta,

uri saranghaji marayo, ajigeun jal moreujanhayo

Let’s not fall in love, we don’t know each other very well yet

sasil jogeumeun duryeoun geoya

Actually, I’m a little scared

geudae mianhaeyo

I’m Sorry

uri yaksokhaji marayo,  naeireun tto moreujanhayo

Let’s not make promises, you never know when tomorrow comes

hajiman i mal maneun jinsimiya geudae johahaeyo

But I really mean it when I say I like you

di dalam hatinya, Hyerin menangisi kehidupannya yang begitu mengenaskan, di saat ia menginginkan laki – laki yang menjadi cinta pertamanya, ia harus menukar nyawa seseorang yang begitu berharga baginya,

“ ah… sial.. aku menjadi orang yang lemah belakangan ini ” Hyerin mengutuk dirinya sendiri,

Sehun menghentikan mobilnya di depan sebuah gedung,

“ apa ini tempatnya ? ” Sehun sedikit bingung,

“ benar.. ” Hyerin menjawab dan membuka seatbelt yang ia kenakan, kakinya begitu riang untuk melangkah kedalam gedung yang mempunyai banyak kenangan baginya yang hanya seorang yang tak punya apa – apa pada waktu itu,

Hyerin membuka pintu kaca besar dengan semangat, Nampak beberapa pegawai memandang Hyerin dengan senyum di wajah mereka,

“ AHJUMMA!! ” Hyerin berteriak melihat seorang wanita tua yang sedang membersihkan kaca jendela,

“ HYERIN-AA!! ” wanita itu berteriak dan berlari untuk memeluk Hyerin,

“  apa dia pacarmu ? ” Ahjumma langsung bertanya,

“ dia.. suamiku, ahjumma ” Hyerin menjawab dengan gugup,

“ apa nyonya Kim ada di dalam ? ” Hyerin bertanya,

“ tentu… kau bisa langsung ke ruangannya ” wanita itu meninggalkan Hyerin dan kembali bekerja

Hyerin melangkahkan kakinya dengan riang kearah tangga  menuju lantai dua gedung itu, mereka berdua berjalan berdampingan menuju sebuah ruangan di ujung koridor,

Hyerin mengetuk pintu kayu di depannya pelan,

“ masuk ” suara seorang wanita terdengar,

Hyerin membuka pintu dengan pelan dan di sambut meriah dari dalam ruangan,

“ HYERIN-AA!! ” wanita itu berlonjak dari tempatnya,

“ Nyonya apa kabar ? ” Hyerin menyambut pelukan perempuan yang akan menginjak umur 50 tahun itu,

mata Ms. Kim beralih pada Sehun yang masih mematung di depan pintu,

“ ah.. dia suamiku.. ” Hyerin menjelaskan,

“ wah…tampan ” Ms. Kim bergumam,

“ silahkan masuk, aku akan membuatkan minuman ” Ms. Kim beralih ke meja kecil di ujung ruangan,

Hyerin dan Sehun duduk di depan meja Ms. Kim, mata Sehun terus menyisir ruangan besar itu, terlihat beberapa jejer foto bingkai yang menarik perhatiannya,

“ waktu itu hanya ada satu foto dan sekarang ada 3 foto, sepertinya Ms. Kim begitu menyayangi anaknya ” Hyerin bergumam,

“ anak ? ” Sehun bertanya,

“ benar.. itu adalah foto putra dari Ms. Kim, namanya Kim Jongin, saat aku bekerja di sini, ia selalu datang untuk menemui ibunya ”

“ kim Jongin ? ” Sehun kembali mengulang yang ia dengar,

nama itu, Kim Jongin dan foto itu,

“ bukankah ini Kai ? ” Sehun bertanya dalam hatinya,

selang beberapa menit Ms. Kim kembali ke mejanya dengan dua gelas teh di atas nampan yang ia bawa,

“ bagaimana keadaanmu Hyerin-aa, aku begitu merindukanmu, kau harus memberikanku nomor kontakmu agar aku bisa mengundangmu untuk makan dengan ku dan Jongin lain waktu ” Ms. Kim melipat kedua tangannya di depan dadanya,

“ benarkah.. ah.. aku.. ”

“ tentu saja Ms. Kim, kami akan senang menerima undangan ada dan putra anda ” Sehun tiba – tiba menjawab,

menit ke menit berlalu, dua jam lamanya Hyerin berbincang – bincang dengan Ms. Kim yang sekarang sedang tertawa lebar bersama – sama dengan Hyerin menceritakan masa di mana Hyerin masih bekerja di kantor besar ini,

“ benar – benar, Hyerin dulu begitu kurus dan tidak terurus ” Ms. Kim kembali tertawa,

tok tok tok..

pintu ruangan Ms. Kim di ketok dari luar,

“ masuk ” Ms. Kim kembali berteriak,

“ eomma ” seorang laki – laki muda masuk dan memanggil Ms. Kim dengan sebutan eomma,

“ Jongin-aa ” Hyerin memanggil laki – laki itu,

tapi laki – laki itu masih terfokus pada sesuatu yang menurutnya tidak mungkin  terjadi,

ia berhadapan dengan laki – laki yang hapir ia bunuh beberapa minggu lalu dan laki – laki itu sekarang menatapnnya dengan tatapan membunuh, walaupun sekarang Kai adalah Kim Jongin, pemuda dengan kaca mata bulat dan rambut yang rapih juga pakaian yang formal, ia membawa tas punggung berwarna biru pemberian ibunya, pekerjaannya adalah seorang pengacara dengan prestasi yang biasa – biasa saja, tidak terkenal dan sama sekali buruk dalam bidan kedokteran juga pertahan diri, “ culun ” itulah kata yang tepat untuk Kim Jongin saat ini,

apa yang harus laki – laki itu lakukan ?

haruskah ia berjalan masuk seolah – olah tidak ada yang terjadi ?

atau ia harus memanggil nama Sehun dan mempertanyakan keberadaan laki – laki itu ?

“ Jongin-aa, mari masuk, aku tau kau pasti merindukan Hyerin, dulu kau selalu menanyakan Hyerin saat Hyerin tidak masuk kerja ” Ms. Kim mencoba mencairkan suasana,

“ ooo… oh… Hyerin-aa, sudah lama aku tidak melihatmu, sepertinya kau tambah Sehat ” kini  Jongin memutuskan untuk berpura – pura tidak tau dan melanjutkan adegannya yang tertinggal beberapa waktu lalu,

“ perkenalkan ini suamiku, Oh Sehun ”

“ ooh.. salam kenal ” Jongin mengangkat sebelah tangannya untuk Sehun,

Sehun menundukan sedikit kepalanya,

Sehun juga Jongin terus menatap satu dengan yang lain, sedangkan Jongin selalu memberikan tatapan redupnya pada Sehun yang menatapnya tajam,

“ Jongin-aa, hari ini kau tidak ke kantor ? bukankah kau bilang ada  client ? ” ms. Kim bertanya pada anak laki – lakinya yang mengambil minuman dari peti pendingin di dalam ruangan,

“ ia membatalkan janjinya denganku, seharusnya aku menemuinya setelah makan siang  hari ini ” Jongin menjawab seperti biasa,

“ anakku seorang pengacara ” Ms. Kim mencoba memberi tau Sehun,

Jongin memberi isyarat pada Sehun untuk keluar sebenar,

“ aku akan ke kamar mandi sebenar ” Sehun berbisik,

“ eoh.. kamar mandi ada di lorong ke dua dari sini ” Hyerin memberi petunjuk,

“ aku bisa mengantar ” tiba – tiba Jongin mengangkat suaranya,

keude ” Sehun menganggukan kepalanya dan berjalan bersama – sama dengan Jongin keluar dari ruangan,

mereka berdua berjalan dengan hening,

“ jangan katakan apapun ” Jongbi tiba – tiba membuka suaranya,

“ cih.. ” Sehun hanya mengumpat,

“ aku tidak bisa membuatnya kecewa ” Jongin kembali berkata,

kali ini Sehun mempunyai perasaan yang berbeda tentang laki – laki yang berada di sampinganya,

mereka memutari koridor kantor itu dan memilih untuk duduk di kursi tunggu di depan ruangan Ms. Kim,

“ kau bekerja untuk ayahku kan ? ” Sehun kini bertanya,

“ benar ” Jongin menjawab singkat,

“ tapi mengapa aku tidak pernah melihatmu di rumah ? ” Sehun bertanya,

“ aku tidak pernah ada di rumah, Mr. Oh akan memberi tugas hanya lewat telpon ” Jongin kembali menjawab,

“ apa belakangan ini kau menerima tugas darinya ? ” Sehun kembali bertanya,

“ belakangan ini, setiap malam aku selalu mendapat tugas ” Jongin kembali menjawab,

Sehun berbicara dengan pikirannya sendiri, tidak biasa untuk Mr. Oh memberi tugas yang biasa Sehun pegang pada seseorang yang baru saja ia kenal, jadi …. siapa laki – laki ini dan mengapa sekarang Mr. Oh tidak pernah berbicara sedikitpun padanya,

“ ku dengar kau akan menikah lagi ? ”

“ lagi ? ”

“ beberapi hari lalu Mr. Oh bertemu dengan Mr. Harvey, sepertinya mereka membicarakan pernikahanmu dengan putri Mr. Harvey ”

“ aku tidak akan menerima pernikahan konyol ini sampai kapanpun, lagi pula aku sudah punya istri ” Sehun kembali menjawab,

mereka berdua hanya menundukan kepala,

Sehun yang berfikir bagaimana caranya untuk menghindari pernikahan konyol itu dan melindungi Hyerin dari Mr. Harvey,

Begitu juga dengan Jongin yang memikirkan apa yang sebenarnya terjadi, bagaimana mungkin Sehun sudah mempunyai istri dan akan menikah lagi, sungguh tidak masuk akal,

“ Sehun-aa.. ”  tiba – tiba suara Hyerin terdengar saat pintu ruangan Ms. Kim terbuka,

“ eooh.. ” Sehun menjawab dengan sedikit rasa kaget,

“ kita harus pulang sekarang, hari mulai malam ” Hyerin memperlihatkan layar Handphonya pada Sehun yang menunjukan pukul 6 sore,

“ baiklah ” Sehun menundukan kepalanya untuk Ms. Kim dan mengangkat tangannya pada Jongin.

Sepanjang perjalanan Sehun hanya terdiam, ia seperti memikirkan sesuatu di dalam kepalanya,

“ Sehun-aa, ada apa  ? ” Hyerin bertanya bingung,

“ eoh ? ” tiba – tiba Sehun tersadar dari lamunannya,

“ tidak.. ” Sehun kembali mejawab,

“ aku lapar ” Sehun kembali membuka pembicaraan,

“ kalau kau bisa menunggu satu jam lagi, aku bisa memasak dan kita bisa makan di rumah ” Hyerin memberi saran,

“ tidak buruk ” Sehun menjawab,

sesampainya di rumah, Sehun dan Hyerin memasuki rumah bersama – sama layaknya sepasang kekasih,

Sehun yang membanting tubuhnya kearah Sofa dan Hyerin yang langsung berkutat di dapur,

“ ah.. aku masih punya makanan yang Ahjumma berikan ”  Hyerin mengingatkan pikirannya sendiri,

ia mengeluarkan kotak makanan yang ahjumma berikan dan mulai memanaskan makanan yang ada,

30 menit berselang, kini makanan sudah siap dia atas meja,

Sehun menatap makanan yang Hyerin hidangkan, tidak ada yang special, hanya saja matanya tertuju pada sayur yang berada di tengah – tangah meja,

“ apa ini ? ” Sehun bertanya,

“ ah.. sayur asparagus, ahjumma tempat ku bekerja dulu memberikannya padaku ” Hyerin menjawab,

dengan hati – hati Sehun mencoba masakan yang Ahjumma berikan,

 not bad ” Sehun memberi senyumnnya pada Hyerin,

seperti orang kelaparan Sehun terus menyantap asparagus yang Hyerin hidangkan,

“ oo… ya… kata Ahjumma kau tidak boleh makan banyak – banyak ” Hyerin kaget saat melihat setengah dari piring besar yang Hyerin hidangkan hilang,

“ ini enak, aku biasanya tidak suka sayur, tapi yang ini enak ”

“ benarkah… ya sudah, habiskan saja jika kau bisa ” hyerin menjawab dan melanjutkan makannya,

setelah selesai makan, seperti biasa Sehun akan meminta Hyerin untuk menghidangkan makanan kecil dan minuman malamnya di ruang keluarga tempatnya biasa menonton TV,

Sehun menyandarkan kepalanya di punggung sofa,

“ Sudah ku katakan jangan terlalu banyak makan ” Hyerin mengumpat,

“ kenapa panas sekali ? ” Sehun berkata sambil membuka kemeja yang ia pakai meninggalakan baju putih polos yang ia gunakan di dalam kemejanya,

“ kalau begitu menonton TV nya di kamar saja ” Hyerin menyarankan,

Sehun bangkit dan masuk ke kamar bersamaan dengan Hyerin yang membawa nampan,

Beberapa saat kemudian, Sehun kembali mengeluh,

“ Apa AC di sini rusak ? ” Sehun sepertinya kesal,

ia menukar celana panjangnnya dengan boxer pendek, kini ia hanya mengenakan baju putih polosnnya dan boxer merah,

ia kembali duduk dan menonton acara TV bersama Hyerin,

mata Sehun kini memandang Hyerin yang sedang asik memperhatikan acara TV yang mereka tonton, bukan ke bagian wajah, tapi kebagian dada Hyerin yang terlihat menerawang dari tempat Sehun duduk, ia menggit bibirnya,

Ini adalah kali pertama ia merasaka apa yang ia rasakan sekarang,

“ wah.. Sehun-aa, lihat, laki – laki itu memenangkan pertandingannya ” Hyerin mengucap secara tiba – tiba,

“ aku tau dia pasti menang ” Hyerin kini memandang mata Sehun,

tapi mata Sehun masih memandang kedua buah dada Hyerin dengan nafas yang menggebu – gebu,

“ Sehun-aa.. ” Hyerin memanggil,

“ eoh ? ” Sehun tiba – tiba tersadar dan memandang mata Hyerin,

“ oh… kenapa pipimu memerah ? ” Hyerin bertanya bingung,

“ Mwo ? ”

“ a-ani.. ” Sehun kembali memalingkan wajahnya pada TV yang ada di hadapannya,

Hyerin kembali menatap TV yang ada di depannya sedangkan Sehun masih berusaha mengatur detak jantungnya.

Sehun menggeser tubuhnya agar lebih dekat dengan Hyerin, dan meletakan lengannya di belakang punggung Hyerin,

Hyerin yang merasakan pergerakan Sehun memandang wajah Sehun,

“ wah lihat – lihat ia mendapat nilai tertinggi ” Sehun berusaha mengalihkan  pandangan Hyerin,

jantung Hyerin berdetak tak karuan, ini semua terlalu intim baginya yang tak pernah merasakan kasih sayang,

mata Hyerin dan Sehun bertemu, ia tak dapat mengendalikan pikirannya lagi,

“ ah.. persetan dengan semua ini ”  Sehun berseru dalam hati dan mendaratkan bibirnya tepat di bibir Hyerin kencang,

Hyerin yang kaget dengan perlakuan Sehun berusaha untuk mundur, tapi terlambat, tangan Sehun menahan tengkuk kepala Hyerin agar tetap berada di posisi,

Sehun benar – benar seperti orang kehausan, ia mencium bibir Hyerin dengan ganas, mencoba mencari cela memasukan lidahnya di saat yang tepat,

Hyerin mulai sedikit mendesah dengan perlakukan Sehun, sedangkah Sehun tambah menggebu – gebu saat Hyerin mengeluarkan suara desahannya,

“ Sehun-aa ” Hyerin tiba – tiba memotong ciuman mereka,

Hyerin menatap mata Sehun dalam, ia kehabisan nafas dan mencoba mengatur detak jantungnya yang berpacu dengan waktu,

“ wae ? ” Sehun yang sedikit kesal karena kesenangannya di potong menatap tajam mata Hyerin,

“ apa kau… ”

tanpa peringatan Sehun kembali menyerang bibir Hyerin, kini Sehun juga mendorong badan Hyerin agar terjatuh di bawahnya,

tidak tanggung – tanggung kini Sehun juga berani untuk menjelajahi tengkuk wanita yang menjadi pengisi hatinya dengan lincah, ia menggit kecil dan menyedot tengkuk wanita itu dengan keras,

“aakkhh ” Hyerin mendesah saat ia merasakan lidah Sehun bermain di telingannya,

“ ah.. aku tidak bisa menahanny lagi ” Sehun mengangkat tubuh Hyerin ke atas tempat tidur dengan cepat,

ia sedikit membanting tubuh wanita itu dan menindih tubuh Hyerin dengan tubuhnya,

tangan Sehun mulai membuka kancing piyama yang Hyerin gunakan, tiba – tiba Hyerin menahan tangan Sehun,

Sehun menatap mata Hyerin dengan sedikit kesal,

“ aku.. belum pernah melakukannya ” Hyerin memberi peringatan,

Sehun memberikan Senyum Sexynya

“ serahkan semuanya padaku, kau hanya harus menikmatinya ”

– TBC –

30 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Mr. Mafia (Chapter 22)

  1. ya ampuunn thor nanggung banget bacanya… lagi seru2nya malah ketemu tbc, aigoooo…
    jangan lama2 ya thor lanjutannya, selalu ditunggu pokoknya

  2. Lagi seru” ketemu tulisan tbc sebel deh…greget bat cerita nya seruuuuuu…di tunggu kelanjutan nya thorr.mereka berdua so sweet

  3. Oh ya ampun Sehun, di chapter ini panas yh,, hehehe,, oh yah kenapa kai kerja di Mr Oh yah padahal keliatannya Kai orang yang baik,,

    next thor ffnya seru please keren bangetlah,,, ditunggu kelanjutannya,,, semangat terus thor untuk ngelanjutin Ffnya,,,

  4. Oh oh oh. Lihatlah itu Sehun hehehe.. Kena Asparagus langsung deh. Semoga saja ia tak jadj menikah lagi. Apa-apaan ini jika ia harus menikah. Menyebalkan.
    Next chapternya ya

  5. duh kalau inget hyerin harus meninggalkan sehun jadi kasian banget sama mereka…
    padahal mereka sudah benar-benar saling mencintai dan membuutuhkan…..
    ayahnya sehun jahat banget, anaknya sendiri dimanfaatkan

  6. Oke mulai NC deh nih x_x
    Gegara kebanyakan makan asparagus ckckck

    Btw beneran hyerin mau pergi? Trus sehun jd nikah ama tante tiff dong? Jangan sampe eonn x_x aku ga relaaaa *lah wkwkwk

    Nextnya ditunggu eonn😄

  7. Woahhhhh……mereka panas…….kipas angin mana???? Kuharap kai oppa mau bantuin sehun tuk lindungi hyerin…. Aku ngebayangin gimana klw hyerin hamil dan masalahnya bertambah pak tua itu ngak suka…..hehehe makin ngawur akunya.KAKAK NEXT CHAPTER DITUNGGU FIGHTINGGGGGGG……..

  8. wah panas banget ya #Kipas2 padahal lagi hujan wkwk……
    sehun mau nikah lagi itu kt jongin sm bapaknya sehun……
    next chapter di tunggu……

  9. itu pasti efek makan sayur asparagus tadi,semoga hyerin cepet hamil biar gak pisah sama sehun.
    aku bingung mau komen apa,yang pasti ff ini bagus deh,aku suka jalan ceritanya.
    ditunggu next chapternya ya kak.

  10. Gila ,, gila ,, gemeezzz ma sehun
    Itu sup isi ny apaan
    Aarrrhhhh gomawo ahjumma
    Ehh??
    Thor pinter bgt nempatin TBC ny
    Next chap d tunggu y thor

  11. aduh,itu ahjumanya pasti ngasih sesuatu deh,😀😀 jadi lupa sesaat kalo mereka cuma bsa brsama slma 1 bulan doang😦😦 jgn buat mereka pisah authornim.😦 ditunggu kelanjutannya ya authornim. fighting^^

  12. Sepertinya ada typo yg seharusnya jongin jadi jongbi flashback nih jadi keinget the story of vampire wkwkw
    Wahh suasananya makin panas aja nih yaudala ya hyerin terima aja serahin semuanya ke sehun wkwkw
    Ditungguu loh kak next chapternya ^^

  13. Aku selalu suka ff ini dari awal sampai sekarang. Bikin baper

    Trus truss apalagi kalo sampek nunggu lama pasti bakal bikin gua makin baper

    Panjangin ceritanya yaa beb. Kalau bisa masalah nya panjangin

    Trus ada adegan hot nya juga kalo bisa n jangan di pasword. Hehe otak yadong gua kambuh

    Pokok nya cepetan di publish chapter selanjutnya

    Aku tunggu karya mu ching
    Hwaittinggg

  14. jadi hyerin setuju m perjanjiaanya….jangan buat mreka berpisah thor 😭😭😭truz sehun mkan sop asparaguz lngsung brubah kya gitu..jgan2 sopnya dah d campurin sesuatu m ahjumma….ok thor d tunggu chapnya☺☺☺

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s