[EXOFFI FREELANCE] Bad Guy Beside Me (Chapter 14-Final)

badguy

Bad Guy Beside Me (Chapter 14)

Author : Jung Shafa

Length : Chaptered

Genre : Angst, Crime, Drama, Romance, Sad

Rating : General

Main cast : Yoo Nayeon (OC), Oh Sehun, Byun Baekhyun

Additional cast : Xi Luhan, Kris Wu, Park Chanyeol, Do Kyungsoo, Yoon Jihye (OC)

“Terimakasih telah hadir meskipun akhirnya kau pergi dan tak kembali lagi”

Perjalanan yang cukup melelahkan. Kini Nayeon sudah berada dipulau kecil yang tak tahu tepatnya dimana. Yang jelas sejak turun dari truk box tadi, Sehun mengajaknya untuk naik boat hingga ia sampai disebuah pulau. Jangan lupakan rumah mewah yang tak berpenghuni didalamnya.

“Apa aku boleh mengganti bajuku? Ini sangat dingin.”tanya Nayeon pelan.

“Tentu saja, mmmm kurasa aku tidak punya baju wanita disini.”ucap Sehun lalu pria itu menekan password pintunya.

Selalu begini, Sehun selalu didampingi dengan kemewahan yang diatas rata-rata.

Malam kembali menyapa, beruntung anginnya tak begitu kuat hingga Nayeon bisa keluar dan melihat-lihat pemandangan sekitar. Gadis itu melangkah pelan mendekati bibir pantai. Sesaat kemudian ia menggeleng kuat ketika sebuah ide terbesit dikepalanya.

“Aku tidak mau bunuh diri! Tidak mau!”ucapnya kesal.

“Tidak mau apa hah?”tanya Sehun dari belakang, sontak Nayeon berbalik arah. Pria itu melangkah santai sambil tersenyum tanpa beban. Lalu ia mengarahkan jari telunjuknya kelangit. Mengisyaratkan Nayeon agar melihat atas.

“Woaaa.”Nayeon terpana melihat ribuan bintang menyebar dilangit yang hitam kelam itu. Mereka bersinar begitu terang dan apik.

“Bagaimana lukamu?”tanya Nayeon,

“Sudah lebih baik.”Lalu pria itu duduk bibir pantai.

“Duduklah.”titah Sehun agar Nayeon duduk disampingnya. Sehun masih diam sambil mengamati gulungan ombak yang menyisakan buih saat tiba dibibir pantai.

“Bolehkah aku bercerita tentang sesuatu?”tanya Sehun seraya mengalihkan pandangannya pada Nayeon. Merasa bahwa Nayeon tidak tebiasa dengan pandangan seperti itu ia segera mengangguk cepat.

Sehun menghela nafasnya panjang.

“Kau pasti tahukan kalau Jonghun bukanlah ayah kandungku jauh sebelum ku katakan lusa kan?”tanya Sehun.

“Kris pernah memberitahuku tentang itu.”

“Lalu ayah kandungku?”

“Kris tidak mengatakannya.”

“Ayah kandungku adalah anggota pasukan khusus Korea Selatan. Dia terbunuh ketika bertugas di Palestina. Tidak dia memang sengaja dikirim oleh mendiang ayah Yeri agar ayahku lenyap karena hanya ayahlah satu-satunya saksi kasus korupsi yang dilakukan mendiang ayah Yeri bersama rekan-rekannya.”

Nayeon mengangguk mengerti. Jadi alasan dibalik Sehun membunuh perdana mentri adalah karena ayah kandungnya. Nayeonpun mengerti betapa hancurnya Sehun. Ia bahkan membuat orang yang telah membunuh ayahnya disanjung warga Korea.

“Lalu ibumu?”tanya Nayeon ragu.

“Sesaat setelah ayahku terbunuh. Jonghun datang lalu membunuh ibuku agar aku bisa dijadikannya menjadi seperti sekarang.”Sehun masih dalam ekspresi yang sama, datar. Namun Nayeon begitu paham bahwa pria itu begitu menderita, dia tak boleh meninggalkan Sehun. Ia harus tetap ada disampingnya.

“Untuk kejadian kemarin, aku minta maaf.”tutur Nayeon lirih.

Sehun tak merespon namun manik elangnya itu menusuk jauh kedalam bola mata hitam Nayeon. Hingga gadis itu dapat merasakan betapa kalutnya pria dihadapannya ini. Nayeonpun memeluk Sehun sambil menepuk punggungnya pelan.

“Gwaenchana Sehun-a, aku disini.”ucap Nayeon menenangkan.

***

Dipulau pribadi Sehun, gadis itu benar-benar merasa lebih baik dan aman. Hanya mereka berdua disini, tak ada polisi dan orang jahat -selain sehun-menghabiskan hari hari dengan tenang. Nayeon baru saja selesai mandi dan berniat untuk makan pagi bersama Sehun. Namun sesampainya diruang makan Sehun tidak ada, ini tidak biasanya karena Sehun akan selalu menyiapkan makanan disana.

“Sehun-a”panggil Nayeon lalu gadis itu meraih piring dirak berniat untuk menyiapkan nasi.

“Tap tap tap”derap langkah Sehun menuruni anak tangga begitu tegas. Wajahnya menyiratkan keadaan bahaya, Sehun menapaki anak tangga sambil mengisi peluru pada pistolnya.

“Ada apa?”tanya Nayeon.

“Pasukan khusus Korea Selatan akan datang beberapa menit lagi. “

‘Prang!’piring ditangan Nayeon terjatuh begitu saja.

Baru beberapa hari dia mersa tenang disini, Lalu bahaya mengusiknya lagi. Nayeon masih terpaku ditempatnya seakan tidak terima dengan keadaan yang harus menimpanya.

“Semua akan baik-baik saja.”Sehun mengecup singkat bibir Nayeon.

Gemuruh suara helikopter diringi beberapa tembakkan yang mengarah pada rumah ditengah pulau pribadinya menandakan bahwa mereka datang. Sebulir air mata menetes dari mata indah Nayeon, akankah dia bisa bertahan lagi?

Sehun kemudian membawa Nayeon kedalam pelukkannya.

“Tetaplah seperti ini.”ucap Sehun lalu mulai melangkah penuh waspada keluar dari rumahnya.

Suara tembakan terus menderu seakan tak ada jeda sedikitpun. Peluru melesat disana sini menembus apapun yang dilewatinya. Sehun masih mendekap erat Nayeon yang menangis ketakutan seraya terus menembakkan peluru dari pistol digenggamannya pada para tentara yang masih saja mengincar otak dan jantungnya untuk menjadi sasaran peluru.

Sekarang atau esok semua memang harus berakhir tak peduli bagaimana caranya. Tidak bisa jika terus bertahan dalam keadaan seperti ini. Siap atau tidak semua harus diakhri…

“Duar!!”

“Argh!”Sehun mengerang kesakitan sambil memegangi dada kirinya yang kini telah penuh darah. Pelukannya pada Nayeon yang tadinya begitu erat kini mulai merenggang hingga akhirnya terlepas begitu saja ketika satu peluru lagi mengenai betisnya. Sehun roboh disamping pistolnya yang lebih dulu terjatuh dari genggamannya.

“Oh Sehun,pria jahat tak berhati itu benar-benar merugikan negara. Kau tau? Seandainya aku bertemu dengannya aku akan menghajar pria itu.”

“Kau jahat! Kau membunuh Baekhyun lalu membuatku takluk dalam pelukanmu dalam satu waktu, bagaimana bisa?”

“Aku akan ikut kemanapun kau pergi, bahkan jika itu mengancam nyawaku sendiri.”

“Aku mencintaimu sampai kapanpun.”

Semua kenangannya bersama Nayeon seolah terputar dibenaknya silih berganti dalam tempo yang cepat membuat kepalanya makin pusing.

“Oh Sehun!!”teriak Nayeon  dengan tangisnya yang makin menjadi.

“Sehun-ah!”gadis itu menahan aliran darah yang terus keluar dari dada kiri Sehun dengan kedua tangannya.

“Jangan tinggalkan aku sendirian, bertahanlah”tangis Nayeon.

“Saranghae Nayeon-a”ucap Sehun.

Kemudian dua orang tentara menghampiri Nayeon.

“Ayo kita kembali ke Korea!”ucap salah seorang tentara pada Nayeon.

“Bawa Sehun juga, aku ingin dia segera diobati.”ucap Nayeon dengan suara paraunya tanpa memandang lawan bicaranya.

“Dia akan mati disini. Negara kita tidak menerimanya bahkan jasadnya.”balas tentara itu setelah berjongkok didekat tubuh Sehun yang lemah.

“Kalau begitu kenapa tidak membunuhku juga?”Nayeon memandang tentara itu dengan penuh kemarahan.

“Tugas kami adalah menyelamatkan sandera bukan membunuh sandera.”ucap tentara itu, Nayeon meremas ujung jas hitam Sehun. Amarahnya tak lagi dapat terbendung karena tentara itu sudah membuatnya kehilangan satu lagi orang yang amat dicintainya.

Kedua tentara itu menarik paksa Nayeon meninggalkan Sehun yang mungkin sebentar lagi akan meregang nyawa. Tangis Nayeon kembali pecah, semua usahanya untuk lepas dari cengkeraman dua tentara itu sia-sia semua tenaganya sudah tersedot habis karena melihat Sehun yang tengah sekarat didepan matanya sendiri.

“Maafkan aku yang telah membut hidupmu berantakan. Yoo Nayeon, aku menyayangimu.”gumam Sehun sambil memandangi Nayeon yang masih saja menjerit dengan tangisnya yang membuat ngilu dijantung Sehun makin menjadi menjalar keseluruh tubuhnya dan perlahan merenggut kesadarannya. Mata elangnya berkaca-kaca, mengaburkan pandangannya pada sosok Nayeon yang kini telah masuk kedalam helikopter dan bersiap meninggalkan pulaunya. Hingga semuanya menjadi gelap dari pandangan Sehun.

Nayeon memadang pulau dibawahnya, Sehun tergeletak disana tanpa seseorang yang menemaninya. Gadis itu tau benar bagaimana pria itu sekarang, menahan rasa sakit diujung hidupnya sendirian. Sendiri, hanya seorang diri dipulau yang jauh dari keramaian. Tak ada orang yang setidaknya bisa menemani pria itu disaat-saat terakhirnya.

Nayeon menatap nanar kedua telapak tangannya yang penuh darah. Gadis itu belum berhenti menangis sejak tadi.

Inilah akhirnya dan ia harus menerimanya. Siap atau tidak ini telah berakhir, Nayeon harus kembali pada hidupnya yang sebenarnya.

***

Nayeon melangkah gontai menuju kedai kopi Kyungsoo setelah turun dari pemberhentian bus. Hari ini adalah peringatan kematian Baekhyun, gadis itu baru saja dari makamnya. Sekembalinya Nayeon dari pulau pribadi Sehun 3 hari yang lalu dia belum sempat menemui sahabat-sahabatnya. Hanya berhubungan lewat telepon dan itu tidak cukup untuk menghapus rasa rindunya. Nayeon terlihat lebih kurus dari 6 bulan yang lalu. Lingkar hitam dibawah matanya begitu tercetak jelas. Wajahnya itu pucat dan lesu.

“Nayeon-ah”Jihye berlari menghampiri dan memeluk Nayeon erat. Jihye berusaha sekuat mungkin untuk tidak menangis didepan Nayeon. Kyungsoo sudah memperingatkannya berkali-kali sebelum Nayeon datang tadi.

“Kau terlihat kurus sekali.”ujar Jihye sambil membimbing Nayeon duduk disamping tempat duduknya.

“Makanlah Kyungsoo telah membuatkanmu banyak makanan, kau harus makan yang banyak. Arra?”suara Jihye benar-benar terdengar ingin menangis, jika Kyungsoo tidak memandanginya sejak tadi mungkin Jihye sudah menangis sekarang.

“Kau ingin menangiskan? Menangislah tidak apa apa.”Nayeon kemudian membawa Jihye kepelukannya dan tak butuh waktu lama Jihye menangis tersedu disana.

Nayeon mengusap pelan punggung Jihye dengan senyum yang masih tercetak dibibirnya. Hei sebenarnya siapa yang baru saja kehilangan orang yang dicintainya sekarang? Kenapa Jihye menangis seperti itu.

“Jihye-a kapan kau bisa menjadi gadis sekuat Nayeon ha?”tanya Chanyeol jengah.

Bagaimana tidak jengah kalau gadis itu sejak mendengar kematian Sehun 3 hari yang lalu dia tidak berhenti menangis.

“Aku baik-baik saja Jihye.”ujar Nayeon dengan dusta. Siapa yang akan baik-baik saja saat mengalami hal yang sama untuk kedua kalinya. Pria yang amat dicintainya meregang nyawa didepannya, untuk kedua kalinya. Seandainya Nayeon bukanlah gadis yang benar-benar kuat mungkin dia sudah berada dirumah sakit jiwa sekarang.

“Makanlah aku memasaknya dengan penuh cinta untuk sahabatku yang paling kuat.”hibur Kyungsoo.

***

Nayeon duduk disamping kursi kemudi mobil Chanyeol. Maniknya menatap lurus kedepan, Ia benar-benar merindukan Seoul. Hidupnya akan kembali aman sekarang, ketika luka dihatinya sembuh maka semua akan baik-baik saja.

“Nayeon-a”panggil Chanyeol memulai perbicangan.

“Hm”

“Maaf.”ucap Chanyeol pelan namun sarat akan penyesalan yang mendalam. Nayeon hanya menatap pria itu bingung.

“Seandainya dulu aku memberitahumu bahwa Sehun telah merencanakan pembunuhan Baekhyun aku yakin semua tidak akan jadi seperti ini”jelas Chanyeol dengan perasaan takut yang amat sangat, takut jika Nayeon marah padanya.

“Maaf karena aku telah membuatmu kehilangan orang yang kau sayangi”lanjut Chanyeol. Nayeon masih dalam diamnya, maniknya berkaca-kaca. Tidak! Dia tidak marah pada Chanyeol karena marah tidak akan mengubah apapun sekarang. Hanya saja ia terlalu kecewa pada Chanyeol.

“Hentikan mobilnya sekarang Chan!”titah Nayeon.

“Hentikan Chan!”kini suara gadis itu semakin meninggi. Baru saja dia berharap hidupnya akan tenang setelah ini dan Chanyeol malah menghancurkan harapannya.

“Maaf Chan, mungkin aku butuh waktu untuk menerima semuanya”gumam Nayeon seraya memandangi mobil Chanyeol yang makin jauh.

***

“Makanlah.”Jihye menyodorkan sepiring tteobokki untuk pria yang masih menenggelamkan wajahnya dikedua lututnya.

“Kris.”panggil Jihye.

Kris masih terdiam, 3 hari ini ia mengurung diri didalam kamar Sehun. Hanya makan beberapa potong roti dan segelas susu itu pun selalu tidak dihabiskan.

“Makanlah kumohon.”kali ini suara Jihye terdengar bergetar menahan tangis.

Kris perlahan mengangkat kepalanya. Wajah pucatnya semakin membuat Jihye khawatir.

“Kau sakit Kris?”Jihye meletakkan punggung tangannya ke dahi Kris dan benar saja, Kris demam tinggi.

“Kita harus kerumah sakit.”ucap Jihye.

“Tidak.”balas Kris lemah membuat Jihye makin prihatin melihat keadaannya.

***

Jihye masih menggenggam tangan Kris, pria itu masih memejamkan matanya sejak masuk ke kamar rawat. Kondisi tubuh Kris benar-benar lemah saat ini. Sejak sepeninggalan Sehun ia tidak pernah makan dengan layak.

Mengurung dirinya didalam kamar Sehun. Hanya makan beberapa suap itu pun Jihye memaksanya.

“Nayeon memintaku untuk memberikannya padamu.”ucap Jihye, sambil menyerahkan sebuah kertas yang dilipat sedemikian rupa.

“Itu dari…..”Jihye menggantungkan kalimatnya. Takut jika ia menyebut nama Sehun maka Kris akan makin sedih.

“Sehun kan?”

Jihye mengangguk.

‘Ma lil bro Kris Wu,

Aku tertawa saat menulisnya Kris. Kau tau kenapa? Karena aku merasa seperti seorang tentara yang hendak pergi perang lalu menyiapkan surat wasiat untuk orang-orang terdekatnya. Padahal aku akan pergi untuk lari dari buronan pasukan khusus.

Aku tidak tahu harus menulis surat untuk siapa, hanya kau dan Luhan hyung. Aku tak akan berpesan banyak untukmu. Aku hanya ingin kau kembali menjadi seorang dokter. Jangan lupa untuk segera menikah kau tidak lagi muda! Aku tidak ingin melihatmu mati sebelum menikah Kris.

Menikahlah dan kau akan memiliki keluarga.

Sehun’

Beijing, sore ini begitu bersahabat. Cuaca begitu cerah dan keadaan kota tak terlalu padat. Luhan memilih untuk duduk dicafetaria kantornya. Menikmati secangkir kopinya agar sedikit mengurangi kantuknya setelah berkerja seharian. Lalu ia teringat akan kiriman dari Nayeon lusa. Ia pun merogoh saku jasnya lalu mengeluarkan sebuah kertas.

‘The rich boss Luhan hyung,

Maaf,

Itu pertama yang harus kusampaikan karena aku merasa begitu durhaka padamu.

Tetaplah menjadi Luhan yang sekarang Hyung. Kau hebat! Aku menyayangimu. Hyung, saat aku menulis surat ini aku tidak tahu nantinya Nayeon akan selamat atau tidak. Kuharap dia masih hidup hyung, jika sekarang Nayeon masih hidup maka ku mohon jaga dia hyung. Jangan biarkan dia merasa sedih atau kesepian. Aku sangat mencintainya hyung. Aku juga sangat mencintaimu kau adalah hyung terhebat yang kumiliki.

Sehun’

Luhan menarik nafasnya panjang. Mencoba mencari udara segar yang bisa dihirupnya sekarang. Karena rasanya cafetaria terlalu pengap saat ini. Tidak bisa dipungkiri bahwa Luhan sangat menyayangi adiknya begitu juga sebaliknya.

***

3 bulan kemudian.

Nayeon turun dari boat yang telah menepi dipulau pribadi Sehun dengan seikat bunga aster putih ditangannya. Gadis itu memandangi sekeiling pulau yang damai tempatnya berpijak sekarang. Rumah itu masih berdiri kokoh, saksi bisu kejadian mengerikan yang terjadi tepat satu tahun yang lalu. Derai lembut angin musim semi terasa segar menerpa kulit Nayeon. Bunga-bunga cantik yang tumbuh disekitar rumah membuat kesan damai terlebih beberapa burung yang terbang kesana kemari seolah menyampaikan kabar bahwa ada yang datang. Hari ini Nayeon datang, bukan untuk mangenang hanya untuk menyambangi dan memastikan bahwa Sehun tidak akan kembali seperti yang dimimpinya akhir-akhir ini. Mungkin memang karena ini adalah hari ulang tahun Sehun jadi Sehun ingin disambangi. Nayeon melangkah ketempat dimana satu tahun lalu Sehun yang kuat benar-benar roboh.

Gadis itu mulai merasakan ribuan benda asing yang seolah berjejal didadanya membuatnya sesak dan memaksanya untuk menumpahkannya lewat air mata. Namun mustahil, semua takkan bisa berubah meski Nayeon terus menangisinya. Semua telah berlalu dan berubah menjadi kenangan. Itu sudah ketentuannya.

“Ada tamu rupanya”ujar seseorang yang baru saja muncul dari taman belakang. Pria yang masih saja maskulin dengan setelan jas dan sepatu hitamnya. Rambutnya disisir kebelakang menampakan dahi sempitnya.

Kedua tangan Nayeon bergetar hebat, seikat bunga yang tadinya digenggamannya dengan kuat kini telah jatuh. Bibirnya seperti hendak mengatakan sesuatu tapi lidahnya kelu. Tubuhnya seolah beku tak mampu bergerak. Ia berusaha kuat untuk menepis fikiran konyol diotaknya sekarang. Sehun itu sudah pergi dan dia tak mungkin kembali, yeah dan itu memanglah benar. Nayeon menoleh kearah sumber suara itu.

“Oppa”kata yang berhasil dia ucapkan dengan susah payah setelah kekecewaan melanda batinnya kini. Pria itu tersenyum lalu berjalan mendekati Nayeon.

“Maaf karena  3 bulan yang lalu aku datang tepat sesaat setelah adikku menghembuskan nafas terakhirnya.”Luhan tertunduk menyesal.

Nayeon mengusap air matanya.

“Tidak oppa, ini sudah takdir.”balas Nayeon.

Dadanya terasa begitu sesak sekarang. Ia benar-benar menginginkan kehadiran Sehun disini.

“Apa kau marah padaku?”tanya Luhan pelan.

Nayeon lalu menghambur kedalam pelukan Luhan dan kembali menumpahkan air matanya disana. Entah, Hatinya terasa begitu sesak sekarang. Ia terlalu merindukan Sehun.

***

Nayeon membiarkan hembusan angin meniup surai coklatnya. Membiarkannya menari-nari bebas. Mata sembabnya masih fokus menatap pada gulungan ombak yang bergulung ria, lalu pecah dibibir pantai.

“Apa yang Sehun tulis disurat itu oppa?”tanya Nayeon.

“Dia memintaku untuk menjagamu.”jawab Luhan.

Nayeon menoleh menatap wajah Luhan kemudian ia tersenyum.

“Hanya itukah?”

“Lalu dia menyuruhku agar tetap kaya, Itu saja.”

“Apa kau sudah punya seseorang untuk dicintai?”tanya Luhan.

“Aku sedang tidak ingin jatuh cinta oppa.”

“Bagus, dengan begitu kau tak akan terluka lagi. Aku lebih mudah menjaga seorang gadis yang tidak jatuh cinta.”

Nayeon kemudian tertawa setelah mendengarnya.

“Aku menyayangimu.”batin Luhan.

***

Nayeon tersenyum cerah dengan balutan gaun warna putihnya didalam ruang ganti pengantin wanita.

“Siapa yang menikah sebenarnya?”tanya Kyungsoo seraya meletakkan rangkaian bunga mawar buatannya kemudian duduk disamping Nayeon.

“Aku sangat bahagia Soo, Jihye pasti lebih bahagia.”

Sesaat kemudian Jihye keluar dari ruang ganti. Dia tersenyum malu-malu seraya sedikit membetulkan gaunnya.

“Pengantin wanita sudah siap! Ayo kita mulai.”sorak Nayeon girang.

Kris telah melamar Jihye satu minggu lalu. Pria itu bahkan menyewa restoran bintang 5 di Gangnam untuk moment itu. Pernikahan juga tidak kalah mewahnya. Terlebih Luhan ikut menyeponsorinya, mereka benar-benar seperti raja dan ratu hari ini.

“Kemana Luhan dan Chanyeol?”tanya Kris yang baru saja masuk kedalam ruangan.

***

Luhan berdiri mematung seraya memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana. Pria itu terus memandangi pria tinggi dihadapannya dengan manik rusanya.

“Ada apa Chan?”tanya Luhan datar pada pria yang ternyata adalah Chanyeol.

“Kau akan melamar Nayeon?”tanya Chanyeol khawatir.

Ia mengkhawatirkan bahwa cincin yang dibeli Luhan kemarin untuk Nayeon. Kemarin ketika pergi membeli kado pernikahan untuk Jihye, Chanyeol melihat Luhan tengah membeli cincin.

“Ya, aku tidak ingin membiarkannya terlalu lama larut dalam kisah kelamnya dimasa lalu.”jawab Luhan tegas.

Chanyeol menghela nafasnya gusar mendengar jawaban Luhan.

“Kau mencintainya?”tanya Luhan.

“Aku tidak tahu, aku hanya terlalu memikirkannya sekarang. Sejak kematian Baekhyun aku selalu mengkhawatirkannya. Sekarang aku tidak bisa untuk tidak memikirkannya.”

Luhan menggenggam kuat kotak cincin didalam saku celananya. Haruskah dia mengalah? Tapi bukankah ia juga belum tahu Nayeon akan menerimanya atau tidak?

“Nikahi dia.”ucap Luhan tegas. Lalu ia menyerahkan kotak cincin yang sedari tadi digenggamnya.

“Nayeon itu gadis yang kuat, buatlah dia jatuh cinta padamu. Jangan biarkan dia menangis. Meskipun aku menyanyaginya tapi kurasa aku akan selalu membuatnya terus mengingat mendiang Sehun. Karena aku adalah kakaknya.”

Chanyeol menatap nanar kotak cincin yang kini ditangannya. Haruskah?

***

Maldives,Semilir angin nan lembut membawa kehangatan untuk setiap orang yang tengah berbagia. Menyajikan hamparan biru segar yang menyegarkan mata dengan aksen pasir putih yang membentang. Burung pantai terlihat terbang rendah untuk mencari ikan-ikan diantara beningnya laut. Jangan lupakan dengan semburat awan putih yang terlukis dilangit yang tak kalah biru. Impian Nayeon, berlibur ke Maldives lalu bermalam disebuah resort yang terletak dibibir pantai seperti ini.

Luhan masih termangu ditengah jembatan penguhubung antar kamar. Celana selutut dengan tshirt yang dilapisi kemeja pendek semua serba putih. Membuat pria itu telihat sangat tampan. Sesaat kemudian ia memandangi cincin yang melingkar di jari manisnya.

“Sampai kapan disitu?”tanya seorang wanita dengan dress selutut berwarna putih. Luhan tersenyum beralih memandang wanita yang kini berjalan mendekat kearahnya itu. Ia kemudian membentangkan kedua tangannya membiarkan wanitanya memelukknya.

“Saranghae Nayeon-a”

“Gomawo Luhan-a”

Nayeon masih memejamkan matanya didalam pelukan Luhan. Merasakan angin musim panas Maldives yang begitu didambakannya.

***

“Aku tidak ingin merusak persahabatan kita Chan.”ucap Nayeon seraya mengembalikan cincin pemberian Chanyeol.

Entah kenapa saat itu perasaan Chanyeol begitu lega. Sejak Luhan memintanya untuk melamar Nayeon, hatinya malah makin tak karuan. Dia merasa masih terlalu muda sebagai pria untuk memulai hidup menjadi seorang suami. Terlebih bersama seorang sahabay yang lebih dari 7 tahun bersama.

Lalu Chanyeol memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya ke Amerika. Sedangkan Kyungsoo membangun sebuah restoran berbintang di Gangnam.

Jihye yang kini memulai pendidikannya dibidang kesehatan agar dapat mendampingi Kris ketika bekerja dirumah sakit maupun klinik pribadinya.

***

‘Sehun-a bagaimana kabarmu? Hidup tanpamu itu sangat sulit. Kau tau? Aku selalu menangis saat rindu ini terasa begitu berat. Beruntunglah aku punya Luhan sekarang, dia selalu menguatkanku saat aku benar-benar merasa rapuh.

Sehun-a? Apa kau masih sakit sekarang? Apa Tuhan menghukummu terlalu berat? Aku selalu berdoa agar Tuhan memaafkan segala kesalahanmu. Agar para malaikat berhenti menyiksamu atas semua dosa-dosamu.

Kau tau? Sampai sekarang aku masih sangat menantikanmu kembali lagi. Setiap aku membuka mata, aku berharap kau ada disampingku. Tapi itu semua tak akan pernah terjadi.

Sehun-a,

Apa kau ingat pertemuan kita di kedai kopi beberapa tahun lalu? Ah itu adalah pertemuan pertama kita kan? Dan kemudian aku berada didalam bank yang saat itu tengah kau rampok kan?

Terimakasih telah membuatku merasakan hal baru yang hebat. Membuatku merasakan bagaimana tertembak bahkan 2 kali. Membuatku merasakan dikejar pasukan khusus. Membawaku kedunia mu yang begitu gelap dan menyeramkan.

Aku akan terus berusaha menganggap semua yang kita lalui hanyalah mimpi belaka. Agar perasaan sakit ini tak lagi menghujam dalam hatiku yang telah banyak terluka.

Aku akan baik-baik saja disini dan kuharap kau baik-baik saja disana.

Nayeon.’

📓The End📓

Terimakasih~~~~ untuk semua yang udah menyempatkan diri buat baca fanfic ini~

Special thanks for semua readers yang udah setia buat komen disetiap chapternya yaa~~

Akhirnya fanfic ini berakhir juga hehe~ maaf kalo kurang memuaskan yaa saya hanya manusia biasa yang jauh dari kata sempurna~

Bye byeeee sampai jumpa di fanfic berikutnyaa 💞

 

26 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Bad Guy Beside Me (Chapter 14-Final)

  1. AKU BARU BACA GILA INI TUH UDAH LAMA BANGET FF TAPI HADU KENAPA TELAT BACA AKU UUN SEKALIH! KENAPA SEHUN NYA MATIII😭😭😭😭😭 SEQUEL JUSEYOO BIKIN SEHUNNYA HIDUP TERUS MENIKAH SAMA NAYEON😭😭😭😭😭 SAYANG BANGET BANGET BANGET BANGET😭😭😭😭😭😭 MATINYA TRAGIS PULA😭😭😭 KENAPA SIH HUN SEGALA JADI MAFIA AH😭

  2. Kemarin udah baca, tapi dari hp jadi blum comment gara2 belum login akun…hehe
    Waeee….wae…..?!!! Kenapa Sehun ninggalin nayeon sihh…tega banget kamu chingu huhu😥
    Aku kirain Sehun bakalan ada yg nolongin gitu…rupanya Luhan telat😥
    At the end,,Luhan married with nayeon…ck…menurut aku sihh rada kurang aja yaa kalo nayeon nikah sama Luhan….apalagi nayeon masih ngga bisa lepas dr bayang2nya Sehun…
    Bad Guy Beside Me pun end😥 aku harap ada next ff dgn cast sehun atau jongin yaa hehe…aku juga karakternya Nayeon dlam ni ff…apalagi di awal2 seru banget…
    Tetap semangat yya chingu…aku menantikan karya2mu yang lain^^

  3. Akhirnyaaaa :’) End juga
    Sedih banget yg part sehun ketembak trus ditinggalin gitu aja dipulau T.T pengen nangis euy

    Tp ujungnya nayeon sm luhan😄 hampiiiirr ke chanyeol :s
    Happy-sad ending deh X3
    Semoga sehun bahagia disana :’)

    Chukkae BGBM udah kelar eonn ^0^

  4. Aarrggghhh
    Ayolahhh thorr ,, meler bgt ff ny ,, baper abis ,, OMG ,, aahhh sehun kasian bgt sih endingny ,, huhuhu
    Fighting thor

  5. Maaf buat bilang ini, tapi aku g rela sehun mati. Aku maunya dia sama nayeon. G pernah kebayang bakal kaya gini endingnya. Moga kalo bikin ff lagi cast nya sehun nayeon dan berakhir happy ending. Makasih buat kerja kerasnya buat bikin ff sekeren ini. Salut bgt buat author. Di tunggu projek selanjutnya 🙏🙏🙏🙆🙆🙆🙇🙇🙇

  6. huaaaa :((( sad end bener bener sad end!! sehun kuhh😥 hikss. baper dahh. huuhu T.T yahh mngkin takdirnya sehun udah gini kali yess. aku terima deh -.- aku kira akhir2 nya sehun bakalan dateng gitu, gajadi mati, eehh trnyata itu cuma luhan😦
    NICESTORY! :d

  7. FF bagus yg pernah aku baca
    Gak bisa berkata apa”
    Rasanya aku kayak di posisi cewe nya.
    Maaf ya kak aq cuma bisa komen di last chapter ini
    Aku baca nya sampek nangis sesenggukan
    Semoga komen an ini bisa menyangkut semua nya dari chapter awal sampai akhir
    Bener bener FF terhebat dan sukses bikin aku nangis kayak gini
    Author hwaitting
    Tetap berkarya yaaa

  8. jadinya sehun tetep mati…dia kan mafia kelas ikan paus..ditembak beberapa kali pun harusnya jangan mati sehun….
    apalah dayaku jika ceritanya tetap begitu..hahhh..
    trus gimana tuh luhan nayeon..nikahkah?? mereka ke maldives itu bulan madu kah???
    pdahal gk ada critanya luhan ketemu nayeon trus suka”an…kok tau” luhan udah sayang aja sama nayeon..
    kalo chanyeol mah kelihatan sukanya..tapi ksian ya bertepuk sebelah tangan..

  9. kirain yang negur sehun rupanya luhan….

    HUWAAAA…!!! jadi nayeon akhirnya nikah sama luhan… yah.. boleh saya tidak berhak mengganggu cerita thor Shafa..

    sehun meninggalnya tragis.. aku jdi sempet mikir siapa yg nguburin..??#Sehun masih hidup Raerinn… :*

    thor.. gumawho mulai dari awal ceritanya tegang dan rada gemes sama sehun..
    ditunggu karta selanjutnya…❤❤❤ .

  10. jauh dari ekspektasi awalku kak. sehun udah gaada ya? :’) :’) beruntungnya nayeon punya bnyak orng yg sayang ama dia🙂 akhirnya jihye sma kris? luhan yg dpet nayeon? keren deh konsepnya. dari awal ceritanya sulit ditebak😉 . suka sekali. ditunggu karya selanjutnya kak. atau kalo boleh,kasih sequel ini dong kak. 1 sequel jg gamasalah. lebih juga boleh. hehe😀 udah kebanyakan komen yah? duh maafkan kak,fighting kakk^^

    • aku juga pngen sebenernya bkin sequel tapi nanti malah nambah ruwet keknya hehehe udah segitu aja kasian nayeon capek. 😂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s