[EXOFFI FREELANCE] Till Next Time

exo-lay-pathcode-teaser-1.jpg

Till Next Time

Lay & OC || Romance, Married Life|| G

Seorang gadis duduk termenung di sebuah bangku taman sambil memegang kertas putih dengan beberapa baris tulisan,ia menunggu seseorang yang seharusnya sudah datang beberapa menit lalu,

“ Hana-yaa ” sebuah suara membuat wanita itu memalingkan wajahnya,Wanita itu tersenyum manis dan memasukan kertas yang tadi ia pegan kedalam tas tangannya,

“ maafkan aku, meeting kali ini sangat panjang ” laki – laki itu memberikan pelukan hangannya pada wanita yang berada di sampingnya,

“ tidak apa – apa, aku baru saja datang ” wanita itu memberikan senyum termanisnya,

“ jadi ada apa ? mengapa kau menyuruhku untuk datang kemari ? ” laki – laki itu bertanya,

“ Yixing-aa, apa.. kau punya seorang wanita lain di hatimu ? ” Hana memulai pembicaraan,

“ apa – apaan ini ?, kau menyuruhku untuk datang kemari cepat – cepat hanya ingin membahas masalah yang tidak penting seperti ini ? ”

laki – laki yang sah menjadi suami Hana 2 tahun lalu itu memandang istrinya tidak percaya,

“ apa yang dokter katakan ? ” Lay kini bertanya pada Hana yang nervous,

Hana diam, ia sama sekali tidak ingin mendengar pertanyaan ini dari suaminya,

“ aku akan menunggumu di rumah ” tiba – tiba Hana berkata dan berjalan meninggalkan Lay yang masih duduk di kursi taman,

laki – laki itu memandang langit biru, pikirannya terbang sekitar tiga tahun lalu saat dirinya mengantar ibunya ke dokter spesialis Jantung, saat itu Lay berdiri di depan ruang dokter bersama pasien – pasien lain yang menunggu giliran, matanya menyisir ruangan untuk mencari tempat duduk untuk ibunya yang terlihat sudah mulai lelah,

“ Permisi, silahkan duduk di sini ” suara seorang wanita memberikan tempat duduknya pada ibu Lay, Nyonya Zhang,

“ Aigo.. Gadis cantik, terima kasih banyak ” nyonya Zhang menyentuh tangan wanita itu,

saat itu adalah kali pertama Lay bertemu dengan wanita pujaan hatinya,

setelah kejadian itu Lay berusaha mendekati Hana secara hati – hati dan mengetahui jika wanita itu mempunyai masalah dengan jantungnya yang lebih lemah dari pada manusia pada umumnya.

waktu berlalu, Lay juga Hana menjalin kasih walau Lay tau keadaan Hana yang tidak mungkin bertahan lama, ketika Hana menghadapi masa kritisnya Lay akan selalu berada di sisi Hana dan meninggalkan segala pekerjaan yang ia punya hanya untuk menunggu Hana di rumah sakit.

Kerja keras Lay di bayar dengan pernikahannya dengan Hana 2 tahun lalu, walaupun Hana sering sakit – sakitan tapi Lay tidak pernah menyerah untuk mendukung istrinya, tidak sekali Hana menyerah dan tidak ingin melanjutkan pengobatannya lagi, tapi Lay selalu memberikan semangat hidup untuk Hana bagaimanapun caranya.

Lay memasuki rumahnya dengan hati gelisah, terlihat Hana terduduk di ruang tamu dengan segelas wine di tangannya, melihat Lay memasuki rumah, Hana berjalan dengan senyum di wajahnya mengambil tas kerja Lay dan jas hitam yang ia pakai,Lay membanting tubuhnya ke sofa, setelah beberapa menit Hana datang membawa secangkir teh hangat seperti biasa.

Mereka berdua menikmati teh hangat tanpa suara, Lay yang hanya memandang gelasnya dan Hana yang hanya membuang wajahnya,

“ aku… ingin kita bercerai ” Hana membuka pembicaraan,

“ aku tidak menuntut apapun aku hanya… ”

“ aku tidak akan menceraikan siapa – siapa ” Yixing memotong kata – kata Hana cepat,

“ Apa kau tidak mengerti keadaanku ? aku tidak mungkin memberikanmu keturunan ” Hana memandan mata Lay dengan air mata,

“ Hana-ya, aku tidak pernah meminta keturunan ”

“ aku… aku tidak ingin menjadi bebanmu lagi Lay ”

“ CUKUP ! KAU BUKAN BEBAN UNTUKKU DAN KITA TIDAK AKAN BERCERAI ! ” Lay berteriak dan meninggalkan Hana di sofa besar itu.

Lay memasuki kamar tidurnya dengan hati yang hancur, ia duduk di tempat tidur dan memegang kepalanya yang berdenyut kencang,

“ apa yang harus aku lakukan ” Lay mengerang di dalam diam,

matanya menangkap sebuah amplop di atas meja rias istrinya,

dengan hati – hati ia membuka isi amplop putih itu,

terlihat sebuah kertas dengan tulisan tinta hitam hasil pemeriksaan yang Hana jalani, di akhir kalimat sebuah baris kata tertulis dengan tinta merah,

tertulis bahwa Hana hanya akan hidup 3 bulan lagi,

“tiga bulan ” Lay mengucap dalam desak air matanya,

Lay menutup matanya rapat, setetes airmata membasahi pipinya,

Ia meremas kertas yang ada di tangannya, mengapa Hana tidak pernah memberi tahunya tentang kondisi kesehatannya yang sangat menurun, ia menyandarkan punggunya di pintu masuk kamarnya, ia benar – benar tidak punya energi sedikitpun walau hanya untuk berdiri dari posisinya,

“ uhuk – uhuk – uhuk ” terdengar Hana terbaruk keras dari luar ruangan,

dengan cepat Lay membuka pintu dan memeluk Hana yang sedang menutupi bagian bibirnya dengan selebar tissue,

“ Hana-ya.. maafkan aku ” Lay benar – benar tidak bisa menahan emosinya saat ini,

Hana hanya terdiam, ia tak mengerti apa yang harus ia lakukan sekarang,

“ Hana-aa, jangan pernah menguruhku untuk berhenti mencintaimu, karena.. itu sama saja kau meminta jantungku untuk berhenti berdetak ” Lay mengeratkan pelukannya,

Hana menarik tangan Lay dan memutuskan pelukan mereka,

“ Lay, aku tak ingin kau menghabiskan hidupmu hanya demi wanita sepertiku ”

“ AKU TAK PERDULI DENGAN SEMUA INI ! HANA-YA ! TIDAK KAH KAU MENGERTI AKU HANYA MEMBUTUHKANMU DI HIDUPKU, AKU TIDAK BUTUH KETURUNAN AKU TIDAK BUTUH SEMUA UANG YANG AKU PUNYA, AKU…. ” Lay benar – benar tidak habis pikir, ia hanya menundukan kepalanya menahan setiap kata – kata yang ingin ia ucapkan

“ biarkan aku menemanimu seumur hidupmu, 1 bulan 2 bulan 3 bulan, aku tidak peduli ” Lay kembali melanjutkan perkataanya dengan sedikit tenang,

Hana menyatukan bibirnya dan bibir Lay pelan,

Hana memberikan semua rasa yang ia punya, rasa sedihnya, rasa khawatirnya, rasa kecewa dan yang terpenting adalah rasa cintanya,

“ aku mencintamu.. ” Hana berkata dan memberikan pelukannya,

Lay mengelap air mata di pipinya, ia begitu takut dengan semua kenyataan yang begitu menyiksa ini,

“ apa kau ingin pergi ke suatu tempat ? ” Lay bertanya,

“ apa kita bisa pergi ke Pulau Jeju, villa yang kita pakai saat berbulan madu, aku… ingin pergi ke sana ? ” Hana menjawab,

“ baiklah ” Lay tersenyum,

~~~

Hana dan Lay menyewa kembali villa yang dulu mereka pakai saat berbulan madu,

“ semuanya sama… tidak ada yang berubah sedikitpun ” Hana melompat senang di tengah langkahnya,

“ hana-yaa, pelan – pelan, aku takut kau terjatuh ” Lay yang khawatir menarik tangan Hana,

“ waeee ? ” Hana memberikan wajah kesalnya,

Lay melepas nafas beratnya

“ baiklah, apa kau bisa menungguku di bangku itu selagi aku memasukan barang – barang ini ? ” Lay bertanya,

Hana memandang bangku itu dan duduk di sana dengan senyum lebar menunggu Lay yang memasukan barang – barang mereka.

Hari demi hari selalu menjadi hari yang menyenangkan untuk Lay dan Hana yang kembali menikmati rasa bulan madu mereka yang ke dua,

Mereka selalu berjalan – jalan di pinggir pantai untuk mencari kerang dan berbelanja di pasar segar untuk memesak, semuanya sangat sempurna, begitu sempurna sampai Lay merasa takut jika keesokan hari ia tidak bisa menemukan wanita itu lagi,Lay hanya terus memberikan semua senyum manisnya pada Hana, ia terus menuruti apapun yang Hana minta walupun terkadang Lay akan sedikit jengkel dengan tingkah Hana yang tidak ingin pulang ke rumah sebelum malam pekat tiba.

2 bulan berlalu begitu cepatnya, Hana yang sekarang berada di kondisi kritis tidak kuat untuk berjalan – jalan di luar rumah lagi, Lay hanya akan menemani Hana yang selalu tertidur kerap kali mengkonsumsi obat – obatan yang dokter berikan.

Lay hanya terus berdoa agar dirinya bisa melepas Hana dalam waktu dekat, jujur saja, hatinya masih terus meneriakan nama Hana setiap kali mendengar wanita itu menjerit karena semua suntikan obat yang dokter berikan, Lay hanya akan menutup matanya kala jarum – jarum besar menancap di tubuh Hana setiap harinya, jika memang ini akan memperpanjang hidup Hana 1 detik saja, Lay akan mengeluarkan biaya semahal apapun, tapi memang Tuhan berkehendak lain, dengan semua obat – obatan itu, keadaan Hana masih terus memburuk dan memburuk tanpa kemajuan, Lay benar – benar kalut, sepertinya ia harus menyiapkan hatinya untuk keadaan terburuk, ia terus melakukan apapun untuk Hana berfikir jika besok mungkin saja ia tidak bisa melihat Hana lagi, atau mendengar suaranya lagi.

“ Tuan, anda harus merelakan nyonya Zhang untuk pergi dengan tenang, semua ini sia – sia, nyonya Zhang akan lebih menderita jika anda terus melakukan pengobatan keras ini ” Dokter tua itu memberi peringatan pada Lay,

~~~

Suara piano terdengar dengan lagu River Flow in You, Lay menarikan jarinya di atas tuts piano dengan lincah, Hana bersandar di pundak Lay dengan manja sambil menikmati suara piano yang mengalun indah,

“ apa kau bisa memainkannya lagi ? ” Hana bertanya,

Lay memeluk tubuh mungil wanita itu, tubuhnya yang dulu berisi kini terlihat begitu kurus, kukunya yang terlihat putih seperti tak bernyawa dan kulitnya yang begitu kering juga rambut wanita itu yang kini tidak sebanyak dulu dan garis mata wanita itu berubah hitam,

“ apapun akan aku lakukan untukmu walaupun aku harus menukar nyawaku ” Lay berkata,

“ tidak.. kau harus terus hidup dan menikmati angin sejuk ini, setiap kali kau rindu padaku, aku akan menunggumu di sini, aku akan terus berada di rumah ini dan menunggumu untuk memainkan lagu – lagu kesukaanku lagi, seperti ini… ”

Hana menggengam tangan Lay erat,

“ kau tidak akan pergi, kau akan terus bersamaku.. ”

“ tentu… aku hanya akan istirahat sebentar, mataku terasa begitu berat ”

“ apa kau ingin tidur di kamar tidur bersamaku ? ”

“ Tidak… aku ingin tetap di sini ”

“ Tidurlah… aku akan memelukmu sampai kau tertidur ” Lay mempererat pelukannya pada wanita itu,

“ Selamat tidur Hana-yaa, tidurlah yang tenang, aku tidak akan membangunkanmu lagi, jangan khawatir, aku tidak akan meninggalkanmu, aku akan menunggumu walaupun sampai kehidupan selanjutnya ”

– END –

4 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Till Next Time

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s