[EXOFFI FREELANCE] Greeting

Greeting-zerlitalukiana.png

Greeting –zerlitalukiana

Cast        : Zhang Yixing as Lay & Jung Hye In (OC)

Genre        : Romance, Sad

Rating        : PG-17

I am happy that I’m by your side, I dream because I’m by your side, I smile because I’m by your side, If you see my heart, and feel my true heart, I want to give you all my heart, but the fact is make me realize that you’ve gone forever. As you know this fact….. is really hurts.

Aku melangkahkan kakiku keluar Dorm setelah mendapat izin dari Suho, hanya 3 jam waktu yang kupunya sebelum kembali berlatih koreografi untuk MV baru Exo yang rencananya akan dirilis 17 Oktober mendatang, 10 hari dari sekarang. Akhir-akhir ini memang waktu kami banyak tersita di ruang latihan. Belum lagi minggu depan ada proses syuting untuk MV, namun aku bersyukur bahwa kita, maksudku aku dan member exo yang lain tak perlu melakukan perjalanan keluar Korea Selatan.

Aku melajukan mobilku menembus keramaian kota Seoul disiang ini menuju sebuah kota kecil diperbatasan antara Seoul dan Bucheon. Perjalanan memakan waktu sekitar 30 menit untuk sampai disana dan kini aku sudah memarkirkan mobilku disebuah temat parkir umum. Aku mengenakan alat penyamaran lengkap, kaca mata, topi, masker dan jaket yang serba hitam.

Disinilah aku berdiri, di sebuah  taman yang dikenal dengan Taman Mugunghwa atau orang asli sini menyebutnya sebagai taman keabadian. Taman ini seakan menyedot perhatianku untuk selalu menjamahnya ke sini.

Dulu, tepat pada tanggal 7 Oktober 2015 silam, tempat ini menjadi saksi bisu dimana aku secara terang-terangan melamar seorang gadis. Aku mungkin sudah gila, ya memang, aku gila karena aku begitu mencintai gadis itu bahkan sampai saat ini. Untuk diriku sebagai salah satu member Exo melakukan kencan diam-diam memang begitu sulit, 3 tahun lamanya aku menjalin hubungan dengan gadis itu, Namun ternyata takdir berkata lain, bukan penyatuan melainkan perpisahan yang digariskan untuk kami.

Pagi itu, dimana seluruh stasiun televisi dan jejaring sosial Korea Selatan seperti Dispatch, Naver, Daum memberitakan kematian atas gadis yang diduga teman kencan Lay Exo. Gadis itu ditemukan tewas dengan luka lebam disekujur tubuhnya di sebuah taman yang tak jauh letaknya diperbatasan kota Seoul.  Dugaan terkait ada beberapa sasaeng fans exo yang dengan sengaja mengeroyok gadis itu hingga tewas. Saat seminggu sebelumnya keluar kabar dimana SM Entainment memberikan konfirmasi atas isu kedekatan Lay dengan seorang gadis. Dan berita itu mencuat menjadi trending topic dunia serta berada diposisi pertama situs pencarian berita di internet selama sepekan terakhir. Situs berita itu seakan banjir dengan komentar pedas dan sindiran dari penggemar exo maupun fandom lain. Aksi protes dan kekecewaan penggemarpun tak henti-hentinya dilakukan di depan gedung SM Entertainment.

“Aku datang lagi …. apa kau sudah merindukanku?” lay bercengkerama sendiri seraya menyandarkan tubuhnya di batang pohon maple. Ia memejamkan matanya, deru nafasnya pelan seakan menikmati ketenangan yang taman ini berikan.

“Aku bosan melihatmu oppa” seorang gadis berjalan mendekat dan berjongkok tepat didepan Lay.  Ia melipat tangannya untuk memeluk kedua kakinya itu.

“Kau …” Lay tersentak kaget mendapati gadis itu.

“Ya oppa ini aku, apa kau menungguku selama ini?” pandangan mereka akhirnya bertemu.

“Hye In?”

Apa yang kini aku lihat? jantungku berhenti berdetak saat itu juga, tubuhku menegang dan seakan otakku berhenti bekerja saat itu juga. Tanpa pikir panjang aku menarik tubuh itu dan merengkuhnya dalam dekapanku. Aku memeluknya sangat erat.

“Benar oppa, ini aku, Jung Hye In, Hye In yang selalu kau tunggu” senyum manisnya mengembang di kedua bibir cherry itu. Apa yang bisa aku deskripsikan untuk perasaanku saat ini? I swear this is the best moment from my God. Aku bergerak mencium keningnya, turun ke kedua matanya, hidungnya, dan bibir cherry itu.

Aku melihat pipinya mulai bersemu merah saat aku menatapnya tanpa berkedip sekalipun. Aku tak ingin tak melihatnya, mataku meminta untuk terus menatap gadis itu, sosok yang selama ini aku rindukan, sosok yang telah lama menghilang dari pandanganku begitu menyedot perhatianku kini saat ia kembali muncul dihadapanku tiba-tiba.

“Aku begitu merindukanmu.. sangat” aku merengkuhnya kembali dalam pelukanku. “Akupun” Hye In menimpali dan aku rasa ia tengah menyelipkan mukanya dalam dadaku.

“Maafkan aku yang tak bisa melindungimu sayang..”

“Tidak.. jangan pernah meminta maaf untuk suatu hal yang bukan salahmu” aku merasakan dia menggeleng pelan masih dalam dekapanku. Tiba-tiba kepalanya menyembul dan ia kini menatapku.

“Ini memang sudah takdir, kau tak bisa menyalahkan siapapun oppa” mata beningnya mulai menunjukkan kristal-kristal yang siap untuk jatuh kapanpun.

“Oppa apa kau tau arti dari bunga itu?” Hye In mengedarkan pandangannya pada bunga-bunga mugunghwa yang bertebaran di taman ini. Akupun mengikuti arah pandangnya dan menangguk pelan saat mata kami kembali bertemu.

“Keabadian”

“Benar sekali keabadian“ kata-katanya berhenti saat itu juga dan aku bisa melihat pandangan kosong yang tercuat jelas dari matanya. Perlahan ia melepaskan dirinya dari dekapanku, yang membuatku sedikit berkerut

“Aku pernah memimpikan hal itu untuk kita, sebuah keabadian–“ kini satu cairan bening berada dipelupuk matanya. “Aku selalu berdoa dalam diamku agar Tuhan bisa menyatukan kita, aku bisa memilikimu seumur hidupku, menyalurkan rasa cintaku untukmu, mendukungmu dalam kesusahanmu, menghiburmu dalam sedihmu, tapi kini aku sadar selama ini aku hanya bisa bermimpi dan mimpi itu terlalu tinggi” Hye In tertawa pelan sejurus dengan itu ia menunduk dan menangis, aku yakin ia tengah menggigit keras bibirnya agar suara tangisannya itu tak terdengar di telingaku, namun aku terlalu peka untuk hal-hal kecil seperti itu. Aku membuatnya mendongak menatapku, ku cium kedua matanya itu yang telah basah. Hatiku begitu perih melihatnya menangis.

“Biarkan aku menangis seperti ini oppa, aku takut oppa aku sangat takut untuk berada jauh dari sisimu aku tak tau apa kita akan bertemu seperti ini lagi, aku—“ kini ia menangis sesenggukan didepanku, aku menahan diriku sendiri dengan menghamburkan pandangan ke objek lain. Aku tak sanggup melihatnya.

“Aku begitu mencintaimu oppa” aku terlonjak saat tiba-tiba Hye In menghamburkan dirinya dalam pelukanku. Aku merasakan tubuhnya yang bergetar dan akupun sendiri begitu.

“Maka dari itu jangan pernah tinggalkan aku lagi Hye In-ah, kau membuat duniaku jungkir balik dengan kepergianmu, kau membalikkan hidupku 360 derajat menjadi sangat buruk, kau tau aku hampir gila karena kehilanganmu…” aku membenamkan wajahku disela-sela pundaknya saat air mataku jatuh. Aku seperti melepaskan semua bebanku yang selama ini telah bertumpuk-tumpuk dihati.

“Kau seorang idola, kau masih punya mimpi, masa depanmu yang cerah masih begitu panjang” Aku tak mengerti apa yang ia maksud dengan perkataannya itu.

“Kau tak ingin meninggalkanku bukan?” Aku menatap lekat kedua matanya. Dia menggeleng pelan.

“Aku sama sekali tak akan meninggalkanmu oppa, karena aku tau aku sudah memiliki tempat tersendiri dalam hidupmu di dalam hatimu, aku tak mungkin pergi“ dia menggeleng untuk meyakinkan diriku.

“Aku akan selalu melihatmu, mengawasimu, mendukungmu, melindungimu, tapi maaf karena itu semua aku lakukan tidak dalam sisimu, aku tak bisa terus berada di sisimu oppa, aku sudah memiliki hidupku sendiri, kau tau itu, tapi seperti yang telah aku katakan aku tak akan meninggalkanmu dan pergi jauh dari hidupmu karena aku selalu berada di relung hatimu yang terdalam” dia menaruh satu telapak tangannya didadaku, aku bergetar merasakan dan mendengar penuturan panjangnya.

“Oppa, tetap bahagialah dengan hidupmu, menangislah untuk kebahagian bukan untuk hal lain, tertawalah seperti yang orang lain lakukan, mulai sekarang jalani hidupmu dengan baik, raihlah mimpi-mimpimu bersama exo dan buatlah penggemarmu bangga dengan dirimu—“

“Persetan dengan penggemar” aku melengos membuang mukaku.

“Ssstttt.. jangan pernah mengatakan hal-hal seperti itu, terlebih jika penggemarmu mendengar mereka pasti akan kecewa oppa, ingat mereka sudah menjadi bagian dari hidupmu juga, mereka selalu datang mendukungmu, bahkan aku rasa perjuanganku untuk mendapat cintamu tak seberat perjuangan mereka”

Aku menggeleng pelan mendengar hal itu.

“Kau mengatakan hal-hal seperti itu seakan kau hendak pergi meninggalkanku la—“

“No, I’ll stay in yourside for a long time”

“Hye In-ah” aku meraih kedua tangan itu, tangannya begitu dingin seperti es, aku mengusap-usapnya perlahan.

“Kurasa sekarang aku harus pergi  oppa” aku tertegun mendengarnya. Tidak! Aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi! hatiku menjerit keras.

Mata itu kini menatapku dalam-dalam, aku merasakan tubuhnya bergetar lagi dan satu cairan bening menggantung di pelupuk matanya. Apa maksudnya ini?

“Hari ini adalah hari ulang tahunmu apa kau lupa ? aku sudah menunggu hari ini begitu lama rasanya, Saengil Chukka Hamnida uri oppa…” aku melihatnya mendekatkan diri padaku, tak berselang lama aku merasakan benda dingin yang menempel dibibirku. Hye In menciumku. Tapi apa ini? apa dia sedang menciumku dengan menangis? Aku merasakan tetesan air mata itu dipipiku. Kita melakukan itu dalam waktu yang lama hingga aku tersadar, aku tak merasakan lagi bibir cherry itu~

Aku terbangun dari tidurku saat tiba-tiba daun maple jatuh tepat diatas mukaku. Aku sempat terlonjak saat sadar. Tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang aneh pada hatiku. Sesuatu yang sesak dan begitu menyakitkan. Aku menghamburkan pandanganku ke sekeliling taman. Dimana Hye In-ku? Dimana gadis itu? Kenapa dia tak ada disini?

Aku menemukan sesuatu disamping sepatuku. Sebuah mawar merah dan surat yang terselip disisinya

“Saengil Cukhha Hamnida Oppa, Saranghaeyo , Neomu Saranghaeyo….”

Apa ini? aku melemas seketika. Apa aku baru saja terbangun dari mimpiku? Apa Hye In baru saja mendatangiku? Apa dia datang hanya untuk mengatakan ini?.

End~

Thank You

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s