[EXOFFI FREELANCE] I Am You, You Are Me (Chapter 2)

i-am-you-you-are-me-poster

I’M YOU

YOU’RE ME

||  BigBoss | kim jong in o

 kwon yeo reum o kim hyuna o kim jeong dae o kim minseok ( xiumin )  | romance o drama o ER o love hate | oneshot | teenager ||

Summary :

Jong in mengakui kesalahannya pada wanita itu. ya dia salah…tapi seberapa besar kesalahannya. Sampai gadis itu benar benar enggan memaafkannya. “ kenapa kau selalu menolak kehadiranku di sisimu ?” jong in selalu bertanya Tanya kenapa gadis itu sangat membencinya. Seburuk itukah dirinya dimana gadis itu?

Disclaimer :

Tidak menerima plagiatrisme, ide murni dari pemikiran author sendiri. Judul terinspirasi dari lagu zico- I am you, you are me.

©BigBoss present 2016

 

“ CHAPTER 2 “

Malam ini adalah kado yang paling mengesankan bagi jong in di hari ulang tahunya. Karena malam ini ia bisa bersama yeo reum meskipun bukan sweet moment yang ia rasakan bersama gadis itu.

Jong in tersenyum dengan lebar pada yeo reum tapi gadis itu tetap dingin padanya, dan berjalan pergi meninggalkan jong in di sana.

” pada akhirnya akulah yang akan selalu di tinggalkan “ – jong in

” wanita jahat ” gumam jong in

ketika malam sudah berganti pagi yeo reum berjalan menuju cafenya untuk kembali bekerja.

“jong in-ah kau ingin kupesankan apa?” tanya menejarnya yang tengah sibuk mempersiapkan perlengkapan syuting jong in. ” terserah, aku sedang tidak ingin makan apapun”

” kau mau ku pesankan kopi?”

” terserah kau saja “

” baiklah “

jong in meraih ponselnya untuk menghubungi seseorang ” yeoboseo….., sudah kubilang aku tidak bisa melakukannya…..memang berapa banyak uang yang akan kudapatkan?…..aku rasa aku harus memikirkanya lagi”

Jong in beranjak dari duduknya, berjalan menghampiri menejernya ” aku akan bicara pada menejerku ” dan saat itu ia bepaspasan dengan yeo reum yang tengah mengatarkan pesanan, salah seorang staf disana. Tapi jong in terus berjalan seolah olah ia tak melihat gadis itu. ” kau gila! ” seru jong in kepada orang yang tengah berbicara denganya di telepon. Saat itu yeo reum merasa di abaikan oleh jong in.

” ogh kau sudah datang ” seru menejer jong in pada yeo reum, lalu ia mengambil pesanannya sebelum ia setengah berlari menghampiri jong in yang terus berbicara di telepon. ” ogh ini dia menejerku kau bisa bicara dengannya ” jong in menyerahkan ponselnya pada menejernya.

Yeo reum memandang kedua punggung itu yang semakin lama semakin jauh, terutama punggung jong in.

Yeo reum berjalan menuju pintu keluar dan tanpa sengaja ia melihat jong in yang tengah melakukan syuting. Perlu yeo reum akui pria itu benar benar tampan dengan jas yang di kenakannya. Dan seseorang yang memakai seragam sekolah berlari kearahnya dengan memanggilnya ” saem ” apa pria itu berakting menjadi guru ? Guru…

” jong in- ah kau ingin jadi apa saat besar nanti? ” yeo reum ingat yang ia tanyakan pada jong in beberapa tahun lalu, dan ia juga ingat apa jawaban pria itu

” entahlah “

” entahlah?  Makanan apa itu ” gurau yeo reum sambil berjalan pulang di temani oleh jong in disebelahnya.

” apa kau selalu ke sini setiap hari?”

” hm ” anggung yeo reum berjalan masuk dan menyapa semua anak panti yang sudah menunggunya. ” annyeong apa kalian sudah merindukanku ?”

” nde!”jawab mereka semua serentak.

” kau sudah datang yeo reum?” sapa seorang ahjumma yang juga tinggal disana.

” anyeong bibi, ah aku juga mengajak temanku ke sini ” yeo reum menarik jong in mendekat ” anyeong bibi, namaku kim jong in. Dan aku adalah teman yeo reum “

” senang bertemu denganmu ” ahjumma itu tersenyum pada jong in dan juga yeo reum.

” apa mereka semua tidak sekolah “

” tidak, bibi tidak punya uang untuk menyekolahkan semua anak panti, untuk makan 3 kali saja mereka kesulitan. Bahkan aku sudah melaporkanya pada pemerintah setempat, tapi mereka tidak kunjung memberikan bantuan “

” karena itu kau selalu datang ke sini dan membantu mereka ?”

” yah aku membantu mereka semampuku ” kata yeo reum dengan malu malu, dan saat itu jong in memandangnya dengan tersenyum bangga.

Keesokan harinya Yeo reum kembali ke panti itu tanpa jong in. Tapi saat ia tiba betapa terkejutnya ia saat melihat jong in sudah ada disana, sedang mengajari anak anak panti belajar.

Dan saat itu jong in memberi tahu yeo reum, ingin jadi apa pria itu nanti ” aku ingin menjadi guru, membangun sekolah yang besar untuk anak anak tidak mampu dan anak anak yatim “

” itu ide gila yang pernah kudengar ” gurau yeo reum.

Gila, karena seorang jong in bisa mengatakan sesuatu yang tidak bisa di lakukan oleh orang dewasa.

Meskipun itu ide yang gila gadis itu pasti akan mendukung jong in, dan akan selalu membantunya berdiri saat ia terjatuh.

Tapi entah kenapa pria itu selalu membuat yeo reum ingin menangis, terutama saat ia bilang ia akan menjadi artis bersama hyuna dan menyerah pada impianya untuk menjadi guru.

Yeo reum hanya diam dengan mata yang berkaca kaca. ” semua orang punya pilihan masing masing, kau tidak berhak marah padaku seperti ini ” lanjut jong in ” impian seseorang bisa berubah yeo reum “

” kau benar benar membuatku kecewa jong in ” gumam yeo reum sambil pergi memunggungi jong in.

“ Awalnya aku senang saat ia bilang ia ingin menjadi guru “ – yeo reum

” aku membencimu kim jong in ” gumam yeo reum.

Dan saat itu yeo reum tengah menangis di cafenya yang sudah tutup dan gelap di setiap penjuru ruangan, ia menangis setelah membaca buku diarynya. Ia menangis terisak didalam sana.

Yeo reum hendak pergi setelah mengunci pintu cafenya, dan saat itu seseorang datang dan mengejutkanya ” kau masih disini noona?”

” ogh, kau mau kemana malam malam begini ?” yeo reum balik bertanya pada xiumin pegawai yang bekerja di cafenya.

” aku hanya tidak sengaja lewat sini ” jawabnya lalu ia mendekat ke wajah yeo reum dan merasa ada yang aneh dengan gadis itu ” bos kau habis menangis? Matamu bengkak “

” benarkah? Tapi aku baik baik saja ” jawab gadis itu sambil menyentuh matanya. xiumin mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya, sebuah kaca mata hitam lalu ia memasangkanya pada yeo reum. ” o, aku tidak bisa lihat apapun ” protes yeo reum lalu xiumin mengambil kaca mata hitamnya kembali ” kau pasti habis menangisi jong in” kata xiumin membuat yeo reum terkejut mendengarnya ” tenang saja, aku akan menyerah sekarang. Karena sepertinya hatimu itu bukan untukku “

” yak! Apa yang kau akatakan kau membuatku takut “

” sebenarnya aku bekerja disini, karena dirimu bos ” lanjut xiumin ” aiuuu bos kau ini benar benar ” kata xiumin sambil memeluk tubuh yeo reum dan menepuk nepuk punggung gadis itu ” yak “

paginya saat jong in hendak pergi syuting, menejernya mengajaknya sarapan sambil minum kopi di sebuah cafe, awalnya jong in tidak sadar kalau menejernya mengajaknya sarapan di cafe yeo reum. Saat yeo reum menyapa mereka, jong in dan yeo reum terkejut dengan satu sama lain. ” kenapa kau diam saja ” seru menejernya

” ogh hyung ” jawab jong in sambil berjalan ke arah menejernya. ” kau ingin sarapan apa?”

” aku sama denganmu saja hyung “

yeo reum mengamati ke dua orang itu dari meja kasirnya, dan tanpa menyadari kehadiran xiumin, pria itu malah mengejutkanya ” bukanya itu jong in?”

” ogh? Ogh itu jong in “

” kenapa kau tidak bicara denganya?”

” kenapa aku harus bicara dengannya “

” bukanya kau menyukainya bos?”

“aniya ” jawab yeo reum dingin sambil membawa pesanan yang baru di buatnya ke meja jong in dan sang menejer.

Ketika ia meletakkan kopi dan makanannya, diam diam ia melirik ke arah jong in, tapi pria itu benar benar tidak melihatnya. Ia hanya sibuk dengan ponsel, apa pria itu benar benar mengabaikannya sekarang?

” hyung kau bilang hyuna sakitkan? Apa sakitnya sangat parah?”

” tidak dia hanya kelelahan, tapi Ia perlu di rawat dirumah sakit karena tubuhnya yang lemah “

” dirumah sakit mana hyuna dirawat?”

yeo reum yang sejak tadi berdiri disana, hanya mendengarkan obrolan kedua orang itu tentang hyuna, tapi ia sendiri merasa terabaikan oleh jong in. Yah….bukankah dengan saling acuh seperti ini, akan membuat hidupnya lebih mudah. Seperti yang ia harapkan sebelumnya.

 To be continued…

Terima kasih untuk perhatiannya, dan apresiasi kalian atas karya ini. bigboss mengucapkan banyak terima kasih

2 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] I Am You, You Are Me (Chapter 2)

  1. masalah jongin yeo rum bliblet banget..sekarang jongin cuek lg ke yeo reum.. jongin bilang wanitajahat, yeo ruem blng benci jongin…mreka ini maunya apa…apa ya tak seret berdua ku kunci di ruangan aku sediain golok, biar pada bunuh”an sekalian…
    kok gemes sama mreka ini…

  2. Ugh, complicated bgt. Eish, jongin-ah jangan cuekin yeo rum dong. Authornim, jebal buat mrk baikan lagi. Next chapter, fighting!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s