[EXOFFI LINE@] Oppa (Part 6-FINAL)

myhome_3

[FF from adders]
Title : Oppa (PART 6/FINAL)
Author : Jack.O
Main Cast : Kim Junmyeon (EXO’s Suho)
Kim Yerim (Red Velvet’s Yeri)
Genre : Family
Length : 6 part
Rating : Teenager

———————-***————————–

*Rabu, 23 Desember 2015 4.49 PM

“Aku tak pernah lupa bagaimana Oppamu datang dengan pakaian lusuh dan membeli biola dengan uang recehan,” ujar Jiwon Eonni setelah menyesap kopi panasnya. “Apakah kau benar-benar kesal karena dia bekerja di Hari Minggu?”

“Suho Oppa selalu menyediakan Hari Minggunya untukku. Tentu saja aku kesal saat dia tiba-tiba menghilang dari rumah. Tapi rasa kesalku berubah menjadi penyesalan ketika aku tahu dia bekerja sampai tengah malam demi membeli biola untukku. Aku rasa aku sangat egois.”

“Junmyeon anak yang baik. Bahkan saat di saat kejadian itupun dia masih memeluk biolamu dengan erat agar tidak rusak.”

“Aku tahu. Aku sangat sedih aku tidak punya foto Oppa yang bisa kukenang.”

“Kau sudah mengunjungi makam Oppamu?”

Aku menggeleng. “Mungkin nanti.”

“Pergilah ke Gyeongju sebelum hari gelap. Kau bisa kembali ke sini bila membutuhkan tempat untuk tidur.”

“Gomawo-yo, Eonni.”

———————-***————————–

*Rabu, 10 November 1999 2.42 PM

“Yeri-ah, berhentilah menangis,” sahutku singkat ketika hanya tersisa kami berdua di samping makam Appa. Yeri yang duduk bersimpuh di dekat nisan Appa tampak melihatku dengan tatapan tragis.

“Suho Oppa, kau tak merasa kehilangan Appa?” isaknya.

“Kau bercanda? Tentu kehilangan,” aku berjongkok di sebelah Yeri, hingga aku bisa melihat dengan jelas wajah Yeri yang kusut karena air matanya sendiri. “Tapi Appa sedang tidur nyenyak. Tidur yang sangat lama. Kalau kau menangis terus, Appa pasti terganggu. Doakan saja Appa dan ayo kita segera pulang.”

“Suho Oppa—“

“Selagi Appa tidur, biarkan aku yang menjagamu sampai kau tumbuh besar dan menjadi wanita yang cantik. Biarkan aku yang memasakkan kimbab untukmu. Biarkan aku yang mengajarimu matematika. Arasseo?”
“Oppa, berjanjilah untuk selalu di sampingku.”

“Tentu saja,” timpalku seraya beranjak dari makam Appa.

“Janji?”

“Janji.”

———————-***————————–

*Rabu, 25 Desember 2002 8.53 AM

Hari yang kutunggu-tunggu sejak beberapa bulan lalu akhirnya tiba. Resital Natalku akan dimulai beberapa jam lagi. Aku berjalan gontai di sepanjang trotoar dengan membawa biola baruku dan ransel yang penuh dengan barang-barang.

Aku menyempatkan diri ke Pemakaman Gyeongju sebelum tiba di sekolah. Dengan sangat jelas aku bisa membaca nama Oppaku Kim Junmyoon diukir di atas salah satu nisan. Aku berjongkok untuk bisa memandangnya lebih jelas lagi.

“Selamat pagi, Oppa. Kau kedinginan?” bisikku lirih.

Kuambil sweater lusuh milik Suho Oppa dari dalam tasku lalu kukenakan di atas nisannya yang masih basah dan penuh dengan kristal-kristal salju. Aku masih bisa mencium bau wangi tubuh Suho Oppa yang menempel di sweater kesayangannya itu.

“Hari ini adalah hari resital Natalku. Aku akan berjuang keras untuk bermain dengan bagus. Kau tak perlu datang bila masih mengantuk. Tidurlah,” ucapku seraya meletakkan seikat bunga warna ungu di samping nisannya.

“Oh, ya. Oppa, terimakasih untuk biolanya. Aku sangat menyukainya. Meskipun aku sangat kesal karena kau meninggalkanku untuk bekerja demi biola ini. Maafkan aku.”

“Oppa, aku masih ingat ketika kau menyuruhku tidak menangis di makam Appa. Tenang saja. Aku tidak akan menangis di makammu. Aku tidak akan mengganggu tidur nyenyakmu.”
Aku mengangkat tubuhku meninggalkan makam Oppa. Rasanya sangat berat untuk melangkahkan kaki walau hanya sejengkal, seperti ada yang tertinggal di sana. Dadaku semakin nyeri ketika aku semakin jauh meninggalkan makam Suho Oppa…

Oppa yang menjagaku.

Oppa yang rela bekerja menghidupiku.

Oppa yang pintar memasak.

Oppa yang…..
Aku berlari secepat yang aku bisa kembali ke makam Oppa. Aku tersungkur di atasnya dan memeluk nisan seerat yang aku bisa, tak peduli bajuku kotor terkena tanah dan salju. Aku tak menyadari sejak kapan air mataku menetes, tapi aku sudah mendapati wajahku penuh dengan air mata. Aku tak bisa lagi meredam emosi yang tertahan di dalam dadaku. Aku menjerit sejadinya. Aku menangis sepuasnya.

“OPPAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

Rasanya baru kemarin kami makan berdua dalam satu meja, dalam kehangatan dan dalam berkat Tuhan. Aku tak tahu bagaimana caranya membiasakan diri untuk memulai hidup sendiri.

———————-***————————–

*Rabu, 23 Desember 2015 5.38 PM

Aku mendekatkan wajahku ke arah nisan makam Suho Oppa. Beberapa bunga dari peziarah sebelumnya masih ada di sekitar nisan. Aku tersenyum bangga. Di sanalah Oppa yang mengantarku menjadi seorang yang sukses tertidur lelap.

“Oppaku, kau bisa berhenti untuk menjagaku sekarang, karena aku sudah tumbuh besar dan cantik. Kau bisa berhenti untuk memasak makanan untukku, karena aku sudah bisa memasak sundubu jjigae untukku sendiri.”

Aku membuka kartu Natal yang diberikan Suho Oppa bersama biolaku tiga belas tahun yang lalu. Masih terlihat jelas gambar Oppa yang konyol-gambar dua buah kristal salju yang saling berdekatan- dan juga tulisan “Selamat Natal adikku Kim Yerim. Aku mencintaimu.”
Tiga belas tahun sudah Oppa meninggalkanku, tapi rasanya Oppa masih ada di sini, di sampingku. Banyak hal yang kulewati selama hidupku, tapi memiliki kakak laki-laki seperti Kim Junmyeon adalah fase hidup terindah yang pernah aku lewati di dunia.

Aku menatap langit yang sama sekali tak berawan. Dari kejauhan aku melihat satu titik es turun dari langit, melayang dengan sangat lambat hingga tiba tepat di ujung dahiku. Kristal salju mulai berjatuhan, mencari kristal salju lainnya agar saling menguatkan. Ya, musim dingin telah tiba.

“Aku juga mencintaimu. Sangat mencintaimu. Oppa—“

.
.
.
Fin.

————————-***————————–

A/N : Hai, ini pertamakalinya saya bikin ff, lho. Jadi maaf kalo ada typo di sana-sini atau bahasanya masih kaya cerpen majalah anak-anak. Pertamanya bingung mau bikin ff seperti apa, karena saya bahkan nggak pernah baca satu ff sampai habis, loh…

Silahkan kalo ada kritik dan saran bisa tinggalkan komen di bawah. Syukur-syukur kalo banyak yang suka, kalo nggak ya udah saya mau masak indomie aja.
Oh ya, ff ini dibuat menjelang Natal tahun lalu, aku post ulang di sini, sembari nyelesaiin ff terbaru aku cast Hunrene genre sad yang semoga bisa aku post di sini, hehe.
Tolong komen ya untuk perbaikan selanjutnya…

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s