[EXOFFI FREELANCE] DREAM – CHAPTER 25

dream-chapter-25

DREAM  –  CHAPTER 25

[ENGAGEMENT]

Author: Azalea
Cast : Bae Suzy (Miss A), Byun Baekhyun (EXO), Kim Sejeong (IOI), Kim Myungsoo (Infinite)
Genre : Romance, Sadness.
Rating : PG-17
Length : Chapter
Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku sendiri. Kalian juga bisa baca ff ku ini di wattpad. Nama id ku mongmongngi_b, dengan judul cerita DREAM. Jangan plagiat, ataupun me re-upload ff ini tanpa sepengetahuanku.

Credit poster by RAVENCLAW

Cerita Sebelumnya : CHAPTER 1 ( DREAM )  ->  CHAPTER 2 (REAL?)  ->  CHAPTER 3 (DEJA VOO)  ->  CHAPTER 4 (FATE) -> CHAPTER 5 (설레다 [ SEOLLEDA – BERDEBAR ])  – > CHAPTER 6 (LOCKVOGEL – PEMIKAT) -> CHAPTER 7 (SWEET MORNING) -> CHAPTER 8 (VERWIRRT) -> CHAPTER 9 (LÜGE – KEBOHONGAN) -> CHAPTER 10 (INSTINKT – INSTING) -> CHAPTER 11 (DINNER) -> CHAPTER 12 (BAEKHYUN STORY)  -> CHAPTER 13 (JEJU DO – JEJU ISLAND) -> CHAPTER 14 (GEHEIMNIS – RAHASIA) -> CHAPTER 15 (SUNRISE) -> CHAPTER 16 (BEAUTIFUL LIAR) -> CHAPTER 17 (JEALOUS) -> CHAPTER 18 (KIM YERI) -> CHAPTER 19 (JOURNEY) -> CHAPTER 20 (MISSING YOU) -> CHAPTER 21 (SECOND WOMAN) -> CHAPTER 22 (WEDDING DAY) -> CHAPTER 23 (KIM SEJEONG) -> CHAPTER 24 (HURT)

 

Entah sudah ke berapa kalinya Suzy menghembuskan napas dalamnya. Ia kembali menatap pantulan dirinya di sebuah cermin besar di salon langganannya. Saat ini ia sedang memakai sebuah gaun malam warna hitam yang jatuh menjuntai menutupi kedua kakinya. Kesan seksi tapi sederhana begitu terasa saat memandang Suzy. Bagaimana tidak, gaun itu begitu terbuka di bagian punggungnya, sehingga siapa pun bisa melihat kulit putih Suzy. Tidak hanya sampai disitu saja, gaun yang digunakan Suzy memiliki model v neck dengan tali spagetti yang terbuka hingga memperlihatkan belahan payudaranya.

Rambut hitam barunya ia gerai begitu saja untuk menutupi sebagian punggung telanjangnya. Sepatu heels warna hitam ia gunakan untuk melengkapi penampilannya. Untuk mempermanis penampilannya, Suzy memakai anting-anting berlian yang menjuntai dari daun telinganya, ia juga memakai cincin pernikahannya dengan Baekhyun di jari manis kanannya dan cincin pertunangannya dengan Myungsoo di jari manis kirinya.

Bukan tanpa alasan Suzy memilih gaun warna hitam yang begitu terbuka itu. Warna hitam Suzy pilih karena ia merasa warna itu mewakili bagaimana perasaannya saat ini yang sedang bersedih dengan pertunangan dari suaminnya sendiri, terlepas dari kesan elegan yang ditimbulkan dari warna itu. Alasan lainnya adalah ia ingin membuat Baekhyun terus menatapnya. Mengingatkan Baekhyun jika ia masih punya Suzy sebagai istrinya yang pertama. Ia tidak akan rela jika pengorbanannya untuk mengijinkan Baekhyun menikah lagi akan membuatnya menyesal seumur hidup karena perhatian Baekhyun teralih pada istri barunya. Maka dari itu, Suzy bertekad untuk membuat Baekhyun terpesona akan penampilannya, sehingga pandangan matanya hanya akan tertuju pada Suzy seorang, tidak pada wanita lain. Walau sakit hati, Suzy telah bertekad untuk terus memperjuangkan pernikahannya.

Setelah puas menilai penampilannya sendiri, Suzy pun melangkah keluar dari ruang ganti di salon langganannya itu untuk menuju ke ruang tunggu, menemui Myungsoo yang sudah menunggunya. Dengan langkah tegas, Suzy terus menguatkan hatinya untuk menghadiri acara pertunangan Baekhyun malam ini. Merebut kembali apa yang memang sudah menjadi miliknya.

Myungsoo membulatkan matanya saat melihat sosok Suzy berjalan ke arahnya. Terperangah sekaligus terpesona adalah dua hal yang berbeda tapi Myungsoo merasakannya dalam satu waktu. Ia berdiri kaku sambil memperhatikan Suzy yang berdiri tidak jauh dari posisinya. Terlalu terpesona hingga membuat Myungsoo tidak bisa berkata apa-apa lagi.

“Wow….” hanya satu kata itu yang dapat Myungsoo ucapkan untuk dapat menggambarkan apa yang dirasakannya saat ini.

“Wow?” Suzy menaikkan sebelah alisnya bingung dengan perkataan Myungsoo padanya.

Myungsoo tersenyum sambil berjalan mendekat ke arah Suzy. “Hanya kata itu yang terpikirkan olehku saat melihat penampilanmu.”

“Kau terlalu berlebihan.”

“Memang itu kenyataannya. Kau sangat luar biasa.” Myungsoo mengulurkan tangannya untuk Suzy gandeng. “Dan aku menjadi pria paling beruntung karena bisa menggandeng tanganmu seperti ini.” Tambah Myungsoo saat Suzy menggandeng tangannya. Suzy hanya tersenyum simpul sebagai jawabannya.

Ia dan Myungsoo berjalan bergandengan keluar dari ruangan itu. Seorang supir membukakan pintu untuk Myungsoo dan Suzy begitu mereka keluar dari pintu lobby salon itu. Suzy dan Myungsoo duduk di kursi belakang mobil mercedes yang membawa mereka menuju tempat pertunangan Baekhyun. Suzy memaksakan senyumannya saat ia bertemu pandang dengan mata Myungsoo yang terus menatapnya lekat. Bahkan sampai mereka tiba di gedung yang dimaksud pun, tatapan Myungsoo tidak pernah lepas dari sosok Suzy yang berada di sampingnya. Walaupun Suzy sedikit risih dengan apa yang dilakukan Myungsoo padanya, sebisa mungkin ia menyembunyikan rasa ketidaksukaannya itu.

Tidak hanya dari Myungsoo, Suzy juga merasakan tatapan-tatapan kagum yang diberikan padanya dari beberapa pria yang tidak sengaja dilewatinya. Bahkan para tamu wanita secara terang-terangan membicarakannya. Dengan bibir terus melengkungkan senyumannya, Suzy mencoba mengabaikan semua perhatian yang diberikan orang-orang terhadapnya.

Dengan bangga Myungsoo memperkenalkan Suzy sebagai tunangannya kepada hampir semua koleganya yang datang di acara itu. Hampir semua orang yang ditemui Suzy, langsung memujinya dengan kata-kata yang sangat manis. Disaat itulah Suzy memerankan perannya sebagai tunangan yang baik di hadapan semua orang. Tanpa sadar, ia menyapukan pandangannya ke seluruh penjuru ball room itu untuk mencari sosok yang ingin dibuatnya cemburu setengah mati dengan sikapnya kali ini.

Jika Baekhyun bisa membuat Suzy cemburu dengan adanya acara ini, maka Suzy juga bisa membuat Baekhyun cemburu dengan memperlihatkan kemesraannya dengan tunangan yang tidak dicintainya. Biarlah ia menjadi orang yang kejam saat ini, karena baginya takdir yang dijalaninya lebih kejam lagi.

Setelah beberapa saat puas berkeliling, Myungsoo pun mengajak Suzy untuk bergabung dengan keluarganya yang sudah berkumpul di sebuah meja besar di urutan paling depan dari barisan meja-meja. Suzy dapat melihat di sana tidak hanya orang tua Myungsoo saja, tapi ada dua pasangan paruh baya lainnya yang tidak dikenalnya.

Myungsoo yang mengerti tatapan bingung Suzy pun langsung menundukkan wajahnya untuk berbisik di telinga Suzy. “Dua pasangan paruh baya yang sedang berbicara dengan kedua orang tuaku itu adalah paman dan bibiku serta kedua orang tua Baekhyun.” Jelas Myungsoo menjawab pertanyaan yang tidak terucap dari Suzy. Dari hati ber-oh ria saat mengamati dua pasangan asing itu.

Suzy tidak pernah bertemu dengan paman dan bibi Myungsoo yang juga orang tua Sejeong karena kesibukan mereka. Bahkan mereka tidak bisa menyempatkan diri untuk hadir dipertunangannya dulu. Begitu juga dengan Sejeong yang Suzy ketahui adalah calon istri kedua dari suaminya sendiri ternyata juga sepupu dari Myungsoo. Suzy tersenyum kecut saat menyadari dunia ini benar-benar sempit. Sungguh konyol!!

“Selamat malam.” Sapa Myungsoo menginterupsi perbincangan hangat di meja itu saat ia dan Suzy sudah berdiri di dekat meja. Myungsoo dan Suzy langsung menunduk hormat saat semua pandangan teralih pada mereka. Para orang tua pun hanya mengangguk singkat sebagai jawaban atas sapaan hangat dari Myungsoo.

Berbeda dengan Myungsoo, entah kenapa Suzy tiba-tiba menjadi sangat gugup saat matanya bersitatap langsung dengan seorang wanita paruh baya yang tidak dikenalnya. Instingnya mengatakan jika wanita itu adalah ibu Baekhyun, walau ia tidak mengenalnya secara langsung.

“Bolehkah kami ikut bergabung di sini?” tanya Myungsoo sopan saat semua orang memilih diam karena terlalu sibuk memperhatikannya dengan Suzy.

“Kau terlalu muda untuk bergabung dengan kami, Myung-ie.” Balas seorang pria paruh baya lainnya yang Suzy perkirakan adalah pamannya Myungsoo.

“Kalau kami tidak diterima di sini, setidaknya beri aku kesempatan untuk memperkenalkan tunanganku yang cantik ini pada paman dan bibi dan juga Tuan dan Nyonya Byun.” Semua orang menganggukkan kepalanya tanda setuju membuat Myungsoo tersenyum lebar ke arah semua orang. Myungsoo pun langsung merangkul pinggang Suzy dengan santainya dan tidak memperhatikan jika tubuh Suzy berubah menjadi tegang saat ia melakukannya. “Ayo perkenalkan dirimu.” Ucap Myungsoo sambil menatap Suzy dari samping dengan tatapan memujanya.

Suzy pun langsung menatap satu per satu orang di depannya dengan pandangan gugupnya. Ditariknya napas dengan dalam sebelum ia menghembuskannya dan memulai perkenalannya. Suzy pun melengkungkan senyumannya walau sedikit dipaksakan sambil berkata. “Annyeonghasaeyeo. Bae Suzy imnida.” Suzy sedikit membungkukkan badannya dengan telapak tangan berada di dadanya untuk menutupi belahan payudaranya yang memang terbuka.

Saat Suzy menegakkan kembali tubuhnya, dapat dilihatnya semua orang sedang tersenyum ramah ke arahnya, dan membuat Suzy membalas senyuman itu.

“Senang berkenalan denganmu, nona Bae.” Ucap seorang wanita paruh baya yang Suzy yakini adalah ibu dari Baekhyun karena ia memiliki senyuman yang sama dengan Baekhyun. Senyuman ramah yang ditunjukkan oleh orang tua Baekhyun membuat perasaan Suzy sedikit lebih tenang. Dan Suzy merasa jika tatapan yang diberikan oleh orang tua Baekhyun itu memiliki arti tersendiri yang tidak diketahuinya.

“Selamat bergabung dengan keluar Kim, nona Bae.” Ucap seorang wanita paruh baya lainnya yang membuyarkan lamunan Suzy akan orang tua Baekhyun. Suzy kembali memaksakan senyumannya saat ia bersitatap dengan bibi dari Myungsoo itu.

Perbincangan hangat pun kembali terjalin di antara kedua keluarga besar itu. Suzy yang notabenenya adalah orang luar hanya bisa mendengarkan apa yang sedang kedua keluarga perbincangan tanpa mau ikut menanggapi. Ia memilih untuk menjadi pendiam dari pada menjadi seseorang yang pura-pura dekat dan mengenal begitu dalam kedua keluarga.

Perbincangan itu terhenti saat tuan rumah dari pesta itu hadir di tengah-tengah pesta. Tatapan semua orang tertuju pada kedua orang yang sedang berjalan menuju ke tengah ruangan. Suzy yang baru menyadari dengan perubahan suasana pun segera mengalihkan tatapannya pada objek yang menjadi pusat perhatian kala itu.

Walau ia sebelumnya sudah mempersiapkan hatinya dengan apapun yang akan terjadi malam ini, entah kenapa tetap saja hatinya merasa sakit luar biasa saat menyaksikannya secara langsung. Ribuan jarum secara menusuk hatinya secara bersamaan saat ia melihat pria yang begitu dirindukannya sedang menggandeng wanita lain yang juga akan menemani hari-harinya kelak. Perasaan sesak semakin mendera dadanya tatkala ia melihat pria itu tersenyum ke arah semua orang yang menghadiri undangannya, seakan-akan ia juga merasa bahagia dengan diadakannya acara ini. Tanpa sadar, Suzy pun mengepalkan telapak tangannya melihat itu semua.

Hatinya hancur. Tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa untuk mempertahankan suaminya itu. Ia hanya berharap jika Baekhyun tidak akan pernah berpaling pada istri keduanya kelak. Setelah sekian lama hanya memperhatikannya dari kejauhan, tanpa sengaja tatapan mata Baekhyun dan Suzy pun bertemu. Tubuh Baekhyun menjadi tegang seketika saat ia menyadari tatapan terluka Suzy yang ditunjukkan untuknya. Ini semua memang salahnya yang tidak bisa melindungi pernikahan dan perusahaannya sendiri hingga ia bisa memberikan kesempatan bagi orang lain untuk memanfaatkan celah yang ada di hidupnya untuk kepentingannya sendiri.

Dengan langkah beratnya, Baekhyun mengikuti langkah kaki Sejeong yang membawanya untuk ikut bergabung dengan kumpulan keluarga mereka. Tatapan mata Baekhyun tidak pernah terlepas dari sosok Suzy yang begitu menawan malam ini hingga ia berdiri beberapa meter di depannya. Dari jarak yang begitu dekat ini, Baekhyun bisa melihat betapa mempesonanya istrinya itu dengan balutan gaun warna hitam, membuat mata Baekhyun tidak bisa berpaling dari sosoknya.

Suzy yang menyadari bahwa tujuannya telah berhasil, langsung menyunggingkan seringaian penuh kemenangannya ke arah dua orang yang sudah menghancurkan hatinya itu. Seolah mengerti arti senyuman yang diberikan Suzy itu, Baekhyun pun ikut menyunggingkan senyuman serupa seperti yang Suzy berikan.

“Kalian sudah datang?” tanya ibu Sejeong saat ia melihat putrinya itu sudah berdiri tepat di depannya. Gaun yang digunakannya cukup indah, namun tidak bisa membuat perhatian Baekhyun berpaling padanya. Gaun tanpa lengan berwarna emas melekat sempurna di tubuh indah Sejeong. Di bagian kiri gaun tersebut terdapat sebuah belahan sampai setengah pahanya Sejeong, sehingga ketika ia sedang berjalan, semua orang bisa melihat betapa indahnya kaki jenjang Sejeong.

“Maafkan kami membuat kalian lama menunggu.” Jawab Sejeong menampilkan raut wajah pura-pura menyesal. Sejeong semakin mengeratkan pegangan tangannya pada lengan Baekhyun, berusaha menyadarkan Baekhyun dari keterpesonaannya terhadap Suzy.

“Oh Sejeong-ah, perkenalkan, ini tunangan Myungsoo. Namanya Suzy. Dulu kau tidak sempat menghadiri acara pertunangan mereka karena bertepatan dengan hari ujianmu, jadi eomma pikir kau tidak mengenalnya.” Perkataan ibu Sejeong itu sukses membuat Suzy dan Baekhyun mengalihkan tatapannya pada Sejeong yang sedang tersenyum sinis ke arah Suzy.

“Ah, jadi ini wanita yang bisa membuat kewarasan Myungsoo hilang seketika?” ucap Sejeong pura-pura tidak mengenal siapa sebenarnya Suzy. Dasar jal*ng! Umpat Sejeong di dalam hati masih dengan senyuman sinisnya.

“Aku masih memiliki akal sehat, Sejeong-ah” jawab Myungsoo tidak terima dengan perkataan sepupunya itu. Semua orang di meja itu tertawa bersama saat mendengar perdebatan antar sepupu itu, kecuali Baekhyun yang hanya tersenyum simpul dengan raut wajah tidak tertarik dan Suzy yang hanya bergeming, menatap Sejeong tidak suka. Bisa-bisanya Baekhyun memilih wanita ular itu menjadi istri keduanya. Rutuk Suzy.

“Perkenalkan, aku Kim Sejeong. Sepupu satu-satunya dari tunanganmu. Senang bertemu denganmu.” Ucap Sejeong menekankan kata tunanganmu ke arah Suzy sambil mengulurkan tangannya.

Dengan perasaan enggan, Suzy pun mengulurkan tangannya untuk membalas jabatan tangan tersebut. Suzy pun tersenyum semanis mungkin sambil memperkenalkan dirinya. Berpura-pura dia begitu antusias dengan perkenalan itu agar tidak ada orang yang mencurigainya. “Namaku Bae Suzy. Kau bisa memanggilku, Suzy. Senang bisa berjumpa dengan salah seorang anggota keluarga lainnya, Sejeong-ssi.” Anggota keluarga Byun. Tambah Suzy dalam hati. Baekhyun yang mengerti ke mana arah pembicaraan kedua wanita itu pun segera mengalihkan perhatiannya untuk menatap Suzy yang sedang menatap Sejeong penuh kebencian.

Suzy dan Sejeong saling melemparkan tatapan ketidaksukaannya terhadap satu sama lain, hingga seorang MC memberikan sebuah pengumuman bahwa acara akan segera dimulai. Perhatian semua orang pun segera teralih ke arah MC tersebut. Mendengarkan dengan seksama apa yang sedang dibicarakan oleh MC tersebut.

Satu per satu tamu undangan duduk di tempat yang sudah disediakan. Acara pun dimulai. Sambutan-sambutan dari kedua keluarga pun disampaikan secara bergantian. Perasaan Suzy campur aduk saat ia mendengarkan kata-kata sambutan itu. Ia begitu resah menunggu detik demi detik yang akan membawa prianya pada wanita lain. Tanpa sadar Suzy menautkan jemari tangannya untuk meredakan perasaan sakit yang dirasakan di hatinya itu.

Saat Suzy tidak sengaja menolehkan wajahnya untuk menatap Baekhyun yang berada di sisi meja yang lain, tatapan mata mereka bertemu. Ingin sekali Suzy meneriakkan kepada semua orang saat itu jika pria yang akan bertunangan ini adalah suami sah-nya. Ingin sekali ia menangis dan memohon pada Baekhyun agar membatalkan niatnya untuk bertunangan hari ini. Ia lebih rela hidup miskin dari pada ia harus kehilangan suami yang amat dicintainya. Tapi semua itu hanya ada dalam angan-angan Suzy. Sekarang ia hanya bisa merutuki kebodohannya dulu yang langsung meningglkan Baekhyun begitu saja di apartemen mereka tanpa berusaha mempertahankan pernikahan mereka.

Mata Suzy tidak pernah bisa lepas dari sosok Baekhyun yang sekarang sedang berjalan menuju ke arah panggung untuk melakukan pertukaran cincin dengan Sejeong sebagai acara inti dari pesta kali ini. Dengan pandangan terluknya, Suzy terus memperhatikan detik-detik pria-nya menyematkan cincin lain di jari manis wanita lain. Bayangan Baekhyun yang juga sedang menyematkan cincin pernikahan di jari manisnya tiba-tiba terlintas di benaknya, membuat Suzy tanpa sadar menitikkan air matanya saat mengenang masa-masa membahagiakan itu. Dengan tergesa-gesa, Suzy segera menghapus air matanya itu, takut ada orang lain yang melihatnya. Tapi semua itu percuma, karena salah satu orang di meja itu telah melihat betapa hancurnya Suzy saat ini.

Jika ia bisa memutar waktu, ingin rasanya Suzy kembali ke saat-saat itu dan menghentikannya detik itu juga. Kesadaran Suzy segera kembali lagi saat ia melihat Baekhyun mendekatkan wajahnya untuk mencium salah satu bagian wajah Sejeong. Hatinya terlalu sakit untuk melihat itu semua, sehingga Suzy memilih untuk memejamkan matanya. Terlalu sakit baginya untuk melihat prianya bermesraan dengan wanita lain selain dirinya. Tekad untuk merebut kembali Baekhyun dari tangan Sejeong begitu menyesakkan dadanya saat ini. Perasaan marah, kecewa, terhianati, semuanya seakan sirna.

Suara riuh tepuk tangan dari para undangan membuat Suzy membuka matanya kembali. Suzy langsung bernapas lega saat ia melihat Baekhyun dan Sejeong sudah berjalan untuk menuruni panggung itu. Alunan musik orkestra langsung terdengar oleh pendengarannya saat ia melihat Baekhyun dan Sejeong sedang berjalan ke arah tempat berdansa. Beberapa pasangan tamu juga ikut meramaikan acara dansa tersebut.

“Mau berdansa denganku?” tanya Myungsoo sambil mengulurkan tangannya membuat fokus Suzy kembali lagi pada pria yang sudah dihianatinya itu. Tanpa banyak bicara, Suzy langsung menyambut uluran tangan Myungsoo dengan senyuman simpul untuk menutupi betapa hancurnya hatinya saat ini.

Seiring berjalannya waktu, lantai dansa pun semakin penuh. Baekhyun yang melihat Suzy sedang berdansa dengan Myungsoo pun berusaha mencuri-curi pandangan lewat pundak Sejeong yang sedikit menutupinya. Perasaan cemburu langsung menyesakkan dadanya saat ia melihat sesekali Suzy akan tersenyum tulus ke arah Myungsoo yang sedang mengatakan sesuatu yang tidak diketahui oleh Baekhyun.

Alunan lagu pun berhenti membuat semua orang juga ikut menghentikan gerakan dansanya. Beberapa pasangan bertukar pasangan dan ada pula yang memilih untuk duduk kembali di kursi mereka untuk menikmati sajian makan malam yang sudah disajikan.

Myungsoo menggandeng Suzy mendekati pasangan Baekhyun dan Sejeong. Myungsoo dan Suzy pun berhenti tepat di depan pasangan baru itu. “Mau bertukar pasangan?” tanya Myungsoo saat alunan musik kembali mengalun memenuhi ruangan itu. Dengan senang hati, Baekhyun pun menganggukkan kepalanya. Lain halnya dengan Sejeong yang terlihat tidak ingin bertukar pasangan. Sebelum ia akan mengajukan protesnya, Myungsoo sudah menarik Sejeong untuk berdansa dengannya. Sedikit menjauh dari posisi Baekhyun dan Suzy yang masih saja bergeming di tempatnya.

Detak jantung Suzy berdebar sangat kencang saat ia melihat tatapan dalam yang Baekhyun berikan dari jarak sedekat ini. Entah kenapa ditatap seperti itu oleh Baekhyun membuatnya gugup bukan main.

“Maukah berdansa denganku?” tanya Baekhyun begitu lembut sambil mengulurkan tangannya ke arah Suzy yang masih saja terdiam menatapnya. Setelah beberapa saat Suzy hanya diam berdiri tanpa menjawab ajakkan Baekhyun, ia pun akhirnya mengulurkan tangannya yang gemetar untuk menyambut uluran tangan Baekhyun.

Baekhyun langsung menarik pinggang Suzy agar lebih dekat dengan tubuhnya. Meletakkan tangan kirinya pada pinggang Suzy, dan telapak tangannya menggenggam erat tangan kiri Suzy. Tangan kanan Suzy, ia letakkan pada lengan Baekhyun. Keduanya bergerak mengikuti irama musik yang mengalun lembut. Tidak ada yang berani berbicara untuk memecahkan keheningan tersebut. Terlalu banyak kata-kata yang ingin diungkapkan, sehingga pada akhirnya mereka memilih diam. Menikmati saat-saat romantis yang sudah lama tidak mereka rasakan.

Wangi tubuh dari Baekhyun langsung tercium hidung Suzy saat ia mendekatkan wajahnya pada tubuh pria yang begitu dirindukannya ini. Wangi yang begitu memabukkan tapi sanggup membuatnya begitu ketagihan hanya dengan menghirupnya saja. Apa yang dirasakan Suzy, tidak jauh berbeda dengan apa yang dirasakan oleh Baekhyun. Kerinduannya terhadap wanita yang berada dalam rengkuhannya itu terbayar sudah.

Ich vermisse meine Frau. (Aku sangat merindukanmu, istriku.)” bisik Baekhyun di tengah-tengah dansanya dengan Suzy. Mengungkapkan apa yang dirasakannya saat ini, saat ia merasa sudah tidak sanggup untuk menahannya lebih lama lagi. Suzy yang mendengarnya pun semakin mengeratkan pegangannya pada lengan dan tangan Baekhyun. “Ich vermisse dich so sehr, mein Mann. (Aku juga sangat merindukanmu, suamiku.)” balas Suzy dengan suara bergetarnya. Mereka pun saling melempar senyum saat merasa sedikit demi sedikit jarak di antara mereka terkikis. Setelah itu tidak ada lagi yang mengeluarkan suaranya. Mereka berdansa dalam diam tapi dengan perasaan yang lebih damai dari sebelumnya. Setelah alunan musik berhenti, Sejeong yang seakan mengerti apa yang telah terjadi di antara Baekhyun dan Suzy langsung menarik Baekhyun untuk menjauh dari Suzy dengan alasan akan menyapa beberapa tamu yang belum sempat disapa mereka. Suzy yang tidak bisa protes pun, hanya menganggukkan kepalanya. Menatap punggung Baekhyun yang berjalan semakin menjauh darinya. “Kurasa kita perlu mengambil makanan.” Ajak Myungsoo sambil menarik tangan Suzy mendekati meja panjang yang di atasnya berderet berbagai macam makanan. Mulai dari makan berat hingga makanan penutup pun sudah tersedia di meja itu. Di saat Myungsoo sudah selesai memilih makanan apa yang akan menjadi makan malamnya, Suzy masih terlihat memilih makanan apa yang diinginkannya. “Kau masih belum mengambil satu makanan pun?” tanya Myungsoo saat melihat piring yang dibawa Suzy masih kosong. Suzy menggeleng lemah sebagai jawaban atas pertanyaan Myungsoo itu, membuat Myungsoo menghela napas dalam. “Perlu aku pilihkan?” tanya Myungsoo yang sedikit gemas dengan kelakuan Suzy itu. “Tidak usah. Kau duluan saja. Aku akan menyusulmu.” Jawab Suzy sambil mendorong punggung Myungsoo agar beranjak dari tempat itu.  “Segera pilihlah makanan yang kau suka. Aku menunggumu di meja tadi.” Ucap Myungsoo sebelum ia melangkah meninggalkan Suzy sendirian di depan meja makanan. Suzy hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya mengisyaratkan agar Myungsoo segera pergi. Setelah Myungsoo pergi, Suzy kembali mengedarkan pandangannya pada makanan yang ada di depannya. Sesungguhnya ia tidak merasa lapar sama sekali. Kejadian hari ini membuatnya tidak berselera untuk makan sesuap pun. Namun dengan perangainya Myungsoo yang selalu memaksanya untuk makan, ia pun mau tidak mau harus memilih beberapa macam makanan untuk menjadi makan malamnya. Karena terlalu fokus untuk memilih, Suzy pun sampai tidak menyadari siapa yang sudah berdiri di sampingnya hingga ia mengeluarkan suaranya yang berhasil membuat Suzy menolehkan wajahnya ke samping.  “Maafkan keputusan anak bodoh itu, Suzy-ya.” Ucap ibu Baekhyun membuat Suzy buru-buru membungkukkan badannya.  “An-annyeong hasaeyeo, samu-nim.” ucap Suzy terbata-bata saat menyadari siapa yang sedang mengajaknya berbicara itu. Ibu Baekhyun hanya bisa tersenyum geli saat melihat menantunya itu menyapanya dengan sapaan yang begitu formal. “Kau tidak perlu menyapaku dengan sapaan yang begitu formal seperti itu. Bukankah kau menantuku? Kenapa kau begitu formal? Mulai saat ini, panggil aku eommonim, bukan samunim. Arrachi?” perkataan ibu Baekhyun kali langsung sukses membuat Suzy membulatkan matanya tidak percaya. Bagaimana bisa ibu Baekhyun mengetahui pernikahannya padahal ia tidak datang di acara itu? N-nde. Samu-ah-eommonim.” Jawab Suzy yang tidak bisa menyembunyikan perasaan gugupnya. “Maafkan kami yang tidak bisa hadir di acara pernikahan kalian.” Ucap ibu Baekhyun terlihat begitu menyesal saat ia tidak bisa menghadiri acara yang bersejarah dalam hidup putera satu-satunya itu. “Ayah Baekhyun tiba-tiba sakit, dan membuat penerbangan kami dari London dibatalkan seketika.” Jelasnya sambil menerawangan ingatannya ke beberapa bulan lalu. “Pria tua itu selalu tidak sadar dengan kondisi tubuhnya sendiri karena terlalu asyik dengan pekerjaannya. Dan aku juga khawatir, perilaku buruknya itu menurun pada Baekhyun.” Keluhnya lagi yang membuat Suzy mengurungkan niatnya untuk mengambil makanan. Baginya cerita dari ibu mertuanya ini lebih menarik dari pada cheesecake paling enak sekalipun. Ibu Baekhyun membalikkan badannya dan diikuti oleh Suzy. Ia memandang Baekhyun yang sedang berjalan menyapa beberapa tamu dengan Sejeong di sampingnya. Suzy yang awalnya tidak mengerti ke mana arah pandangan mata ibu Baekhyun pun, hanya bisa berdecak kesal saat tahu ke mana arah pandangan itu. Ibu Baekhyun dan Suzy tahu, bahwa senyuman yang diberikan Baekhyun itu adalah senyuman palsu karena tidak sampai ke matanya. “Lihatlah anak bodoh itu. Bisa-bisanya ia membodohi semua orang dengan senyuman palsunya.” Suzy membenarkan apa yang diucapkan oleh ibu Baekhyun dalam hati. “Sebenarnya kami menentang keputusannya untuk bertunangan dengan puteri dari CEO JK Grup ini. Tapi dengan bodohnya ia tetap pada keputusannya dengan alasan perusahaan. Ia pasti akan menyesali perbuatannya kali ini karena berani-beraninya menyakiti hati wanita sebaik dirimu.” Ibu Baekhyun menolehkan wajahnya untuk menatap Suzy yang ada di sampingnya. “Suzy-menentang keputusannya untuk bertunangan dengan puteri dari CEO JK Grup ini. Tapi dengan bodohnya ia tetap pada keputusannya dengan alasan perusahaan. Ia pasti akan menyesali perbuatannya kali ini karena berani-beraninya menyakiti hati wanita sebaik dirimu.” Ibu Baekhyun menolehkan wajahnya untuk menatap Suzy yang ada di sampingnya. “Suzy-ya, jangan menyerah akan Baekhyun walaupun keputusannya kali ini begitu menyakitimu. Percayalah, ia hanya mencintaimu. Walau ia nanti sudah menikah dengan Sejeong, jangan sampai kau lengah hingga membuat Baekhyun berpaling darimu. Sebagai istri pertama, jangan sampai kau menyerah begitu saja. Kau mengerti?” “Nde.” Ucap Suzy penuh tekad karena ia merasa ibu mertuanya itu berada di pihaknya. “Bagus. Aku titip Baekhyun padamu.” ucapnya lagi sambil menepuk pundak Suzy sebelum meninggalkannya sendirian di depan meja makanan itu. Untuk pertama kalinya Suzy bisa benar-benar bernapas lega untuk menghadapi takdirnya yang kejam ini. Suzy kembali membalikkan badannya saat ia sadar jika ia belum memilih satu makanan pun sebagai makan malamnya. Saat Suzy sedang fokus memilih makanan, ia juga tidak menyadari jika di sampingnya sudah berdiri seseorang yang beberapa saat lalu menjadi perbincangannya. Tanpa mengeluarkan kata-katanya, Baekhyun langsung menyodorkan sebuah kertas kecil yang terlipat ke depan Suzy. Suzy sedikit tersentak saat melihat siapa orang yang memberinya kertas kecil itu. Tanpa berkata apa-apa lagi, Suzy langsung menggenggem kertas pemberian Baekhyun tersebut. Setelah memastikan Suzy menerima pesannya, Baekhyun pun langsung beranjak dari tempat itu, kembali meninggalkan Suzy sendirian mematung di sana. Selepas kepergian Baekhyun, Suzy segera berjalan ke arah kamar mandi. Mengurungkan niatnya untuk mengambil makanan. Beruntung, di dalam kamar mandi itu sedang sepi. Suzy langsung memasuki salah satu bilik kamar mandi yang kosong. Menguncinya dari dalam agar orang lain tidak membukanya. Dengan perasaan cemas, Suzy membuka lipatan kertas yang diberikan Baekhyun beberapa saat lalu.  Kamar no 2206 Jam 23.00 KST Suzy terus membaca ulang tulisan yang tertera di atas kertas itu, meyakinkan dirinya bahwa itu adalah tulisan Baekhyun. Tanpa penjelasan pun Suzy tahu arti dari tulisan itu. Setelah puas membacanya, Suzy segera membuang kertas tersebut ke dalam closet dan mengguyurnya dengan air. Kertas yang diberikan Baekhyun pun hanyut mengikuti arus air yang akan membawanya menuju tempat pembuangan. Suzy keluar dari bilik toilet begitu ia memastikan bahwa kertas itu sudah tidak ada lagi. Suzy sedikit merapikan penampilannya saat ia bercermin di cermin toilet. Lalu keluar dari toilet itu dengan perasaan bahagia. Sepertinya keberuntungan sedang berada di pihaknya, dan ia sangat mensyukurinya. Suzy kembali berjalan menuju deret makanan, dan langsung mengambil makanan secara acak. Nafsu makannya sudah kembali lagi. Selesai memilih makanan, Suzy berjalan menuju meja yang ditempatinya tadi. Myungsoo langsung menghentikan ucapannya saat ia melihat Suzy sedang mendudukkan dirinya di sampingnya. “Kenapa kau lama sekali?” protes Myungsoo. “Mianhae. Tadi aku ke kamar mandi sebentar dan di sana begitu panjang antriannya.” Jawab Suzy tidak sepenuhnya berbohong. Myungsoo langsung saja mempercayai ucapan Suzy tanpa membantahnya lebih lanjut. Myungsoo kembali melanjutkan obrolannya yang sempat tertunda dengan teman, Woohyun. Para orang tua sudah tidak berada di meja itu, sehingga meja itu hanya diisi oleh Baekhyun, Sejeong, Myungsoo, Woohyun, dan Suzy. Myungsoo dan Woohyun sedang asyik berbincang-bincang hingga tidak menyadari suasana yang berbeda dari ketiga orang lain meja itu. Suzy bisa merasakan tatapan intens yang diberikan Baekhyun, dan tatapan membenci yang diberikan Sejeong padanya disaat bersamaan. Tapi sebisa mungkin ia mencoba mengabaikan kedua orang yang sedang menatapnya. Dengan tenang Suzy menyantap makan malamnya. Tidak terasa pesta pun telah memasuki penghujung acara. Tidak sedikit tamu undangan sudah kembali ke kediamannya masing-masing. Begitu juga dengan Suzy yang sedang diantar pulang oleh Myungsoo. Sepanjang perjalanan Myungsoo terus berbicara tentang banyak hal, tapi tidak ada satu pun yang ditanggapi oleh Suzy. Pikiran Suzy terus saja tertuju pada waktu yang sebentar lagi menunjukkan pukul 23.00. Waktu janjiannya dengan Baekhyun. “Aku masuk dulu. Terima kasih sudah mengantarku pulang.” Ucap Suzy begitu ia sudah sampai dipekarangan rumahnya. “Senang bisa menjadi pasanganmu malam ini. Masuklah.” Balas Myungsoo sambil mengecup pipi Suzy singkat. Dengan canggung Suzy menyunggingkan senyumannya kemudian melangkah keluar dari mobil Myungsoo. Suzy melambaikan tangannya saat ia melihat mobil Myungsoo perlahan menjauh. Bukannya membuka pintu gerbang rumahnya, Suzy malah membalikkan tubuhnya untuk kembali berjalan menuju jalan raya yang letaknya tidak jauh dari rumahnya. Begitu sampai di pinggir jalan raya, Suzy segera menghentikan sebuah taksi yang akan membawanya ke suatu tempat yang terus berada di pikirannya saat ini. Tidak berapa lama kemudian, Suzy telah sampai di lobby hotel yang beberapa saat lalu dikunjunginya sebagai tempat pertunangan suaminya sendiri. Suzy langsung berjalan menuju tempat lift berada tanpa menyadari jika seseorang sedang mengikutinya saat ini. Saat pintu lift terbuka, Suzy langsung melangkah masuk dan segera menekan lantai tujuannya. Karena tidak mau kehilangan jejak, orang yang mengikuti Suzy pun segera menaiki lift lainnya yang kebetulan ada di lantai 1. Rasa penasaran begitu memenuhi otaknya hingga ia tidak bisa berpikir jernih saat ini. Berbagai kemungkinan buruk melintas di benaknya yang selalu berusaha ia tangkis sekuat tenaga. Lift pun berhenti di lantai yang menjadi tujuan Suzy. Dengan langkah tergesa, Suzy menyusuri lorong kamar-kamar di lantai itu. Mencari-cari nomor kamar yang menjadi tujuannya. Mata Suzy langsung berbinar bahagia saat melihat sebuah pintu kamar bertuliskan 2206. Tanpa menunggu lebih lama lagi, ia segera menekan tombol bel yang ada di samping pintu kamar tersebut.  Beberapa detik kemudian, pintu kamar pun terbuka. Menampilkan sosok seseorang yang memberikannya sebuah kertas kecil beberapa jam yang lalu. Keduanya tidak bisa menyembunyikan perasaan yang dirasakannya saat ini. Baekhyun langsung menarik tangan Suzy untuk segera memasuki kamar hotel itu. Menumpahkan segala perasaan yang menyesakkan dadanya selama beberapa saat terakhir ini. Keduanya terlalu sibuk dengan apa yang menjadi kesenangan mereka saat ini hingga tidak menyadari jika pintu kamar hotel mereka belum sepenuhnya tertutup. Dibalik celah sempit itu, sepasang mata menatap pasangan yang sedang dimabuk cinta itu dengan tatapan terlukanya. Ia mengepalkan tangannya saat ia mendengar desahan nikmat keluar dari bibir wanitanya. Bagaimana bisa? Pertanyaan itu terus berputar-putar di otaknya saat memikirkan kenapa kejadian seperti ini bisa terjadi padanya. Ia langsung menutup pintu kamar hotel itu karena ia merasa tidak sanggup lagi jika harus melihat adegan dewasa itu secara langsung. Apalagi yang memerankan peran wanitanya adalah kekasihnya sendiri. Terlalu menyakitkan untuk melihatnya secara langsung. Membayangkannya saja sudah sangat menyesakkan dadanya. Dengan tangan bergetar karena menahan amarah, ia pun segera merogoh ponselnya untuk menghubungi seseorang yang ia rasa dapat membantunya. Tanpa menunggu lebih lama lagi, seseorang yang dihubunginya sudah mengangkat panggilannya. “Sejeong-ah, bantu aku merebut Suzy kembali.”  ~ tbc ~

 

Maafkan aku yang baru bisa update lagi hari ini. Hampir tiga minggu lamanya aku tidak mengeluarkan apa-apa. Dibilang sibuk, ngga juga, dibilang ngga sibuk, sibuk juga.Part ini ngga aku edit, jadi maafkan aku jika banyak typo yang bertebaran di mana-mana. Semoga kalian tetap menunggu ceritaku yang ini maupun yang My Lady.Untuk update selanjutnya, aku ngga tau kapan. aku ngga bisa menjanjikan sesuatu lagi. PR-ku masih banyak.Sekali lagi maafkan aku.Sampai jumpa di chapter selanjutnya…Bye-bye :-* Regards, Azalea

 

 

4 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] DREAM – CHAPTER 25

  1. jadi myungsoo yg ngikutin suzy…haduhh udah ketahuan dehhh..suzy jg kok cepet bngt langsung pergi lagi gk mau nunggu masuk rumah dulu kek,, pokoknya mastiin myungsoo udah pergi gtu..

    ibu baekhyun tau??? trus ayah baekhyun gimana???

  2. woow myungsoo udah tau hubungan baekzy hmm pasti nanti myungsoo jahad deh…emang y cinta itu buta hmm
    yeey semangat dek lea buat real lifeny semoga sukses. selalu dtunggu updatetan ff mu ya.fighting

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s