[EXOFFI FREELANCE] The Wolves and Soulmate (Chapter 1)

img_20160117_121538

 

Tittle : The Wolves and Soulmate

Author: candypinknet

Length: Multichapter

Genre: Fantasy—Romance—Drama—Family

Rating: Teenager

Main Cast : Oh Sehun & Ahn Nina (Original Cast)

Additional Cast : EXO member—Ahn Sojin—Ahn Edison—Kang Aurora—and many more

Summary: Setelah meniup lilin ulang tahunnya yang ke-19, hidup Ahn Nina perlahan-lahan mulai berubah. Berawal dari mimpi setiap malam tentang serigala abu-abu, lelaki berparas tampan yang tak ia kenal dan perang keluarga Canis Lupus.

Disclaimer : The story is belong to me.

Note : Cerita ini udah gue publish di wattpad & cover by @penguin_guard

Sorry for any typo(s) and nice to meet you guys!

BAB 1 – KRIS

Ahn Nina-Gadis berusia 19 tahun, mempunyai rambut hitam panjang tapi tidak lebih dari punggung, manik coklat terang yang berkilau (Untuk kata berkilau, Joe yang memberikan julukannya), bibir sedikit tebal, hidung lumayan mancung, kulit putih pucat seperti Vampir, dan mempunyai wajah Asia yang sangat cantik. Ayah dan Ibunya adalah keturunan asli Asia, lebih tepatnya Korea Selatan. Keluarga Ahn ini pindah ke Leeds-salah satu kota Inggris, karena pekerjaan.

Keluarga Ahn adalah salah satu pengusaha yang sukses. Usaha dari turun-menurun dan dikelola oleh para Anak-anak dari Kakek dan Nenek Buyut Ahn. Ayahnya mengelola perusahaan yang terdapat di kota Leeds ini, hal itulah yang membuat mereka pindah sejak 10 tahun yang lalu.

Nina adalah anak tunggal. Dan juga, dia tidak terlalu dekat dengan sepupu lainnya kecuali Sojin dan Edison. Hanya mereka berdua yang sering ia kontak. Terlebih lagi, Nina belum menghubungi mereka berdua lagi, karena kesibukannya dengan kuliah serta kegiatannya.

Dan setelah ia meniup lilin ulang tahun ke-19 tahunnya, hidup Nina semakin lama semakin berubah. Berubah menjadi aneh. Terlebih lagi setelah dia bermimpi aneh lusa kemarin. Sejujurnya diam-diam dia sedikit takut untuk tidur, karena bertemu Serigala dan Laki-laki tampan yang aneh. Sampai sekarang pun, dia masih belum tahu siapa itu Oh Sehun.

“Nina, matamu semakin lama semakin-”

“Ya, aku tahu.” Potong Nina cepat. Tangannya masih sibuk menyalin catatan yang tadi belum ia sempat catat. Zoe dan Karen saling berpandangan dan memandang Nina heran. “Apa kau stress?”

“Tidak.”

“Kau kena marah atau omel Orangtuamu?”

“Tidak.”

“Kurang tidur?”

“Ya.”

“Tumben,” Kata Karen sambil memainkan ponselnya. “Kau kan suka sekali tidur. Kenapa bisa kurang tidur seperti itu?”

“Mimpi,” Balas Nina pelan. “Ini semua, karena mimpi buruk tersebut. Aku jadi sedikit takut untuk tidur.”

“Kau bermimpi apa?”

Nina memandang Zoe pasrah. “Kau tidak akan percaya jika mendengar mimpiku ini. Sungguh, ini mimpi yang aneh dan setelah pesta ulang tahunku kemarin, mimpi ini selalu datang dan tidak pernah absen.”

“Kedengarannya menarik. Bisa kau ceritakan?” Tanya Karen penasaran dan Zoe mengangguk mendengarnya. Nina memandang sahabatnya itu datar dan kembali lagi ke catatannya. “Tidak.”

“Kenapa?”

“Aku,” Balas Nina sambil menghela nafas berat. “Hanya tidak ingin menceritakannya.”

Karen dan Zoe mulai mengoceh panjang lebar tentang; sahabat harusnya saling bercerita, tidak ada rahasia, tidak pelit, dan lain-lainnya. Nina menghela nafas berat lagi dan lebih memilih untuk fokus pada catatannya. Bukannya tidak ingin bercerita, hanya saja-

-dia takut…

Dia takut menceritakan bagaimana indahnya tempat yang selalu ia kunjungi di setiap mimpinya, dia takut menceritakan bagaimana Serigala yang selalu memandangnya dengan tenang dan diam-diam mengikutinya, dia takut menceritakan bagaimana sosok Laki-laki aneh yang selalu mengoceh panjang lebar tentang hal yang tidak ia tahu. Ada rasa takut di setiap hal yang ia rasakan tentang mimpinya tersebut.

Dan ia tidak tahu kenapa.

  • ••

“Selamat datang.”

Nina mulai bangun dari tidurnya diatas rumput hijau yang biasa menjadi tempat pertamanya bangun saat di mimpi ini. Manik coklatnya menghindari tatapan Laki-laki aneh tersebut. “Biarkan aku sendiri.”

“Kalau kami tidak mau?”

Nina memutar kedua bola matanya malas. “Yang terpenting adalah jawab semua pertanyaan yang sudah kuberikan padamu. Terlebih lagi, siapa Oh Sehun?”

Bukannya menjawab. Laki-laki itu malah bangun dari duduknya dan mendekati Serigala yang sedang memandang mereka dari pohon besar. Sejujurnya, dia sedikit heran, kenapa Serigala tersebut tidak ikut bergabung dengan mereka. Atau mungkin, dia ingin menjaga jarak agar Nina tidak takut dengannya?

“Kita bahas Oh Sehun lain kali saja,”

Nina bangun dari duduknya dan mulai berjalan mendekati Serigala dan Laki-laki tersebut. “Kapan kita akan membahas Oh Sehun?”

“Setelah membahas yang lain. Dan-”

“Sebelum kita membahas yang lain. Bisakah kau perkenalkan diri terlebih dahulu?” Potong Nina. Lalu dia menjadi salah tingkah ketika dipandang oleh Laki-laki aneh dan Serigala. “Maksudku, kalian berdua. Setidaknya, biarkan aku mengetahui nama kalian.”

“Aku Wu Yifan. Kau bisa panggil aku Kris.” Kata Kris sambil memandang Serigala disampingnya. “Dan dia-”

Nina memandang Kris dengan seksama.

“-rahasia. Dia tidak mau namanya disebut.”

“Kenapa?” Tanya Nina diam-diam kesal. Dia menghampiri Serigala yang sedari tadi hanya diam disamping Kris. “Kenapa namamu tidak mau disebut? Aku ingin tahu namamu.”

“Kau tidak takut?”

“Apa?” Tanya Nina sambil menengok kesampingnya. Dan saat Kris hanya mengalihkan pandangannya, Nina kembali menatap Serigala yang tepat didepannya. Jarak mereka berdua hanya tiga langkah dan ini adalah suatu kemajuan untuk Nina sendiri, karena rasa takut yang biasa muncul bisa dikendalikan. “Aku tidak takut padamu.”

“Tetap saja, dia bilang dia tidak mau namanya disebutkan.” Kata Kris dingin. Nina menatap Kris dengan kesal. “Dia tidak bilang apapun.”

“Dia bilang padaku.”

“Kau berbohong. Iya, kan?” Tanya Nina ke Serigala lagi. Bukannya menjawab, Serigala tersebut malah mengambil langkah mundur dan berbalik. Dia berjalan menuju air terjun.

“Kau akan tahu nanti,” Kata Kris sambil tersenyum hangat. “Aku sudah bilang, jangan bahas Oh Sehun terlebih dahulu, kita akan membahas yang lain.”

Nina mengangguk dan memandang kebawah, memperhatikan kakinya yang tidak mengenakan alas kaki dan rumput hijau. “Jadi, kau akan membahas apa?”

“Alasan kau disini,” Balas Kris sambil mengambil langkah kedepan yang diikuti oleh Nina. “Apa kau tahu alasannya?”

“Aku tidak tahu apapun tentang hal ini, Kris.”

Kris mengangguk mendengar jawabannya. “Sepertinya, kau memang benar-benar tidak tahu. Well, ada alasannya. Kau tidak mau menebaknya?”

“Tidak.”

“Oke,” Balas Kris. Mereka berdua duduk ditepi kolam, dimana kaki Nina menyentuh air dingin dan dia bisa melihat Serigala dibalik air terjun-memperhatikan mereka berdua. “Tempat ini, sejujurnya benar-benar tidak nyata. Ada cara untuk membuat tempat seperti ini; kecuali dengan hutan terlarang yang penuh kabut. Hutan itu selalu ada dari dulu, kecuali tempat-tempat lainnya.”

Nina mendengarkan setiap penjelasan Kris sambil sekali-sekali bermain dengan air.

“Dan tempat seperti ini bisa untuk mimpi siapa saja; bukan hanya kau, Nina. Salah satu alasannya adalah ada yang ingin menemuimu, tapi tidak bisa-jadi, dia membuat tempat ini untuk menjadikan salah satu komunikasi denganmu walaupun hanya dengan mimpi. Dan bukan aku yang membuatnya, sungguh.”

“Orang yang membuat tempat ini-untukku?” Tanya Nina tidak percaya dengan penjelasan Kris. Kris mengangguk mendengarnya. “Dia sangat jauh dan waktu untuk kalian berdua belum bisa diatur. Jadi, dia membuat tempat ini dengan bantuan kekuatan gaib.”

“Kekuatan gaib? Kekuatan seperti itu untuk membuat ini ada?”

Kris terkekeh mendengarnya. “Ya, tentu saja. Disini aku hanya seperti burung hantu yang mengirim informasi atau memberi informasi. Mau dilanjutkan?”

Nina mengangguk.

“Keluarga Canis Lupus adalah keluarga besar-sangat besar. Terlebih lagi, mereka juga bisa berubah wujud. Walaupun begitu, mereka adalah keluarga yang harmonis dan menjunjung tinggi kehormatan. Seperti keluargamu.”

“Tunggu,” Potong Nina. “Kenapa tiba-tiba kau membawa-bawa keluargaku?”

“Kau tidak tahu sama sekali tentang keluargamu sendiri?”

“Aku tidak mengerti,” Balas Nina bingung. “Aku-”

“Kau akan tahu sendiri. Yang terpenting adalah, tidak semua Orang menyukai Canis Lupus atau Serigala yang bisa berubah wujud, Nina,” Kata Kris sambil memandangnya tajam dan membuat Nina sedikit ketakutan. “Kau bilang Serigala berubah wujud-apa Serigala yang sering bersamamu bisa berubah wujud juga?”

“Kenapa? Kau ingin melihatnya berubah wujud?”

“Apa itu bisa?” Tanya Nina tidak percaya. Kris memberikan cengiran khasnya. “Kau ingin melihatnya berubah wujud dan tidak memakai pakaian sama sekali?”

Tiba-tiba pipi Nina merona mendengarnya. Sejujurnya, diantara dia-Karen-Zoe, yang paling tidak bisa dalam urusan Laki-laki adalah dirinya. Dia tidak pernah pacaran, terlebih lagi ciuman, ataupun berhubungan intim. Karen suka meledeknya dengan kata-kata; dia yang paling bersih. Tapi, itu adalah kenyataannya. “Bukan maksudku seperti itu.”

“Ya ketika Serigala berubah wujud menjadi manusia, mereka tidak berpakain sama sekali. Atau ketika mereka ingin menjadi Serigala, seluruh baju mereka akan robek. Itulah kenapa tempat tinggal Canis Lupus rata-rata Laki-lakinya hanya memakai boxer.”

“Jangan bahas itu.”

“Kenapa? Bukankah para Wanita suka membahasnya?”

“Terserahlah,” Balas Nina tidak mau melanjutkan debat. “Bahas yang lain.”

“Tempat ini akan hilang jika waktunya sudah habis.”

Nina tiba-tiba merasa sedih mendengarnya. “Kapan tempat ini akan hilang?”

“Nanti. Kemungkinan besar secepatnya,” Balas Kris sambil memandang air kolam. “Tenang saja, kau juga nanti akan bertemu denganku dan juga Sehun.”

Nina terdiam mendengarnya. Dia semakin memikirkan semua perkataan Kris dan mulai mencernanya. Canis Lupus, berarti Serigala, banyak jenisnya. Dan bisa berubah wujud menjadi manusia. Seperti film saja, batin Nina dalam hati. Lalu tiba-tiba ia mengingat sesuatu.

“Jika ada Serigala, apakah ada Vampir? Seperti film?” Tanya Nina penasaran. Kris tersenyum mendengarnya. “Bagaimana menurutmu? Apakah ada?”

“Tentu saja tidak ada.”

“Kau salah,” Balas Kris sambil melihat jam tangannya dan Nina mendengar helaan nafas berat dari Laki-laki tersebut. “Sudah waktunya. Sampai jumpa nanti, Nina.”

“Tunggu!” Tahan Nina. “Jika Serigala bisa berubah wujud menjadi manusia atau ada Vampir, kau itu mahluk apa?”

“Menurutmu, aku itu apa?” Tanya Kris balik. Nina baru saja ingin menjawab, tapi tiba-tiba semuanya menjadi gelap.

  • ••

Nina menghabiskan waktu luangnya dengan berkunjung ke perpustakaan. Dia mencari buku tentang segala macam topik yang semalam dimimpinya dibahas oleh Kris. Canis Lupus, Vampir, dan hal-hal gaib lainnya. Tangannya sibuk mencari buku yang tersusun dengan rapi, maniknya membaca setiap judul buku, dan dia tak sengaja menyenggol Seseorang, karena terlalu fokus dengan apa yang ia sedang cari. “Maaf-”

“Oh, tidak apa-apa.” Balas Seseorang atau lebih tepatnya Laki-laki yang sedang berkutik dengan halaman buku dengan ramah. “Mencari sesuatu?”

“Ya, dan aku belum menemukannya sampai sekarang.” Balas Nina jujur sambil melanjutkan mencari buku yang ingin dia baca. Dia tidak memikirkan hal lain, dia terlalu fokus dengan apa yang sedang ia cari. Kris pasti berbohong, tidak ada yang namanya Vampir dan hal-hal gaib seperti yang ia bilang dalam mimpi!

“Apa bisa ku bantu?” Tawar Laki-laki tersebut ramah. Dan Nina baru menyadari bahwa Laki-laki itu sedari tadi memperhatikan gerak-geriknya yang fokus mencari buku. Nina memperhatikannya, wajahnya tampan dan terlihat seperti Laki-laki yang benar-benar sangat baik, matanya sama seperti punyanya, wajah Asia dan tinggi, kecuali kulitnya yang tidak terlalu putih sepertinya.

“Tidak, terimakasih.” Tolak Nina halus sambil tersenyum. Laki-laki tersebut membalas senyumnya dan melambaikan tangannya. “Kalau begitu, aku duluan.”

Nina mengangguk dan membalas lambaian tangan Laki-laki asing tersebut. Dia menghela nafas lega ketika punggung Laki-laki tersebut tidak kelihatan lagi. Dirinya mulai melanjutkan mencari buku.

Vampir.

Canis Lupus.

Satu jam kemudian Nina menemukan beberapa buku tebal yang berisikan tentang Vampir dan juga Serigala. Hanya penjelasan klasik dan mainstream yang sudah kebanyakan ia tahu. Nina menghela nafas berat dan memijat keningnya yang pusing.

“Ahn Nina?”

Nina berbalik dan tidak menemukan siapapun yang memanggil namanya. Nina mengernyitkan dahinya heran. Siapa? Batin Nina heran.

Nina langsung merapikan buku-buku yang sedari tadi ia baca dan mulai membawanya. Manik coklatnya bertemu dengan sosok yang sedang berdiri dibelakang rak buku. Sosok itu terlihat jelas seorang Laki-laki, mengenakan pakaian hitam dengan tudung yang dipakainya. Nina menyeka keringat yang turun dari dahinya dan mulai melanjutkan aktivitasnya; mengembalikan buku.

Tapi, sosok itu mengikutinya.

Nina mempercepat langkahnya. Dia panik dan juga takut. Dia tidak pernah diikuti oleh seseorang seperti ini. Lalu dia menaruh buku tersebut ke rak buku dengan asal dan mulai berlari-lari kecil yang membuat dirinya diperhatikan oleh pengunjung perpustakaan. Nina mendorong pintu perpustakaan dengan cepat dan hampir menabrak Gadis seusianya yang sedang meminum kopi.

“Nina?”

“Oh, Zoe? Maaf aku sedang terburu-buru!” Balas Nina sambil menepuk pundak Zoe yang ternyata adalah Orang yang hampir ia tabrak. Nina melirik belakangnya dan mulai berlari lagi. Bahkan dia pun mengabaikan Zoe yang berteriak memanggil namanya terus-terusan.

  • ••

“Aku tidak bohong, itu benar-benar terjadi.” Kata Nina sambil menatap Kris dengan kesal. Dia sudah menceritakan semuanya dari awal di perpustakaan hingga dia kabur dari pengutit. Tapi, Kris masih memandangnya tidak percaya sama sekali.

“Oke, tapi jawab pertanyaanku,”

“Apa?”

“Kenapa kau mencari buku-buku tersebut?”

“Memangnya tidak boleh?” Tanya Nina semakin kesal. Kris mengangguk. “Semakin banyak yang kau ketahui, bisa jadi keselamatanmu semakin terancam.”

Nina heran mendengarnya. “Apa maksudmu?”

“Apa kau bodoh?” Tanya Kris dengan wajah ‘sok’nya. “Jika kau semakin banyak tahu tentang hal-hal seperti Canis Lupus yg bisa berubah menjadi manusia atau Vampir, semakin banyak juga mahluk gaib lainnya yang bisa mencium bau khasmu.”

“Bau khas-”

“Kau benar-benar tidak tahu apa-apa ya?”

Nina cemberut mendengar pertanyaan dari Kris. “Aku sudah bilang beberapa kali, aku tidak tahu apapun. Dan harusnya kau menjelaskan semuanya pada ku, Kris.”

“Dan aku terlalu malas untuk menjelaskannya.”

“Kau harus menjelaskannya,” Paksa Nina dengan kesal. “Atau kau bisa suruh Oh Sehun untuk menjelaskannya.”

Bukannya menjawab, Kris malah mengalihkan pandangannya ke Serigala abu-abu yang biasa menemaninya. Serigala tersebut sedang tidur santai di bawah pohon yang lebat dan Nina yakin betapa sejuknya tidur di bawah sana. Manik coklat terangnya memperhatikan setiap Serigala tersebut dan dia tersenyum.

“Kenapa kau tersenyum?”

Nina masih memandang Serigala tersebut. “Dia, siapa namanya?”

“Kenapa kau ingin tahu?”

“Aku hanya ingin tahu.”

“Kenapa kau tidak bertanya langsung kepadanya?”

“Tidak ada binatang yang bisa berbicara, Kris.” Balas Nina semakin kesal. Dirinya memiliki banyak pertanyaan, tapi Kris tidak menjawab semua pertanyaannya.

Tanpa Nina sadari, ada mata yang selalu mengawasi gerak geriknya dengan pandangan campur aduk; ingin menghampiri, tapi tak bisa. Ingin mendekati, tapi tak punya keberanian. Ingin berbicara dengannya, tapi butuh waktu yang pas.

Dan semua ini hanyalah masalah waktu.

Ya, waktu.

BERSAMBUNG

Sampai berjumpa di bab selanjutnya, ya!

 

13 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] The Wolves and Soulmate (Chapter 1)

  1. Whoooaaahh.. Daebak…!!!! Ceritanya makin seru aja.. Aku pikir yg ngikutin nina diperpus itu sehun, ternyta bukan yaa.. Itu orang jahat bukan sih? Aahh.. Semoga bukan.
    Emmm, menurut feelingku sih srigala abu2 yg sama kris itu sehun. Iyakan? Benerkan? Iyadong??😀

  2. Wahh asikkk fantasi ada bias jugaaa sehun kriss ><
    Itu serigala yang biasa sam kris sehun kah?
    Kalau iya kenapa dia gak mau nina tau penasaran eon ditunggu yaa next chapternyaa ^^
    Figthingg!!

  3. Kok aku ngerasa kalo Serigala yang selalu bersama Kris itu Sehun. Terus siapa yang Nina lihat di Perpustakaan menggunakan jubah hitam sampai dia ketakutan? Masih banyak tanda tanya.😀

  4. Itu yg manggil dia siapa? Kok serem, trs diikutin orang lagi
    Serigala itu siapa dah?
    Kris tinggal jelasin kok pake males yah, dasar tiang pemales sok cool gitu lagi Untung ganteng
    Ditunggu nextnya

  5. aku ngerasa serigala itulah sang Oh Sehun..hahahahahahaha
    seru lho ini..bikin penasaran… okeeeee masih harus nunggu kelanjutannya…
    kris pengen ngasih tau cuma pelit ngomong aja tuh dia..sok”ann… aku kangen bromance sehun-kris..ahhh soalnya di kehidupan nyata kan gk mungkin kan ya…yah alhasil dikehidupan khayalan deh…atau dikehidupan cerita astral ini..hehehe

    kalo aku jadi nina..sama aja keponya kaya dia..soalnya kris jg ngasih taunya gk full gitu..kan bikin panasaran banget gitu
    okehhhh next….

  6. wah …. trlalu bnyak yg diam2 melihat nina… apa diantaranya sehun?
    masih bnyak misteri dr siapa orang2 yg brkeliaran di epep…

  7. wah ada fantasi dan sehun…gk boleh dilewatin, nih hehee meski temanya mainstream tp pemaparan idenya udah cukup bikin penasaran, duh aku pengen next bab bisa segera update 😀 btw boleh kasih saran sedikit? boleh, ya /maksa/ buat penulisan mungkin perlu lbih hati-hati dg penggunaan awalan, khususon awalan ‘di-‘, juga penggunaan huruf kapital setelah kalimat lngsung, ohya satu lagi, penggunaan kata ‘berkutik’ di kalimat ‘laki-laki yg sedang berkutik dg halaman buku itu’ kurasa sdikit mengganggu, mungkin bisa pake ‘berkutat’/? :3 ehehe maaf ya ceriwis, lgian sayang kalo ide tulisan udah sebagus ini ada typo🙂 yup keep writing~

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s