[EXOFFI FREELANCE] THE SONG FOR ME (Oneshot)

photostudio_1475573457628

 

THE SONG FOR ME

Author: Layly_jmch

Cast:

Zhang Yixing a.k.a Lay (EXO)

Han Raeum (OC)

Kim Ha Na (OC)

Rating:

T

Genre:

Romance, schoollife.

Disclaimer:

Don’t plagiat!!!

Maaf bila ada typo.a, maklum masih amatiran.

 

Happy reading.

Han Raeum, nama seorang gadis yang sekarang tengah menghabiskan masa libur panjangnya dengan bekerja paruh waktu di salah satu kedai di Seoul. Raeum harus memenuhi kebutuhan hidupnya sendirisemenjak orang tuanya meninggal.

Saat seorang pemuda datang mengahampirinya, refleksRaeum mendongakkan kepalanya. Ia terkejut saat melihat pemudatersebut, sepertinya ia mengenal pemuda itu. ternyata pemuda itu adalah Lay, sahabat kecilnyadan juga cinta pertamanya.Sudah lama sejak terakhir kali Raeum bertemu dengan Lay, ternyata Lay semakin tampan.

Setelah menyelesaikan tugas bersih-bersih dan mengemasi barang-barangnya, Raeum berpamitan pada atasannya dan menghampiri Lay yang tengah duduk menikmati chocolate milkshake yang ia pesan sebelumnya.

“Sudah lama tidak bertemu lay-a”.

“Oh, Raeum-ah, lama tidak bertemu, bagaimana kabarmu?Maaf aku belum sempat berkunjung ke rumahmu”. UcapLay.

“Aku baik-baik saja, bagaimana denganmu?”.

“Baik, bagaimana kalau kita pulang bareng?”. Tawar Lay.

“Oke”.

Rumah Raeum dan Lay berdekatan jadi, sebelum Lay meninggalkan Raeum di Korea Selatan untuk melanjutkan pendidikannya di China,Raeum dan Lay selalu bermain bersama, dan juga melakukan banyak hal bersama.

***

Sinar matahari pagi ini sangat menyilaukan, membuat Raeum harus terbangun dari tidurnya,karena ia tidak mau terlambat, lantas Raeum langsung pergi mandi dan setelah itu memakai seragamnya. Hari ini adalah hari pertama Lay masuk sekolah, jadi mereka berangkat ke sekolah bersama.

Butuh waktu sekitar lima belas menit untuk sampai si sekolah. Sesampainya di sekolah, Lay langsung memarkirkan mobilnya di tempat parkir.

Sepanjang perjalanan mereka menuju ruang guru, banyak siswi yang terpesona dengan ketampanan Lay, tentu saja, hal ini membuat Raeum kesal, sedangkan Lay hanya mengabaikannya.

Setelah memperkenalkan dirinya di depan kelas,Lee ssaem mempersilahkan Lay untuk duduk, Lay pun berjalan menuju bangkunya dan tidak lama kemudian Lee ssaem pun memulai pelajaran.

“Hari ini adalah pelajaran olahraga, kalian semua cepat ganti seragam kalian dan langsung pergi ke lapangan”

Setelah Lee songsaengnim keluar dari kelas, Raeum pergi keluar kelas untuk pergi ke toilet. Raeum mengambil baju olahraganya yang ia taruh di lokernya. Setelah itu, Raeum masuk ke dalam toilet, sedangkan baju olahraganya ia letakkan di wastafel. Saat Raeum hendak mengambil bajunya, ia sangat kesalsaat melihat seragamnya dipenuhi dengan noda coklat dan berbau amis, itu adalah saus belut yang Ha Na tumpahkan di bajunya.

Raeum membilas baju olahraganya dengan air. Menurutnya, dengan cara ini bau menyengat dari saus belut akan perlahan-lahan hilang, tapi sekarang Raeum tidak bisa mengikuti pelajaran olahraga karena baju olahraganya yang basah.

Raeum, masih tidak percaya, kenapa Kim Ha Na melakukan hal ini kepadanya. Menurutnya, selama ini, ia tidak memiliki permasalahan apapun dengan Ha Na.

***

“Dimana Han Raeum ?” Tanya Lee ssaem.

“Mungkin dia sedang mengganti bajunya” jawab sang ketua kelas.

“Bukankah, tadi dia bilang akan ke toilet? Kenapa lama sekali”.

“Biar saya yang akan mencari Raeum”. Aju Lay.

“Ya baiklah”

Lay bingung, kemana kiranya ia akan mencari Raeum. Apa mungkin, Raeum ada di kelas. Lay berlarisecepat yang ia bisa menuju kelas. Benar apa yang ia pikirkan, ternyata Raeum ada di kelas, iapun berjalan menghampiri gadis itu.

***

Flashback

“ayah, kenapa harus Raeum ? Seharusnya aku sebagai anak ayah yang dipilih menjadi wakil sekolah dalam lomba menyanyi itu” rengek Ha Na

“Ini sudah keputusan semua dewan guru dan ini juga keputusan ayah. Lagipula suaramu masih kurang bagus Ha Na”.

“Dia itu hanya mendapat beasiswa untuk bisa masuk di sekolah ini. Dia itu orang miskin ayah”.

PLAK

“Sekali lagi kamu mencela Raeum, akan kukeluarkan kamu dari sekolah ini. Raeum adalah anak yang pintar bukan seperti kamu yang hanya tahu meminta uang saja. Ayah tidak pernah mengajarimu untuk mencela orang lain”.

“Oh…jadi ayah lebih memilih Raeum daripada aku”.

“Tutup mulutmu dan segeralah keluar dari ruangan ini!”.

“Baiklah”.

Dengan wajahnya yang merah padam, Ha Na keluar dari ruang kepala sekolah yang tidak lain adalah ruangan ayahnya sendiri. Ha Na berjalan menuju salah satu ruangan yang memang biasa digunakan untuk berkumpul bersama temannya.

“Apa yang terjadi, Ha Na ?” Tanya salah seorang temannya

“Kita harus melakukan sesuatu agar Raeum jera”

“Apa maksudmu ?”

“Raeum sudah seenaknya merebut hakku, semua yang seharusnya aku miliki, telah direbut olehnya, termasuk kasih sayang ayahku”.

“Kita harus melakukan apa ?”

Ha Na tampak bingung Apa yang dia harus lakukan pada Raeum agar Raeum jera ?

“Bagaimana kalau kita mengerjainya?”

“Ide yang bagus”

***

Saat Raeum hendak pergi ke toilet, Ha Na dan temannya langsung menyeret paksa Raeum dan membawa Raeum ke rooftop.Tanpa rasa belas kasihan  sedikitpun, Ha Na menuangkan sebotol saus belut pada tubuh Raeum.

“Kenapa kamu melakukan ini, KIM HA NA!”

“Ini salahmu sendiri, berani-beraninya kamu mengambil segala perhatian ayahku dariku!”.

Harga diri Raeum sudah hancur, diinjak-injak oleh Ha Na, iapun pergi meninggalkan rooftop dengan air mata yang tidak hebti-hentinya keluar.

Flashback end

Lay masih belum tahu apa yang telah terjadi, ia masih mencoba untuk menenangkan Raeum, ya, Raeum menangis. Ia terus menanyakan apa yang terjadi pada Raeum, tapi Raeum masih bungkam.

Tanpa mereka sadari, sedari tadi ada sepasang mata yang sedang melihat adegan tersebut.

***

Saat mereka sampai di sebuah kedai, Raeum langsung membuka pintu mobil dan masuk ke dalam kedai meninggalkan Lay seorang diri di dalam mobil tanpa mengatakan sepatah katapun.

Karena takut suasana hati Raeum semakin buruk, Lay memutuskanuntuk bersikap seolah tidak mengetahui apapun.

***

Setelah selesai membersihkan kedai, Raeum menghampiri Lay yang sedang tertidur di salah satu meja pelanggan.

Raeum melihat wajah Lay yang tertidur pulas. Damai, itulah kata yang bisa menggambarkan wajah Lay saat ini.

Perlahan namun pasti, Lay membuka kelopak matanya. Betapa terkejutnya dia saat melihat Raeum berada di hadapannya. Ia baru sadar, jika ia tertidur disini. Iapun mengajak Raeum untuk pulang bersama. Tanpa mereka sadari, sejak tadi, ada orang yang mengikuti setiap gerak gerik mereka.

Tepat pada tengah malam, Ha Na datang ke rumah Raeum. Ia ingin menjalankan rencana jahatnyanya yaitu membakar rumah Raeum. Ha Na beserta temannya langsung menuangkan beberapa jerigen bensin pada rumah Raeum tanpa ada seorangpun yang mengetahuinya. Iapun langsung melemparkan sebuah korek api pada rumah tersebut. Secara otomatis apinya menyebar ke seluruh sisi rumah.

“Ini akibatnya jika kamu merebut semuanya dariku” ucap Ha Na penuh dendam.

Setelah rencana mereka telah terlaksana, mereka pun pergi meninggalkan rumah Raeum yang sudah terbakar itu.

***

Lay terbangun dari tidurnya karena Lay mencium bau hangus di sekitar rumahnya. Lay pun memeriksa rumahnya tapi rumahnya baik-baik saja, Lay pun keluar dari rumah dan melihat rumah Raeum terbakar dan Raeum masih ada di dalam rumah itu. Dengan segera Lay berlari ke arah rumah Raeum dan disana sudah banyak orang-orang sekitar beserta pemadam kebakaran yang berusaha memadamkan api.

Tanpa berpikir panjang Lay langsung masuk ke dalam rumah untuk menyelamatkan Raeum. Lay tidak menghiraukan teriakkan orang yang melarang Lay untuk masuk. Ia juga tak menghiraukan seberapa panas api yang berkobar. Dipikirannya hanya ada Raeum.

Sesampainya di dalam, Lay langsung menggendong Raeum yang tak sadarkan diri dan membawanya keluar dari rumahnya. Lay langsung membawa Raeum ke rumahnya.

“Lay, kenapa kamu membawaku ke rumahmu ?”. Ucap Raeum lirih saat kesadarannya kembali.

Tidak ada jawaban dari Lay, Raeum pun bangkit dari sofa yang sempat dia tiduri dan berjalan ke arah pintu rumah Lay. Raeum membuka pintu itu dan betapa terkejutnya Raeum disaat mengetahui rumahnya hangus terbakar. Raeum langsung tertuduk lemas, tapi Lay membantunya untuk bangun dan membawa Raeum ke dalam pelukannya.

“Untuk sementara waktu kamu tinggal di rumahku saja”.

Raeum hanya bisa menangis melihat begitu cepatnya api itu membakar habis rumahnya. Ia tidak tahu lagi harus bagaimana.

***

Raeum sudah bersiap-siap untuk berangkat ke kedai untuk bekerja, disaat Raeum membuka pintu rumah, betapa terkejutnya dia saat, Lay langsung ada di hadapannya.

“mau kemana? Ini seragammu”. Ucap Lay seraya memberikan sebuah paper bag yang berisi seragam sekolah.

“Gomawo. Tapi, aku harus pergi untukbekerja”.

“Biar aku antar”. Tawaran Lay.

“Tidak usah”. Tolaknya.

Karena Lay terus memaksa ingin mengantarkannya, akhirnya Raeum menyerah dan mau diantar ke kedai oleh Lay.

Sesampainya di kedai, sudah banyak sekali pengunjung yang datang. Raeum langsung bersiap di meja kasir.

“Baiklah, para hadirin kita akan melihat penampilan dari Lay”.

Raeum yang mendengarnya sungguh kaget dan langsung melihat ke arah panggung.

“Saya akan menyanyikan sebuah lagu yang sengaja dibuat untuk sahabat saya yang hari ini berulang tahun”

Raeum langsung melihat kalender dan benar saja ini adalah hari ulang tahunnya. Raeum mendengarkan Lay yang sedang menyanyikan lagu yang telah dibuatnya sambil memainkan gitarnya. Setelah lagu selesai Lay langsung turun dari panggung dan mengajak Raeum untuk naik ke atas panggung.

Lay langsung berjongkok di hadapan Raeum sambil memegang tangan Raeum.

“Raeum aku tahu mungkin selama ini kamu hanya menganggapku sebagai seorang sahabat saja, tapi Raeum aku mencintaimu, maukah kamu menjadi pacarku?”. Pipi Raeum langsung merona, mendengar pernyataan Lay barusan.

“Bangunlah Lay”.

“Aku tidak akan bangun sebelum kamu menjawabnya”

Dengan malu-malu menjawabnya dengan anggukan. Lay langsung bangkit dan memeluk Raeum, dan semua pengunjung bertepuk tangan.

“Lay, kamu sudah menepati janjimu padaku. Kamu memberikan hadiah terindah bagiku yaitu sebuah lagu yang bagus. Aku mencintaimu Lay”

END

 

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s