[EXOFFI FREELANCE] I Am You, You Are Me – (Chapter 01)

I AM YOU YOU ARE ME [ poster ].PNG

I’M YOU

YOU’RE ME

|| BigBoss | kim jong in o

kwon yeo reum o kim hyuna o kim jeong dae o kim minseok ( xiumin ) | romance o drama o ER o love hate | oneshot | teenager ||

Summary :

Jong in mengakui kesalahannya pada wanita itu. ya dia salah…tapi seberapa besar kesalahannya. Sampai gadis itu benar benar enggan memaafkannya. “ kenapa kau selalu menolak kehadiranku di sisimu ?” jong in selalu bertanya Tanya kenapa gadis itu sangat membencinya. Seburuk itukah dirinya dimana gadis itu?

Disclaimer :

Tidak menerima plagiatrisme, ide murni dari pemikiran author sendiri. Judul terinspirasi dari lagu zico- I am you, you are me.

©BigBoss present 2016

“ happy birthday kim jong in!” seru seorang gadis sambil memperlihatkan senyum manisnya. Jong in duduk tertegun menatap kue ulang tahun di hadapannya. Lalu ia memandang wajah manis gadis yang memberikan kue itu. “ aku buat sendiri lhooo…” kata gadis itu memuji diri sendiri “ tapi aku tidak yakin dengan rasanya” lanjut gadis bernamakan kwon yeo reum di name tag yang terpasang di seragamnya.

 

“ kau mau aku makan ini?” sahut jong in dingin membuat pipi yeo reum langsung menggembung cemberut “ kalau begitu kau bisa membawanya pulang “

 

“ sireo” bentak jong in beranjak dari duduknya. Meninggalkan kue ulang tahunya bersama dengan pembuatnya. Yeo reum menghela nafas singkat “ kenapa? Kenapa dia selalu menolakku “ gerutu yeo reum sembari melirik kue buatannya dengan kesal.

 

Jong in sembunyi di balik pintu kelas menunggu yeo reum keluar. Berkali kali ia menghela nafas dan lama ia menunggu yeo reum yang tak kunjung keluar. Jong in mengintip dari balik pintu, dan melihat yeo reum yang bertengkar dengan teman sekelas jong in.

 

“ yak! yeo reum!” yeo reum langsung menoleh saat seseorang meneriakkan namanya, orang itu tak lain dan tak bukan adalah kim jong in. “ kenapa kau selalu membuat masalah untukku?!” protes jong in, dan saat ini pria itu sudah berdiri di samping yeo reum.

 

Jong in meraih pergelangan tangan yeo reum dan menarik gadis itu pergi. tepat di depan kelas, jong in menarik gadis itu sampai hendak jatuh “ yak!” teriak yeo reum dengan tatapan sinis.

“ kenapa kau tidak pergi dan membuang kue itu “

“ aku mau pergi tapi temanmu tadi selalu mencari masalah denganku”

“ kau juga! Kenapa kau selalu mencari masalah denganku”

“ yak!” teriak yeo reum lagi, merasa tak terima dengan pernyataan jong in yang secara tidak langsung menyebutnya sebagai ‘ pembuat masalah ‘ sungguh…ia benar benar tidak ingin berdebat dengan pria itu. yeo reum menyerahkan kue itu dengan paksa ke arah jong in. “ kau makan kue itu atau kau mati “ ancam gadis itu sebelum ia pergi kearah yang berlawanan dengan jong in.

 

Jong in benar benar tidak percaya dengan apa yang baru ia dengar “ mati? Yang benar saja “ gerutu jong in hampir melempar kue ulang tahunnya kearah yeo reum yang sudah semakin jauh. Jong in sungguh tidak tahu apa yang harus diperbuatnya dengan kue itu. tapi pada akhirnya ia juga memakan kue itu sampai habis tanpa sisa.

 

 

Begitu jong in menghabiskan kuenya, ia teringat akan masa lalunya, tentang kue yeo reum, sungguh ia ingin kembali ke masa itu. Dimana yeo reum selalu menggangunya dan selalu membuatkannya kue saat ia sedang ualng tahun. Meskipun kue itu tidak enak, tapi jong in merasa sangat senang karena kue itu adalah buatan yeo reum.

 

Cekrek! Tiba tiba jong in merasa seseorang memotret dirinya. jong in langsung panik dan bingung harus bagaimana. Ia bersaha menutupi wajahnya, entah itu dengan jaketnya ataupun tanganya.

 

“ permisi, bisa kau menyimpan kameramu, karena sepertinya ada seseorang yang tak nyaman dengan kau terus memotretnya” orang yang memotret jong in itu menatap wanita yang tengah menegurnya dengan tatapan sinis “ siapa kau? Kenapa kau ikut campur! Urus saja dirimu sendiri “ sentak orang itu sambil hendak memotret jong in lagi “ minggir “

 

Saat ia hendak memotret kembali, orang itu merasa aneh, kenapa kameranya hanya terlihat gelap. Orang itu menjauhkan kameranya dari hadapanya, dan mendapati wanita itu tengah menutup lensa kameranya dengan tangan. “ kalau kau tidak berhenti, akan kuhancurkan kameramu dan juga dirimu “

 

Aura wanita itu terlihat menakutkan, dan tatapanya yang dingin membuat si fotografer illegal itu merasa ketakutan dan memilih untuk pergi.

 

Jong in di tarik oleh wanita tadi sampai ke depan café “ sudah kubilang jangan mencari masalah di tempatku “ ucap wanita itu dingin, tapi jong in sudah terbiasa dengan itu. ketika wanita itu hendak berbalik pergi. tiba tiba jong in meneriakkan namanya “ kwon yeo reum!”

 

Wanita bernama kwon yeo reum itu berusaha untuk tidak mendengar panggilan jong in, ia tidak akan berhenti meskipun pria itu terus memanggilnya. Dan lagi lagi ia mendengar jong in berteriak padanya “ yeo reum-ah tidak bisakah kau berhenti, untuk kali ini saja, berbaliklah dan lihat aku! apa kau sungguh mengabaikanku sekarang! Kwon yeo reum! “ Yeo reum tidak peduli dengan apa yang dikatakan jong in ia terus berjalan masuk ke dalam café.

 

“ apa kau tidak bisa berhenti sekali saja “ – jong in

Jong in terus berjalan entah kemana sambil memakan es krim yang baru di belinya. Lalu dari kejauhan ia melihat seorang anak kecil tengah bertengkar dengan anak kecil lainnya. “ joon woo ayo main denganku “ gadis kecil itu berusaha mengajak anak laki laki itu bermain bersamanya. Tapi anak laki laki yang dipanggilnya joon woo itu menolak untuk bermain bersamanya.

Jong in berjalan mendekati anak laki laki bernaman joon woo itu. “ yak” panggilnya pelan, tapi anak itu mengacuhkannya “ yak kenapa kau tidak mau bermain dengannya ?”

“ ahjussi kau siapa?”

“ ahjussi?” gumam jong in lirih “ yak! kenapa kau tidak mau main denganya?”

“ sireo “

“ aigoo bocah ini “ pekik jong in tak percaya saat anak itu menjawab tanpa melihatnya. “ arraseo, aku dulu juga begitu “

“ ahjussi juga begitu?” entah kenapa saat mengetahui kesalahan orang dewasa, anak anak jauh lebih tertarik mendengarnya. “ ahjussi! Ahjussi juga tidak mau main dengan pacar ahjussi ?” Tanya joon woo lagi lebih antusias.

“ aigoo bocah ini, dari mana kau belajar kata pacar, eoh?!”

Anak itu malah merenggut pada jong in. “ hei bocah, kau tahu?”

Joon woo menggeleng lalu anak itu berjalan mendekati jong in dan duduk di samping pria itu. “ dulu aku juga punya teman seperti temanmu itu, kemana kemana dia selalu mengikutiku dan dia selalu mengganggu setiap waktuku, karena itu aku selalu menyebutnya ‘ si pengganggu ‘ – ‘ si pembuat masalah ‘ dan sampai akhirnya aku benar benar melukai hatinya “

 

“ kau membuatnya menangis?”

“ ogh, aku membuatnya menangis, sekarang aku menyesal dan kesepian setelah orang yang kupanggil ‘ si pengganggu ‘ itu pergi. aku rasa tidak terlalu buruk selalu bersaman orang orang seperti itu, setelah orang orang itu pergi kita baru merasa kesepian “ Jong in menyetuh atas kepala joon woo “ karena itu jangan sia siakan teman seperti mereka “

 

“ ahjussi kau menangis?”

 

“ aniya “

 

Joon woo berlari kearah gadis kecil yang tengah bermain sendirian itu. “ yeri-ah ayo main bersama “ seru joon woo dan berhasil membuat gadis kecil bernama yeri itu tersenyum.

 

Saat melihat gadis kecil itu jong in teringat pada sosok yeo reum. Seandainya dulu ia selalu menghiraukan gadis itu dan tak menyebutnya sebagai pengganggu, mungkin sampai saat ini yeo reum akan ada bersamanya.

 

Tapi yeo reum yang sekarang sangat jauh berbeda dengan yeo reum yang dikenalnya dulu. Sekarang dia adalah gadis yang dingin dan selalu menolak kehadiran jong in

 

Bahkan saat gadis itu sebenarnya menyadari kehadiran jong in di luar cafenya, gadis itu hanya mengabaikannya. “ wanita jahat “ gumam jong in setelah menghela nafas singkat.

 

“ kai-ah “ seorang wanita menyerukan nama panggungnya dengan berjalan kearahnya “ apa yang kau lakukan disini? Kita ada pemotretan bersama, apa kau lupa?”

“ tidak, aku tidak lupa sama sekali, dan kau kenapa kau kemari?”

“ karena aku mencarimu “

“ kenapa kau harus mencariku?”

“ sudah kubilang, kita ada pemotretan bersama “

“ aku tahu tapi kenapa kau harus repot repot mencariku. Aku punya kaki dan aku punya mata untuk pergi sendiri. Dan aku juga tahu diri dengan pekerjaanku. Karena itulah aku bertanya kenapa kau harus mencariku ?”

“ pria jahat “

“ berikan kuncimu biar aku yang menyetir “ sela jong in meminta kunci mobil dari wanita yang berdiri di depannya saat ini – kim hyuna

 

“ oke kita selesai hari ini, kau hebat sekali kim hyuna “

“ terima kasih, ini semua juga berkat kai . karena dia aku bisa melakukanpemotretan ini dengan baik “

“ kau benar tapi dimana kai?”

“ kai-ah selamat ulang tahun !” teriak semua orang merayakan hari jadi jong in di lokasi pemotretan , tak lama setelah itu hyuna dan sutradara tiba dan ikut bergabung bersama mereka. “ semuanya hari ini aku yang teraktir! Kalian bisa makan sepuas kalian “ seru hyuna di tengah tengah kerumunan orang “ karena aku berhutang budi pada kai “ lanjut hyuna lirih.

“ hyuna-ah kenapa harus dirimu yang membayar semua, biar aku mengganti uangmu “

“ tidak perlu, lagi pula aku juga ingin melakukanya untukmu “

“ kau serius?”

“ aku seriu, karena itu jadilah pria yang baik untukku “

“ arraseo “ jawab jong in mengalihkan pandanganya dari hyuna.

Saat mereka kembali berjalan tiba tiba seseorang berhenti di depan mereka. Orang itu adalah yeo reum. “ kau sudah datang?” hyuna bertanya dan sepertinya ia sudah memesan makanan dari cafe yeo reum. “ hari ini kai ualng tahun, dan sepertinya kau juga sudah tahu ? benarkan?” sepertinya wanita itu sengaja memesan makanan di café yeo reum, untuk membuat yeo reum cemburu.

Tapi yeo reum tidak peduli, ia menyodorkan pesanan yang di pesan kepada jong in “ ini pesanan anda tolong berikan uangnya “ saat itu tiba tiba hyuna menyela “ ah, berikan padaku, biar aku yang bayar “ hyuna mengambil pesanan itu, lalu mengajak jong in pergi. “ tunggu “ jong in mencekal tangan hyuna “ kau pergilah dulu “

“ kai! ” sentak hyuna “ ayolah, kau sudah janji menjadi pria yang baik di depanku, ayo kai!”

Hyuna semakin kesal karena jong in tak mendengarkanya “ ayolah kai ! “ namun pada akhirnya wanita itu berhasil menarik jong in pergi.

Saat semua orang menikmati pestanya, hanya jong in yang duduk bosan disana “ kai-ah inikan pestamu, kau juga harus menikmatinya “

“ kau nikmati saja sendiri, aku mau pergi “

“ yak! kai-ah”

 Yeo reum terlihat tengah menutup cafenya, karena malam ini ia ada janji dengan seseorang. Dan saat itu jong in tiba tiba datang dan mengganggu pekerjaanya. Meski sebenarnya pria itu berniat membantunya, tapi bagi yeo reum kehadiran pria itu sangat mengganggunya ” aku bisa sendiri, jadi pergilah ” kata yeo reum dengan maksud mengusir jong in secara halus.  Awalnya jong in hanya diam lalu ia mulai bertanya kenapa yeo reum selalu dingin padanya? Apa salah pria itu padanya? ” kenapa kau selalu seperti ini padaku ?” yeo reum memutar badanya menghadap jong in ” kenapa kau selalu mengusikku, apa kau tidak ada pekerjaan lain?” ” apa kau tidak mencintaiku?” yeo reum hanya diam dengan kepala tertunduk. ” apa kau sudah tidak mencintaiku lagi? Apa perasaanmu sudah berubah padaku ? Tapi aku mencintaimu, yeo reum ” ucap jong in mencoba menggoyahkan hati gadis itu dengan kata katanya. Perlahan lahan ia meraih dagu gadis itu, menatap wajah gadis itu dan mencoba meyakinkannya lagi.  ” aku mencintaimu ” perlahan lahan jong in mendekatkan wajahnya hendak mencium bibir gadis itu. Tapi yeo reum menolakkanya, gadis itu memalingkan wajah tepat saat bibir mereka hendak menempel satu sama lain. ” aku ada kencan malam ini, jadi kumohon ” ucap yeo reum tanpa berani menatap mata jong in. Pria itu berjalan mundur selangkah demi selangkah. ” baiklah, jika itu yang kau inginkan, aku akan mulai mundur, dan saat aku mulai pergi ku harap kau tidak akan pernah mencariku ” setelah mengatakan kata kata itu jong in berhenti berjalan mundur.Dan saat itu jarak mereka berdiri bisa dibilang cukup jauh ” kenapa kau selalu menolak kehadiranku di sisimu ?” – jong in Mungkin semua ini memang salahnya. Yeo reum yang dulu sangat mempercayainya, harus ia nomer duakan hanya karena wanita lain yang menurut jong in jauh lebih cantik. Tapi sekarang ia tahu, ini semua adalah salahnya. Tapi apa salah kalau jong in memilih pilihan lain dalam hidupnya ? Lalu kenapa gadis itu begitu marah padanya.  Malam ini adalah kado yang paling mengesankan bagi jong in di hari ulang tahunya. Karena malam ini ia bisa bersama yeo reum meskipun bukan sweet moment yang ia rasakan bersama gadis itu. Jong in tersenyum dengan lebar pada yeo reum tapi gadis itu tetap dingin padanya, dan berjalan pergi meninggalkan jong in di sana.

” pada akhirnya akulah yang akan selalu di tinggalkan “ – jong in

” wanita jahat ” gumam jong in

 

To be continued…

 

Terima kasih untuk perhatiannya, dan apresiasi kalian atas karya ini. bigboss mengucapkan banyak terima kasih

2 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] I Am You, You Are Me – (Chapter 01)

  1. ini masih tbc kan… kok kayanya udah end aja..hahaha hanya perasaanku saja..
    tuh kan kai apa aku bilang…jngan pernah sia-sia in perempuan yg ada didekatmu atau kau akan menyesal nantinya…hahaha *senyumlicik* *dibales senyum gk kalah licik dari kim kai/// ///kaburrr///

  2. Huwaaa~ keren. Aku hampir nangis bacanya. Nyesek bgt, apa mrk ga bisa bersatu? Huwee~ author-nim, buat mrk pacaran. Jebalyo.? Next chapter, juseyo.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s