[EXOFFI FREELANCE] Do Re Mi – (Oneshot)

do-re-mi

Judul: Do Re Mi

Author: haya

Cast: Do Kyungsoo

Park Hyera   OC

Leght : Oneshoot

Genre: Romance, Comedy

“Mataku seperti ini, malah bagus. Aku tidak perlu melihat wajahmu yang menjijikan”

Summary: Do Re Mi, dentingan manis jari mengiringi peristiwa cinta yang aneh, lucu, konyol dan tak biasa. Melewati masa masa tragis. Semuanya pun berubah sekejap, setelah kejadian tak disangka sangka datang, membuat dentingan manis itu sedikit ternodai.

Disclaimer : Fanfiksi ini murni dari pemikiran saya yang paling dalam. Dimohon untuk tidak melakukan aksi plagiat

~

Jemari manis Kyungsoo menekan halus piano putih pemberian eommanya. Sudah dua tahun ia memainkan piano itu menghasilkan dentingan melody yang semakin indah . Bermain piano, sepertinya adalah hoby Kyungsoo sejak kecil. Tetapi ia baru mempunyai alat musik kesukaannya itu dua tahun yang lalu. Dahulu ia hanya bermain menggunakan piano milik Chanyeol, selain itu ia hanya bermain piano ketika kursus saja.

Kyungsoo menghentikan permainan pianonya setelah ia menekan nada Do. Ia berjalan menuju dapur. Kyungsoo menemukan sebotol mineral ketika ia membuka kulkasnya. Ia menghilangkan dahaga dengan meneguk air penting itu. Kyungsoo menghembuskan nafasnya keras. Lalu menghirup hawa dingin yang terpancar dari kulkas yang ia biarkan terbuka.

“Kuharap aku tak mendapat gadis yang dingin”. Perkataan Kyungsoo macam apa itu .

~

“Kyungsoo-ya, berikan nada dengan tempo yang cepat!” kelakar Chanyeol menginterupsi sambil memegang mikrofonnya.

“Baiklah” ucap Kyungsoo. Ia menambah kecepatan bermain pianonya. Jari jari lentiknya sangat lihai. Chanyeol pun mulai bernyanyi. Ia mengeluarkan rapp andalannya. Hingga pemuda bertubuh jakung itu berteriak teriak. Mereka sangat menikmati karaoke menyenangkan di rumah Kyungsoo

“Sekarang keraskan pianonya” Chanyeol kembali menginterupsi

“Baiklah, kita akan bersenang senang malam ini” Musik pun terdengar sangat keras. Suara Chanyeol semakin tak karuan.

BRUAK

Seperti suara bantingan pintu

“BERHENTI BERNYANYI, KALIAN MENGGANGGUKU”

Teriakan itu membuat suasana hening seketika. Kyungsoo terkaget setelah kebetulan ia sedang memencat nada RE. Seorang gadis mempergoki mereka berdua.

“siapa kau? Hei mukamu seperti kepiting rebus, dasar tak sopan sekali”ejek Chanyeol menertawakan gadis itu. Chanyeol bahkan langsung mengomentari wajah gadis tak tahu malu itu.

“Apa kau bilang!”teriak gadis bermuka jerawat itu tak terima. Jerawatnya hampir memenuhi pipinya hingga ia semacam kepiting rebus. Kepiting akan terlihat merah saat di rebus, gadis itu mungkin saudaranya

“Dasar gadis kepiting rebus! Iyakan Kyungsoo”Chanyeol mengulang perkataannya. Kyungsoo menahan tawa gelinya sambil mengangguk mengiyakan. Gadis itu mengepalkan kedua tangannya. Sepertinya ia bersiap menghajar Chanyeol dan Kyungsoo. Gadis kepiting rebus itu megkerutkan mulutnya, memasang wajah marah.

“Kalian menyebakan sekali, bisa bisanya kalian memanggilku seperti itu, kau tahu aku adalah tetangga baru disini, bisa tidak kalian menghargaiku sedikit”protes gadis itu tanpa menjeda. Ia  memukul mukulkan tangannya pada kedua manusia dihadapannya. Ternyata gadis itu adalah tetangga baru Kyungsoo. sialan sekali, pasti gadis ini akan menjadi yang tercerewet di dunia, berani beraninya dia masuk ke rumah orang tanpa mengetuk pintu.

“Aduh sakit”celetuk Kyungsoo mengelus kepalanya. Gadis itu menghentikan aksinya

“Asal kalian tahu ya, permainan musik kalian sangatlah jelek. Ingat urusan kita belum selesai”teriak gadis itu sambil menunjuk Chanyeol dan Kyungsoo bergantian, lalu pergi meninggalkan mereka berdua

~

Kyungsoo berjalan mengayuh sepedanya. Tak lupa ia menyumpalkan headset di kedua telinganya. Pagi yang menyenangkan untuk sekolah

Seorang gadis berambut pirang baru saja menunggangi sepeda perempuannya. Ia berjalan keluar dari pagarnya dengan membawa buket bermacam macam bunga yang ia letakkan di keranjangnya

‘BRUUK’

Tak sengaja Kyungsoo baru saja menabrak seorang gadis berambut pirang itu. Kecepatannya mengkayuhnya padahal masih normal, tapi ia berhasil membuat gadis itu terjatuh mendengkur. Begitupun Kyungsoo, ia juga terjatuh karena ulahnya sendiri. Semua bunga pun bertebaran. Kyungsoo berusaha berdiri, melihat keadaan sekitar. Sudah di depan matanya, ini seperti rumah tetangganya. Gadis itu berhasil melihat wajah Kyungsoo

“Hei kau lagi, kau selalu membuat diriku sial”ucap gadis itu sambil berusaha berdiri. Ia memukul mukul pantatnya yang kotor.

Mianhe, aku tidak sengaja” Kyungsoo meminta maaf. Sialan sekali, mimpi apa Kyungsoo semalam, ia bisa bertemu gadis cerewet ini lagi. Ternyata benar, ia adalah tetangga baru Kyungsoo. sepertinya tetangga lamanya sudah pindah. Kyungsoo berusaha membantu berdiri. Gadis itu menyegah, ia malah menjumputi bunga bunga miliknya yang berserakan

“Aduh, kakiku sangat sakit sekali” rengek gadis itu mendapati dirinya sulit untuk berdiri.

“Mana yang sakit,apa jerawatmu ada yang meletus?”Kyungsoo berlagak peduli, namun tersisip kata kata menyebalkan yang membuat gadis itu membelalakkan matanya tak terima.

“Hei menyebalkan sekali kau”. Kyungsoo cepat mrngambil sepedanya yang tergeletak, bersiap kabur. Garang sekali kepiting rebus itu, sudah di rebus saja, masih saja mencapit capit.

~

“Ini adalah Park Hyera, murid baru di sini” seongsanim memperkenalkan seorang gadis baru bermarga Park itu di depan kelas kursus

“Oh ya anak anak, satu bulan lagi ada kompetisi bermain piano, semuanya saya pilihkan kelompoknya” timpal seongsanim membicarakan yang lain

“Jong In dengan Hyuna, Sehun dengan Hanna”

“ dan aku ingin kau berkelompok dengan dia Hyera” Gadis itu mencari arah telunjuk seongsanim pada objek yang dimaksud. Seorang pria berbibir tebal sedang menyungutkan mulutnya, dan memutar kedua orbs besarnya malas. Hyera mengangguk tersenyum simpul pada seongsanim. Padahal dalam hatinya berkata “Sialan sekali”

“Namanya adalah Kyungsoo” bisik Jong In kepada Park Hyera yang berada dibangku paling depan.

“Kenapa harus gadis itu” umpat Kyungsoo menerima kenyataan mentah mentah. Kenapa bisa, gadis cerewet itu terus mengikutinya. Kemarin gadis itu mengikutinya menjadi penduduk komplek yang sama dengannya, sekarang ia harus satu kursus dengan gadis kepiting rebus itu. Menjengkelkan sekali! Kyungsoo mengangkat bahunya geli. Ia tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi nantinya, jangan jangan Kyungsoo tertular jerawatnya.

~

Hyera yang sedang cemberut berkutat dengan jerawatnya sedang melongokkan kepalanya mencari seseorang yang ia tunggu. Ia membenarkan surai coklatnya. Manik gadis itu memicing. Di bola matanya menangkap cahaya yang mengenainya, ia melihat Kyungsoo sedang mengayuh sepedanya.

“Berhentilah” Hyera menahan sepeda Kyungsoo. Kyungsoo melepas headsetnya, lalu manikkan kedua alisnya bermaksud bertanya

“Bagaimana ini kita kan sekelompok?”tanya Hyera lagi lagi berkutat dengan jerawat yang menempel banyak dipipinya

“Sialan sekali, nanti datangi rumahku ya”Kyungsoo memutar orbs kembarnya malas

“Baiklah”Hyera mengangguk menurut. Kyungsoo kembali menyumpalkan headsetnya, bersiap untuk mengkayuh sepedanya.

“Hei ada yang ingin ku katakan”Kyungsoo sedikit mengerem setelah baru saja mengkayuh atu kayuhan.

“Apa?” tanya gadis itu penasaran

“Wajahmu menjijikkan, itu kata Chanyeol”goda Kyungsoo sambil tertawa senang berlanjut menghindari gadis dengan melarikan diri

“Hei awas ya kau”

~

Yoboseo” Hyera, gadis yang dulunya masuk kerumah Kyungsoo sambil membanting pintu kini berlagak sopan dengan mengetuk pintu terlebih dahulu.

Ne cepat masuk” Kyungsoo membuka pintu dan mempersilahkan masuk rumahnya

“Apa yang harus kulakukan?” tanya gadis Hyera menautkan alis tipisnya

“Berlatih, kau bisa kan bermain piano, aku ingin melihatmu” Ujar Kyungsoo sembari membuka kain yang menutupi piano putihnya yang ia pajang di ruang tamu. Ia mempersilahkan gadis kepiting rebus itu duduk dengan kode sedikit menggeser tempat duduk yang tadinya berposisi di bawah pianonya. Hyera pun mengubah posisinya duduk. Cara duduknya sangat anggun sekli, seperti waltz. Menurut Kyungsoo seperti itu. Ia tersenyum kecil tanpa sepengetahuan Hyera

“Eumm, sebenarnya aku belum bisa sama sekali makanya aku ikut kursus”. Hyera hanya melihat piano itu, tak berniat memencet satu nada pun. Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal pertanda kebingungan.

“Ah kau ini, sekarang pencet saja tombol Do dipinggir sendiri” perintah Kyungsoo sedikit kasar. Hyera segera memencet nada Do

“Re dekat Do, dan Mi disampingnya lagi Re” Kini Kyungsoo merendahkan nadanya

“Baiklah” Hyera menurut

“Sekarang coba lebih banyak nada dan lebih cepat mendenting”. Hyera mencobanya. Kyungsoo menatapnya dengan serius. Tangan gadis ini sangat kaku, tapi ia berhasil membuat nada baik.

“Sepertinya jarimu pendek, jadi kau butuh waktu lama untuk berlatih” ucap Kyungsoo. Kedua alisnya bertaut, dahinya mengerut, menatap permainan Hyera dengan serius. Hyera menengok, menatap Kyungsoo dan memperhatikannya.

“Tapi aku ingin sekali bisa bermain” ujar gadis itu lagi lagi berkutat dengan jerawatnya. Sepertinya gadis ini benar benar ingin bisa bermain. Kyungsoo membuang nafasnya keras keras, memutar bola matanya malas.

“Geser sedikit, biar ku ajarkan”. Tanpa bla bla bla Kyungsoo tiba tiba menjajari duduk Hyera. Sedangkan Hyera terkejut sedikit melirik pria yang kini berhimpit dengannya. Pria itu memberikan contoh cara mendenting yang baik dan benar. Hyera diam diam tersenyum menatap Kyungsoo membuat ia sedikit melamun. Indah sekali dentingannya, menyejukkan hati.

“Sekarang kau yang coba, biar ku tuntun tanganmu”. Hyera terkaget, tiba tiba pria berbola mata bulat itu memegang tangannya. Hyera sedikit menengok ke pria sampingnya, memeriksa ekspresi pria itu yang ia tebak menginterupsi ia untuk berdenting. Tetapi yang ada, Kyungsoo malah menembak tatapannya. Kedua orbs kembar mereka akhirnya saling beradu. Hanya 3 detik, mereka berhasil lekat dengan pandangan masing masing. Satu diantara mereka pun tersadar. Hyera membuang muka dengan menatap pianonya, jerawat kepiting rebusnya berkutat dengan hal merah semerah tomat. Gadis ini sepertinya tersipu.

Disisi lain Kyungsoo mulai menuntun Hyera mendenting pianonya. Ya ampun, gadis ini tangannya lembut sekali, tak seperti wajahnya. Kyungsoo sepertinya mulai mengetahui sisi baik dari gadis ini. Seluruh tubuhnya benar benar semacam waltz, yak kecuali wajahnya. Ia benar benar anggun seperti wanita yang sempurna akan ketidak sempuranaannya

DEG

Kyungsoo dapat merasakan bahwa jantungnya tiba tiba berdetak dengan kuat. Perasaan apa ini? Kenapa gadis ini semakin anggun dihadapannya. Semakin halus dalam mendenting, berhasil menjadi saksi peristiwa indah mereka berdua.

~

Sudah satu minggu Kyungsoo dan Hyera berlatih rutin. Mungkin rumah yang berjarak dekat bahkan bersampingan membuat mereka latihan setiap hari. Ngomong ngomong sekarang Hyera semakin anggun mempermainkan piano. Itu berkat Kyungsoo.mereka juga terlihat semakin akrab, walaupun terkadang saling mengejek. Sekarang adalah hari ke delapan mereka berlatih. Hyera mengahiri permainannya dengan memencet nada MI.

“Aku lelah sekali bisakah kita membeli es krim” rajuk Hyera memukul pundak Kyungsoo yang sedang sibuk dengan ponselnya.

“Aku juga lelah, mari ke kedai” ajak Kyungsoo. Mereka pun pergi ke kedai dekat komplek mereka. Jaraknya tidak jauh, maka dari itu mereka memilih berjalan untuk sampai ke kedai.

“Hei, ternyata kau baik sekali ya, tak seperti yang kubayangkan kemarin” ucap Hyera sambil menjilat jilat es krimnya yang bewarna coklat. Kyungsoo dan Hyera berjalan jalan di taman komplek mereka sambil menikmati bentuk es krim yang kembar. Hanya saja rasanya yang berbeda, milik Kyungsoo adalah rasa vanila.

“Kau pikir aku pria seperti Chanyeol, aku tak separah dia” ujar Kyungsoo melahap seluruh es krimnya

“Lalu siapa namamu, aku lupa” Tanya Hyera ketika mereka berhasil duduk di ayunan yang berbeda. Sudah seminggu mereka latihan bersama, gadis yang sering berkutat dengan jerawatnya ini tak pernah memanggil jajarannya dengan nama.

“Do Kyungsoo” Pria bermata besar itu menjawab dengan singkat. Hyera mengangguk, lalu menjilat es krimnya kembali.

“Hyera, ada sedikit noda es krim” Kyungsoo menyentuh pucuk bibir Hyera berhasil membuat gadis itu tercelos. Ia mengusap noda es krim yang menempel walau hanya sedikit di sekitar bibir mungil Hyera. Oh Tuhan! Rasanya seperti menjatuhkan es krim tanpa sengaja. Hati Hati Hyera benar benar seperti es krim yang meleleh. Membuat terkaget tak bisa mengedipkan mata sekalipun. Kyungsoo menampakkan senyum tulus pada gadis berjerawat itu. Apa yang Kyungsoo lakukan? Tangannya seolah bergerak sendiri seperti keajaiban, begitupun mulutnya. Apa Kyungsoo kini berhasil menaruh hatinya pada gadis itu? Seperti peristiwa yang berbalik, kekesalan Kyungsoo pada gadis itu karena cerewet berbalik menjadi perhatian yang tak terduga

“Maaf, terimakasih” Hyera menunduk berucap lembut. Sikap kikuk Hyera terlihat. Ya ampun, pria ini terkadang melakukan hal hal yang tak terduga.

~

Kyungsoo mengusap usap rambutnya hingga berantakan. Hari ini adalah hari kompetisi piano. Bukannya memikirkan kompetisinya, ia malah tak bisa menghilangkan gadis kepiting rebus itu dari pikirannya. Jangan sampai ia canggung dihadapan gadis itu. Kenapa sekarang jantungnya mulai berdegup kencang. Pria bernama Do Kyungsoo itu memakai jasnya. Menatap dirinya dihadapan cermin. Ia berbalik dari cermin, merapikan jasnya. Tersenyum senyum sendiri. Gadis itu sepertinya menarik perhatiannya.

Disisi lain, Hyera datang menghampiri Kyungsoo. Ia mengenakan Dress selutut bewarna kuning dan tersenyum dihadapan Kyungsoo. Mau tak mau, Kyungsoo harus membalasnya.

“Hari ini kau cantik” Kyungsoo memuji gadis dihadapannya. Hyera menyelipkan rambut pirang yang ia lerai di telinganya sembari menarik kedua sudut bibirnya. Gadis ini, semakin menarik saja.

Jeongmal Gomawo” tanggap gadis itu.

“Bahkan jerawatmu tak terlihat” tambah Kyungsoo. Benar saja, Hyera mengenakan bedak untuk menutup jerawatnya. Hyera menunduk seperti teripi

“Kau cantik ya kalau tak berjerawat, pasti penampilan kita akan bagus hari ini” ujar Kyungsoo kembali memuji. Oh tidak! Apa yang baru saja Kyunngsoo ucapkan. Membidik gadis kepiting rebus itu hingga membuat gadis itu salah tingkah. Kyungsoo menatap gadis itu. Gadis ini semakin menarik saja

“Kau juga tampan Kyungsoo” gadis itu membalas. Kyungsoo tersenyum, lalu menatap menerawang ke atas langit di depan rumahnya. Hari ini sangat cerah, tak ada titik gelap satupun.

“Hyera” panggil Kyungsoo. Suasana sontak menjadi hening.

“Hmm” Hyera bergeming menimpali

“Aku ingin mengajak kau ke suatu tempat sebelum kompetisi ini dimulai” ujar Kyungsoo

“Kemana?”

Kyungsoo langsung menutup mata Hyera dengan sapu tangannya yang ia tekuk menjadi segitiga. Sapu tangan itu menutupi seluruh wajah Hyera.

“Kenapa harus menutup mata?” tanya Hyera dengan heran. Apa yang akan dilakukan pria ini. Benar benar menjadi misteri.

“Yah agar jerawat menyeramkanmu itu tak kelihatan sama sekali” canda Kyungsoo bermaksud mengundang tawa.

“Tidak lucu” Hyera memanyunkan mulutnya tak tertawa. Kyungsoo terlihat mengikat ujung saputangannya di belakang kepala Hyera. Ia lalu memegang tangan gadis sampingnya itu membuat Hyera reflek mengumpat Kyungsoo di dalam hatinya.

‘Apa yang akan dilakukan pria ini’

Ternyata Kyungsoo menggandeng tangan Hyera- gadis kepiting rebus itu. Gelap, hanya gelap yang dilihat matanya. Hyera dapat merasakan bahwa Kyungsoo kini membawanya naik tangga. Kejutan apa ini? Langkah mereka terhenti. Kyungsoo menitah Hyera untuk duduk.

“Sebentar” Kyungsoo mengambil spidolnya menuliskan sesuatu ke benda yang kini berada di depan Hyera.

“Apa ini, kau memberiku piano?” Hyera meraba benda itu. Ia mendapati deningan suara ketika ia tak sengaja memencetnya.

“Tak mungkin aku memberimu piano, enak saja, itukan mahal, jika kau penasaran, buka saja matamu” kata Kyungsoo bernada kesal.

Hyera menyungutkan mulut kecilnya. Lalu ia menelepas ikatan tali sapu tangan yang menutupi seluruh wajahnya itu. Hyera berhasil memandang benda di depannya itu. Semilir angin sepoi sepoi membuat feel dari ekspresinya yang mendadak terkejut ketika setiap tombol nada terdapat tulisan mengejutkan

‘SARANGHAMNIDA PARK HYERA’ setaip huruf pada kalimat tersebut di tulisakan pada setiap tombol nada piano. Hyera tercengang tak bisa mengedipkan mata.

“Maukah kau menjadi kekasihku gadis kepiting rebus” Kyungsoo mengambil mawar pucat di balik jasnya dan menyerahkannya ke Hyera.

Apa apaan ini. Kaki Hyera bergemetar. Lidahnya menjadi kelu. Degup jantungnya benar benar ta bisa di kontrol. Sulit untuk menatap Kyungsoo yang kini menatapnya dengan senyum manis dengan mawar byang ada di tangannya. Kata GADIS KEPITING REBUS benar benar tak Hyera hiraukan. Kyungsoo memungut tangan Hyera.

DEG

Hyera berkutat dengan wajahnya. Mukanya merahnya bisa di tebak. Pria itu menyebalkan sekali, membuat Hyera bergetar seratus kali lebih cepat. Ya tuhan, pria ini kini telah menembaknya setelah sebelumnya ia membidik gadis berjerawat itu.

Kini Kyungsoo menatap tulus pada Hyera. Lalu berpura pura batuk, memberi isyarat.

Hyera mengangguk. Tak mampu mengeluarkan suaranya. Ia tersenyum kikuk dan mengambil mawar biru. Ia lalu tersenyum senyum. Kyungsoo pun berteriak senang.

“Hei Matahari yang hangat, lihatlah aku sudah memiliki kekasih” kelkar Kyungsoo membentangkan tangannya.

~

Lima menit setelah kejadian di atas atap rumah Kyungsoo itu, mereka pergi ke kompetisi. Bahkan mereka menjadi sangat canggung ketika bersisihan saat di mobil.

“Hyera” panggil Kyungsoo dengan suaranya bervibra

“Hmm” jawab Hyera hanya bergeming. Ia masih tersipu, bahkan menengok saja tidak kuat. Hyera lebih memilih menunduk.

“Panggillah aku Oppa!”

“Opppa!” Hyera mencoba memanggil. Kyungsoo dan Hyera pun tersenyum malu malu.

Setengah jam kemudian mereka telah sampai ke tujuan. Mobil pun berhenti di pinggir jalan.

“Biar aku saja yang mengeluarkan pianonya, kau minggir saja ini terlihat sangat berat” Kyungsoo yang ribut mengeluarkan pianonya, menginterupsi gadis yang kini telah menjadi kekasihnya itu minggir. Hyera pun menurut. Ia hanya menunggu di seberang jalan.

“Tidak aku harus membantumu Kyungsoo” tolak Hyera mendapati kekasihnya sangat kesusahan mengeluarkan piano dari mobilnya.

‘BRUAK’

‘DNTANG’

Seperti suara dengtangan piano yang keras.

Sebuah mobil BOX membuat Kyungsoo terlempar dengan piano putiih miliknya. Piano itu bahkan hancur sambil mendentang dengan keras. Kyungsoo kini tergeletak di tengah jalan dengan darah bercucuran di dahinya. Sebuah percikan kaca kecil bahkan memenuhi seluruh wajah imut Kyungsoo

“Kyungsoo!!” teriak Hyera sangat shook dengan kejadian itu. Ia reflek memeluk Kyungsoo yang tergeletak di tengah jalan akibat peristiwa tak terduga itu.

“Oppa” Hyera menahan tangisnya. Menggerak gerakkan rupa kekasihnya. Kyungsoo mengerang kesakitan. Setelah itu, ia sudah tak sadarkan diri. Hyera terus menggerak gerakkan wajah kekasihnya. Ia bahkan sampai membasahi jerawatnya dengan air mata. Rambut pirangnya luruh memenuhi wajahnya, hingga wajah Kyungsoo tertutupi ketika semua orang mengerubung pasangan kekasih itu. Akhirnya, sebuah ambulance pun datang dan membawa Kyungsoo ke rumah sakit.

~

Hyera membopoh Kyungsoo dan membantu menuntunnya. Kyungsoo terlihat sambil menggerak gerakkan tongakatnya. Hyera membawa kekasihnya itu kesuatu tempat. Tempat dimana matahari akan terlihat sangat jelas, rooftop rumah Kyungsoo. Tapi, Kyungsoo tak akan dapat melihat keindahan itu. Cukup dengan memori saja ia mengingat bahwa ia pernah melihatnya. Hyera membantu Kyungsoo untuk duduk, ia mengambil tongkat milik Kyungsoo dan menyenderkannya di kursi. Hyera memungut tangan Kyungsoo, lalu meletakkannya di atas suatu benda yang berharga. Tulisan ‘SARANGHAMNIDA PARK HYERA’ masih jelas tertulis di setiap tombol nada, berharap tak akan terhapus. Kyungsoo meraba benda itu. Hyera tersenyum lebar walau hatinya seperti sedih melihat keadaan kekasihnya. Kyungsoo pun tersenyum, seperti senang.

“Aku tak akan bisa bermain lagi” ucap Kyungsoo meraba seluruh tombol pada piano itu.

“Kau bisa bermain dengan perasaanmu“ hibur Hyera sambil mengelus pundak Kyungsoo. Kyungsoo tersenyum simpul

“Lalu bagaimana dengan jerawatmu sekarang?” tanya Kyungsoo mengganti topik pembicaraan

“Kenapa kau bertanya seperti itu?” Hyera mencubit pipi Kyungsoo. wajah sungutnya tak bisa di lihat Kyungsoo.

“Mataku seperti ini, malah bagus. Aku tidak perlu melihat wajahmu yang menjijikan”Ucap Kyungsoo dengan mulutnya membentuk love, lalu membentuk tawa hingga seluruh giginya kelihatan. Pria ini benar benar, sudah buta saja masih mengejek. Yah, tapi sepasang kekasih itu harus menerima takdir. Kyungsoo buta karena kecelakaan, bahkan mengubur kesempatan berkompetisi itu. Mungkin, takdir bermaksud untuk mempersatukan mereka dengan kejadian tersebut.

“Aish kau ini menyebalkan sekali” sebal Hyera, lalu menyolek hidung Kyungsoo. Mereka pun tertawa bersama. Kyungsoo terlihat mengacak acak rambut Hyera. Terlihat seperti pasangan yang lucu bukan.

Kyungsoo POV

Do : aku mencintai diriku sendiri, seorang Do Kyungsoo

Re : aku mencintai Park Hyera

Mi : aku bukanlah orang yang sempurna, namun kami berdua terlihat sempurna

Aku tahu wajahmu terlihat cantik saat tak berjerawat, senyummu bagaikan grakan waltz yang sedang berdansa. Mungkin, aku di takdirkan untuk buta karena aku akan melihat sisi cantikmu dari hatiku yang paling dalam. Bahkan lebih daripada laut. Depper than the see . .

-000-

Thank you buat para readers yang udah baca ff ini sampai titik akhir. Author sangat meminta saran dan coment untuk gaya bahasa author yang masih biasa aja… salam^^ coment y….

 

 

 

One thought on “[EXOFFI FREELANCE] Do Re Mi – (Oneshot)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s