[Lay Birthday Project] YOU’RE MINE

97

YOU’RE MINE – Renovatio
Lay & Alince (OC) || Romance || PG-13

“Yixing, aku ada janji dengan Luhan untuk mengerjakan tugas bersama”
“Baiklah, tak apa.”

“Jangan hari Kamis, Yixing. Aku harus menonton Wufan bertanding basket”
“Baiklah, hari Jumat juga tak masalah”

Terkadang Alince berpikir. Sayangkah Yixing padanya? Seriuskah hubungannya dengan Yixing? Kenapa Yixing tidak pernah menunjukan kecemburuannya? Bukankah cemburu itu tanda seorang pria menyayangimu?

**

Alince melipat tangannya kesal. Hari ini Alince sudah mencoba ke-sekian kalinya untuk membuat Yixing cemburu dengan menempel Wufan kemanapun pria itu pergi hari ini. Mulai dari ruang laboratorium untuk mengambil data praktek, ke perpustakaan untuk mengambil buku pelajaran, bahkan hingga makan siang, Alince masih tetap disamping Wufan.

“Yixing itu sudah dewasa, karena itu dia tidak menunjukan kecemburuannya” ujar Wufan sembari menyantap semangkuk mie pangsit kesukaannya.

“Aishh!” Wufan hampir saja tersedak, saat Alince menendang meja makan itu cukup keras.

**

“Kau sedang datang bulan ya?” Pertanyaan polos itu keluar dari bibir seorang Yixing. Kini ia dan Alince sedang duduk dibangku taman, setelah sebelumnya Yixing mencoba mengajak gadis itu untuk pergi menonton, namun ditolak langsung oleh Alince.

Mendapat tatapan singit dari kekasihnya, Yixing lantas menutup mulut, menyadari kesalahannya.
Ingin rasanya Alince menelan hidup-hidup Yixing dikala pria itu tidak peka sama sekali kenapa ia marah.

“Yixing, aku ingin bertanya sesuatu padamu” Alince mengubah posisi duduknya, menghadap Yixing. Mencoba menenangkan emosinya, atau lebih tepatnya mempersiapkan diri mendengar jawaban Yixing, Alince terdiam sesaat kemudian menghela nafas sejenak.

“Apakah kau benar-benar menyayangiku?”

“Huh?” Yixing menatap Alince dengan wajah yang tampak kebingungan. “Tentu saja. Apakah itu masih harus ditanyakan?”

“Tapi kau tidak pernah cemburu ketika aku pergi dengan Wufan ataupun Luhan. Yahh, aku dengar dari teman-temanku, kalau kekasih mereka akan marah jika mereka pergi dengan pria lain walaupun hanya untuk urusan kecil” Alince mengeluarkan semua yang ia pendam selama ini, berharap Yixing mengerti.

Bukannya langsung mencoba menjelaskan, Yixing malah tertawa kecil mendengar curahan hati kekasihnya.
Yixing tidak bodoh untuk tidak menyadari apa yang selama ini kekasihnya lakukan. Pergi dengan Wufan ataupun Luhan hanya untuk membuatnya cemburu, Yixing tahu itu semua. Hanya saja Yixing menunggu gadis itu mengatakan langsung padanya, dan Ia tak menyangka bahwa Alince akan mengungkapkannya hari itu.

“Alince, dengarkan aku” Tangan Yixing terangkat, menangkup pipi Alince, dan mengelusnya dengan lembut. “Aku tidak perlu cemburu untuk hal itu. Kau tahu kenapa? Because You’re mine. Untuk apa aku cemburu ketika kau sudah menjadi milikku?”

Yang Yixing katakan itu memang benar. Toh Wufan ataupun Luhan tidak akan bisa memiliki Alince karena gadis itu sudah dimilikinya.

Pipi Alince sudah memerah, tersipu mendengar jawaban Yixing.
“Thankyou for being mine” Yixing mengecup singkat bibir Alince membuat wajah Alince semakin memerah bak kepiting rebus.

END.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s