[Lay Birthday Project] Stay By My Side

92

Stay By My Side– Yoon-nee Park

Tittle  : Stay By My Side

Author : Yoon-nee park

Cast   :  Zhang Yi Xing (Lay – EXO), Kim Hyurim (OC)

Leght  : Oneshoot

Genre  : School-life, Romance, Fantasi?

Disclaimer  : Cerita pure dari imajinasi saya tidak mengandung unsur plagiatisme. Peristiwa yang terjadi dicerita hanya fiksi belaka tidak ada hubungan dengan kehidupan nyata EXO.

TAP…

TAP…

TAP…

Suara ketukan kaki jenjang itu terus terdengar nyaring dipenjuru koridor sekolah. Terlalu pagi bagi siswa untuk datang kesekolah. Namun tidak dengan pria bernama Zhang Yi Xing atau yang akrab dipanggil Lay. Dia lebih suka dengan suasana sepi seperti ini yang mungkin malah ditakuti oleh kebanyakan orang.

KREK…

Suara decitan pintu kelas terdengar kala lelaki itu mendorong pelan pintu kelas yang hendak ia masuki.

“Kau sudah datang?”

Yang diajak bicara masih tidak bergemih. Dia masih fokus melihat keluar jendela sesekali menyelipkan surai coklatnya yang terhembus angin kesisi telinga atas.

“Kau tidak ingin menjawabku Hyurim-ah?” sekarang Lay berjalan mendekat dan memposisikan diri disebelah Hyurim, melihat kearah luar jendela sama seperti yang Hyurim lakukan.

“Aku bosan… Aku akan pindah kesekolah lain” ucapan gadis bersurai coklat itu berhasil membuat Lay memandangnya tidak percaya.

Kaki mungil Hyurim mulai bergerak untuk meninggalkan ruang kelas, namun sesuatu menahan pergelangan tangannya.

“Tetaplah disini..” sebenarnya masih banyak yang ingin Lay katakan tetapi ia seakan tidak bisa berkata sepatah katapun. Ada perasaan yang tidak bisa dijelaskan setiap kali harus bertatapan dengan Hyurim seperti sekarang ini.

“Sebentar lagi mereka akan datang, tetaplah disini”

“Mereka tidak akan melihatku – apa kau sudah lupa?”

“Aku tidak akan lupa – Aku bukan kakek tua yang akan banyak lupa, tetaplah disini.. Setidaknya ikutlah belajar bersama kami walaupun kau sudah menjadi hantu”

Hyurim menghela nafas panjang, kemudian berucap “ Kau tau menjadi hantu sangatlah tidak menyenangkan” Lay sangat tau apa yang dirasakan oleh Hyurim. Hampir setiap hari Lay selalu mendengar berbagai mecam umpatan yang keluar dari bibir tipis Hyurim. Hyurim benar-benar tidak ingin menjadi hantu diusia semuda ini, tidak bisa berkomunikasi kepada orang banyak, dipercaya sebagai sosok yang menyeramkan, dan satu hal lagi yang paling ia benci ‘Aku bahkan tidak bisa tidur saat malam hari’.

.

.

.

“Lay-ah apa kau masih ingat apa yang aku katakan 2 hari yang lalu?”

Tangan kanan Lay menggores sesuatu diatas buku catatannya. Sepasang irisnya fokus memperhatikan apa yang disampaikan oleh Kang Seonsaengnim didepan kelas – seakan ia tengah mencatat pelajaran yang disampaikan oleh Kang Seonsaengnim padahal sama sekali tidak.

“Kau ingin memperlihatkan sesuatu dihari ulang tahunku”

“Aku senang kau masih menngingatnya. Lay-ah” sebuah kurva  terbentuk dari sudut-sudut bibir Hyurim yang tertarik mengahasilkan senyuman sempurna.

.

.

.

“ARRGGHH!!”

Suara hantaman meja dan decitan kursi nyaring, seperti suara keributan. Suasana sekolah yang masih sepi membuat suara mengerikan itu memenuhi seisi sekolah.

Hampir 3 bulan ini Lay tidak pernah melihat wujud Hyurim. Apakah dia benar-benar pergi seperti yang pernah ia katakan?.

Dan satu hal lagi yang membuat Lay merasa sangat kesal, bukankah Hyurim sudah berjanji ingin menunjukkan sesuatu di hari ulang tahunnya. Bahkan ini sudah lewat 1 bulan 31 hari.

Lay mengacak rambutnya frustasi “ Kemana kau pergi Hyurim-ah?…  Apakah ini yang ingin kau tunjukkan? Menghilang tanpa memberi tahu ku?!”

.

.

.

Jantung Lay melompat tidak karuan saat melihat seorang gadis yang sangat ia kenal. Ia sedang berdiri dihalte bus sambil berbincang dengan orang yang ada disebelahnya. “ Hyurim…” Seorang gadis yang sangat ia rindukan, dia seorang hantu bagaimana bisa dia berpenampilan layaknya manusia. Apa Lay salah lihat? Ya mungkin saja.

“Lama tidak bertemu Lay-ah”

Lay berjengit kaget saat sebuah suara mengejutkannya. Diliriknya pemilik suara –Dia seorang gadis yang sangat ia kenal dan sangat dia rindukan yang sedang berdiri tak jauh dari tempat Lay berdiri.

Lagi-lagi jantung Lay melompat tidak karuan saat sebuah pelukan hangat Hyurim yang berhasil membekukan aliran darah Lay.

“Inilah yang akan aku tunjukan Lay-ah, aku telah berhasil bangun dari mimpi panjangku. Aku benar-benar sudah sembuh dari koma ku lay-ah”

“Bagaimana bisa?” Lay masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Segudang pertanyaan aneh terlintas diotaknya. Ingin sekali ia utarakan tetapi jika sang empuhnya tidak ingin menjawab, apalah gunanya dia mengutarakan pertanyaannya.

“Oh… Ada satu lagi yang ingin aku tunjukan padamu Lay-ah”

“Tentang ap –“

‘CHU’

“Oh.. ini benar-benar nyata…” Hyurim memegang bibirnya tidak percaya dengan tindakan bodohnya. Lay terkekeh pelan melihat tingkah polos Hyurim yang penuh kejutan disetiap tindakannya menurut Lay.

“Selamat ulang tahun lay-ah, aku menyukaimu”  ucap Hyurim sambil menundukan kepalanya, 1 detik..2detik..3 detik.. 5detik.. selama 5 detik Hyurim menghitung dalam hati, belum ada jawaban apapun dari Lay. Perlahan Hyurim menganggat kepalanya ia dapati Lay yang tengah tersenyum memperlihatkan lesung manis sebelah pipi kanannya. “Yak! Hentikan! Apa kau pura-pura tidak mendengar eoh?”

“Ani.. aku memang benar-benar tidak mendengarnya. kenapa kau menyembunyikan wajahmu tadi? Dan itu sangat lucu” Lay terkekeh.

“Lupakan!” Hyurim melangkah pergi sambil mempout bibirnya.

“aku juga menyukaimu Hyurim-ah” Lay tersenyum penuh kemenangan.

FIN

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s