[Lay Birthday Project] Speed Dial

98

Speed Dial || exoblush || Yixing & Baekhyun || G || Mystery & horor

Exoblush present.

Happy reading!~

.
.

Ketika pertama kali Yixing menginjakkan kakinya di Korea Selatan, dia sudah sangat suka dengan lingkungan di Korea. Itu tidak jauh berbeda dengan Chinaㅡkecuali perbedaan bahasaㅡ selebihnya, semua terasa begitu sama.

Yixing adalah orang yang cepat berbaur dengan orang lain, apalagi dengan tetangga diapartemen miliknya. Bukan lingkukan apartemen mewah, tapi setidaknya semua tetangganya adalah orang yang baik dan tidak suka mengganggu ketenangan.

Yixing paling dekat dengan tetangga tepat disebelah pintu apartemennya. Namanya Byun Baekhyun, dia adalah seorang lelaki berusia duapuluh tahun dengan rambut coklat madu berponi dan mata sipit. Awal pertemuan mereka ketika Yixing secara tidak sengaja menabrak Baekhyun dan membuat seluruh barang bawaan Baekhyun jatuh. Dari situ, mereka mulai berbincang dan menjadi dekat.

Bagi perantau seperti Yixing yang sama sekali tidak mempunyai kerabat di Korea, kedekatannya dengan Baekhyun sangat berarti. Dia merasa seperti memiliki adik laki-laki, sekaligus teman berbagi curahan hati. Apapun yang Yixing lakukan, pasti akan dia ceritakan ke Baekhyun begitupun sebaliknya. Yixing yang cukup ahli dalam memasak pun tidak lupa sering mengirim makanan ke apartemen Baekhyun karena lelaki itu tidak dapat dipercaya untuk menggunakan peralatan dapur. Oleh karena itu, Yixing memilih menyimpan nomor ponsel Baekhyun pada panggilan cepatnya diangka pertama dibandingkan nomor ponsel kedua orang tuanya. Dia cukup sering membutuhkan Baekhyun.

Seperti hari ini, Yixing seharusnya sibuk menyelesaikan tugas yang diberikan dosennya, tapi dia lebih memilih mengeluarkan ponsel kemudian menekan angka satu panggilan cepat.

“Baekhyuneeeee~”

“Ada apa Hyung? Ahhh~ pasti dosen berkumis tebal itu memberikanmu banyak tugas lagi kan? Hahahaha”

Ini yang Yixing suka saat dia mulai berbincang dengan Baekhyun lewat ponsel. Dia bisa mengeluarkan segala keluh kesahnya hari itu sambil tertawa bersama Baekhyun.

.
.

Seharusnya, liburan kali ini Yixing bisa beristirahat tenang diapartemennya. Tapi itu hanya menjadi angan-angan ketika satu hari menjelang liburan, dosennya memberi tahu bahwa mereka akan melakukan riset ke pulau jeju selama satu minggu dihari liburan. Yixing yang sebenernya sudah berjanji akan menonton banyak drama dengan Baekhyun, dengan sangat terpaksa harus membatalkan acaranya.

“Menyebalkan!” Yixing pergi keapartemen Baekhyun untuk mengeluarkan segala kekesalannya.

“Kita jadi tidak bisa menonton drama bersama~”

“Tidak apa-apa Hyung, melakukan perjalanan ke Jeju terdengar sangat menyenangkan.” Baekhyun duduk disamping Yixing sambil memakan setoples kukis renyah.

“Jika untuk liburan sih, menyenangkan. Tapi ini untuk melakukan riset! Uh tidak seru.” Baekhyun yang mendengarnya tertawa kencang. Kemudian memberikan setoples kukis renyahnya kepada Yixing.

“Makan lah, kau selalu mengomel dan membuat wajahmu menjadi cepat tua! Hahahahahah”

Yixing segera mengambil toples itu dengan cepat dan memakan kukis dengan lahap. Malam itu, Yixing memilih menginap diapartemen Baekhyun walaupun besok dia harus segera berangkat ke Jeju.

.
.

Seoul tengah marak pembunuhan dengan korban acak yang dilakukan oleh seorang tahanan rumah sakit jiwa yang kabur. Itulah yang Yixing dengar dihari kelimanya berada di Jeju. Yixing yang khawatir dengan Baekhyun, segera mengambil ponsel dan menekan angka satu.

“Baekhyun.”

“Ya, Hyung?”

“Kau tidak apa-apa? Kudengar Seoul sedang marak pembunuhan acak. Aku khawatir padamu.” Bukannya mendengar suara ketakukan, Yixing justru mendengar tawa Baekhyun dari sebrang telepon.

“Tentu saja aku tidak apa-apa. Aku bahkan sedang menonton drama yang seharusnya kita tonton bersama.” Yixing menghembuskan napas lega.

“Syukurlah, tapi kenapa disana terdengar sangat sepi? Aku tidak mendengar suara televisi.”

“Aku mengecilkan suaranya saat menerima telpon darimu.”

“Ohh baiklah”

Setelahnya, mereka membicarakan cukup banyak hal tentang riset Yixing.

.
.

“Baekhyun, apa kau bisa menjemputku di bandara?”

“Ah maaf Hyung tidak bisa, aku sedang sibuk.”

“Yasudah, aku akan pulang dengan taksi.”

“Maaf hyung, aku benar-benar tidak bisa.”

“Tidak apa-apa, baiklah akan kututup telponnya.”

Yixing sebenarnya cukup kecewa karena Baekhyun tidak menjemputnya, tapi Yixing seharusnya mengerti jika Baekhyun pasti sedang sangat sibuk jadi dia menaiki taksi dan pulang keapartemennya yang nyaman.

Saat taksi yang Yixing naiki hampir sampai, Yixing memutuskan untuk kembali menelpon Baekhyun agar mau membatunya mengangkat barang-barang bawaannya.

“Hyung?”

“Baekhyun, bisa kau turun dan bantu aku? Barang-barang bawaanku banyak dan berat.”

“Maaf Hyung, aku tidak bisa.”

“Kau sedang tidak diapartemenmu?”

“Aku ada diapartemen, tapi aku tidak bisa keluar membantumu.”

Yixing yang mendengar Baekhyun berbicara seperti itu mengerutkan dahinya.

“Memang apa yang sedang kau lakukan?”

Hening.

Yixing menunggu setidaknya satu menit tapi tidak terdengar jawaban dari sebrang, sehingga Yixing mengecek layar ponselnya, mungkin Baekhyun memutuskan sambungan tapi ternyata tidak.

Yixing baru saja hendak memanggil Baekhyun, namun taksi yang ditumpanginya telah berhenti menandakan bahwa dia telah sampai.

Yixing terpaksa mematikan sambungan telponnya, dan segera mengeluarkan barang-barang bawaannya. Dalam hati, dia sedikit sedih karena Baekhyun tak membantunya.

Saat Yixing sudah sampai didalam apartemennya, dia senang bukan main karena akhirnya dia bisa merasakan istirahat yang sesungguhnya. Yixing segera menaruh barang bawaannya dan dengan cepat mengeluarkan sekotak kukis yang dibawanya dari Jeju. Kata orang, kukis Jeju sangat lezat jadi Yixing memutuskan membeli untuk Baekhyun yang kebetulan sangat menyukai kukis.

Yixing keluar, membawa sekotak kukis ditangannya, dia pergi kedepan pintu disamping apartemennya, tempat Baekhyun.

Tok tok tok

Tidak ada jawaban, jadi Yixing kembali mengetuk pintu.

Tok tok tok “Baekhyun~ kau didalam? Buka pintunya ini aku Yixing.”

Pintu yang ada dihadapannya ini tak kunjung dibuka, jadi Yixing memilih untuk menelpon Baekhyun, mungkin dia tertidur dan tak dengar suara pintu diketuk.

“Baekhyun? Aku didepan pintu, bukalah pintunya.”

“Maaf Hyung, tapi aku tidak bisa.”

“Kenapa? Aku membawa kukis kesukaannmu, bukalah.”

“Hyung, aku tidak bisa.”

Yixing mengerutkan dahinya tidak mengerti, kenapa Baekhyun tidak bisa membuka pintu?

“Nak, apa yang kau lakukan?” Yixing terkejut mendapati bibi Choi memanggilnya secara tiba-tiba. Dia kenal karena bibi ini yang tinggal di depan kamar apartemennya.

“Aku memanggil Baekhyun, tapi dia tidak membuka pintunya dari tadi. Apa bibi tau Baekhyun kemana?”

Yixing tidak tahu dimana letak kesalahannya tapi bibi Choi langsung membuat ekspresi terkejut.

“Baekhyun sudah meninggal, nak. Kau belum tau beritanya?”

Yixing mendengarnya terkejut hebat. “APA? Tapi tadi baru saja aku berbicara dengan Baekhyun lewat telpon.”

“Tidak, dia sudah meninggal empat hari yang lalu. Kau tau kasus pembunuhan acak? Baekhyun menjadi salah satu korbannya.”

“Ta-tapi baru saja aku menelpon Baekhyun.” Yixing tidak tahu harus berkata apa lagi, dia kaget sekaligus takut karena dia benar-benar berbicara dengan Baekhyun. Yixing mencerna perkataan bibi Choi,

‘Baekhyun meninggal empat hari yang lalu’

Itu adalah ketika dia masih diJeju dan saat pertama kali dia menelpon Baekhyun dari Jeju.

“Ja-jadi, selama ini aku menelpon siapa?”

Yixing melihat layar ponselnya menyala dan dia langsung takut bukan main, dia mendapat panggilan masuk.

Dari Baekhyun.

“Hyung, simpan dulu saja kukisnya diapartemenmu. Aku akan mengambilnya sendiri nanti malam, hehe sampai jumpa~”

.
.
.

END

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s