[Lay Birthday Project] Si Tampan Yixing

87

Si tampan Yixing – Firena Lee
Cast:
– Zhang Yixing
– Lee Hyokyo
– Other
Genre: Romance, little bit humor
Rating: T
Summary : Zhang Yixing, namja yang cukup famous dikalangan siswa siswi XOXO Senior high school. Semua siswi akan jatuh hati dengannya. Namun, yeoja yang dicintainya, malah bersikap sebaliknya.

~Welcome to my story~

#Author P.O.V

“Jadi, siapa namamu?” Tanya seorang Yeoja.

“Namaku Zhang Yixing. Namamu?” Tanya balik namja yang diketahui bernama Zhang Yixing.

“Namaku Lee Hyokyo. Senang berkenalan denganmu. Oh yah, kau anak klub dance yah?” Tutur Hyokyo, yeoja yang bertanya tadi.

“Ya, kenapa?” Tanya Yixing.

“Aku ingin masuk klub dance, tapi belum sempat mendaftar. Temani aku mendaftar yah?” Pinta Hyokyo.

“Ayo, kita pergi.” Seru Yixing, sembari membawa Hyokyo menuju ruang dance.

###

“Semoga Hyokyo membaca surat dariku.” Gumam Yixing.

Yixing kini sedang berada di balik loker, memastikan kalau surat yang ia tulis, sampai ke tangan sang pujaan hati.

“Ini surat dari siapa sih? Sok puitis sekali bahasanya.” Pekik Hyokyo geli, sembari membuang surat yang selesai ia baca, ke tong sampah terdekat.

“Rasanya sakit, tapi tak berdarah.” Gumam Yixing miris.

###

“Wah, dapat coklat dari siapa? Cieee… yang punya penggemar rahasia.” Goda Chanyeol, pemuda dengan kelebihan kalsium, saat melihat isi loker Hyokyo.

“Kalau kau mau coklatnya, ambil saja. Aku tidak mau.” Cibir Hyokyo.

“Benarkah? Gomawo Hyokyo. Aku mencintaimu.” Pekik Chanyeol, dengan ekspresi berlebihan.

“Menggelikan.” Sinis Hyokyo, sembari melangkap pergi.

“Yah, gagal lagi.” Keluh Yixing, di balik loker yang berjarak cukup jauh dari tempat Hyokyo berdiri tadi.

###

“Ada apa dengan wajahmu Hyokyo? Ini masih pagi.” Heran Hyora, sahabat dekatnya, sembari menatap raut kesal Hyokyo.

“Wow, setangkai mawar merah? Siapa namja romantis yang di pagi hari ini sudah menyelipkan bunga di lokermu, Hyokyo?” Seru Hyora.

“Kau sebut ini romantis? Ini, untukmu saja.” Ketus Hyokyo, sembari memberi bunga itu pada Hyokyo.

“Bagaimana kalau namja itu tau? Dia pasti sedih, Hyokyo.” Ujar Hyora.

“Simpan saja perasaan sedihnya untuk hal yang lebih berguna.” Gerutu Hyokyo, sembari meninggalkan Hyora, menuju kelasnya.

“Aku sudah kuat kok, diabaikan olehmu.” Gumam Yixing merana.

###

“Hello, dengan siapa ini?” Tanya Hyokyo, sesaat setelah menjawab panggilan dari nomor yang tidak dikenalnya.

“Hyokyo, jadilah yeojachinguku.” Ujar Yixing to the point.

“Apa? Aku tidak mau.” Tolak Hyokyo.

“Tapi kenapa?” Tanya Yixing.

“Kau menyatakan perasaan pada seorang yeoja melalui handphone? Dasar tidak gentle.” Cibir Hyokyo.

“Bahkan aku tidak pernah tau siapa namamu dan bagaimana wujudmu.” Lanjut Hyokyo.

“I…i…itu…” Seru Yixing.

“Lalu, dari mana kau bisa mendapat nomorku? Sudahlah, aku rasa tidak ada gunanya mengangkat telpon mu.” Gerutu Hyokyo.

Tuuuuuttt….tuuuuuuttt…..tuuuutttttt….

“Yak…Kenapa diputusin sih?” Gerutu Yixing.

“Apa anda sudah selesai dengan urusan anda, tuan Zhang? Saya masih harus mengajar di kelas anda.” Seru Lee Donghae Songsaenim, guru fisika paling killer di sekolahnya.

“A…a…anu sudah songsaenim. Mianhamnida.” Tutur Yixing, sembari membungkukkan badannya.

“Baiklah, dan segera kembali duduk. Sekarang kita akan membahas gerak harmonik. Jadi, pertama ada simpangan gerak harmonik, yang memiliki persamaan umum…..” Donghae songsaenim memulai kultumnya di pagi hari ini.

###

Lee Hyokyo, yeoja yang hampir dikenal oleh seluruh angkatannya. Berada di kelas 2-1, aktif di klub dance dan drama sekolah, serta terkenal akan sikapnya yang dingin terhadap para namja.

“Astaga, kenapa susah sekali mendapatkannya?” Keluh Yixing, sembari memijat pangkal hidungnya.

“Ada apa denganmu, Yi?” Tanya Xiumin, sahabat dekatnya.

“Perihal Hyokyo? Kau masih menyukainya?” Tanya Xiumin lagi.

“Huufftt… tentu saja. Kalau tidak, mana mau aku melakukan hal-hal ini.” Gerutu Yixing.

“Ini sudah satu tahun, dan kau masih belum menyatakannya? mau sampai kapan kau menjadi penggemar rahasianya? Sampai dia menjadi yeojachingu orang lain?” Tanya Xiumin.

“Yak, yak, yak, kau ini bukannya mendukungku, malah menjatuhkan semangatku.” Pekik Yixing kesal.

“Aku serius. Kau tidak dengar kabar burung yang beredar tentang Hyokyo?” Tutur Xiumin.

“Memangnya ada apa?” Tanya Yixing.

“Astaga, kau mengaku penggemar rahasianya tapi tidak tau berita ini?” Pekik Xiumin.

“Aku bukan stalker, yang selalu mengikutinya kemana-mana.” Cibir Yixing.

“Kabarnya, akhir-akhir ini Hyokyo sangat dekat dengan Jongin.” Jelas Xiumin.

“Tunggu dulu, Kim Jongin anak klub dance? Yang gelap itu?” Seru Yixing.

“Iya, yang sering menjadi partner dance kita.” Sambung Xiumin.

BRAAAKKK….
Refleks, Yixing menggebrak meja di hadapannya.

“Aku harus bertindak.” Pekik Yixing.

Pletaaaakkkk….

“Yakkk…. siapa yang berani melemparku dengan…” Yixing bungkam, saat melihat siapa orang yang melemparnya.

“Kembali duduk, tuan Zhang. Pelajaran akan segera di mulai.” Hardik Sooyoung songsaenim, menatap tajam ke arah Yixing.

“Baiklah songsaenim, mianhamnida.” Ujar Yixing, dengan menebar senyum terpaksanya.

###

Sore ini, Yixing tengah bersiap-siap. Pasalnya, ia akan menjadi stalker dadakan Hyokyo. Dengan seragam sekolahnya, dan tak lupa mengajak Xiumin, pengintaian siap dilakukan.

“Biasanya, di hari Jum’at dia langsung pulang. Tapi, terkadang dia pergi jalan-jalan ke taman kota.” Cerocos Yixing.

“Kau bilang bukan stalkernya, bagaimana kau tahu jadwalnya?” Hardik Xiumin.

“Aku tidak bilang, kalau aku tidak tahu jadwal hariannya.” Tutur Yixing, dengan ekspresi bangganya.

“Terserah kau saja.” Ujar Xiumin malas.

Beberapa saat kemudian, terlihat Hyokyo yang keluar dari kelasnya. Namun, ternyata dia tidak sendiri.

“MWO? Dia bersama Jongin?” Pekik Yixing emosi.

“Yak! Jangan berteriak. Kau mau kita tertangkap basah sedang mengikutinya” Cerocos Xiumin, sembari memukul kepala Yixing.

“Sakit, bodoh.” Pekik Yixing, sembari mengelus kepalnya.

“Jangan mengeluh, ayo kita ikuti mereka.” Ujar Xiumin, sembari menyeret Yixing.

###

“Mau apa mereka ke taman sekolah, tumben sekali? Dan kenapa banyak sekali orang di sini?” Tanya Yixing heran.

“Aku juga tidah tahu, kenapa bertanya padaku?” Seru Xiumin heboh.

“Astaga, mereka menghalangi penglihatanku.” Gerutu Yixing.

“Akhir-akhir ini, aku merasakan hal yang berbeda saat berada di dekatmu.” Seru Jongin.

“Wah…sepertinya Jongin akan menyatakan perasaannya pada Hyokyo.” Tutur Xiumin.

“Aku tidak bisa diam saja.” Ujar Yixing.

“Bahkan, aku merasa resah saat berpisah darimu. Maukah kau menjadi…” Ucapan Jongin terhenti setelah…

“Yakkkk….Hyokyo.” Teriakan Yixing pun terdengar.

Bruuukkk…

Entah sejak kapan, tali sepatu Yixing terlepas simpulnya. Yang pasti, sekarang ia terjatuh tepat di depan Hyokyo.

“Astaga Yixing, kau tidak apa-apa? Ujar Hyoky, sembari membantu Yixing berdiri.

“Aku baik-baik saja.” Balas Yixing, sembari tersenyum bodoh kepada Hyokyo.

“Kenapa memanggilku, Yixing?” Tanya Hyokyo.

“Aku…aku…aku ingin mengakui sesuatu.” Ujar Yixing malu-malu.

“Cepatlah, mengganggu sekali.” Cibir Jongin.

“Berisik.” Sinis Yixing.

“Mengakui apa?” Tanya Hyokyo.

“Sebenarnya, aku yang sering mengirim surat, coklat, atau hadiah lainnya di lokermu. Lalu, beberapa hari ini, aku sempat menelponmu, dan menyatakan perasaan padamu.” Jelas Yixing.

“Mwo?” Pekik Hyokyo.

“Aku tahu caraku tempo hari memang sangat tidak gentle, jadi aku akan menyatakannya langsung, sebelum si Jongin ini mengatakannya. Wo ai ni Lee Hyokyo. Kumohon jadilah yeojachinguku.” Tutur Yixing, sembari berlutut di depan Hyokyo.

Suasana menjadi hening. Tiada yang bersuara seorang pun. Hyokyo masih tenggelam dalam keterkejutannya, dengan ekspresi yang sulit ditebak. Setelah berhasil sadar dari keterkejutannya, Hyokyo perlahan mendekati Yixing.

Pletaaaakkk….

“Adaaaawwww….” Teriak Yixing kesakitan.

“Jadi yang selalu memenuhi lokerku dengan benda-benda tidak jelas itu kau, Yixing?” Pekik Hyokyo, setelah menjitak kening mulus Yixing.

“Jadi yang menelponku di jam pelajaran itu kau? Aku bahkan sampe meminta izin untuk menjawab panggilanmu.” Gerutu Hyokyo.

Yixing sudah pasrah, jika Hyokyo akan menolaknya di depan orang banyak. Dan Jongin tentunya. Dia sadar diri, kalau sikapnya sekarang ini sangat konyol dan terlalu mengambil resiko.

“Kenapa kau tidak bilang saja dari kemarin, kalau ini semua perbuatanmu? Aku kan tidak perlu membuang semua itu. Justru aku akan menyimpannya.” Seru Hyokyo kesal.

“Tidak membuangnya? Kenapa?” Tanya Yixing heran.

“Siapa yang akan membuang pemberian dari orang yang dia sayang?” Cibir Hyokyo.

“Jadi kau menyayangiku?” Tanya Yixing, setelah tenggelam terlalu lama dalam kebingungannya.

“Tentu saja, Zhang Yixing. Wo ye ai ni.” Pekik Hyokyo gemas, menyadari Yixing yang berpikir terlalu lama.

” Jadi, sekarang kau yeojachinguku?” Tanya Yixing.

Plaaakkk….

“Astaga, aku kan sudah bilang wo ye ai ni, itu berarti aku mau jadi yeojachingumu, Yixing.” Teriak Hyokyo kesal, setelah sebelumnya memukul kepala Yixing.

###

“Kalau mengingatnya, aku jadi ingin tertawa.” Celetuk Hyokyo.

“Yak…jangan diingat-ingat.” Pekik Yixing.

“Aku dan Jongin sebenarnya sudah berencana untuk membuatmu cemburu. Karena aku pikir, kau namja pendiam yang tidak peka.” Tutur Hyokyo.

“Sudahlah, tidak usah dibahas.” Dengus Yixing sebal.

“Bahkan, aku meminta Xiumin untuk menyebar rumor tentang aku dan Jongin.” Lanjut Hyokyo, sembari menahan tawanya.

“Yak, Hyokyo.” Pekik Yixing kesal.

“Hahaha…maaf Yixing, maaf.” Kekeh Hyokyo.

Greeepp….

“Yang penting kan, sekarang kau sudah menjadi milikku.” Seru Yixing, sembari melingkarkan tangannya di pinggang Hyokyo.

“Tentu Yixing, Wo ai ni.” Ujar Hyokyo, sembari tersenyum lembut.

“Wo ye ai ni, Hyokyo.” Balas Yixing.

Braaakkk…

“Berhentilah bermesraan di hadapanku.” Pekik Jongin nelangsa.

“Makanya, cari yeojachingu.” Ledek Hyokyo.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s