[Lay Birthday Project] RED CHRYSANTHEMUM

63

 

RED CHRYSANTHEMUM – Leavendouxr

Scriptwriter Leavendouxr

Cast EXO’s Lay, Sehun, Emma [OC]

Genre half-romance, lil-bit riddle

Rated PG-13

Duration Ficlet (472w)

Disclaimer: The casts belong to God. And the plot is mine

.

.

“Pantas saja aku pernah bersumpah untuk melakukan apapun demi dirinya.”

.

.

.

Enjoy!

.

.

Kami bersaing.

Anggap saja begitu.

Kami bersaing, atas satu orang yang sebenarnya bukan bahan yang seharusnya diperebutkan. Aku bersama adikku, Sehun, memperebutkan satu gadis, yang sama-sama berarti bagi kami. Bukan hanya bagiku atau baginya, tapi juga bagi keluarga besar kami.

Kami menyukainya. Sangat menginginkannya. Ia, yang memiliki kulit pucat namun selembut beledu, aroma tubuh dengan campuran gandum dan oakmoss, juga sepasang hazel green yang bagai mengunci gerak siapapun yang memandangnya lekat.

Namun dalam sebuah persaingan hanya ada satu pemenang ‘kan? Dan setiap pemenang akan mendapatkan apa yang dia perjuangkan. Aku benar, ‘kan?

Aku berpikir bahkan persainganku dengan Sehun belum berakhir, tapi kelihatannya Sehun sudah lelah. Benar, dia memang tidak menyatakan kekalahannya di kakiku, namun hari ini aku tahu jelas bahwa Sehun menyerah begitu saja atasku.

“Lay, tolong nyalakan lampunya, lalu pindahkan cat-cat di bawah tangga ke dekat dapur, paman takut Rei memainkannya. Ruangannya harus benar-benar rapih.”

Aku mengangguk, berjalan kebawah tangga, menekan satu per satu sakelar lampu. Mengangkat dua kaleng cat yang ringan dan memindahkannya sesuai instruksi dari paman.

“Lay, sudah kausiapkan keranjangnya? Apa bunga yang kaupilih?” Bibi melempar pertanyaan saat aku melewati dapur menuju ke ruang tamu yang sudah dipenuhi beberapa tamu dari kalangan keluarga kami.

Wah, acaranya cukup besar, ya? Sampai-sampai bibi dan paman ikut datang jauh-jauh dari Manhattan.

“Anggrek ungu, lili oranye dan mawar biru. Tapi sepertinya Rei memainkan mawarnya. Semuanya jadi hitam terkena cat.” sahutku.

“Oh ya ampun, dia benar-benar memainkan cat. Akan kuurus anak itu nanti.”

“Biar saja, Bi. Mawarnya masih tetap cantik, kok.”

Aku berlalu dari dapur, mengintip dari balik dinding pembatas ruang tamu. Aku heran, ibu baru saja turun dari tangga dan matanya bengkak, seperti habis menangis. Sedangkan ayah hanya berdiri di luar rumah. Wajahnya terlihat ruwet.

Apa mereka ada masalah? Apa mereka habis bertengkar?

Tidak. Ayah dan ibu hampir tidak pernah bertengkar. Yah, kalau begitu pasti masalahnya berasal dari Sehun. Dasar biang onar.

“Hai, Lay.”

Aku hampir meninggalkan tempatku, ketika seseorang muncul dengan suara panggilannya yang khas.

Sudah kuduga, Emma pasti ikut datang bersama paman dan bibi. Dia tidak mungkin tinggal sendirian di Manhattan. Aku tahu gadis itu, bahkan lebih baik dari siapapun.

“Hai, Em. Apa kabar?”

“Kabarku baik. Kau?” ia bertanya dengan matanya yang indah menyorot lurus kepadaku.

“Sangat baik, Em.”

Kudengar ia menghela napas berat, “Aku tidak tahu Chanwoo begitu nekat. Aku rasanya masih belum percaya.” tuturnya, bersandar di dinding yang menjadi tumpuanku juga.

Aku tersenyum, mengambilkannya setangkai bunga krisan merah yang dibawa salah seorang anggota keluarga kami, menyodorkan padanya dalam keadaan masih segar.

“Ini, ambillah. Bunganya secantik dirimu.” pujiku.

“Terimakasih, Lay.” dia tersenyum. Wajahnya yang memerah menambah satu level kecantikannya saat itu juga. Pantas saja aku pernah bersumpah untuk melakukan apapun demi dirinya.

Apapun, ya.

-fin.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s