[Lay Birthday Project] Painful

40

Painful
Zhang Yixing & OC
Sad | Romance
Teen
Bi’s storyline

Sorry for typo(s)

.

Hujan tadi pagi masih tersisa sampai sekarang, walaupun tak sederas tadi tapi cukup bisa membasahi orang-orang yang nekat melewatinya. Awan gelap menghiasi langit di atas sana, terlihat muram dan gelap. Orang-orang juga terlihat tergopoh-gopoh mencoba melawan tetesan hujan, beda dengan mereka yang membawa tameng berupa payung yang berjalan tenang di bawah hujan.

Yixing, laki-laki itu berdiri di depan pintu sebuah apartemen dengan penampilannya yang basah kuyup terkena guyuran air hujan, menunggu seseorang di dalam membukakan pintu untuknya.

Cklek.

Tak butuh waktu lama, pintu terbuka menampakkan sesosok gadis berambut ikal. Raut wajahnya terlihat bahwa ia terkejut akan kedatangan Yixing. Namun cepat-cepat ia menutupinya,

“Yixing-a?” sapanya, tenggorokannya terasa sakit saat mengucapkannya.

“Soo-ya,”

.

Setelah memberi sehelai handuk pada Yixing, Soo beranjak berdiri hendak membuatkan minuman hangat untuk Yixing yang pasti sangat kedinginan, bibirnya saja sampai memucat seperti itu. Tapi, tangan Yixing mencegahnya pergi, ia menggegam erat tangan Soo. Walau begitu, matanya tetap memandang lurus ke depan.

“Yixing-a,” Soo agak terkejut dengan perlakuan Yixing yang tiba-tiba ini. Tak langsung menjawab, Yixing menarik pelan tangan Soo agar gadis itu duduk di sebelahnya.

Ketika Soo sudah duduk di sampingnya, Yixing langsung memeluk Soo.

“Maafkan aku, Soo-ya..” ucapnya lirih.

Soo terdiam, mulutnya seolah terkunci, dan kuncinya entah kemana. Tangannya ia biarkan menggantung, tak berniat membalas pelukan Yixing.
Walau sebenarnya ia ingin sekali melingkarkan tangannya pada Yixing. Soo mengepalkan jari-jemari miliknya.

“Aku minta maaf, Soo-ya.” ucap Yixing sekali lagi. Soo merasakan dadanya sakit mendengarnya. Ia menelan ludah dengan susah payah, tenggorokannya terasa sakit lagi.

“Aku sangat menyesal Soo-ya,” suara Yixing menggema di ruang tamu apartemennya. Soo hanya diam, Yixing mengeratkan pelukannya. Suara hujan di luar sana terdengar semakin deras, semakin keras. Tetesan air hujan terus menghantam tanah tanpa henti. Soo hanya berharap semoga hujan juga tidak turun di matanya.

Dengan pelan, kedua tangan Soo melepaskan pelukan Yixing. Ia tak mau singgah lagi di hati Yixing. Sebelumnya Soo sudah tersesat menuju hati Yixing, ia bingung juga bimbang tak tahu jalan yang akan ia tuju. Sampai akhirnya Soo memutuskan menghanguskannya saja, dengan begitu jalan keluarnya akan terlihat. Soo mencoba menghapus hati yang ia berikan pada Yixingㅡitu jalan keluar yang Soo pilih.

Matanya menatap dwimanik kecoklatan milik Yixing, dulu ia akan merasa tenang jika melihatnya. Tapi sekarang beda, melihatnya hati Soo malah bertambah sakit juga perih.

“Soo-ya..” panggil Yixing, dengan wajah sendunya ia tatap lekat Soo, berharap gadisnya akan luluh.

“Yixing-a, aku mohon.” minta Soo, vokalnya tertangkap gemetar.

“Jangan begini. Aku sudah tidak mau terlibat denganmu lagi. Tolong hargai keputusanku ini.”

“Soo-ya, aku masih mencintaimu..”

Soo mengumpulkan oksigen yang sepertinya sudah direnggut lantas berucap,

“Kalau kau mencintaiku, kenapa malah berkencan dengan gadis lain? Kenapa berciuman dengan gadis lain? Aku tahu, Yixing-a. Tanpa kau beri penjelasan pun aku sudah tahu.”

“Itu.. Aku tidak sadar melakukannya. Aku minta maaf, benar-benar minta maaf Soo-ya..” tutur Yixing.

“Aku mencoba memendam semua itu, kau tahu? Aku selalu menangis sendirian tanpa kau. Aku mencintaimu tapi sikapmu membuatku untuk menghilangkan perasaanku padamu.”

“Aku kira dengan bersabar sedikit lebih lama lagi, kau akan berubah dan menyadarinya. Namun ternyata kau malah semakin jauh melangkah meninggalkan diriku yang menunggu di belakangmu.”

Yixing meraih tangan Soo, “Beri aku kesempatan sekali lagi, akan kuperbaiki semua.”

Soo menggeleng tegas, ia sudah lelah dengan Yixing.
Soo menghembuskan napasnya yang terasa berat. Dalam hati ia menguatkan dirinya untuk tidak terayu Yixing lagi, sudah cukup ia makan hati untuknya selama ini.

“Sekarang, kau bebas berkencan dengan gadis manapun yang kau mau Yixing-a. Aku tidak akan peduli lagi.” ucap Soo mengakhirinya dengan senyuman. Senyuman kecil yang menyimpan sejuta kesedihan di dalamnya.

Hujan sepertinya sudah berhenti, awan gelap yang tadinya menyelimuti langit sudah hilang. Soo juga berharap ia dapat menghilangkan perasaannya pada Yixing, serta melupakan laki-laki itu dari hidupnya.

End.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s