[Lay Birthday Project] Nagajuseyo

78

Nagajuseyo-Fumiko Peony || LAY & Ahra (OC) || Comeday, Romance || T

“Kumohon maafkan aku, Ahra-ya !” mohon LAY menyatukan kedua tangannya.

“Tidak mau,” Chaerin menghentikan langkahnya dan menatap mata Lay tajam. Sungguh rasanya ia ingin sekali menyeburkan tubuh Lay di dalam dinginnya Sungan Han agar ia mati kedinginan sekarang.

Ini entah sudah ke berapa puluh kalinya mereka bertengkar sejak resmi menjadi sepasang kekasih sejak 10  hari yang lalu. Lay dan Ahra sebenarnya saling mencintai satu sama lain tapi sifat Lay. yang terlewat polos membuatnya sungguh kesal.

Lay selalu menanyakan ini dan itu tentangnya bahkan menanyakan masa menstruasi Ahra dihadapan pengunjung cafetaria kampus. Dan untuk kali ini kemarahan Ahra  sudah memuncak bagaikan sup tulang buatan haelmoninya yang sudah mendidih ada di atas kepalanya. Lay sungguh keterlaluan menertawakannya dihadapan semua orang di dalam kelas karena salah satu tali bra merah yang Ahra pakai putus dan lebih parahnya Lay dengan lancangnya memasukkan tangannya kedalam kemeja hitam yang Chaerin pakai dan mengaitkan tali bra yang lepas tadi di balik punggung tubuh Chaerin. Lay adalah pria yang memperhatikan apapun dengan detil dan jelih pada hal apapun.

Lay Dan Ahra langsung menjadi trending topik di kampus dan berujung dengan dipanggilnya mereka oleh Kim Junmyeon, petugas Bimbingan Konseling Universitas dan sebagai hadiah atas perbuatan mereka di dalam kelas tadi Lay dan Ahra di skors 7 hari, jangan lupakan bonus 50 essay bahasa inggris. Lengkaplah sudah penderitaan Ahra yang sangat membenci bahasa inggris.

.

“Aku menyesal Ahra-ya, aku berjanji tidak akan melakukannya lagi !”

“Kau juga mengatakan itu kemarin, tapi apa? Kau mengulanginya lagi dan lagi. Setiap hari kau selalu begitu, membuatku malu di depan semua orang dengan kepolosanmu itu. Aku muak !” Ahra berlari kecil meninggalkan Lay.

Lay masih terdiam hingga detik berikutnya ia mengejar Ahra dan menarik cepat tangannya.
“Maafkan aku.” ujarnya tanpa melihat apa yang telah ia lakukan pada kemeja sifon biru yang dikenakan Ahra. Semua orang yang sedari tadi setia menonton mereka berdua serentak membuka mata mereka lebar-lebar sambil menutup mulut mereka.

“Lay !” teriak Chaerin keras, ia sangat marah melihat lengan kemejanya robek dari bahu hingga siku. Lay menariknya begitu kuat bahkan 3 kancing depan kemeja Chaerin lepas begitu saja menampakkan bra merah yang sempat menjadi trending topik tadi di kelas dan kampus.

“A-ahraaa-ya…” Chanyeol tergagap.

“Lepaskan, aku tidak ingin kau mendengarkan apapun darimu lagi. Kau sudah cukup memperlakukanku seperti ini, aku ingin kita putus. Sekarang dan selanjutnya jangan pernah muncul dihadapanku lagi !” ucap Ahra sambil menangis.

“Kau menangis?” ucap Lay tak percaya sekarang melihat Ahra menangis dihadapannya.

“Kau jahat, aku sangat membencimu,” Chaerin berlari sambil menutupi kemejanya dengan tas putih besar miliknya.

Tubuh Lay membeku. ‘Dia menangis karena aku.’ batinnya sungguh merasa bersalah.

.

“Ahra-ya, keluarlah !” ucap nyonya Kim membujuk dari balik pintu kamar Ahra yang terkunci.

“Aku tidak ingin bertemu dengannya lagi !” sahut Ahra berteriak dari atas ranjang empuknya.

“Kau tidak boleh seperti itu, bukankah Lay  sudah meminta maaf? Jadi maafkanlah dia dan cepat temui dia di bawah. Kasihan dia sudah menunggumu sejak pagi !” nasehat nyonya Kim.

“Aku tidak peduli padanya, aku tidak akan keluar dari kamar !” teriak Ahra sambil menyumpat kedua telinganya dengan earphone.

Nyonya Kim turun ke lantai dasar dan menemui Lay menyampaikan bahwa putrinya tidak ingin bertemu dengannya. Lay menarik nafasnya dalam dan meminta izin untuk pulang. Begitu sampai di halaman rumah Ahra, Lay melihat kearah jendela kaca besar kamar Ahra, tiba-tiba sebuah ide terlintas di kepalanya, dengan menaiki pohon yang berada tepat di pinggir jendela kamar Ahra, Lay mencoba masuk ke dalam kamar melalui jendela itu.

“Yakkk, apa yang kau lakukan disini? Keluar !” Teriak Ahra terkejut. Lay berjalan mendekati Ahra yang masih diatas ranjangnya sambil mengucapkan maaf.

“Hubungan kita telah berakhir sekarang keluar dari kamarku, Keluar! ” Ahra mulai bangkit dan memukuli Lay dengan gulingnya berulang kali.

“Aku mencintaimu, Aku tidak ingin hubungan kita berakhir, Ahra-ya. Beri aku kesempatan sekali lagi !” Lay coba menahan pukulan guling itu.

“Tidak akan, Keluar..Keluar…” Ahra terus memukulkan guling itu ke tubuh Lay hingga kini tubuh Lay sudah berada di pinggir jendela kamarnya. Lay hilang keseimbangan, dan ia pun terjatuh keluar dari jendela.

Ahra membulatkan matanya, dadanya bergemuruh takut. “Lay,” gumamnya dan segera melihat arah bawah jendelanya. Lay masih disana ternyata dan ia belum terjatuh karena tangannya berhasil meraih ranting pohon. “Bertahanlah !”

Dengan cepat, Ahra keluar dari kamarnya dan menuruni tangga. Ahra sudah berada di halaman rumah tepatnya  di bawah pohon tersebut. Tapi tidak ada Lay disana. “Lay, kau dimana?” Ahra mencoba mencari keberadaan Lay. Tadi ia masih bergantung di pohon itu tapi sekarang tidak ada, batin Ahra.

“Kau mencariku?”

“Ya Tuhan, kau mengagetkanku !” Ahra memegangi dadanya terkejut. “Apa kau terluka? Tubuhmu baik-baik saja?” Ahra sibuk memperhatikan setiap inchi tubuh Lay.

“Kau mengkhawatirkanku?” tanya Lay tersenyum manis hingga lesung pipinya terlihat. ‘Tentu saja,” jawab Ahra cepat.

“Kau masih mencintaiku?” tanya Lay lagi sedangkan Ahra masih fokus mencari luka yang mungkin ada ditubuh Lay.

“Pasti, hanya kau yang aku cintai !” ucap Ahra spontan lalu tiba-tiba Lay langsung memeluk tubuhnya erat.

“Terima kasih karena masih mencintaiku.”

Ahra terdiam di dalam pelukan hangat itu. “Aku berjanji tidak akan melakukan hal bodoh yang tidak membuatmu nyaman lagi, selama ini aku sulit mengungkapkan perhatianku dengan cara yang benar, maka dari itu beri aku kesempatan lagi dan ajari aku untuk mencintaimu.” Lay mengucapkannya serius.

Ahra merapatkan bibirnya, Lay melepas pelukannya dan menatap mata Ahra dalam. “Maukah kau?”

Ahra mengangguk. “Ingat, jangan ulangi lagi !”

“Tentu,” Lay mengecup singkat bibir Ahra yang manis.

The END

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s