[Lay Birthday Project] Monodrama

59

Monodrama-Hanstory
Lay & Yoona || Sad || T

Kamu berada di setiap sudut kenangan. Beritahu aku caranya hidup tanpamu.’

***

Zhang Yixing melangkahkan kakinya lebar-lebar. Menubruk kasar siapa saja yang menghalangi jalannya. Tak peduli cacian yang orang-orang lontarkan padanya akibat tersenggol oleh bahu kerasnya. Kedua matanya memerah, rahangnya mengeras, kedua tangannya pun mengepal kuat di kedua sisi tubuhnya.
Benar apa yang dikatakan oleh Minseok. Ada seorang pria yang sedang mencoba mendekati kekasihnya. Kini ia melihatnya sendiri. Melihat bagaimana pria itu sedang bercengkrama ria bersama kekasihnya.

“Sialan kau, brengsek!” Yixing tak bisa lagi mengontrol emosinya hingga ia yang begitu penyabar tiba-tiba meninju pria yang hampir saja menyuapi kekasihnya itu.

“Gege!” Pekik gadis itu terkejut.

“Kau!” Mata Yixing mengarah pada gadis yang sedang membantu Jongin—pria yang ditinjunya—berdiri. Matanya semakin memerah melihat pemandangan itu.

“Sudah kubilang jangan berdekatan dengan pria ini, Im Yoon Ah !” Bentak Yixing. Ia ingin menarik Yoona untuk menjauh dari Jongin namun gadis itu mengelak dengan cepat.

“Kau tidak punya hak melarangku, gege! Sekali pun kau adalah kekasihku. Kau tak berhak!” Suara Yoona tak kalah keras dari Yixing.

Yoona mengatur deru nafasnya.

“Kau saja berdekatan dengan Yuan Jiejie aku tidak marah.” Sungut Yoona.

“Aku dan Yuan hanya berteman, Yoon. Please, kau tau kan.” Yixing mulai memelankan suaranya.

“Begitu pula aku dan Jongin. Kita hanya berteman. Kau tidak perlu berlebihan, ge.” Balas Yoona datar.

Yixing mengusap tengkuknya kasar. Yoona dihadapannya sangat berbeda dengan Yoona nya dulu, jauh sebelum gadis itu kenal dengan pria yang ia ketahui bernama Kim Jongin. Yoona tidak pernah marah apalagi membentak, yang Yixing tahu Yoona hanyalah seorang gadis manis yang selalu bergelayut manja padanya. Sifat yang membuat Yixing jatuh cinta berkali-kali pada Yoona. Tapi semua sifat manisnya hilang setelah pria bernama Kim Jongin berada diantara mereka.

“Pria ini. Dia…” Yixing mengambil jeda. “DEMI TUHAN IM YOON AH, PRIA BRENGSEK INI MENYUKAIMU!”

“DAN KAU MENYUKAI YUAN JIEJIE KAN ZHANG YIXING GEGE ?!” Balas Yoona. Gadis itu benar berubah menjadi keras.

“Tidak Yoona. Ya ampun demi Tuhan.” Sanggah Yixing cepat. Ia tidak menyangka terlalu akrab dengan Yuan akan membuat Yoona menuduhnya seperti ini. Padahal Yoona sendiri tahu bahwa Yuan adalah temannya sedari kecil yang sama-sama berasal dari China.

Yixing menarik nafasnya dalam-dalam. Jangan berteriak lagi pada Yoona atau keadaan akan semakin memburuk.

“Yoona, jangan bilang kau hanya ingin mengerjaiku karena hari ini adalah ulang tahunku kan ? ini sungguh tidak lucu. Kau boleh mengerjaiku dengan cara apa saja asalkan jangan libatkan pria breng—“

“Kim Jongin. Namanya Kim Jongin, ge. Bukan ‘pria brengsek’ seperti yang sedari tadi kau sebut. Dan kau terlalu percaya diri. Aku bahkan tidak ingat bahwa hari ini adalah ulang tahunmu.” Ucap Yoona.

Seperti terkena sayatan. Satu gores luas yang tipis melukai hati Yixing karena ucapan Yoona. Gadis itu sedang berbohong kan ? bertahun-tahun mereka bersama, Yoona bahkan lebih mengingat hari ulang tahun Yixing dibandingkan dirinya sendiri. Yoona yang selalu memberikannya kejutan manis, yang selalu paling antusias merayakan hari ulang tahunnya, dan baru saja mengatakan bahwa Yoona tidak mengingatnya ? mustahil bukan ?

“Yoon, jangan bercan—“

“Ayo Jongin, kita pergi dari sini.”

Sebelum Yixing menyelesaikan ucapannya, Yoona terlebih dahulu menarik Jongin pergi dari hadapan Yixing. Pria itu hanya terpaku ditempatnya sambil menatap kepergian kekasihnya dengan mengenggam tangan pria lain. Tertusuk tapi tak berdarah. Begitulah yang hatinya rasakan saat ini.

***

‘Memahami satu sama lain tanpa kata-kata, masa lalu yang kita miliki bersama yang hanya aku ingat ditempat yang sama.’

***

Seumur-umur Yixing tidak pernah melakukan hal konyol seperti ini. Menguntit kekasihnya sendiri sungguh bukan gayanya. Yixing mempercayai Yoona, apapun yang Yoona lakukan Yixing tidak akan mencurigainya. Tidak jika itu tidak ada hubungannya dengan Kim Jongin. Pria itu benar-benar membuat Yixing ekstra waspada.
Dan sekarang, disinilah Yixing. Dibalik semak-semak yang tak jauh dari rumah Yoona. Dan Yixing pun menyadari dirinya tak jauh seperti seorang pencuri yang sedang mengincar mangsanya.

Masa bodolah, yang penting ia bisa mengawasi Yoona dari sana. Sebagian kecil hatinya berharap Yoona benar-benar hanya mengerjainya dan berencana memberinya kejutan dihari ulang tahunnya ini.

Yixing kembali waspada saat melihat pintu rumah Yoona terbuka. Kedua mata sipitnya membesar seperti dua buah lup. Bagaimana tidak. Kekasihnya, Im Yoon Ah baru saja keluar dari rumahnya bersama dengan Kim Jongin. Dan keduanya tampak memakai pakaian casual yang serasi.

“Kau yakin tidak ingin mengucapkan selamat ulang tahun pada kekasihmu itu ?”

Itu suara Kim Jongin. Keduanya berhenti didepan mobil merah yang Yixing yakini bukan milik Yoona.

“Tidak usahlah. Dia pasti sudah mendapatkan ucapan, kue dan hadiah yang sangat istimewa dari Yuan Jiejie. Mereka berdua seperti kembar siam kau tahu. Itu membuat ku muak, sungguh.” Ucap Yoona. Raut wajahnya memang menampilkan wajah tak suka.

Mendesah pelan, Yixing merasa bersalah pada Yoona. Gadis itu benar cemburu akan kedekatannya dengan Yuan.

“Kalau begitu, putuskan saja. Aku menawarkan diriku untuk masa depanmu, Im Yoon Ah.” Tutur Jongin.

Mendengar hal itu membuat telinga Yixing terasa terbakar hingga kedalam hatinya. Bagaimana bisa pria itu mengatakan hal menjijikan seperti itu pada gadis yang sudah memiliki kekasih. Yixing hampir saja melompat dari persembunyiannya dan menghajar pria berkulit tan itu hingga wajahnya tak berbentuk lagi. Tapi raut wajah Yoona menahannya untuk tetap ditempat.

“Akan ku pikirkan.” Sahut Yoona dengan senyuman tipis.

Seluruh tubuh Yixing pun melemas bagaikan tak bertulang.

***

Tubuh Yixing melemah. Sekujur tubuhnya dipenuhi oleh bercak darah yang terus mengotori pakaiannya. Air matanya menetes bersamaan dengan turunnya hujan yang mengguyur tubuhnya. Melunturkan sedikit demi sedikit darah di bajunya sehingga membuat jalanan aspal berubah berwarna merah.
Pergi dari rumah Yoona, pria itu memutuskan untuk menenangkan pikirannya disebuah taman di pinggiran kota. Matanya menangkap sesosok tubuh mungil yang berdiri tak jauh di seberang jalan. Yixing bisa melihat dengan jelas senyuman manis yang selama ini membuatnya jatuh cinta berkembang diwajah manisnya, kedua tangan mungilnya membawa sebuat tart kecil dengan lilin diatasnya. Yixing tersenyum setelah yakin gadis itu bukanlah ilusinya. Gadis yang dicintainya benar mengingat hari ulang tahunnya.
Senyumannya sirna seketika saat sebuah mobil besar dengan cepat menabrak tubuh mungil gadis itu, terhempas jauh dan menggelinding dijalanan aspal yang panas. Sampai suatu cairan kental berwarna merah merambat melebar disekitar tubuh yang tergeletak lemah.
Yixing masih memeluk tubuh gadis itu. Berkali-kali menggumamkan kata maaf dan memintanya untuk bertahan. Yoona tak membuka matanya saat ia berlari menghampiri gadis itu, sampai sebuah sentuhan dingin di pipinya membuat Yixing tersadar. Yoona tersenyum kearahnya.

“Aku hanya mengerjaimu, ge. Sungguh.” Suaranya parau nyaris tak terdengar.

“Jangan bicara dulu Yoon. Bertahanlah, ambulance akan datang.” Yixing melirih, air matanya tak terbendung.

“Aku melihatmu bersembunyi didekat rumahku, ge. Lucu melihatmu.. uhuk.. berwajah cemburu seperti itu.” Nafas Yoona terengah-engah.

“Berhentilah bicara Yoon, aku mohon.”

“Jongin hanya temanku, Xing-ge. Aku tidak menyukainya, sungguh.”

“Yoon, berhentilah.”

“Selamat ulang tahun, kekasihku. Aku mencintaimu.”

Jemari Yoona di pipi Yixing merambat pelan hingga ke tengkuk pria itu. Menariknya dengan sisa kekuatan yang masih dimilikinya dan perlahan-lahan menempatkan bibir dinginnya pada bibir milik Yixing. Bibir mungilnya bergetar dibibir Yixing, entah karena dingin akibat hujan yang masih mengguyur mereka atau karena gadis itu tengah merasakan sakit yang amat sangat disekujur tubuhnya.
Yixing semakin mengeratkan pelukkannya ketika ciuman Yoona semakin melemah. Nafas yang menerpa wajahnya semakin menipis dan perlahan-lahan menghilang bersama terhempasnya kepala Yoona yang tergolek lemah.

“Tidak Yoona! Kumohon bertahanlah. Jangan tinggalkan aku.” Yixing terisak diantara emosinya. Tangisnya pecah bersamaan dengan suara bergemuruh dari langit yang seolah menjadi saksi bagaimana pedihnya kehilangan orang yang sangat ia cintai.

***

‘I’m putting love in my pocket so no one can see. I don’t wanna act in this play. I already know the ending. In the end.. I will lose you.’

Setahun berlalu, ia berhasil menjalani hari-harinya meskipun dengan hati yang rapuh. Ia tidak bisa melupakan kejadian itu dengan mudah. Tuhan mengambil seseorang yang dicintainya tepat dihari ulang tahunnya. Yixing tidak menyalahkan Tuhan. Ia sadar, ia bukan siapa-siapa di dunia ini melainkan Tuhan lah pemilik segala alam semesta beserta isinya. Hanya saja ia masih belum bisa menerima jalan takdir yang digariskan oleh sang pencipta-Nya.
Tapi Yixing mengerti, ia tidak boleh terpuruk terlalu lama karena Yoona pun tidak akan suka melihatnya seperti ini. Perlahan tapi pasti, Yixing harus kembali melangkah. Kembali menatap masa depannya yang sempat terkubur. Kembali berjalan dan mewujudkan semua mimpinya bersama Yoona yang belum terwujud. Meskipun hanya ia sendirian yang harus mewujudkannya.
Dihari ulang tahunnya kali ini, Yixing berdo’a agar Tuhan senantiasa memberinya kebahagiaan untuknya dan juga Yoona. Meski kini mereka berada ditempat yang berbeda.

‘I might be afraid as I wait. I’ll have to slowly get used to days without you. Make time pass faster so it can take away my scars. All the things I hear about you let me know that I’m still doing my monodrama. I will hold tight to that last story.’

One thought on “[Lay Birthday Project] Monodrama

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s