[Lay Birthday Project] Miracle in December

82

Miracle in December
Lay & Yuri, Kai (OC) || friendship || G

Tak terasa Desember pagi ini Lay sudah berumur 17th .

“Happy Birthday teman!! ” teriak Yuri dan Kai, sahabatnya sambil membangunkan Lay yang masih tertidur di kasurnya. Persahabatan mereka terbentuk sejak pertama duduk di bangku SMA sehingga mereka sudah seperti keluarga.

” Eh, Kalian mengagetkanku saja! Kenapa kalian bisa ada di kamar kostku? Kalian tidak tau apa ini masih jam 2 pagi, jika kalian mau bermain beritahulah aku dahulu! ” omel Lay dengan mata masih tertutup.
” Eee kau ini! Kita sudah persiapkan dengan susah payah untuk ulangtahun mu ini. Mengapa kau malah mengomel? ” kata Yuri kesal.
” Hm? ” Lay berusaha membuka matanya.
” OH IYA, maafkan aku teman aku tidak konsen karena ini masih subuh. ”
” Sebagai hukumannya, kau harus meneraktir kita berdua! Nanti malam! ” kata Kai dengan tertawa licik.
” Nah benar kata Kai! Ohya, kita boleh kan nginep di kostmu? Boleh ya-ya-ya?”
” Iya-iya, nanti malam aku akan meneraktir kalian. Oh kalian mau menginap? Sangat boleh. ”
” Oke bos. Ayo kita potong kue nya dulu. ” kata Yuri.

Yuri,Lay,dan Kai tampak sangat berbahagia merayakan ulangtahun Lay ini meskipun simple, tetapi mereka bisa merasakan kebersamaan mereka.

” Hahaha. Kai levelmu sangat cemen sekali! Menjijikan! Haha. ” kata Yuri yang tertawa tak henti-henti.
” Haha Yuri kau terjebak dalam hipnotisku, cupu sekali kau.” ejek Lay
Kebahagiaan mereka membuat mereka tidak sadar bahwa sekarang sudah jam 10 malam.

Kai yang mulai merasakan keroncong di perutnya mengajak Yuri dan Lay, “Kalian ga ngerasa ada yang kita lupakan gitu? ”
“Oh iya!! Kita belum memainkan game satu ini! Terimakasih Kai kau sudah mengigatkanku. ” bilang Yuri dengan salah tangkap
“Aduh pikiranmu main terus. Lihat! Ini sudah jam 10 malam dan kita belum makan. Perutku sangat lapar sekarang.” kata Kai sedikit kesal
“Oh iya juga. Ayo Kai! Lay! lets go maakaaannn.”
Mereka langsung membereskan game-game elektronik mereka. Lay mengajak Yuri dan Kai makan di restoran yang tidak seberapa mahal karena Lay memang irit, dia saja belum kerja.
Sebelum berangkat Lay mengambil obat nya untuk diminum, ” Lay? Kau sakit? Kenapa kau membawa obat itu?” tanya Yuri mengambil obat dari tangan Lay dan setelah Yuri melihat, ternyata itu merupakan obat demam biasa.
” Kau sakit demam? ”
” Ah, tidak. Ini memang obat demam, tetapi aku tidak sedang sakit kok, itu obat rutinitasku. Jangan kuatir.”
” Orang seperti Lay bisa sakit? Yang benar saja Yur! ” canda Kai
” Jika kau sedang terjadi sesuatu, kau bisa beritahu aku dan Kai. Kami siap berada di samping mu. ”
” Apa sih Yur? Aneh. Orang aku baik-baik aja kok” kata Lay seperti orang menyembunyikan sesuatu
” Sudahlah! Jika kita terus berbicara, kapan kita makannya?! ” kata Kai
” Iya-iya ayo kita berangkat”
Mereka berangkat dari kost’an Lay, sekitar 15 menit mereka sampai di restoran ‘Calori’ yang merupakan makanan Jepang.
Mereka menghabiskan sekitar 1 jam disana.
Mereka tiba di kost’an Lay jam setengah 12 malam.

” Uuhh, kenyanggg. Jarang-jarang di traktir Lay makan haha tengkyu Layyy.” kata Yuri langsung tepar di sofa
Dengan tampak gembira Lay menjawab, ” Haha iya, lagian ini hari ultahku. Makasih ya, meskipun orangtuaku engga bisa dateng dan ngrayain bareng aku tapi adanya kalian bisa buat aku senang. Terimakasih ya! Kalian the best! ”
” Ah kau ini sangat dramatis ya.” kata Kai sambik tertawa
Lay teringat dengan sesuatu yang harus dilakukannya yaitu minum obat, ” Eh bentar ya aku mau ke toilet dulu, kalian bisa tiduran dulu di kasurku sana. Jangan rusuh! ”
Lay keluar kamar dan menuju dapur. Di dapur ia membuka sebuah laci yang berisi berbagai macam obat-obatan, Lay mengambil salah satu lalu meminumnya.
Ketika kembali ke kamar, Lay melihat kedua sahabatnya itu sudah tertidur pulas dan Lay berkata pelan, ” Yaampun, baru ditinggal sebentar saja sudah tertidur seperti ini. Dasar kalian” sambil memberi selimut di tubuh mereka berdua lalu Lay keluar menuju sofa depan karena ia akan tidur disana.
Sebelum tidur, Lay terlihat sangat berpikir keras dan seperti orang yang mencari sebuah jalan keluar.
Lay menuju ke sebuah kamar yang berisi data-data sangat banyak dan sepertinya kamar itu dijaga sangat rahasia. Lay menyimpan apa yang ia anggap penting, tujuan Lay ke kamar ini ia ingin mencari sebuah data yang besok akan dia bawa. Selesai menyiapkan, Lay langsung kembali ke sofa depan dan langsung tidur.

Pagi harinya, Lay terbangun dan mencium bau-bau yang sangat sedap.
” Hei apakah kalian sedang masak? ”
” Layyy ayo bangun, lihat apa yang aku siapkan di meja makan! Ceeppaaat ” teriak Yuri menuju sofa Lay dan membangunkan Lay
Membutuhkan waktu sekitar 20-30 menit untuk membangunkan Lay dan Kai. Ketika mereka berdua sudah bangun, mereka langsung menuju meja makan dan memakan apa yang telah di masak Yuri.
” Lihat! Aku memasakan masakan kesukaanmu Lay! Coba in ayo cepat” kata Yuri sambil menyuapkan se-sendok sup ayam
” Sluuurp ”
” Enak kan masakan Yuri?”
” Enak banget! Cobain deh Kai! Pasti kau muntah habis mencoba ini.” canda Lay yang membuat Yuri kesal
” Dasar kau! Sudah dimasak…….”
kata Yuri terpotong oleh Kai, ” Haha sudah-sudah jangan bertengkar, ayo kita cepat habiskan ini dan kita siap-siap untuk ke mall ! Oke? ”
” PASTI DONG ” jawab Yuri sangat antusias
Sesampai di salah satu mall, mereka sangat senang sekali, mereka menghabiskan seharian untuk kebersamaannya. Mulai dari nonton bioskop, main ‘timezone’, dan banyak hal seru lainnya.
Mereka pulang dan sampai ke kost’an Lay jam 8 malam. Setelah sampai, tiba-tiba Lay pingsan. Yuri dan Kai sangat kaget melihat Lay, ” Yuri! Lay pingsan! Cepat kau ambil uangku untuk biaya nya dan jika kurang kau juga ambil uangmu untuk jaga-jaga. Aku pergi dulu membawa Lay ke rs terdekat! Cepat menyusul! ” Kai langsung berangkat dulu membawa Lay ke rs terdekat. Sedangkan Yuri ingin mengambil uang untuk biaya rs Lay.

Ketika Yuri ingin mengambil uang Kai, ia kesulitan menemukan uang Kai yang ditaruh di kost’an Lay. Secara tidak sengaja Yuri mendorong pintu yang merupakan pintu kamar ‘rahasia’ itu. Yuri mengira uang itu di simpan di tempat ini karena tempat ini sangat rahasia.
Yuri mencari dan akhirnya Yuri menemukan, tetapi yang ditemukannya bukan uang melainkan sebuah data laporan dari dokter yang ditaruh di amplop coklat.
Yuri membuka amplop coklat itu dan ia membaca apa yang tertulis disana.
Tiba-tiba air mata Yuri terjatuh. Badan Yuri mulai merinding dan badannya jatuh di lantai.
” APA? LAY KAU TIDAK MUNGKIN, MENGAPA KAU MELAKUKAN INI” teriak Yuri sambil menangis keras.
Laporan tersebut menuliskan bahwa Lay terkena penyakit kanker otak stadium 4.
Tidak berpikir panjang, Yuri langsung menghapus air matanya dan menuju rs tempat Lay dibawa sambil membawa laporan itu.

Di rumah sakit, Kai sangat kuatir dengan keadaan Lay yang masih di periksa di ruang UGD. Yuri melihat Kai dan langsung menghampirinya.
” KAI!” panggil Yuri dan langsung menuju arah Kai
” Dokter masih belum keluar dan aku masih belum tau keadaan Lay seperti apa didalam. Yuri aku sangat kuatir dengan keadaan Lay. Mengapa tiba-tiba ia bisa pingsan” kata Kai kuatir dan tergesa-gesa
” Kai, kau bisa buka dan baca ini. Semua pertanyaanmu sudah di jawab oleh ini” Yuri menyerahkan amplop coklat itu dan air matanya turun kembali
” Kau ini bercanda? Tidak mungkin semua ini terjadi padanya! Hapus air matamu! ” kata Kai tidak percaya
” Kai, ini aku temukan di sebuah kamar di kost’an nya Lay! Lay terkena kanker otak stadium 4 dan ia menyembunyikannya dari kita! ”
” LAY!!!!! ” teriak Kai sangat keras sambil diiringi air mata yang mengalir di pipinya

Tidak lama dokter pun keluar, ” Dok! Apakah benar sahabat saya kanker otak? Dok tolong jelaskan! ” bentak Kai
” Sebentar nak, tolong kau kendalikan emosimu. Saya mau bertanya terlebih dahulu”
” Apa? Dokter mau bertanya apa? Akan saya jawab! Cepat dok beritahu keadaan sahabat saya! ” jawab Yuri dengan berusaha menghapus air matanya
” Kenapa kalian baru membawa teman kalian sekarang? Kenapa kalian tidak dari dulu membawanya kesini untuk kemoterapi? ”
” Jaadd..dii teman saya benar-benar kanker otak? Tidak, tidak mungkin kok dok, jangan mengarang!” bentah Kai
” Iya nak, saya mengucapkan sangat maaf, saya tidak bisa menyelamatkan teman kalian. Waktunya sudah terlambat.”
Mendengar itu Yuri langsung jatuh dan berteriak, ” LAYYYYYY!!!!” air mata Yuri turun lebih deras
Yuri dan Kai langsung masuk ke ruang UGD dan melihat keadaan Lay yang sudah tidak bernyawa
” LAY KENAPA KAU LAKUKAN SEMUA INI KEPADA KITA? KENAPA KAU MENYEMBUNYIKAN SEMUA INI? LAY KUMOHON BANGUNLAH! ” teriak Yuri sambil menggoyak-goyakan badan Lay
” Layyyy kau baru saja ulangtahun! Kau baru saja bersenang-senang dengan kita! Dan secepat ini kau tinggalkan kita? LAY KUMOHON”

Mereka berdua sangat sedih dan sangat sulit menerima keadaan ini. Dan esoknya, jasad Lay dikubur. Meskipun sedikit tidak merelakan ini, mereka berdua harus merelakan yang terjadi ini agar jiwanya dapat tenang di atas sana.
Setelah dikubur, Kai dan Yuri menyimpan semua kenangan mereka bertiga.
Yuri dan Kai berusaha untuk tidak bersedih, karena mereka berdua tahu, jiwa Lay tidak akan tenang bila mereka sedih.

Setelah 1 tahun berlalu, Yuri dan Kai sudah berada di kelas 3 SMA sekaligus umur Lay bertambah 1 tahun lagi. Mereka tidak melupakan sahabatnya, Lay. Mereka berdua datang ke kuburan Lay sambil membawa foto-foto kenangan bersama Lay dan kue-tart untuk merayakan bersama-sama lagi seperti tahun lalu. Yuri dan Kai terlihat sangat bahagia bisa merayakannya bersama-sama lagi. Begitu pula dengan Lay, ia pasti lebih senang lagi.
Akhirnya Yuri dan Kai pulang dan memakan kue-tart milik Lay dan mereka sangat berbahagia.

======THE END======

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s