[Lay Birthday Project] Ingatan Buruk

60

Ingatan Buruk

ẞỵ ByunPevis.

Cast : Zhang Yixing // Lyin Park.

Genre  : Romace // Fluft // litle Comedy.

Leght : OneShoot.

Rating : PG-17

Author Note : Murni karya autor ByunPelvis^^. Maaf, masih banyak typo bertebaran.

*

Summary : Zhang Yixing memiliki ingatan yang sangat buruk, dan kadang membuat Lyin sangat kesal. Tapi Yixing  juga memiliki sisi special yang membuat Lyin tak bisa berpaling.

*

”Ya, ingatanmu memang sangat buruk. But i don’t care, because i love you. ”

.

Tanganku gelisah membolak-balik novel romance yang sudah mulai lusuh. Aku sengaja membawa benda ini jika sedang bosan. Seperti sekarang  ini, yang menurutku adalah waktu paling menyebalkan. Aku duduk di pojok ruangan menunggu seseorang yang sedang sibuk sendiri. Karena kesal, aku melempar asal novel yang sebenarnya tak kubaca.

Aku beranjak dan mendekat pada jendela kaca yang tertutup tirai putih gading, pantatku sudah sangat panas karena terus berdiam diri di sofa. Diluar sedang hujan, kegiatan semua orang menjadi terhambat. Seperti halnya aku disini yang terjebak bersama seseorang di ruang musik.

Sudah hampir dua jam ia bergelut dengan kertas penuh tempo nada juga piano. Siapa lagi kalau bukan kekasihku yang sedang membuat lagu. Dan bagaimanapun itu aku selalu terabaikan.

“sayang, ayo pulang!”

“heum” hanya itu jawabannya.

Lihat kan? Dia itu asik dengan dunianya sendiri. Aku cemburu dengan kegiatannya, ya aku cemburu dengan piano yang setiap hari disentuh dengan jarinya itu. Lalu kapan dia akan menyentuhku?

Astaga kurasa otakku mulai tidak beres.

“huh, sekalian saja anggap aku tak ada.”

Aku memajukan bibir bawahku dan melihat diriku sendiri di jendela berembun ini dan wajahku terlihat sangat jelek. Jariku menyapu embun  dan menuliskan sesuatu dikaca.

‘Yixing & Lyin’

Disampingnya kubuat emotikon kiss, ha ha ini terlihat imut. Bicara tentang ‘kiss’, aku jadi merindukan itu. Dengan senyum nakal kutatap ia yang sedang fokus. Aku mendekat dan memeluknya dari belakang, semoga saja tidak mengamuk.

“sayang, kau melupakan sesuatu hari ini”

“apa itu? apa yang kulupakan?”

Aku memutar malas kedua bola mataku. Priaku ini adalah orang yang memiliki daya fikir sangat buruk. Hampir setiap hari ia mengacaukan harinya karena melupakan sesuatu.

“Menyebalkan. Padahal kau sendiri yang membuat peraturan itu. Ya kau melupakan tentang perjanjian nomor 7”

Aku mengingatkan tentang peraturan yang telah dibuatnya dalam sebuah catatan pacar. Ya dalam hubungan kita ada poin-poin yang wajib dilakukan, jika tidak salah satu yang mengabaikannya akan dapat hukuman. Ya memang sangat konyol.

Yixing menatapku dan memiringkan kepalanya, sangat terlihat sedang berefikir keras.

“Nomor  7 ya? eummm….”

“ayolah sayang! Tskk tega sekali”

Posisiku sudah duduk di pangkuannya, tanganku juga sudah melingkar di bahunya sebagai kode.

“aku ingat”

Cup

Ya, pada akhirnya dia bisa mengingatnya. Aku tersenyum ditengah-tengah tautan ini. Kira-kira setelah satu menit kami menghentikannya. Yixing Oppa mencubit kedua pipiku yang merona.

Ini padahal sudah yang kesekian kalinya kami melakukan skinsip bibir, tapi mengapa rasanya selalu gugup dan malu? Sampai-sampai kekasihku ini mengejek wajahku yang lebih merah dari tomat.

“ah imutnya gadisku” .

Ia mengangkat tubuhku agar berdiri tegak, dan setelahnya membereskan kertas yang berserakan. Aku membantu memasukan kertas berharga milik kekasihku kedalam tas punggungnya. Asyik, kurasa ini waktunya pulang. Akhirnya aku bisa keluar dari ruang musik yang pengap ini.

“Lyin-ah, bagaimana kalau besok pagi kita kencan? Aku merindukan jalan bersama denganmu. Jadwal kuliah membuat kita jarang refreshing. Benarkan?”

Aku menatap matanya yang berbinar, senyum dan juga lesung pipit itu selalu membuatku terpesona. Kata Baekhyun, lesung pipit kekasihku sedalam sumur milik neneknya. Ha ha kata-kata itu membuatku selalu ingin tertawa.

Saat ini kami berjalan di koridor kampus yang sudah sangat sepi, ya karena mahasiswa kebanyakan sudah pulang sejak tadi.

“Benar. Bahkan aku lupa bagaimana asyiknya saat kita kencan. Oppa, tapi kenapa harus pagi?”

“Sayang, sekarang musim hujan. Biasanya tengah hari saja sudah mendung”

“baiklah,baiklah. Jadi besok kita kencan? Kemana? Kita pakai baju warna apa? Bagaimana kalau biru? ya? ya?”

Yixing Oppa mengacak rambut hitamku, ia menangkup wajahku dan mengangguk dengan aegyonya.

“baiklah . Aigo kenapa gadisku sangat cerewet eoh?”

Aku hanya meringis. Yixing Oppa semakin menggenggam erat tanganku dan menariknya agar lebih cepat berjalan. Hujan sudah mulai reda dan kami harus cepat pulang.

*

*

Tut..tut…tut…

“aissh kenapa tidak diangkat?”

Aku mondar-mandir di depan namsan tower. Ini sudah hampir pukul 10.00 tapi ia belum datang juga. Sangat meleset dari jam yang sudah dijanjikan. Ya , Zhang Yixing telat dua jam.

“Oppa, ayolah!”

Aku mengumpat pada ponselku, ini sangat menyebalkan. Sungguh terlihat seperti orang hilang aku berada di Namsan tower sepagi ini.

”Ya! Oppa! Jika kau tak datang dalam 20 menit aku akan membakar semua naskah musikmu!”

Send

Pada akhirnya aku mengirim pesan suara. Kuharap ia akan terkena serangan jantung jika mendengarkannya.

Hari ini adalah hari spesial, tapi Yixing Oppa sudah menghancurkannya. Kubilang juga apa? Dia akan mengacaukan harinya dengan sifat pelupa yang sudah mendarah daging sejak lahir itu.

“ah sudahlah. Lebih baik aku pulang! Tskk menyebalkan sekali punya pacar pikun sepertinya”

Emosiku sudah sampai puncaknya, sia-sia saja aku bangun pagi hanya untuk jalan dengannya. Padahal aku sudah memakai baju terindah yang kumiliki agar ia terpesona.  Me-nye-bal-kan!

duk

“YA!”

Aku meneriaki badut rilakumala yang berdiri tegak dihadapanku. Tanpa dosa badut ini malah mengoyang-goyangkan tubuhnya setelah membuatku hampir tersungkur.

“Hei kau! Apa sengaja menabraku?”

Lagi, badut ini malah bergaya sok imut. Aku mengangkat sebelah alisku saat ia mengangkat papan dengan tulisan ‘maafkan aku, sayang’, apa-apan itu? . Aku mengeser tubuh besarnya dan berlalu.

“eoh? Hei!”

Aku kaget karena  badut ini malah memelukku dari belakang, reflek saja aku menyikut dadanya.  Badut rilakumala itu terduduk dan menyentuh bekas sikutanku tadi. Aku menutup mulutku, jangan-jangan ia kesakitan.

“Maaf, aku tidak bermaksud. Ya! Lagipula menapa kau memelukku hah? Dasar mesum!”

Detik selanjutnya aku dibuat ternganga saat badut itu membuka penutup kepala. Jantungku mendadak berdegup kencang.

“aishh dasar!”

Aku berjalan meninggalkannya, tapi belum jauh melangkah tanganku sudah ditahan. Dengan sebal kutatap mata berbinar itu.

“sayang , ini aku. Jangan marah eoh?”

“kau telat 2 jam, Oppa.”

“Maaf aku… emm..aku-”

“kau lupa? Ya ya, sudah kuduga. Astaga Oppa,  apa perlu aku menyewa robot pengingat untukmu?.”

Kekasihku ini malah menunjukan lesung pipitnya, dengan polosnya ia meringis.

“Aku janji tak akan mengulanginya. Ya walau aku selalu ingkar janji. Maaf eoh?”

Aku tak bisa menahan senyumku saat ia menujukan baby face. Pria ini selalu berhasil meredakan hatiku yang sedang marah. Dan dengan caranya minta maaf memakai badut tokoh kartun favoritku itu menurutku sangat romantis.

“baiklah, aku memaafkanmu. Ini murni karena kau lupa.”

“aigoo terimakasih. Aku mencintaimu”

“eum. Eoh Oppa, aku sudah menyiapkan sesuatu yang mengejutkan. Setelah kencan kita harus kesuatu tempat .Maaf  karena membuat hari spesialmu jadi buruk”

“Apa? Hari spesial?”

Aku menghentakan kedua kakiku karena sungguh gemas, untungnya hari ini moodku sedang baik. Jadi aku tak memukul kepalanya.

“Oppa, jangan bilang kau juga lupa hari spesialmu.”

“ini tanggal berapa?”

Aku memutar bola mataku dan membuat wajah pasrah.

“7 Oktober” . Aku mejawabnya dengan nada malas. Dan eksrpesi Yixing Oppa setelah itu adalah kaget. Bahkan ia menepuk dahinya sendiri.

“Ya ampun. Ini hari ulang tahunku?”

Aku memberinya senyum terindah yang kumiliki, tanpa malu-malu kukecup kedua pipinya.

“Selamat ulang tahun ,Zhang Yixing yang tampan. Bahagialah selalu. Maaf sekali, karena sering membuatmu kesal. Itu karena aku terlalu mencintaimu, sayang.”

Dan priaku ini terlihat sangat bahagia.Yixing Oppa memeluk dan menciumi puncak kepalaku. Pelukan ini tak perrnah berubah, selalu hangat dan nyaman. Aku sangat bersyukur karena Tuhan mengirimkan pria seperti dirinya.

“Terimakasih Lyin Park. Aku juga mencintaimu. Terimakasih sudah mewarnai hariku dengan cintamu. Jadilah memoriku! Oke?.”

“apa? Memori?”

“Ahh itu, maksudku selalu ingatkan aku. Kau tau kan ingatanku sangat buruk?.”

Aku terkekeh dan mengangguk dalam pelukannya, menghirup dalam-dalam bau parfum yang sangat kusukai.

“ya ingatanmu memang sangat buruk. But i don’t care, because I Love You”

Keduanya tetawa bersama, kelopak cerry blossom mengiringi kebahagiaan sepasang kekasih itu.

Mereka telah berjanji, akan saling bersama untuk waktu yang sangat lama.

Finish

2 thoughts on “[Lay Birthday Project] Ingatan Buruk

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s