[Lay Birthday Project] IDENTICAL

48

IDENTICAL -cellinae || Lay – Kim Jiyeon/oc and other cast || Romance , Horror (little) || G.


.
Zhang Yixing, atau lebih akrab di sapa Lay merupakan mahasiswa di salah satu universitas terkenal di Korea Selatan, pria berumur 21 tahun itu tengah mengemudikan mobilnya, menelusuri jalan yang lumayan lengang, ia fokus, walaupun begitu, Lay kerap kali mencuri pandang ke arah samping kirinya,di mana seorang gadis yang amat sangat dicintainya itu duduk disana , di kursi penumpang. Kim Jiyeon , yang sudah 2 tahun ini menjadi kekasih Lay yang juga memiliki tingkatan yang sama di universitas.

“Kenapa menatapku begitu hm?” . Sahut Jiyeon menoleh menatap Lay yang ia sadari sedang menatapnya.

“Kau cantik”

Jiyeon berdecak lalu tertawa kecil, menurutnya, kekasihnya itu lucu karena akan menjawab dengan perkataan yang sama jika Jiyeon bertanya demikian.

“Aku serius ,hmm ini pertama kalinya kita berlibur berdua kan?” . Ucap Lay kembali fokus ke jalanan, namun senyum diwajahnya tidak juga hilang.

“Bukan berdua, kan ada yang lain juga” Jiyeon mengoreksi

“Ah kau benar sayang , tapi maksudku setelah sebelumnya kita hanya menghabiskan libur di cafe atau di bioskop”

“Apa itu membuatmu bosan?”

“Sedikit” . Lay menoleh dan memberikan winknya kepada Jiyeon yang sontak memberi efek yang tak biasa untuk gadis itu. Ya , Jiyeon pipinya memerah hanya karena kedipan mata.

“Oh ya, soal penginapan di sana, apa itu benar milikmu?” . Tanya Lay teringat soal penginapan yang akan mereka tempati selama berlibur.

Fyi, ketika teman-teman Lay dan Jiyeon sepakat berlibur ke pulau Jeju , dengan semangatnya Jiyeon langsung merekomendasikan salah satu penginapan yang berada di dekat pantai di sana . Kata gadis itu, penginapan itu merupakan milik keluarganya. Dan ya, ia sengaja memilih tempat itu karena merindukan sesuatu. Entah apa itu.

“Milik ayah dan ibuku . Kami sudah lama tak ke sana, ayah hanya akan menyuruh orang-orang untuk membersihkan penginapan itu seminggu sekali”. Jelas Jiyeon seraya memainkan ponselnya

“Milik pribadi keluargamu?”

Jiyeon hanya mengangguk.
Lay yang melihat tingkah kekasihnya itu menggeleng dan tersenyum. Lucu menurutnya.

“Baekhyun, apa barang-barang sudah kau turunkan semua?”. Tanya Lay kepada salah satu temannya ketika mereka sudah tiba ditempat tujuan.

Baekhyun mengangguk “sudah, Aku , Chanyeol dan Sehun akan membawanya ke dalam”

Lay melihat ke dua sahabatnya lagi, yaitu Chanyeol dan Sehun, kedua pria tampan nan tinggi itu nampaknya tengah menikmati angin sore pantai yang memang berhadapan langsung dengan penginapan.

“Kemana para gadis?” Lay menaikkan satu alisnya, ia baru tersadar bahwa ke 2 temannya Hyejin dan Eunsoo termasuk kekasihnya Jiyeon tidak ada disekitar mereka

“Ah mereka tadi langsung ke minimarket dekat sini, untuk membeli persediaan makan” jawab Baekhyun kemudian pria berwajah cantik itu berlari kecil menyusul Chanyeol dan Sehun dan kembali untuk membawa barang-barang mereka ke dalam penginapan.

Lay tidak masuk menyusul temannya, entah kenapa ia malah memandangi penginapan yang lumayan besar itu, jika dilihat dari luar memang benar jika tempat ini sudah tak pernah dikunjungi selama beberapa tahun lamanya, terlihat dari cat pada kayu yang sudah memudar.

Lay menghela nafasnya kemudian mengidikkan bahu, mungkin ia hanya terlalu lelah hingga harus repot-repot untuk memandangi sebuah penginapan. Ia bergegas masuk membawa barangnya menyusul ketiga sahabatnya yang mulai rusuh di dalam sana.

“Jiyeon, aku dan Hyejin akan keluar untuk berjalan-jalan, apa kau mau ikut?” Ajak Eunsoo yang sudah memakai pakaian hangat lengkap begitupun dengan Hyejin, berniat untuk berjalan-jalan dimalam hari dipantai.

Jiyeon hanya tersenyum, sebenarnya tujuannya ke sini bukan hanya berlibur,dia memiliki maksud tertentu,
“maaf tapi aku sangat lelah . Kalian bisa berjalan-jalan berdua saja”

Belum sempat Hyejin menyahut, Chanyeol , Sehun dan Baekhyun datang dengan setelan pakaian hangat mereka

“Kalian ingin berjalan-jalan? Baguslah kalau begitu. Kami ikut” Sahut Sehun antusias kemudian merangkul kedua gadis itu bersama teman2nya yang lain.

Jiyeon terdiam sebentar lalu teringat akan seseorang,

“Oh ya, di mana Lay?”

Lay sungguh terkejut melihat pemandangan yang ada dihadapannya ini, sebuah taman bunga yang begitu indah, rumput-rumput hijau menghiasi disekitar taman itu, tempat duduk panjang yang terbuat dari kayu berada disudut taman serta lampu taman yang berdiri di kedua sisinya. Ini indah bukan?

“Orang-orang suruhan ayah Jiyeon benar-benar mengurus taman ini dengan baik”, Lay berdecak kagum bermonolog dengan dirinya sendiri . Ingin sekali ia turun untuk ke taman itu , namun entah kenapa ia merasa sisi lain dalam dirinya menolak, bukan kah taman itu sangat indah? Apa ia boleh menapakinya?

“Jiyeon?”

Lay mengerutkan alisnya, memperhatikan objek yang dilihatnya, tepatnya pada bangku panjang yang berada di sudut taman itu . Apa Lay tidak salah lihat?

Disana terlihat seorang gadis memakai seragam SMA yang sedang duduk ditengah bangku tersebut menatap lurus ke depan, rambutnya panjang dan sangat indah . Tapi bukan itu yang membuat Lay menatapnya hingga tak berkedip, wajah gadis itu yang sangat mirip dengan kekasihnya, Kim Jiyeon.

“Apa itu benar kau sayang?” Lay dengan suara sedikit berteriak, rasa penasaran mulai menyerangnya ,bukannya tadi Jiyeon sedang membersihkan kamar di dalam? Lalu, jika pun itu benar Jiyeon kenapa kekasihnya itu memakai seragam SMA seperti itu?

“Kim Jiyeon, apa itu kau?” . Sekali lagi Lay berucap, namun yang dituju hanya diam dan masih dengan tatapannya yang lurus ke depan . Jujur saja, Lay sedikit takut melihatnya. Kenapa kekasihnya aneh begitu, apa gadisnya itu ingin mengerjainya?

“Kim Ji-

“Kenapa kau berteriak, Lay?”

Lay hampir saja benar-benar berteriak saat suara itu mengintrupsinya , Lay langsung bernafas lega ketika ia melihat ternyata Jiyeon lah yang ada di belakangnya sekarang. Lay tersenyum melihat kekasihnya itu,
namun..

‘Jiyeon? Kenapa ada disini? Lalu yang ditaman itu siapa? Lay , kau sudah gila!’. Lay berteriak frustasi dalam dirinya, walaupun ekspresinya masi menampakkan senyum.

“Hey! Kenapa menatapku dengan senyum begitu? Kau terlihat seperti idiot!” Sungut Jiyeon kesal, heran melihat kekasihnya itu.

“Ji-jiyeon?”

“Hmm?”

“Sedang apa kau duduk di taman itu tadi?” Lay bertanya seraya menunjuk taman bunga itu dengan dagunya.

Jiyeon mengerutkan alisnya bingung. Memang sejak kapan ia ke sana? Dan kapan terakhir ia menjejaki taman itu? . Jiyeon menatap taman itu, kemudian seulas senyum terpancar diwajahnya .

Jujur, Lay sedikit takut melihatnya.

“Akan ku ambilkan kau minum , tunggu sebentar” . Ucap Jiyeon lalu bergegas masuk ke dalam meninggalkan Lay dengan wajah kebingungannya.

Lay kembali melihat ke arah taman itu dan tidak menemukan siapa-siapa di sana. Lay mengidikkan bahu, meyakinkan dirinya bahwa tadi itu dia hanya kelelahan. Lantas, kenapa penginapan ini jadi mencekam untuknya?

“Ini,minumlah” . Lay menoleh dan melihat Jiyeon menyodorkan segelas air putih ke arahnya , Lay langsung menenggak air itu habis dan tersenyum seraya mengembalikan gelas itu.

“Apa yang membawamu ke sini?”, ucap gadis itu tiba-tiba

Lay mengerutkan alisnya,mencoba mencerna perkataan Jiyeon, jujur ia masih sedikit kebingungan, “aku hanya ingin melihat bagian belakang penginapan ini”
“Hmm , maksudku kau suka tempat ini?”, mata gadis itu terus menerawang ke depan, tepatnya ke arah taman.

“Kenapa tiba-tiba bertanya begitu? apapun itu asal berasal dari kau semuanya aku suka”

Lay menangkupkan kedua tangannya ke wajah gadisnya itu, alih-alih bisa membelai pipi Jiyeon, Lay malah mendapati kedua tangannya di tepis oleh gadis itu .

Jiyeon bertengger pada pembatas balkon dengan kedua tangannya, gadis itu terlihat menghela nafasnya,”Kau tau? Aku kesepian disini , tapi,aku tidak bisa meninggalkan tempat ini, setelah kejadian itu mereka tidak pernah kesini lagi, mereka hanya menyuruh orang lain untuk merapikan tempat ini”

“Waktu itu aku sangat ingin berlibur ke Jeju setelah melaksanakan ujian kenaikan dan mengajak mereka, tapi aku malah mendapatkan sakit yang luar biasa, merekapun sama, tapi hanya aku yang tidak bisa tertolong lagi . Aku berlari ke sini karena kuanggap tempat ini merupakan tujuan awalku, berharap mereka akan sering datang untuk mengunjungiku setelah kejadian itu”

Lay menoleh dan menatap tajam ke arah gadis disampingnya, gadisnya. Kim Jiyeon. Lay merasakan hawa disekitar tubuhnya sangat dingin, padahal ia memakai mantel yang cukup tebal .

Lay merasa benar-benar dirinya butuh banyak istirahat, ilusinasinya begitu tinggi, bahkan ia rasa telinganya sudah tidak normal mendengar kalimat-kalimat aneh yang keluar dari mulut Jiyeon

“Jiyeon,kau..

“Dia mengunjungiku, aku senang akhirnya setelah beberapa tahun. Aku bisa tenang karena mereka masih peduli padaku .Dan terimakasih untuk kau yang ingin membawanya kesini”

Lay mengacak rambutnya, kenapa dari awal perasaannya ragu?, bahkan Gadisnya bertingkah aneh dan mendongeng.
“Kau bercanda kan?”

Gadis itu hendak meraih tangan Lay, namun Lay dengan cepat menarik tangannya dan menutupi wajahnya, ini benar-benar gila, kenapa gadisnya berubah jadi seseram itu? Lay memejamkan matanya.

DEG!

“Lay!kenapa menutupwajahmu seperti itu!”
Teriakan yang cukup keras itu menyadarkan Lay dan langsung membuka matanya, ia benar-benar lega saat melihat Chanyeol di hadapannya.

Tak lama sahabatnya yang lainpun datang membawa kantung plastik besar.
Lay menatap Chanyeol lega.

“Sayang?”

Lay mengerjapkan matanya dan menoleh ke arah sumber suara. Ada Jiyeon disana tersenyum ke arahnya.Lay menoleh ke arah samping kirinya dan kosong, tidak ada siapapun disana.

“Apa kau bertemu dengan Jieun?”, sahut Jiyeon lebih kepada mengajukan pertanyaan.

“Jieun?”

“Kembaranku”. jawab Jiyeon enteng lalu masuk kedalam.

Kembaran? Lay bergidik ngeri mengingat kejadian tadi. Jadi gadis yang itu ….

“JIYEON KAU BERHUTANG CERITA PADAKU!”.

~End~

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s