[Lay Birthday Project] Good Brother

81

Good Brother

Storyline By A.L

With, Zhang Yixing/Lay (EXO) X Zhang Yun jia (OC)

Family || PG-13+ || Ficlet ||


______________

“Aku lagi dicafe yang biasa… Tidak, baru saja pulang… Mm, baiklah.”

Lay bangkit dari kursi yang di dudukinya, setelah menutup sambungan telepon dari Zhang Yun Jia, adiknya. Ia berjalan pelan ke meja kasir, untuk membayar minuman yang beberapa menit lalu dipesan nya. Lay meletakkan uang beberapa lembar diatas meja, lalu berjalan menuju pintu.

Diluar cafe, Lay melangkahkan kaki ke tempat parkiran mobil. Dan membawa mobilnya ke apartemen miliknya dan sang adik.

______________

Zhang Yun jia sedang menunggu kakaknya didepan pintu apartemen. Keadaan gadis itu terlihat sangat menyedihkan. Ia mengenakan baju tidur kebesaran yang sedikit lusuh, mukanya yang awut-awutan, dan ditambah rambut yang berantakan. Melihat itu semua orang yang berada di loby apartemen merasa kasihan.

Disaat itu juga, Lay datang menghampiri adik kesayangannya. Pemuda itu mengernyitkan alis bingung saat melihat keadaan adiknya berantakan karena tidak ditata.

“Kenapa dengan mu?” Tanya Lay setiba didepan Yun jia.

Yun jia menatap kesal kakaknya. Ia memukul pelan bahu Lay. “Kau… Darimana saja kau!.”

“Aku?. Aku baru saja pulang dari kantor dan pergi ke cafe sebentar, bukankah sudah kubilang” ucap Lay bingung.

“Tapi, kau lama sekali, mana pesananku” ucap Yun jia sambil mengarahkan tangan nya kedepan Lay.

“Pesanan?. Kapan kau meminta pesanan padaku.”

“Kapan?. Hei, pikun bukankah sudah kubilang saat ditelfon tadi kalau aku mau coffee latte” ucap Yun jia. Ia mengerang kesal melihat sifat pelupa kakak nya. Yun jia menatap malas Lay, kemudian berjalan masuk ke dalam apartemen.

Yun jia duduk di sofa ruang tengah. Ia mengomel tidak jelas setelah capek-capek menunggu kakaknya dan pesanannya. Tapi, saat kakaknya datang, ia malah tidak mendapatkan apa-apa. Jika, begini jadinya, ia tidak usah saja menunggu lama diluar.

Setelah mulutnya terasa capek. Yun jia baru merasa sedikit janggal, saat tidak melihat Lay didalam apartemen. Ia mengedarkan pandangannya keseluruh ruang. Dan tetap saja tidak menemukan Lay barang sedikit pun.

“Dimana dia?” Gumam Yun jia. “Ah, apa mungkin dia kembali ke cafe itu?” Sambungnya.

“Sudahlah. Tidak usah dipikirkan. Lebih baik aku tidur.” Yun jia menggeleng-gelengkan kepalanya keras dan melangkahkan kaki menuju kamarnya.

______________

Lay membuka pintu apartemen, setelah kembali dari cafe yang disinggahinya. Ya, ia kembali ke cafe itu untuk membeli caffe latte yang diminta Yun jia. Pemuda itu merasa bersalah saat melihat adiknya yang seperti tadi. Ia sungguh benci dengan sifat pelupanya. Karena, sifatnya yang satu itu, ia selalu bertengkar dengan Yun jia.

Lay menghela nafas pelan saat matanya melihat pintu kamar adiknya. Ia berpikir mungkin adiknya yang satu itu sudah tidur. Karena, ia tidak melihat Yun jia dimana pun.

Lay melangkah ragu ke arah pintu kamar Yun jia. Kemudian ia membuka pintu kamarnya dengan sangat pelan, agar tidak menganggu adiknya yang sedang tidur.

Lay mendudukkan dirinya disamping tempat tidur Yun jia. Lalu, meletakkan sekantong plastik yang berisi caffe latte di meja samping tempat tidur. Lay mengusap pelan kepala adiknya dan menyingkirkan anak-anak rambut yang menutup wajah cantiknya. Pemuda itu tersenyum kecil melihat wajah damai adiknya saat tertidur.

“Maafkan aku adik kecil karena, selalu membuatmu kesal dan marah. Aku ingin minta maaf dengan apa yang kulakukan dulu dan saat ini. Aku selalu ingin minta maaf padamu. Tapi, pasti kau tau kalau kakakmu adalah seorang pengecut. Meminta maaf pada adiknya saja ia tak berani. Dan ah, aku masih ingat saat aku mempermalukan mu dulu. Aku bahkan tak bisa mengucapkan kata maaf saat itu. Bukankah aku kakak yang sangat jahat.”

Lay tersenyum miris mendengar ceritanya sendiri. Ia tersentak saat melihat Yun jia bangun dari tidurnya. Dan menatapnya dengan mata berkaca-kaca.

“Kau sudah bangun Yun jia” tanya Lay menghilangkan suasana hening diantara keduanya. Yun jia tak menjawab dan terus saja menatap Lay dengan mata yang masih berkaca-kaca.

“Yun jia” panggil Lay. Bukannya menjawab Yun jia justru memeluk Lay dengan erat. Sekarang matanya sudah mengeluarkan cairan bening yang tadinya akan tumpah.

“Kau tidak salah kakak justru aku lah yang salah karena selalu membuat beban dipundakmu” ucap Yun jia setengah menangis. Mulai saat ini, ia akan berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia tak akan membuat kakaknya susah.

Lay mengelus-elus kepala Yun jia dengan lembut. Ia tersenyum manis mendengar penuturan adiknya. Setidaknya, ia sedikit lega karena adiknya tidak membencinya.

“Kau adalah kakak terbaikku” ucap Yun jia lagi.

_END_
_____________
Cerita gaje lewat.. sama kaya Authornya.. maaf buat cerita yang tidak menarik.. tapi, semoga aja semuanya suka..^^

Btw, ..Happy Birthday Lay..

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s