[Lay Birthday Project] Fans is My Love

53

Fans is My Love

Author : baby Han
Cast : Zhang Yixing/ Lay (EXO), Kim Yura/ Yura (OC Girl) & pemain pendukung lainnya
Genre : Friendship, Sad
Ranting : T+
Leght : Oneshoot
Cover by : Selin Art Design

Happy Reading ^^

Aku tidak tau mengapa perasaan suka ini bisa menjadi perasaan cinta. Aku hanya seorang fans biasa yang mengidolakan seorang idol terkenal. Aku sangat mengidolakan boyband EXO. Aku selalu mengikuti kegiatan mereka. Tetapi akhir-akhir ini perasaanku berubah ketika melihat Lay Oppa. Detak jantungku tidak dapat berdetak secara normal ketika melihat senyumannya. Aku segera menyingkirkan pikiran-pikiran yang mengganggu otak kecilku ini.

“Hei Yura!!”  Aku mendengar sebuah teriakan dari seseorang. Secara refleks aku menolehkan kepalaku ke belakang
“Ada apa kau kemari?”
“Aku ingin mengajakmu untuk datang ke fanmeeting SNSD. Aku dengar mereka menggelar fanmeeting dekat dengan rumah kita.”
“Tetapi aku tidak ingin melihat SNSD. Dengar temanku Ha Dongjae yang tampan, aku tidak mengidolakan mereka. Jadi-”
“Aku sudah membelikan tiket untukmu, Yura. Aku mohon ikut denganku ne”
“Eh? Apa aku tidak salah dengar?”
“Tidak. Aku tidak mau tau, pokoknya besok kau harus ikut ya. Aku tunggu, bye-bye”
“Ya! kau sangat menyebalkan”

Ha Dongjae merupakan teman namja yang dekat denganku. Kami berdua sudah lama bertetangga. Dia merupakan fans dari SNSD. Masing-masing member SNSD memiliki wajah yang cantik. Aku merasa kalah cantik dengan mereka. Huft, Dongjae seperti biasanya selalu membelikan tiket untukku agar aku bisa menemaninya untuk bertemu dengan girlband favoritnya.

Siang harinya-

Seperti biasanya aku mengerjakan tugas yang di berikan oleh dosen. Sekarang aku memasuki semester 5, jadi tugas-tugas yang di berikan oleh dosen cukup banyak. Ting~ Bunyi notifikasi dari smartphone milikku. Aku segera mengambil handphone milikku lalu membuka aplikasi khusus tentang EXO. Di artikel tersebut tertulis “Dikabarkan setelah comeback album Monster, Lay EXO akan memulai debut solonya”. Apa aku tidak salah baca artikel ini. Semoga beritanya benar, aku sangat menunggu-menunggu debut solonya Lay Oppa.

Keeseokan harinya-

Hari yang di tunggu-tunggu datang juga. Aku dan Dongjae sedang menunggu giliran masuk ke dalam area venue fanmeeting SNSD. Di sini saat ramai, aku dan dirinya tertawa bersama-sama. Tidak beberapa lama kemudian aku dan dirinya masuk ke dalam venue fanmeeting. Sangat luar biasa, aku kadang berfikir ‘Apakah aku bisa jadi idola terkenal seperti mereka, huft pemikiranku ini terlalu jauh sekali’. Setiap kali aku melihat fanmeeting atau konser lainnya, aku terpesona. Ya, aku terpesona melihat bakat yang dimiliki oleh masing-masing member. Perjuangan mereka sangat panjang dan butuh pengorbanan yang besar.

Acara fanmeeting SNSD berlangsung selama tiga jam. Aku dan Dongjae sudah berada di luar venue. Dongjae tidak henti-hentinya membicarakan SNSD terutama Yoona. Dia sangat mengidolakan Yoona, aku sudah terbiasa mendengarkan curhatannya.

“Ya! Yura, dengarkan aku. Aish, kau menyebalkan” ucapnya cemberut
“Aku sudah mendengarkanmu, ya.”
“Sebagai ucapan terima kasih dariku, aku akan memenuhi permintaan apapun yang kau mau”
“Menarik sekali”
“Jadi, katakan apa yang kau mau?”
“Ikut aku datang ke konser EXO”
“MWO?!”
“Kau tidak usah berteriak. Menyebalkan sekali.”
“Aku tidak mau”
“Baiklah. Kalau kau tidak mau, aku tidak akan mau kau ajak lagi ke konser SNSD. Kau bisa cari teman baru untuk nonton konser SNSD.”
“Kau menang”
“Yey” teriakku bahagia

Akhirnya aku bisa mengajaknya untuk menonton konser EXO. Sudah beberapa kali aku mengajaknya untuk menonton konser EXO tetapi ia selalu menolaknya. Dongjae selalu mempunyai banyak alasan. Kali ini aku memiliki kesempatan dan aku berhasil untuk mengajaknya menonton konser EXO.

Sementara itu-

“Suho Hyung, aku ijin keluar sebentar”
“Ne, Lay. Hati-hati di jalan.”
“Baiklah Hyung”

Lay keluar dari dorm EXO. Ia ingin membeli makanan dan minuman ringan. Ia memakai alat penyamarannya. Lalu ketika persiapan sudah selesai, ia melangkahkan kakinya keluar dari dorm EXO. Baru beberapa menit berjalan, ia merasakan ada seseorang yang mengikutinya dari arah belakang. Dengan refleks ia berlari namun Lay tidak memperhatikan jalannya.

“Akh, kalau kau jalan hati-hati dong.”
“Maafkan aku”
“Yura, kau tidak apa-apa?”
“Ya! Ya! Kau mau kemana eoh?”
“Maafkan aku.”

Lay pergi meninggalkan Yura dan Dongjae. Ia berlari ke tempat yang sepi. Ia bersembunyi di sebuah tempat.

“Hah~ Hah~ menyebalkan sekali.”

Lay keluar dari persembuyiannya dan berjalan ke tempat tujuannya. Lalu ia mengambil makanan dan minuman ringan yang ia butuhkan.

“Kau lama sekali, Hyung”
“Uh, aku mengalami kejadian yang tidak terduga”
“Kenapa? Aku jadi penasaran”
“Tadi aku di kejar-kejar oleh fans dan ketika di jalan aku tidak sengaja menabrak seorang yeoja”
“Lalu”
“Aku hanya meminta maaf kepadanya lalu pergi meninggalkannya”
“Hyung, yeoja itu cantik kah?”
“Ya! Dasar kau Maknae”

Mereka berdua tertawa bersama-sama. Memang terasa menyenangkan ketika kau bisa membagi kebahagian bersama orang lain.

Saat konser EXO-

Sekarang kami berdua sudah berada di dalam venue konser EXO. Suasana di sini sangat ramai. Mereka semua sudah banyak yang datang. Sangat membahagiakan, melihat konser idola sendiri yang penuh dengan fans-fansnya.

“Yura, kakimu tidak apa-apa?”
“Ya”
“Aku sudah melarangmu untuk menonton konser EXO tetapi kau tetap bersikeras.”
“Sudahlah. Sekarang aku mau bersenang-senang dan kau jangan cerewet. Jangan menjauh dariku”
“Kau jangan banyak melompat”

Tidak beberapa lama kemudian EXO sudah di atas panggung. Aku melihatnya dengan senyuman bahagia. Uh, mereka semua terlihat tampan terutama Lay Oppa. Dia selalu tersenyum sangat manis dan membuat lesung pipinya terlihat sempurna.

Tiga jam kemudian-

Aku dan Dongjae sekarang sudah berada di luar area venue. Konsernya sudah selesai sekitar dua jam yang lalu. Akan tetapi aku tidak ingin beranjak dari sini. Aku menunggu EXO keluar dari venue ini. Mungkin mustahil tetapi aku mencoba berusaha.

“Ya! Dongjae, bukankan itu mobil manajer EXO? “tanyaku heboh sendiri
“Aku tidak tau, Yura”
“Aish, kau ini. Ya, sudah aku ingin ke sana ”
“Hati-hati Yura, kakimu masih sakit. Ya sudah aku temani ne”

Akhirnya kami berdua berjalan kearah mobil tersebut. Sebenarnya kakiku masih sedikit terasa sakit. Aku mencoba menahannya sekuat tenaga.

“Permisi tuan”
“Ada yang bisa saya bantu, nak?”
“Apakah benar mobil ini milik manajer EXO?”
“Ya, benar. Kenapa ya?”
“Ah, tidak apa-apa. Tuan, aku ingin sekali memberikan ini kepada Lay Oppa.”
“Lalu?”
“Bisakah kau memberikannya untuk dirinya.”
“Tetapi saya dilarang menerima barang dari siapapun. Ini merupakan kebijakan dari perusahaan.”
“Kumohon tuan” ucapku memohon kepada dirinya
“Baiklah, aku akan mengusahakannya”
“Gomawo tuan”
“Ne”

Lalu kami berdua pergi meninggalkan tempat tersebut. Walaupun kemungkinan kecil Lay Oppa akan menerima hadiah dariku tetapi aku tetap berharap akan ada sebuah keajaiban.

Beberapa hari kemudian-

Sekarang aku sedang berada di Sungai Han. Aku sendirian. Sebenarnya aku memberikan hadiah kepada Lay Oppa dan menulis sebuah surat untuknya. Di dalam surat tersebut aku meminta dirinya untuk datang ke tempat ini. Aku tau ini terdengar mustahil tetapi tidak apa-apa yang terpenting aku sudah berusaha.

4 Jam kemudian-

Sudah empat jam aku menunggu dirinya disini. Huh, dingin sekali. Sebenarnya, aku ingin pergi dari tempat ini namun ada sesuatu yang menahan diriku.

“Tidak apa-apa, Yura. Mungkin sebentar lagi Lay Oppa akan datang.” ucapku menyemangati diriku sendiri
“Hei, kau Kim Yura?” teriak sebuah suara yang aku ketahui

DEG

Itu suara dari Lay Oppa. Perlahan-lahan aku membalikkan tubuhku ke arah belakang. Dan ketika mataku tepat melihat Lay Oppa seakan waktu disekitar ku berhenti.

“Kim Yura?” ucap Lay Oppa berjalan mendekat ke arahku
“N-Ne Lay Oppa.” balasku kaku
“Sepertinya aku pernah melihat dirimu. Ah, aku ingat kau yang aku tabrak secara tidak sengaja waktu itu. Kau terluka?”
“Cuma luka ringan di kakiku Oppa. Sudah tidak apa-apa kok”
“Benarkah? Aku merasa bersalah”
“Ne Oppa”
“Ngomong-ngomong ada apa kau memintaku untuk ke sini. Sesuatu penting apa yang ingin kau katakan?”
“A-Aku menyukaimu ani aku mencintai mu Oppa.”
“Lalu apa yang bisa aku lakukan untukmu, Yura?”
“Aku hanya ingin Lay Oppa mengetahui perasaanku. Maaf, hari ini aku mengganggu aktivitasmu Oppa.”
“Aku sangat menghargai perasaanmu kepadaku tetapi aku tidak bisa. Kita bisa berteman kan?”
“Ne Oppa. ”
“Tersenyumlah. Kau cantik, pasti banyak namja lain yang menyukaimu. Aku yakin”
“Oppa, kau membuatku malu.”
“Eh, wajahmu merah. Lucunya~”
“Oppa~”

Aku bahagia bisa bertemu dengan Lay Oppa. Dia bagaikan nafas bagi kehidupanku. Aku sangat mengidolakannya. Tuhan, terima kasih kau telah mendatangkan malaikat yang baik untukku. Semoga kau bahagia juga Oppa. Saranghae :*

-END-

 

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s