[Lay Birthday Project] Dingin, Tapi Hangat

44

Dingin, tapi hangat -sitasahla
Lay X Lee Saeyon (Oc) || Romance || G

.
.
.

Saeyon menengadah. Menatap kesal pada langit yang sedari tadi mengeluarkan sesuatu yang tidak disukai-nya. Membuat ia harus rela menunggu di depan sebuah mini market dengan tubuh yang mulai mengigil.

Gadis itu terus meruntuki dirinya sendiri. Andai saja ia mau mendengarkan perkataan ibunya untuk membawa payung, mungkin, kini dia sudah berada di dalam kehangatan rumahnya.

Tap.

Langkah kaki seseorang yang berhenti tidak jauh di sampingnya membuat gadis itu menoleh. Dilihatnya seorang namja dengan seragam sekolah yang sama. Tak perlu melirik kearah bet nama namja itu, Saeyon sudah langsung mengenali dengan jelas siapa orang itu.

Zhang Yixing.

Seorang namja yang selalu dipuja-puja oleh hampir siswi perempuan di sekolah. Wajahnya yang tampan serta kemampuannya dalam menarikkan tarian modern membuat namja itu sungguh populer di kalangan para siswi.

Saeyon mendumal dalam hati. Mengapa ia harus berduaan dengan Lay -panggilan namja itu, disaat situasi seperti ini? Padahal dirinya cukup berantakan karena terkena air hujan sebelum menapaki kakinya di tempat ini. Dan perlu kalian ketahui, bagi Saeyon berduaan dengan Lay itu sama saja membuat jangtungnya tak sehat.

“Hatchiii,”

Sekali lagi, Saeyon meruntuki dirinya sendiri.

“Ini,”

Sebuah kain terulur tepat di depan Saeyon. Saeyon menatap sapu tangan itu, lalu beralih ke pemiliknya.

“Pakailah, sepertinya kau membutuhkan ini.” Ucapnya dengan senyuman manis.

Diambilnya sapu tangan itu, lalu saeyon segera membungkukkan badan berterimakasih.

Lay bergerak mendekati Saeyon, melepas almamater sekolahnya dan menaruhnya di badan Saeyon. Gadis itu sangat terkejut, mencoba mencerna apa yang barusan Lay lakukan.

“Sepertinya kau juga butuh itu. Kau terlihat sangat kedinginan.”

“Tapi-”

“Kau bisa mengembalikannya kapan saja.” Sela Lay tiba-tiba.

“Te-terimakasih.” Saeyon merasa pipinya memanas. Cepat-cepat ia menunduk karna takut terlihat bodoh di depan Lay.

“Sama-sama,…ng-”

Saeyon mengangkat kepalanya kembali, “Saeyon. Lee Saeyon.”

“Ahh, Saeyon-ssi. Aku Zhang Yixing, senang berkenalan denganmu.”

Lay lagi-lagi memamerkan senyum manisnya, membuat Saeyon ingin jatuh pingsan karna senyum itu.

“Aku juga, Lay-ssi.”

Hari ini, meskipun hujan turun sangat deras. Saeyon merasa kehangatan menjalar di seluruh tubuhnya. Berkat kehadiran sang pujaan hati yang merangkap sebagai idola di sekolah. Gadis itu tetap merasa hangat, walaupun udara cukup dingin.

.
.
End

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s