[Lay Birthday Project] Dear Happiness

64

Dear Happiness – LIyhist

Cast  :

· Zhang Yixing

· Lee Harin (OC)

· Byun Baekhyun

· Lee Rin Young (OC)

· Jeon Wonwoo

Genre : Sad, Romance

Rating  : PG-15

“Oppa, aku datang.” Yeoja dengan rambut panjangnya yang tergerai menghampiri seorang namja.

“Harin-ah, kau datang? Apa yang kau bawa?” namja itu menimpali.

“Coklat kesukaan oppa.. Ta-da.. aku tahu oppa menyukai coklat ini. Benarkan?” yeoja itu menujukkan coklat yang sedari tadi dipegangnya.

“Ne, oppa sangat menyukainya. Gomawo Harin-ah”

“Mianhae. Hari ini aku baru bisa menemui oppa. Aku baru saja menyelesaikan tugasku di Eropa.” Yeoja itu menundukkan kepalanya.

“Kau baru saja dari Eropa? Mengapa tak memberitahuku?” jawab namja itu dengan menaikkan sedikit volume suaranya.

Drt.. drtt..

Suara ponsel terdengar dari saku yeoja itu.  Eonni.

“Yeoboseyo. Eonni?” tanya yeoja itu. “Arraseo. Aku akan kesana. Ne. Arraseo” jawabnya kemudian.

“Oppa, mian aku harus pergi. Eonni ingin bertemu. Gwenchana?”

“Heol, dasar Rin Young. Dia selalu membuat waktumu denganku menjadi lebih sempit. Arraseo. Kau boleh pergi” jawabnya gerutu.

“Yixing Oppa annyeong” Yeoja itu meninggalkannya dengan diakhiri lambaian tangan. Ia pergi meninggalkan aromanya yang khas di ruangan itu.

Zhang Yixing PoV

Dua tahun lebih berada disini. Diruangan yang sama dengan teman yang tiap minggunya bertambah. Membuat ruangan ini lebih ramai.

“Noona datang lagi” suara seorang namja membuat lamunanku terbuyarkan.

“Byun Baekhyun! Diamlah, kau menggangu.” Jawabku kesal. Seperti itulah sikapnya, yang seperti alarm bagiku jika yeoja itu datang.

“Hyung, sudah lama sejak terakhir kali ia mengunjungimu. Kau rindu padanya?” tanya namja yang berada di sebelahku. Jeon Wonwoo.

“Kau benar. Aku tahu ia terlalu sibuk.” Yeoja itu mendekat. “Harin-ah, aku rindu padamu”

“Oppa, aku datang.” Suaranya berhasil membuat rasa rinduku sedikit berkurang. Aku benar benar merindukannya. Suaranya, senyumnya bahkan aromanya, aku masih mengingatnya.

“Baekhyun hyung. Kau mau bertaruh jika Rin Young eonni akan mengganggu kencan Yixing hyung?” Jeon Wonwoo. Suara itu miliknya.“Baiklah. Kali ini aku mendukung Yixing hyung. Geurae?” ia menoleh pada Yixing yang sedari tadi bertatapan dengan Harin. Dan coklat itu, aku menyukainya.

“Gomawo baek…”

Drtt.. drtt..

“ahh.. Lee Rin Young!” Seruku.

“Assa! Kau kalah hyung!” seru Wonwoo senang.

“Oppa, mian aku harus pergi. Eonni ingin bertemu. Gwenchana?” Tentu saja aku tidak senang, ia baru saja menemuiku. Bahkan ia belum sempat bercerita. Huft. Aku membencinya.

“Hyung, sudahlah.” Ucap Baekhyun. “Tapi tetap saja. Rin Young benar-benar kejam. Bagaimana bisa ia selalu memotong waktu kencanku dengan Harin?”

“Gwenchana hyung, setidaknya Harin noona masih sering mengunjungimu semenjak kau disini, tapi aku?” Wonwoo menimpali dengan suaranya yang khas.

“Gwenchana Wonwoo-ya. Ada hyung disini. Tak apa.” Aku mencoba menenangkan Wonwoo. Ya, aku tahu ia masih muda. Dan sekarang ia harus terkurung dalam ruangan yang tak ada seorang-pun mau berada di sini.

Author PoV

Lee Harin. Ia baru saja keluar dari bangunan berlantai tiga. Ia melangkah menuju mobil yang terparkir di depan bangunan itu. Ia menghidupkan mobilnya, menuju ke suatu tempat. Sebuah cafe.

“Harin-ah!” panggil yeoja yang tidak lain adalah Lee Rin Young eonni dari Harin.

“Eonni!” Ia duduk berhadapan, “Kau mau pesan apa? Aku yang traktir kali ini” sahut Rin Young.

“Eonni kenapa hari ini kau baik sekali? Kau bahkan mentraktirku. Kalau begitu aku akan pesan yang paling mahal. Ne?” jawab Harin dengan aegyonya.

“Arraseo, pesanlah sesuatu. Ada hal yang harus eonni sampaikan kepadamu.”

Zhang Yixing PoV

“Hyung, kau mau menceritakan kisahmu dan noona?” suara Wonwoo terdengar.

“Bukankah kau sudah mendengarnya Wonwoo-ya?” jawabku ragu.

“Aniya, aku belum ada disini saat hyung menceritakannya.” Jawabnya kesal.

“Jinjja? Mianhae, aku lupa.” jawabku. “Geurae oppa. Ia belum ada disini saat kau menceritakan Harin.” Timpal yeoja lain yang berada di ruangan yang sama.

“Arraseo, aku akan menceritakannya.”

FLASHBACK ON

BRUG..

“Akh.. mianhae.” yeoja itu memulai conversation.

“Gwenchana.  Kau tak apa noona?” namja itu menimpali.

“Ne. Aku permisi dahulu.” Yeoja itu meninggalkan namja yang tengah membereskan lembaran kertas yang berisi note balok itu.

“Yeoja itu..” gumamnya.

Yeoja yang bernama Lee Harin keluar dari kampus. Ia menemui seorang yeoja.

“Eonni, mian. Aku ada urusan dengan sunbae tadi. Hari ini mau kemana?”

“Teman eonni. Mengambil tugas dan ah, bantu eonni mengerjakannya, ne?” kali ini eonninya bertingkah sedikit berlebihan daripada umurnya. “Arraseo. Kajja!” jawab Harin semangat.

Melintasi jalanan seoul yang ramai. Mereka sampai di tempat tujuan.

“Chakkaman, eonni mau menghubunginya.” Ia mengambil telepon lalu melalukan panggilan kepada seseorang.

“Oh Yixing-ah, kau dimana? Aku didepan rumahmu. Cepatlah keluar”

“Chakkaman” kemudian sebuah pintu terbuka dan menampakkan seorang namja dengan balutan pakaian yang casual.

“Oh, namja itu!” seru Harin sembari menunjuk ke arah Yixing. “Kau mengenalnya? Cepatlah turun.” Seru Rin Young. Eonninya.

“Annyeong Yixing-ah, ini adikku. Lee Harin. Sepertinya kalian pernah bertemu?”

“Eo..eoo.. kami bertemu. Pagi ini” jawab Yixing yang sedikit salah tingkah. “Ne annyeonghaseyo.”

“Masuklah, sepertinya hujan akan turun.” Mereka mengikuti Yixing, naik ke lantai dua. Tempat dimana Yixing mengerjakan tugasnya, ia satu jurusan dengan eonni. Seni musik.

“Tunggu disini.” kemudian disusul oleh anggukan Rin Young.

“Eonni. Oppa itu bukan orang korea?” Tanya Harin.

“Eung, ia sudah fasih bukan? Ia sudah lama tinggal disini. Dan juga, ia tampan bukan?” goda Rin Young pada adiknya.

“Eoh? A.. sedikit, hehe” kemudian ia duduk, menatap beberapa foto.

Yixing muncul dari pintu tak lama kemudian. “Yixing oppa?” tiba-tiba suara Harin menyela penjelasan Yixing. “Ne?” jawabnya singkat.

“Oppa bisa bermain gitar?” tanyanya dengan sedikit keraguan. “Aku? Ya. Ada apa?”

“Aniya, hmm. Oppa juga membuat musik?” tanyanya lebih lanjut

“Lee Harin!” suara eonni terdengar. “Gwenchana Rin Young-ah. Oppa juga membuat musik. Mau mendengarkannya sedikit?”

“Jinjja? Dengan senang hati.” Senyumnya mengambang. Yixing terpana dengan senyuman yeoja itu, membuatnya terdiam beberapa saat. Yixing mengambil gitar, menghadap ke arah Harin dan mulai menyanyikan lagu. Saat itu, sebuah lagu menjadi saksi awal dari pendekatan mereka.

FLASHBACK OFF

“Setelah itu, kami mulai sering bertemu.” aku terseyum.

“Aigoo, hyung. Perasaanmu tumbuh lebih cepat dari yang ku kira. Ku lihat hyung adalah tipe namja yang dingin pada yeoja. Ternyata wajah dan kepribadian hyung berbeda jauh.” Seru Wonwoo. Ia mendengarkan dengan saksama. “Ya! Jeon Wonwoo!”

“Mian hyung.. Aku hanya bercanda. Tapi hyung, sudah berapa lama hyung mengenal noona?” tanyanya lebih lanjut. “Tujuh tahun.”

“Tujuh tahun? Hmm. Tapi hyung, bagaimana hyung bisa terjebak di ruangan ini? Apa yang yang terjadi dua tahun yang lalu?” Wonwoo tampaknya penasaran dengan kisahku.

“Dua tahun yang lalu? Saat itu..”

Lee Harin PoV

“Ada hal yang harus eonni sampaikan kepadamu.” Aku menunggu eonni bicara.

“Yixing, kau tahu…” kalimat eonni terputus. Eonni mengatakan hal yang menurutku pantas untuk aku dengar. Penjelasan tentang Yixing oppa.

“Eonni, eonni tahu sesuatu bukan?” tanyaku. Dan tak kusadari, setiap membicarakan Yixing oppa, liquid bening ini selalu saja terjatuh. Aku tak pernah mengijinkanya untuk mengalir. Aku menahannya namun tak bisa. Dan kali ini, akhirnya eonni setelah sekian lama menyembunyikan hal itu dariku, kini ia akan mengungkapkannya.

“Mianhae Harin-ah. Eonni baru bisa memberitahumu soal ini.” Eonni menundukkan wajahnya. “Gwenchana eonni. Kau bisa memberitahukannya kepadaku.” Jawabku. Aku tahu hal yang ingin disampaikan eonni adalah hal yang buruk.

“Yixing, ia mengatakan hal yang tidak masuk akal. Ia mengatakan bahwa ia menderita penyakit, dan selama ini ia berada di Seoul untuk memperoleh pengobatan. Aku pikir penyakitnya tidak serius. Namun saat aku melihatnya secara langsung. Ia..” dan kemudian liquid bening itu membasahi pipinya.

“Gwenchana eonni. Kau boleh tidak meneruskannya” jawabku. Walaupun liquid bening ini turun terlebih dahulu.

“Aniya Harin-ah,akanku teruskan. Zhang Yixing, saat itu aku melihatnya menjalani terapi. Ia berusaha menahan rasa sakitnya. Lalu, Ia mengatakan padaku bahwa ia akan kembali ke negaranya dan menitipkan surat kepadaku.” Eonni memelukku dan mengatakan “Yixing, ia sangat mencintaimu Harin-ah”

Zhang Yixing PoV

“Saat itu aku mengalami kecelakaan besar. Memoriku mengatakan demikian” jawabku.

“Benarkah hyung?”

“Ya. Sepertinya, dan aku membenci ruangan ini. Ruangan yang menjadi sekat perbedaan antara aku dan Harin. Sekat yang memaksaku untuk meninggalkan Harin sendiri.”

Ya. Aku Zhang Yixing. Selama 2 tahun lebih berada dalam sebuah gedung dimana terdapat lorong-lorong panjang. Di situlah terdapat tanda namaku, barang, dan juga fotoku dalam sebuah etalase bersama dengan sebuah guci. Charnel House. Orang-orang biasanya meletakkan abu keluarga mereka disana. Dan disitulah aku..

Angin malam menerpa wajahku. Kuputuskan untuk membuka surat itu.

Dear happiness..

Lee Harin? Maaf aku pergi tanpa memberitahumu.

Kuharap kau tidak terlalu membenciku setelah mengetahuinya.

Memoriku perlahan mulai memudar.

Dan otakku boleh jadi melupakanmu, namun tubuhku tidak. Jadi, jangan lupakan aku.

Hiduplah dengan bahagia, aku akan mengawasimu dari sana.

Dan juga, memberimu ijin untuk mencintai. Karena kebahagiaanku ada padamu.

Saranghae Lee Harin.

Zhang Yixing

One thought on “[Lay Birthday Project] Dear Happiness

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s