[Lay Birthday Project] Cintaku Berakhir Tragis

80

Cintaku Berakhir Tragis-Juniazy

Tittle    : Cintaku Berakhir Tragis
Author : Juniazy
Cast     : Lay, Jennie, Bora, Lisa
Genre  : Romance, Sad, Angst.
Rating  : PG+15

~ Aaahhhh..

Brukkkkk..

Mobil Lay terhenti mendadak dan hampir menabrak seorang wanita.

“Hei! Apa kau tidak bisa mengemudi ? Lihat ini! Kue-kue dan sepedaku jadi jatuh berantakan” ujar si wanita.

Lay tidak menanggapinya dan pergi meninggalkan wanita itu tanpa membantunya karena ada urusan di perusahaan.

Si wanita pun membereskan kue dagangan yang jatuh. Lalu ia segera pergi.

Keesokan harinya.

Lay menghampiri Jennie yang berjualan di sebelah perusahan.
“Maaf atas kejadian kemarin, itu memang salahku, aku melamun hingga hampir menabrakmu dan maaf karena aku buru-buru sehingga tidak bisa membantumu” ujar Lay dengan suara pelan.
“Yak. Aku sudah melupakannya” sahut Jennie.
“Ehmm.. kalau boleh aku tahu, siapa namamu ?” (pura-pura tak tahu)
“Jennie” jawabnya singkat.
Mereka pun mengobrol dan Lay menawarkannya pulang bareng, tapi ia menolak.

Mulai sejak itu Lay dan Jennie menjadi sering bertemu dan mereka menjadi akrab. Besoknya Lay mengajak Jennie untuk mengobrol di Cafe sekaligus mentraktirnya sebagai permintaan maaf.

Jeju Cafe

“Kau mau pesan apa? Pilih apa saja” ucap Lay kepada Jennie.
“Aku tidak mau apa-apa” jawabnya.
“Aishh tidak perlu malu, cepat pesan saja” sahut Lay.
“Hmm.. baiklah, chocolatte saja” pesan Jennie.
“Kalau boleh aku tau, dimana rumahmu dan bersama siapa kau tinggal ?” tanyanya.
“Rumahku berada di sebrang jalan dekat perusahaanmu. Dan aku tinggal bersama adikku, orang tua kami sudah meninggalkan kami sejak adikku masih kecil” jawabnya.
“Aishh maafkan aku, aku tidak bermaksud membuatmu sedih” Lay merasa tidak enak.
“Ahh tidak apa-apa kok”.

Ttuutt ttutt… Ttutt ttutt…
“Hallo!
Iya benar aku Jennie, ini siapa ya? Ada hal apa ?” Jennie panik.
“Maaf aku harus pergi”.
“Tunggulah, aku akan … ” ucap Lay tetapi Jennie sudah pergi.
Lay pun mengikuti Jennie dari belakang.

Rumah sakit Haojian

“Dimana adikku? Bagaimana keadaannya?” tanya Jennie dengan menangis.
“Adikmu tidak apa-apa, hanya saja ada luka ringan di kepalanya saja” jawab si dokter.
“Mengapa ? Apa yang terjadi ?” tanya Lay yang baru sampai.
“Adikku mengalami kecelakaan saat ia pulang dari sekolah, tetapi keadaannya sudah cukup baik hanya ada luka ringan” jawabnya dengan agak tenang.
“Hufhh syukurlah kalau tidak apa-apa. Oh iya, maaf, aku tidak bisa menemanimu sebab aku harus kuliah, aku akan mengurus administrasinya”.
“Terima kasih banyak, aku berhutang padamu” ucap Jennie.

Saat keluar rumah sakit Lay tidak sengaja bertemu dengan seorang wanita.
“Hai, Lay. Apa yang kau lakukan di sini ?” tanyanya.
“Yak Bora. Aku ada urusan sebentar, kau sendiri?”
“Ibuku sakit dan aku harus menjaganya”.
(Bora teman kuliah Lay, orang yang sangat menyukai Lay)

2 Hari berlalu, Lay dan Jennie sudah semakin dekat dan sepertinya
ia mulai jatuh hati kepada wanita cantik nan imut itu.

Tetapi kedekatan Jennie dengan Lay sudah diketahui oleh Bora. Bora tidak mau cintanya itu direbut oleh wanita lain sebab ia sangat mencintai Lay.

Suatu ketika Bora mengikuti Lay diam-diam ke tempat Jennie tinggal. Ia menunggu sampai Lay pulang lalu menghampiri Jennie.
“HEII.. beraninya kau merebut Lay dariku, dia cuma milikku!”teriak Bora sambil mendorong Jennie.
“Apa maksudmu? Aku dan Lay hanya berteman saja, Lay pun tidak menyukaiku” Jennie sedikit takut.
“Sekali lagi aku melihat kau dekat dengan Lay, aku tidak akan membiarkanmu bahagia. INGAT ITU!” ancam Bora.

*Jennie POV
Apakah lebih baik aku menjauh darinya saja? Aku tidak tahu kalau Lay ternyata sudah punya pacar. Aku tidak mau merusak hubungannya, jadi sebaiknya aku menjauh saja.

Mulai hari itu Jennie menjadi cuek terhadap Lay, ia pun selalu menghindar ketika Lay menghampiri.
“Kau ini kenapa? Sikapmu berubah? ” tanya Lay.
“Tidak. Mulai sekarang menjauhlah dariku dan lupakan aku” jawab Jennie dengan hati sedih.
“Mengapa ? Apa salahanku ? Kenapa tiba-tiba begini ?”
“SUDAHLAH! Menjauh saja, jangan menggangguku lagi tidak bisa berteman lagi” teriak Jennie sambil menahan tangis lalu pergi.

Lay tidak tahu apa sebabnya Jennie bersikap begitu. Ia terus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Ia pun datang ke rumah Jennie di saat Jennie tidak ada dan menanyai adiknya.
“Ternyata penyebabnya adalah Bora, aku akan akan menegurnya”.

“HEI BORA! apa yang kau lakukan kepada Jennie?” teriaknya.
“Aku.. aku tidak melakukan apa-apak kok” sahut Bora ketakutan.
“JANGAN BERBOHONG! Aku sudah tau! Sekali lagi kau berani mengancam Jennie kau akan berhadapan denganku”.

Bora tidak terima dengan perlakuan Lay terhadapnya. “Ini sebuah gara-gara Jennie! Lihat saja kau tidak akan bahagia bersamanya”.

Lay mencoba menjelaskan kepada Jennie tentang hal itu. Jennie mengerti dan memahaminya. Lay pun memeluknya erat karena hubungannya sudah kembali lagi.

Bora merasa tidak senang, ia pun berniat untuk mengganggu Jennie lagi .Disaat Jennie pergi berjualan, Bora datang ke rumah Jennie yang sedang kosong. Ia menyirami minyak tanah di rumah itu dan menyalakan korek api sehingga rumah terbakar.

Sore hari
Jennie sudah selesai berjualan dan ia akan segera tiba di rumah dengan diantar Lay.
“Apa.. apa yang terjadi? Mengapa bisa begini?” Jennie sangat terkejut.
Lay mencoba menenangkan Jennie dan adiknya yang menangis tak karuan dan ia langsung pergi.

Ia datang ke rumah Bora dan langsung memarahinya dengan penuh emosi.
Bora sangat takut, ia kapok akan kejadian itu dan mulai menyadari.

*Bora POV
Lay memang bukan jodohku, aku harus melepaskannya. Aku harus sabar menanti jodohku datang agar mendapatkan yang tepat.

Setelah keadaan tenang, Lay mengajak Jennie untuk tinggal di rumah yang satunya.

Hari demi hari dilewati bersama oleh Lay dan Jennie, tapi suatu ketika
“Hallo! Apa kabarmu ? Kapan kau akan pulang ke China ? Aku sangat merindukanmu” ucap Lay dengan seseorang di telpon.
Jennie yang berada 2 meter dibelakangnya meras curiga dengan pembicaraan Lay.
“Apa? Kapan pernikahannya? Aku sangat senang mendengarnya setelah sekian lama aku menunggu, akhirnya aku mendapat kabar yang sangat bahagia”.

Suaranya terdengar oleh Jennie dan ia mengira Lay akan segera menikah, hatinya hancur sebab diam-diam ia mencintai Lay. Ia pun langsung pergi meninggalkan Lay.

Besoknya
“Kenapa kau kemarin pergi begitu saja?”
“Sudahlah! Kenapa kau ini masih
saja menggangguku? Mulai sekarang pergilah dari hidupku. Kau harus memikirkan perasaan calon istrimu” langsung pergi meninggalkan Lay.
“Mengapa dia begitu marah padaku? Apa maksudnya dengan calon istri? Ahh” pikiran Lay kacau.

Lay baru teringat soal kejadian kemarin, ia menelpon seseorang dan menyebut masalah pernikahan. Apa ini yang di maksud oleh Jennie?

Lay bergegas ke rumah Jennie dan mencoba menjelaskan hal sebenarnya kepada Jennie.
“Kau ini salah paham, kemarin aku menelpon kakakku yang berada di London, dan tahun depan ia akan pulang untuk segera menikah” jelas Lay.
Jennie mengangguk, sepertinya ia masih tidak percaya dengan ucapan Lay.

1 bulan berlalu, ini adalah bulan kelahiran Lay.

Lay mengajak Jennie pergi jalan-jalan ke Shanghai. Mereka menghabiskan banyak waktu bersama di sana hingga malam datang. Hujan turun sangat deras, Lay langsung melepas jaketnya dan segera memakaikan kepada Jennie lalu mereka berlari pulang.

Beberapa hari kemudian
6 Oktober

“Besok adalah hari ulang tahun Lay, aku harus memberikannya hadiah yang berkesan” ucap Jennie.

Lay pun datang mengahampiri Jennie dan mengajaknya ke suatu tempat.

Mereka berdua pun pergi dengan begandengan tangan untuk makan bersama. Setelah makan, Lay mengajak Jennie pergi jalan-jalan ke tepi danau di Yunan.  Di sana mereka mengambil foto, makan eskrim berdua, mengobrol, serta memancing. Pemandanganannya sangat bagus, hingga membuat Lay dan Jennie lupa kalau hari sudah gelap. Lay pun mengajak Jennie untuk pulang.

Hari yang sangat melelahkan tetapi membuat banyak kenangan indah di dalamnya. Sampainya di rumah Jennie langsung terlelap.

Pagi harinya..
Jennie baru ingat kalau ia belum membelikan Lay hadiah. Ia pun langsung pergi ke toko pakaian untuk membeli sebuah jaket. Lalu segera pulang sebelum Lay datang.

Lay pun tiba. Jennie langsung menghampirinya.
“Selamat ulang tahun Lay, semoga diusia ke 25 ini kau selalu menemukan kebahagiaan dan semua impianmu dapat terwujud” doa Jennie untuk Lay sambil memegang wajah tampannya.
“Terima kasih, mencium kening dan langsung memeluk Jennie. Jangan lupa nanti malam untuk datang ke pesta. Ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan kepada semua orang”.

Pesta Ulang Tahun
“Dimana dia ? Mengapa belum datang juga?” cemas Lay.

Tiba-tiba datang seorang wanita cantik. “Selamat ulang tahun sahabat lamaku” memeluk Lay dan mencium pipinya.
Lay pun terkejut ternyata wanita itu adalah Lisa, sahabatnya dari kecil. “Terima kasih sahabatku, aku sangat merindukanmu” balas memeluk Lisa.

Jennie terkejut, ia melihat hal itu dari kejauhan, ia mengira hal yang akan ditunjukkan Lay itu adalah wanita ini, sebagai pacarnya. Ia pun membuang hadiah dan pergi berlari. Saat itu juga sebuah truk melaju kencang dan menabraknya,  Lay tidak sempat menyelamatkan, ia hanya menangis dan terdiam kaku melihat mayat Jennie.

Dugaannya salah, Lisa datang dari Paris bersama kekasihnya.

Lay pun mengambil hadiah dari Jennie lalu membukanya. Isinya sebuah jaket dan album foto serta sepucuk surat berisi uang dan pesan
“Maaf aku baru bisa mengganti uangmu atas biaya rumah sakit, ini jaket untuk menggantikan jaketmu yang kau berikan padaku. Terima kasih telah memberikan kenangan manis untukku. Maaf aku hanya bisa memberimu ini. Dan maaf bila aku terlanjut mencintaimu tapi aku malu mengungkapkannya”.

Membaca surat itu Lay pun menangis sejadi-jadinya, ia sangat menyesal karena terlalu lama memendam perasaan kepada Jennie. Sebenarnya ia berencana untuk melamar Jennie tepat di hari ulang tahunnya, tetapi tuhan berkehendak lain. ~

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s