[Lay Birthday Project] Blind Date

68

Blind Date – flxwlesskai
Lay & Jo Hyerin/Kang Ahra (OC) || Sad, romance–failed || G

.

.

.

“Apa kau sudah menerima kiriman bunga?”

Lelaki bersurai hitam pekat yang tengah berkutat dengan setumpuk berkas itu menoleh pada sumber suara. Ia tersenyum.

“Sudah, Sehun. Terimakasih,” katanya tanpa menoleh.

“Apa kau akan datang?”

“Tidak, tapi kau saja yang datang.”

“Ck. Apa kau tidak kasihan dengannya? Bahkan setiap hari dia mengirimimu bunga seperti itu.”

“Masa bodo. Aku sibuk. Kau sajalah yang dat–”

“Berkas itu tidak penting. Kasus kematian Hani hampir ditutup. Aku sudah muak dengan semuanya. Kau tidak perlu lagi berurusan dengan itu.”

Lelaki bernama Sehun itu keluar dari ruangan temannya dengan amarah yang hampir memuncak dengan membanting pintu ruangan. Pasalnya, selama ini kasus kematian adiknya tidak kunjung menemukan titik terang tentang siapa pembunuhnya.

“Baiklah.” Lelaki itu membanting berkas-berkasnya, lalu mengusap wajahnya kasar.

Zhang Yixing. Bukan seorang jaksa atau pengacara, hanya saja ia sudah menganggap Sehun sebagai saudaranya. Jadi, ia memiliki keinginan untuk menuntaskan kasus adik Sehun. Yixing hanyalah seorang pengusaha minimarket yang sudah memiliki berbagai cabang di Cina maupun Korea Selatan.

“Baiklah. Sungguh, aku tetap tidak akan datang,” gumamnya.

***

Hari ini Yixing pulang cepat dari kantornya karena sudah memiliki janji dengan salah seorang saksi kasus pembunuhan Hani dua tahun lalu. Yixing yang tengah menonton tayangan favoritnya di ruang tengah apertemennya, dikagetkan dengan kehadiran Sehun yang tiba-tiba.

“Astaga! Ada apa?” kagetnya sambil menoleh ke arah datangnya Sehun.

Sehun terengah-engah seperti habis dikejar-kejar hewan buas. Tapi setelah duduk, merilekskan tubuhnya, ia tertawa hambar.

“Gila,” gumam Yixing memalingkan wajahnya dari Sehun.

“Apa kau akan bertemu dengan saksi lain?”

Yixing menoleh dengan kening yang berkerut. “M-maksudmu?”

“Sudah kubilang jangan pernah berurusan lagi dengan kasus adikku. Kau … orang lain bagiku. Aku hanya merasa berhutang padamu karena kau telah menyelamatkan hidupku, lima tahun lalu,” kata Sehun. Pandangannya lurus tanpa melihat ke arah Yixing yang tegang.

Yixing paham, tidak seharusnya juga ia berharap banyak. Keluarga Sehun bukan apa-apa, pastilah keadilan tidak sebanding dengan apa yang diinginkan. Dan satu hal yang baru Yixing sadari, Sehun tidak menganggap dirinya apapun. Hanya sebatas ‘penolong’ untuknya.

“Kau tahu aku siapa dan darimana kan? Jadi, berhentilah.”

Sehun bangkit dari duduknya, lalu segera meninggalkan Yixing sendirian lagi.

Yixing tidak melihat kepergian Sehun dari apartemennya, ia hanya menunduk. Hatinya seperti tertohok sesuatu yang tajam. Ia menahan bulir bening yang sudah menggenang di pelupuk matanya untuk tidak jatuh.

***

To: Jo Hyerin
‘Maaf aku membatalkan pertemuan kita. Ada hal mendesak, jadi kita tidak perlu bertemu. Terimakasih’

Yixing menulis pesan teks pada Hyerin–saksi pembunuhan Hani– untuk membatalkan pertemuan mereka. Ia merasa tidak enak pada Hyerin itu. Tapi apa daya, ia sadar dirinya bukan siapa-siapa Sehun.

From: Hyerin
‘Aku sudah di kafe. Kumohon datanglah. Ada sesuatu yang penting disamping itu.’

Yixing mengerutkan keningnya membaca balasan pesan dari Hyerin. Sesuatu penting disamping masalah pembunuhan?

Dengan segera, Yixing mengambil parka hitamnya juga kunci mobil untuk menuju kafe yang sudah dijanjikan mereka berdua.

***

Yixing menengok kesana-kemari mencari keberadaan Hyerin. Ia kemudian mendengus kesal. Bagaimana bisa ia mengenali Hyerin itu. Bertemu saja belum pernah. Ia kemudian duduk disalah satu kursi kafe. Kedua tangannya ia tautkan di atas meja, kepalanya menunduk lemas.

“Zhang Yixing?”

Yixing mendongak pelan mendapati namanya diserukan. Matanya membulat mengetahui seorang wanita yang memanggilnya.

“Iya, ini aku.” Wanita itu tersenyum. “Aku Jo Hyerin sekarang.”

Hyerin mendudukkan dirinya di hadapan Yixing yang masih tercengang atas kehadirannya.

“Aku sedang tidak ingin membicarakan Hana atau siapapun.”

“L-lalu? K-kau … Kang Ahra?” tanya Yixing terbata-bata.

“Kang Ahra? Huh, aku tidak sekejam itu. Dia masa laluku. Sekarang, aku adalah Jo Hyerin,” katanya dengan menekan kalimat terakhir.

Yixing bergeming. Ia ingin sekali memeluk wanita itu melepas rasa rindunya.

“Aku hanya merindukanmu. Aku ingin melihat dari dekat seberapa tampannya dirimu setelah tidak lagi bersamaku.”

“Ah, sedikit saja kukatakan. Dulu … aku berkomplot dengan pembunuh Hana untuk mendapat uang. Tunggu! Itu dulu. Kutegaskan, itu dulu. Sekarang seperti inilah aku. Jo Hyerin, bukan Kang Ahra yang jahat.”

“Kenapa?”

“Hanya ingin bersenang-senang. Bodoh, bukan? Dan … sekarang, aku ingin pulang.”

“Pulang?”

“Padamu. Aku selalu memikirkanmu setiap saat. Bahkan satu hal yang membuatku merubah sisi burukku adalah kau.”

Yixing terdiam. Ia masih ragu tentang jawaban yang akan ia lontarkan. Hatinya melemas. Merasa dibodohi.

“Aku tidak bisa. Lihat,” katanya lalu menunjukkan benda berbentuk lingkaran yang melingkari jari manis kanannya.

Hyerin tertawa hambar. “Jadi begitu ya. Kenapa cepat sekali?”

“Seiring berjalannya waktu, aku ingin melupakanmu. Tapi sungguh itu terlalu sulit.”

“Aku tahu. Aku yang meninggalkanmu saat itu. Bodohnya aku menyianyiakan lelaki sepertimu. Maafkan aku. Tap–”

Dengan gerakan yang cepat dan tanpa memperdulikan pengunjung kafe, ia merengkuh tubuh Hyerin dalam dekapannya. Tak terkecuali bibir mungil Hyerin menjadi sasaran pelepas kerinduan Yixing.

“Maaf. Tapi aku telah memilih jalanku. Kau … terlambat.”

Yixing melepaskan tautannya lalu meletakkan sebuah kertas di meja yang berisikan acara pernikahannya empat hari lagi. Ia kemudian pergi tanpa pamit.

-FIN-

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s