[Lay Birthday Project] Auntum Memories

79

Auntum Memories – BooKim
Zhang Yixing & Liu Yuen (OC)  || Angst || T

***

Angin dingin di bulan Oktober. Musim gugur telah tiba. Daun-daun mulai berubah warna dan perlahan mulai berjatuhan. Suasana sepi dan dingin menemani Yixing yang sedang berjalan sendirian menyusuri koridor.

Sore ini, ia pergi ke Hanan Art High School. Padahal ini adalah hari Minggu dan sama sekali tidak ada kegiatan apapun di gedung bertingkat lima itu.

Bodoh memang. Untuk apa datang kesekolah di hari Minggu saat tidak ada seorangpun disana. Namun, Yixing tidak peduli. Laki-laki itu terus berjalan menyusuri lorong kemudian berhenti didepan kelas 3-3.

Yixing mengelilingkan pandangan nya sesaat setelah memasuki kelas yang setahun yang lalu telah ia tinggalkan. Tidak ada yang berubah. Sama seperti tahun lalu. Semua susunan nya sama.

Yixing berjalan menuju ke sebuah bangku di sudut kelas. Itu adalah bangku yang dulu ia tempati bersama dengan Yuen. Gadis yang mengisi hari-hari nya selama di SMA.

Di meja yang terbuat dari kayu oak berwarna kuning gading itu terdapat berbagai macam tulisan dari spidol hitam. Mulai dari umpatan hingga curahan hati tertulis disana. Namun ada satu tulisan yang benar-benar mencolok mata. Tulisan itu diukir menggunakan pisau hingga terbentuk rapi sedemikian rupa.

Dengan senyuman tipis, Yixing menyentuh ukiran itu. Disana tertulis “Jin Jin Bao Zhe Ni (Aku ingin memelukmu dengan erat)”.
Ukiran dan semua tulisan disana Yuen lah yang membuat nya. Gadis itu memang mempunyai kebiasan buruk mencoret-coret di atas meja. Kebiasan yang aneh memang. Namun bagi Yixing itu adalah hal yang menarik.

Sebenarnya apapun yang dilakukan oleh Yuen adalah hal yang menarik dan patut untuk dikagumi bagi Yixing. Yah, Yixing menyukai segala sesuatu tentang gadis bernama Liu Yuen itu.

***

“Yixing-ah lihat”

Yuen berseru dengan riang seraya menepuk-nepuk pelan bahu Yixing yang sedang sibuk berkutat dengan buku Kimia. Gadis bermarga Liu itu memang sering sekali menunjukkan rasa senang yang berlebihan.

“Ada apa Yuen-ah?” Dengan sedikit malas, Yixing terpaksa mengangkat kepala nya untuk menatap Yuen. Ia tidak tega untuk mengabaikan gadis itu.

“Lihat tulisan yang baru saja aku buat” Yuen menunjuk sebuah tulisan yang terukir di atas meja nya.

“Kapan kau membuat ini?” Yixing bertanya sesaat setelah ia memperhatikan tulisan yang dimaksud oleh Yuen.

“Baru saja. Saat kau tengah asik berkutat dengan buku Kimia mu itu”

Yixing tertawa melihat wajah merajuk Yuen, terlihat sangat lucu. “Maafkan aku Yuen-ah, tapi aku harus mengerjakan remedial ini, kalau tidak nilai Kimia ku tidak akan membaik”

“Aku mengerti”

“Embh, omong-omong, apa maksud dari tulisan ini? Siapa yang ingin kau peluk dehgan erat?”

“Tentu saja kau”

Yixing langsung menoleh seraya menatap Yuen bingung. Gadis itu ingin terus memeluk nya? Apakah ini artinya perasaan nya berbalas? Apakah cinta sebelah tangan nya akan segera berakhir?

“Aku? Kenapa aku?”

“Ya karena kau adalah teman ku. Kau adalah teman sebangku ku. Bukan kah kita sahabat? Jadi tentu saja aku ingin terus memeluk mu. Itu artinya aku ingin kita selalu bersama dan bersahabat selamanya”

DEG

Yixing terdiam mendengar nya. Cinta nya memang tidak akan pernah berbalas. Yuen hanya akan menganggap nya sebagai seorang sahabat. Tidak lebih. Namun bukan kah cinta tidak harus memiliki? Yixing bertekad akan selalu membahagiakan Yuen bagaimana pun caranya.

***
“Yuen-ah”

Yixing berjalan menghampiri Yuen yang sedang duduk termenung di kursinya. Gadis itu menatap kosong kearah jendela kelas.

“Yuen-ah” Panggil Yixing lagi. Kali ini ia menepuk pelan bahu gadis berambut panjang itu. Namun nihil, tidak ada respon sama sekali.

Yixing menghela nafas nya berat. Sejak dua bulan yang lalu Yuen berubah. Gadis itu menjadi pendiam. Emosi nya tidak bisa ditebak. Terkadang gadis itu tertawa terbahak-bahak, namun sedetik kemudian ia bisa menangis dengan keras.

Menurut rumor yang beredar, Yuen mengalami gangguan mental karena kanker sumsum tulang belakang yang diderita nya. Yixing sendiri baru mengetahui tentang hal ini, karena Yuen tidak pernah bercerita apapun padanya.

Meskipun dengan keadaan yang bisa dibilang mirip dengan orang gila, namun Yuen tetap datang ke sekolah. Gadis itu tidak mengikuti pelajaran, namun hanya duduk termenung di bangku nya. Seisi kelas termasuk guru tidak ada yang berani menegur karena takut gadis itu mengamuk dan menghancurkan seisi kelas.

Lamunan Yixing terusik karena mendengar suara tangisan yang berasal dari Yuen. Gadis itu menangis tersedu-sedu.

“Yuen-ah kau kenapa?” Yixing mengusap pelan bahu Yuen. Berharap ada respon dari gadis itu. Yixing tidak peduli jika ia akan terkena amukan dari Yuen. Yang jelas, ia tidak akan meninggalkan Yuen hanya karena keadaan nya sekarang. Bukankah mereka bersahabat?

“Yixing-ah” Yuen tiba-tiba berdiri kemudian menatap Yixing dengan mata sembab. Tatapan gadis itu sulit diartikan.

“Aku disini Yuen-ah”

“Mereka semua jahat” Tangisan Yuen pecah sesaat setelah ia menjatuhkan diri ke pelukan Yixing. Gadis itu menangis tersedu-sedu seraya terus menggumamkan sesuatu yang tidak jelas.

Meskipun bingung, namun Yixing tetap membalas pelukan Yuen. Ia mengelus lembut rambut panjang milik gadis itu, berusaha untuk memberikan ketenangan.

Tidak sampai satu menit berlalu, emosi Yuen langsung berubah, gadis itu kini langsung tertawa terbahak-bahak dengan kencang. Ia melepaskan pelukan kemudian menatap Yixing dengan tatapan mengejek.

“Kau!!”

Yixing berjengit saat Yuen mulai mendorong nya. Gadis itu terus meracau bagaikan orang hilang akal.

“Yuen-ah, sadarlah ini aku”

“KAU!!!”

Yuen semakin menjadi-jadi. Gadis itu semakin kuat mendorong Yixing. Meskipun sudah berusaha untuk bertahan, namun entah mengapa Yuen menjadi lebih kuat dari pada biasanya.

Hal terakhir yang Yixing ingat adalah ia terjun bebas dari lantai lima. Kemudian menjadi tontonan seluruh penghuni sekolah. Dan yang mendorong nya jatuh adalah, Yuen.

***
Yixing menghela nafas berat. Kejadian tahun lalu berputar kembali di kepalanya. Yah, Yuen lah penyebab nya. Yuen lah yang telah merengut hidup nya.

Mungkin ini sedikit membingungkan. Namun nyatanya, Yixing kini hanyalah sesosok roh yang bisa pergi bebas karena mendapatkan hadiah ulang tahun.

Hari ini adalah hari ulang tahun nya. Tahun lalu, ia masih bisa merayakan ulang tahun secara sederhana bersama dengan Yuen. Sebelum semua nya terjadi. Sebelum penyakit itu mengubah Yuen menjadi sosok “Monster”.

Yixing mengambil satu tangkai bunga lily yang tergeletak diatas meja nya. Yah, disana kini ada puluhan tangkai bunga lily putih. Bunga itu sengaja diletakkan oleh para murid serta guru Hanan Art Art School untuk merayakan hari ulang tahun nya.

Ini hari ulang tahun terburuk sepanjang hidup nya. Meskipun nyata nya, Yixing sudah tidak hidup lagi.

Meskipun sekarang ia adalah sesosok roh. Namun Yixing tetap tidak tau dimana keberadaan Yuen. Apakah gadis itu sehat? Bagaimana keadaan gadis itu sekarang? Apakah gadis itu masih hidup?

Tidak ada satupun dari pertanyaan itu yang bisa terjawab.

Liu Yuen. Cinta pertamanya. Gadis istimewa yang bisa membuat Yixing memberikan segalanya.
Senyuman, perhatian, kasih sayang, bahkan nyawa nya sendiri.
Biarlah cinta ini tetap terpendam, menjadi cinta tak berbalas.
Menjadi memori do musim gugur.

I wish we could go back those years

When we sitting on classroom

Those missed years of auntum

Those missed years of romance

If we meet again, I’ll hug you thighly

FIN

P.S : Percakapan Yixing bersama Yuen adalah flashback

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s