[Lay Birthday Project] Airplane

86

Airplane – Saboten Park
Lay & Han Neul|| Sad, Angst || T
Disclaimer : FF ini terinspirasi dari MV Ikon – Airplane

-Do you have to go today? Can’t you go tomorrow?-

Di atas tempat tidur empuknya, Zhang Yixing –Lay berbaring. Ia menatap sebuah miniatur pesawat yang terletak diatas meja tepat disamping tempat tidurnya dengan tatapan gelisah. Raut wajah tampannya tampak lesu, ia benar-benar tak bersemangat hari ini.

Sedetik kemudian, ponsel pintar miliknya bergetar, layar ponsel itu menyala terang. Dengan gerak yang begitu lamban, tangan kirinya mengambil ponsel itu. Kedua matanya membaca sebuah memo yang ditampilkan oleh layar ponsel itu dengan jeli. Disana tertulis “Hari Keberangkatan Han Neul”

Ya, Han Neul. Seorang perempuan yang telah menjadi sahabat Lay sejak masa kanak-kanak. Sepuluh tahun lamanya, mereka bersama, tumbuh bersama dan melakukan apapun bersama-sama. Dan hingga akhirnya, Lay jatuh cinta pada Han Neul. Namun, sepertinya tak akan ada kata bersama lagi diantara mereka. Karena Han Neul memutuskan pergi ke New York untuk melanjutkan studinya setelah lulus.

Jam dering Lay menunjukkan pukul empat, tersisa satu jam lagi sebelum Han Neul pergi meninggalkannya. Selembar tiket pesawat keberangkatan New York yang ia temukan terselip diantara buku ensiklopedia biologi milik Han Neul, benar-benar membuat Han Neul pergi jauh. Pergi jauh darinya.

-Stop for a moment, please. If we keep this up, we won’t ever see each other again after the airplane leaves.-

Waktu terus berjalan, lima belas menit telah terbuang. Lay masih tetap dengan posisinya, tubuhnya begitu berat dan memilih tak akan menemui Han Neul.

Namun, Hatinya berkata lain. Ia harus menghentikan Han Neul, apapun dan bagaimanapun caranya, ia tak mau kehilangan sosok sahabat sekaligus cinta pertamanya. Dengan gerak yang cepat Lay mengambil jaketnya yang tergantung pada hanger, lalu pergi tanpa mengatakan sepatah kata apapun.

-I don’t wanna let you go, when will you be back? I’m scared of getting far away from you-

Lay berlari dengan secepat mungkin, menelusuri bagian dalam bandara Incheon yang sangat ramai akan pengunjung. Berharap bahwa ia dapat menemukan Han Neul, didalam keramaian itu.

“Tolong, Sebentar saja”

“Jangan pergi sebelum aku menemuimu, Han Neul!”

Langkah Lay terhenti, tepat didepan papan pengumuman keberangkatan pesawat. Papan itu mengatakan bahwa pesawat keberangkatan Seoul menuju New York telah lepas landas beberapa menit yang lalu.

Ia mengacak rambutnya kasar, usaha kerasnya terasa seperti menghianati. Lay benar-benar tak bisa menerima ini. Menurutnya, Han Neul adalah perempuan bodoh yang ia pernah kenal.

“Tak bisakah kau untuk tinggal? Masih ada hari esok untuk pergi. Aku hanya ingin mengatakan sesuatu. Sesuatu yang tak pernah ku ungkapkan sebelumnya”

-Stop for a moment, there’s a lot of time. There’s tomorrow too so let her come off or let me get on. Just one more day, just one more hour, just one more minute, I just wanna say one thing-

Hey Mr. Airplane

Stop for a moment, please.

“Tapi pesawat itu telah membawamu pergi, sangat jauh dariku, aku tak bisa mengatakannya sekarang sebelum kau benar-benar kembali, Han Neul”

End

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s