[Lay Birthday Project] 23:05

88

23:05 – parkhyunraa

Lay || Oc

Romance || angst || fantasy

General

.

.

.

23:05

.

“Aku akan menunggumu di sini. Ingat, jam 23:05! Jangan sampai terlambat atau aku akan menghukum mu”

Masih jelas kalimat itu terngiang di telinga lay. Tak ada satu kata pun yang terlupa. Bahkan lay masih ingat ketika gadis itu mengucapkan kalimat tersebut sambil duduk di kursi beludru warna merah jambu Sambil menyilangkan kedua kakinya. Terasa masih hangat di ingatanya.

Dan Semua ingatan itu semakin mengaduk aduk isi kepala lay, menarik lay kembali pada saat dimana ia hendak pergi. Saat lay berjanji akan segera kembali pukul 23:05, saat gadis itu masih duduk di kursi itu ketika lay pergi dengan cepat. Rasanya hanya sebentar lay pergi tetapi terasa sangat lama. Ia sangat merindukannya seperti sudah bertahun tahun tidak bertemu. Dan ini membuat jantungnya serasa merosot saking tidak sabarnya ingin bertemu.

Jantung lay berdesir saat memasuki lorong apartemen. Lorong ini terasa semakin pajang ketika lay tak kunjung sampai meski kakinya sudah berlari. Cat warna putih yang terlihat baru itu membuat lay semakin mempercepat gerak kakinya. Dan  Perutnya serasa diaduk saat lay sudah sukses berdiri di depan pintu berwarna abu abu dengan nomor 104 di depannya.

Lay menghela nafas pajang saat ia melihat jam yang ada di pergelangan tangan nya. 23:10. Lay terlambat.

Lay segera menekan beberapa digit pada tombol. Ia sedikit ragu jika passwordnya masih sama. Bisa saja gadis itu marah karena lay terlambat lalu mengganti password apartemennya. Bisa jadi bukan?

Lay tertegun ketika pintu apartemen itu berhasil terbuka dan menampilkan ruangan ruangan berwarna putih. Katakan saja lay lancang karena dia masuk ke dalam ruangan itu dengan perlahan. Berusaha tak mengeluarkan suara sekecil apapun. Lay mengendap endap memasuki ruangan yang sedikit remang itu. Mencari gadis itu yang berjanji menunggu lay di kursi beludru merah muda pukul 23:05.

Lay masih berjalan di sekitar ruangan sambil memandangi beberapa foto yang menggantung di dinding ruangan dengan bingkai yang sudah berdebu. Ada foto sepasang lelaki dan wanita terlihat mesra, ada foto keluarga, dan ada foto gadis itu sendiri sambil tersenyum manis. Lay tersenyum kecut melihatnya.

Jantung lay kembali berdesir saat ia mengambil beberapa langkah masuk ke dalam ruang tamu. Lay melihatnya.

Gadis itu. Masih duduk di kursi beludru merah muda itu. Gadis itu tidur di samping lampu meja berwarna kuning.

Lay seperti tak kuasa mendekat. Melihat wajah tenang gadis itu. Lay masih bisa melihat jelas wajah wanita kesayangannya itu meskipun di tengah ruangan yang remang. Masih sama meski sedikit berbeda.

Lay mengambil langkah kecil untuk mendekati gadis itu dan berjongkok di depan gadis itu. Ia sangat takut jika gadis itu akan memarahinya karena lay terlambat.

“Hye soo ah”

Suara pelan dan parau milik lay ternyata dapat membangunkan gadis itu dengan mudah. Mata gadis itu sedikit terbuka.

“Nugu?”

Gadis itu mengerjap ngerjapkan matanya. Menyesuaikan objek di depannya dengan cahaya yang minim sedikit sulit bagi gadis itu. Lay tak mengeluarkan suara apapun hingga gadis itu dapat melihatnya.

“Oh! Lay ah?”

Gadis itu dengan raut tak percayanya berusaha menggapai wajah lay untuk memastikan jika itu benar lay.

Lay menggapai tangan gadis itu dan mendapat ekspresi terkejut dari gadis itu. Itu benar lay!

“Akhirnya kau datang juga”

Suara gadis itu bergetar. Mata sayunya menjadi berbinar menatap lay yang mulai memerah matanya. Bahkan penglihatan lay mulai mengabur karena air mata yang sudah menumpuk di pelupuk matanya. Lay menyesali keputusannya untuk pergi hari itu, dia jadi terlambat datang kemari.

Lay kembali melihat arlojinya. 23:15.

“Ne. Aku terlambat?”

Gadis itu tersenyum kecil. Menyebabkan beberapa kerutan di sana. Membuat Lay kembali tersenyum kecut saat melihat wajah gadis itu yang sudah tidak bisa di sebut gadis lagi.

Wajah gadis itu membuktikan betapa terlambatnya lay untuk menemui gadis itu di sini.

“Ya. Kau terlambat”

Lay benar benar menyesal karena harus pergi saat itu. Lay benar benar menyesali keputusannya untuk pulang ke tempatnya dan meninggalkan gadisnya. Ia menyesal  pergi ke tempat dimana mahluk laknat berasal. Karena itu dia jadi tidak bisa melihat gadis itu, tak bisa melihat rambut gadis itu memutih, tak bisa melihat wajah gadis itu menua, tak bisa melihat gadis itu mulai bungkuk jalannya, tak bisa menepati janji nya,  dan tak bisa melihat gadis itu bahagia bersamanya.

Lay menyesal.

” terlambat 26 tahun”

.

.

23:05

2 thoughts on “[Lay Birthday Project] 23:05

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s