[LAY BIRTHDAY PROJECT] Past Light

myhome

 

[LAY BIRTHDAY PROJECT] Past Light – kazehayaza

Lay & OC || Angst || T

Bintang adalah representasi terbaik yang melambangkan masa lalu. Lebih tepatnya, masa lalu yang masih terus nampak dan terbayang. Sekeras apapun kau mencoba, yang terlihat hanyalah kerlipan dari sesuatu yang kini sudah tiada. Bahasa gaulnya, susah move on.

Aku pernah membaca, jarak kita dengan bintang yang ada di langit dihitung dalam satuan tahun cahaya. Sedangkan, jarak bintang (selain matahari) yang terdekat dari tempat kita berpijak saat ini sejauh empat tahun cahaya. Artinya, sumber kerlipan indah itu sudah tiada sejak empat tahun yang lalu! Itu baru satu bintang. Sedangkan ada ribuan, atau mungkin jutaan bintang yang lebih jauh disana.

Sama seperti diriku, yang masih terbuai dengan kerlipan indah seseorang, padahal ia sudah jauh berada di belakang, lebih tepatnya, dalam masa laluku. Ah, rasanya hidupku saat ini seperti ilusi. Sedangkan diriku yang nyata masih tersenyum di belakang sana.

Tentu saja, karena bintang terlalu indah, kita mengabaikan fakta bahwa sebenarnya ia sudah tak disitu lagi. Sudah pergi dari pandangan kita.

“Lay, sampai kapan kau mau berdiri di sana? Sepertinya sebentar lagi akan turun hujan,” sebuah suara lembut memecahkan lamunanku.

“Iya, sebentar lagi.” jawabku setengah menggumam, tanpa menoleh. Aku masih enggan mengalihkan pandangan dari kumpulan bunga baby’s breath yang terangkai indah menjadi sebuah buket besar. Ah, bunga putih yang dulu jadi favoritnya. Katanya, bunga yang selalu kuanggap bunga liar itu memiliki arti yang dalam. Ketulusan, keabadian dan kepolosan.

Ah, rasanya air mataku ingin menitik lagi jika mengingat hal itu.

“Ketulusan; semua senyumku tulus untukmu. Keabadian; keceriaanku akan abadi dalam hari-harimu. Kepolosan… hmm, aku masih kecil, berarti aku masih polos kan?”

Begitu jawabmu saat kutanya alasanmu selalu menghadiahiku seikat baby’s breath, bukannya bunga lain. Yah, kalian tahu lah. Biasanya kan baby’s breath hanya menjadi pelengkap dari bunga lainnya. Eh dia malah mengumpulkan bunga baby’s breath dalam satu ikatan. Siapa yang tidak heran?

“Kenapa kau mengunjungiku lagi? Bukannya harusnya kamu sekolah?”

Ia malah memilin selang infus yang tersambung ke nadiku, menarik-nariknya hingga aku meringis kesakitan.

“Ups. Maaf.” katanya sambil tertawa kecil. Raut murung yang ia bawa saat memasuki ruanganku tadi menghilang begitu saja.

“Hei,” aku mencubit pelan pipi tembamnya saat ia kembali diam. Bukan dia sekali, diam seperti itu. “Kenapa?”

Tiba-tiba ia membuang mukanya. Aku yang sempat menangkap mata berkacanya langsung menarik bahunya, memaksanya untuk menatapku.

“Hei, kenapa? Kamu kenapa? Tatap wajahku, hn?”

Matanya berlari, mencoba menjauhi tatapan cemasku.

“Maaf.”

Alisku menaik, heran.

“Untuk?”

“Untuk pergi dari sini. Untuk tak lagi muncul di hadapanmu. Tak lagi menemani hari-hari bosanmu di rumah sakit.”

“A-apa maksudmu?”

“Aku pergi, oppa. Adik kecilmu harus pergi.”

Kuusap kasar ujung mataku yang mulai basah. Kuletakkan cepat buket bunga itu di sebelah nisannya, dan berbalik. Meninggalkan komplek pemakaman yang mulai terbasahi dengan rintik hujan.

Bertahun lalu, aku melepasnya pergi. Kukira ia hanya keluar dari rumah sakit karena masa berobatnya habis. Tapi aku salah. Ia pergi. Untuk selamanya.

Hai, adik kecilku yang kini berada di surga. Terima kasih untuk tawamu yang menghiasi masa-masa terpurukku di rumah sakit. Terima kasih atas ocehanmu, yang sudah membuatku tak lagi membenci bau khas obat tiap aku harus dirawat. Dan terima kasih… atas kepolosanmu yang membuatku yang putus asa ini kembali menemukan semangat, bahwa penyakit ini bukanlah akhir dari segalanya.

Mungkin kau sudah tiada. Tapi kau akan selalu seperti bintang di langit sana. Berkelip indah, dalam hati seorang Zhang Yixing.

End

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s