[LAY BIRTHDAY PROJECT] Special Gift

myhome

 

[LAY BIRTHDAY PROJECT] Special Gift – WillisBaby

Cast :
Zhang Yi Xing (Lay)
Lee Aery (EXO-L as OC) : Ulzzang Kim Shin Yeong
Park Chan Yeol
Wu Yi Fan

Genre : Romance
Rating : T

Lay tersenyum menatap dirinya di cermin, mengagumi wajah ekhm tampannya, tubuhnya juga telah dibalut jins hitam dengan kemeja corak kotak berwarna cokelat sebagai atasan.

“Kau mau sampai kapan tersenyum terus memandangi cermin? apa kau mulai menyukai dirimu sendiri xing?” suara berat yang ia ketahui milik Chanyeol menginterupsi kegiatannya. Sial, Park satu ini benar-benar membuatnya jengkel karena ulahnya.

Lay menolehkan kepalanya kekanan tepat dimana Chanyeol berdiri dengan tangan disilangkan didada jangan lupakan kepala bertelinga lebarnya yang ia sandarkan pada bilah pintu sambil tersenyum meledek Lay.

“Apa lagi Park? Apa kali ini kau berencana untuk menyekapku kemudian mendandaniku?” Kata Lay dengan sarkatis.

Tawa Chanyeol pecah, Lay terlihat kesal. Ternyata Lay masih belum melupakan kejadian beberapa hari yang lalu, ia pikir Lay telah melupakannya, karena ia tahu Lay itu orang yang sedikit pelupa. Ia memang ngerjainya, tepatnya saat Lay menanyakan parfum apa yang bagus untuk acara spesial yang telah ia rencanakan.

Dimana Chanyeol dan Sehun yang ketika itu menginap dirumah Lay karena masalah pribadi mereka yang tak memungkinkan untuk tinggal dirumah mereka sendiri, dan Chanyeol mengerjainya dengan meminta Lay mencoba parfum palsu.

Kenapa Lay menyebutnya palsu? Karena isi botol parfum itu adalah air yang telah digunakan Chanyeol untuk mencuci cabai, akibatnya kulit lehernya terasa panas. Benar-benar menjengkelkan, untung saja ia baik hati, hingga tidak sampai ngusir Chanyeol dari rumahnya.

“Hey aku kan sudah minta maaf, sobat” Chanyeol menghampirinya kemudian merangkul bahu Lay dan mengajaknya keluar.

“Sebagai permintaan maafku, aku akan meminjamkan mobil sportku, bagaimana? Tadi siang aku sudah mendandaninya, spesial sebagai hadiah kecil untuk ulang tahun teman terbaikku, hadiah lain akan menyusul nanti malam” kata Chanyeol sambil menepuk-nepuk bahu Lay.

Chanyeol tahu mobil milik Lay sedang diperbaiki di bengkel karena ulah Sehun yang meminjamnya untuk balapan liar dengan Kai.
Wajah Lay yang sebelumnya muram atas kedatangan Chanyeol kini terlihat cerah berseri.

“Kalau begitu maafmu diterima Park”
Chanyeol mengangguk dan menyerahkan kunci mobil miliknya.

“Ingat, setelah ini kau harus membawanya kemari untuk merayakan pesta ulang tahunmu bersama, aku akan menghubungi Yifan dan teman lainnya”

Lay membuat tanda Ok dengan jarinya dan memasuki mobil yang ternyata telah Chanyeol parkirkan dengan rapih di pekarangan rumahnya yang lumayan besar itu.

••••••••••••••••••••••••••••••HBD LAY••••••••••••••••••••••••••

Ting Tong

Lay menekan bell sebuah rumah yang tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil dengan cat putih yang melapisi dindingnya.

Ceklek

Pintu pun terbuka, menampilkan perawakan tinggi seorang pria blasteran China-Canada dengan wajah tampannya.

“Oh kau sudah datang, masuk lah, Aery sedang bersiap, kau tahu kan kebiasaan para wanita sebelum bepergian”
Pria itu Wu Yi Fan, anak angkat tuan Lee Jung Yeol, tersenyum ramah menyambut calon adik iparnya. Wajahnya memang menyeramkan bagi orang yang pertama kali bertemu dengannya, tapi percayalah dia pria yang sangat baik dan juga ramah.

Lay tertawa kemudian mengangguk mengerti mendengar penjelasan Yifan, kakak Aery, “Tidak, terima kasih, aku akan menunggu disini saja” kata Lay

“Selamat ulang tahun”

“Terima kasih” Lay menjabat uluran tangan dari Yifan.

“Hadiah akan aku berikan nanti malam”

“Tidak masalah” Lay tersenyum.

“Maaf membuatmu menunggu lama Lay” sebuah suara lembut memasuki pendengaran Lay.

Lay terperangah menatap sosok gadis yang tengah melangkahkan kakinya ke arah mereka. Tanpa menoleh Yifan menyindir adik tersayangnnya itu, “Ya, kau sudah membuatnya menunggu lama jadi cepatlah siput”

Aery yang mendengar candaan Yifan memanyunkan bibirnya. Kesal sekali ia dikatai siput. Kalau saja ia bukanlah kakaknya, pastilah Aery akan menghajarnya dengan Taekwondo.

Aery memandang pria berkemeja coklat dihadapannya dengan jantung berdebar. Wajahnya memanas melihat wajah Lay tersenyum dan menampakan dimpelnya. Sudah lama ia menyukai Lay.

“Jaga adikku baik-baik Lay, kalau dia bertingkah, tinggalkan saja dia di jalan” sesaat setelah mengucapkan kalimat sadis itu Yifan berlari memasuki rumah dan mengunci pintunya.

“YAK! DASAR TIANG AKAN KU ADUKAN KAU PADA IBU” teriak Aery dengan jengkel.
Lay meraih tangan Aery.

“Sudahlah, ayo kita berangkat” Lay kembali tersenyum. Sedangkan Aery kembali merasakan wajahnya yang memanas, tangannya digenggam Lay, pria idamannya.

“Apa kau sudah makan?” tanya Lay dan Aery dengan polos menggelengkan kepalanya, ia gugup berdekatan dengan Lay.

“Baiklah kita akan ke kafe tempat favoritku”

Lay membukakan pintu mobilnya mempersilahkan Aery masuk. Setelah Lay masuk, Lay mengendari mobilnya ke kafe terkenal di pusat kota, kafe yang telah mempertemukan mereka.

••••••••••••••••••••••••••••••HBD LAY••••••••••••••••••••••••••

Lay menarik bangku pesanannya untuk untuk Aery, kemudian mendudukan dirinya sendiri dihadapan Aery.

Aery kembali dibuat tersipu, rasanya perutnya dimasuki banyak kupu-kupu yang beterbangan, ternyata Lay memesan tempat duduk tepat didekat dinding kaca sehingga bisa melihat pemandangan luar.

Lay menarik salah satu bangku dan mempersilahkan Aery duduk terlebih dahulu.

Sial, jika begini terus Aery merasa akan mati muda karena terkena serangan jantung yang ditimbulkan Lay.

Seorang pelayan menghampiri mereka dan menyerahkan buku menu. Setelah memilih pesanan dan sang pelayan mencatat pesananya ia pun meninggalkan Lay dan Aery kembali berdua.

“Apa kau ingat tempat ini?”

Aery yang sebelumnya tengah melamun tersentak mendengar pertanyaan Lay. Dengan gugup ia menganggukan kepalanya “I-iya aku sangat ingat”

Lay tersenyum mendengar jawaban Aery, ia paham Aery tengah gugup. Lay memindahkan tempat duduknya disebelah Aery.

Lay meraih kedua tangan Aery dan menggenggamnya dengan lembut. Lay menatap lekat pada wajah cantik Aery.

“Apa kau tahu hari apa ini?” tanya Lay

Aery mengernyitkan keningnya, terlihat berpikir, sejenak ia melupakan fakta bahwa kini wajah mereka berdekatan.
Setelah beberapa saat barulah ia sadar.

‘Hari ini adalah ulang tahunnya’

“Ini adalah hari ulang tahunmu Lay” kata Aery dengan semangat.

Lay menganggukan kepalanya “Benar”
Sesaat setelah membenarkan tebakan Aery, pesanan mereka pun tiba, dan mereka makan sambil bercengkrama ringan. Melupakan sejenak kegugupan masing-masing.

••••••••••••••••••••••••••••••HBD LAY••••••••••••••••••••••••••

Selesai dari kafe Lay memutuskan untuk mengajak Aery berjalan-jalan di taman dekat kafe, karena taman ini begitu ramai walaupun malam telah tiba.
Aery mendapatkan apa yang ia inginkan hari ini, yaitu memakan dessert kesukaannya. Padahal hari ini Lay lah yang berulang tahun, tapi ia yang diperlakukan spesial. Aneh memang.

“Aku ingin mengatakan sesuatu, bolehkah?” tanya Lay

Deg Deg

Seketika jantungnya berdebar cepat lagi mendengar pertanyaan Lay yang sepertinga akan menjurus seperti di drama drama yang ia tonton.

“T-Tentu saja, silahkan”

“Apa kau tahu apa yang bisa membuat ulang tahunku menjadi spesial dan menjadi hari ulang tahun terbaik untukku?”

Aery menghela nafas lega. Aery memiringkan kepalanya mengingat makanan kesukaan Lay.
“Eum…. memakan Steak?”
Lay tertawa renyah atas jawaban yang dilontarkan Aery.

Namun setelahnya Lay mendekati Aery, ia dekatkan wajahnya ke telinga Aery dan berbisik
“Ya, but besides of that, today would be the best if you want to be mine”

Deg

Aery merasa ia benar-benar akan mati setelah ini, jantungnya berdebar dengan sangat cepat. Tenggorokannya tercekat dan ribuan kupu-kupu yang semula tiada kini muncul kembali. Wajah Aery semakin memerah.

“L-Lay…”

Lay menangkup kedua sisi wajah Aery dan menyatukan kening mereka.

“So? What is your answer?” Lay tersenyum lembut menatap cinta wajah Aery. Tidak memperdulikan beberapa orang-orang yang berada disekitar mereka.

“Kau sudah tau jawabannya Lay” Setelah mengatakan itu Aery pun memeluk Lay. Ia benar-benar bahagia. Tidak, bukan hanya Aery, Lay pun sangat bahagia bisa mendapatkan Aery, dihari hari ulang tahunnya, setelah sekian lama.

“Selamat ulang tahun Lay~ I Love You”

Betapa beruntungnya ia mendapatkan adik Yifan, dia gadis yang baik dan juga lugu, dia selalu berada disisi Lay, selalu mendukungnya apapun kondisinya.

“I Love You Too Aery-ah”

Lay tidak akan melupakan hari ini, doanya saat meniup lilin nanti dan seterusnya adalah…

Ia ingin terus bersama sesebelas sahabatnya, dan juga Aery, apapun yang terjadi. Jika harus ia dan Aery berpisah, setidaknya ia ingin agar Aery tidak melupakannya. Begitupun dengan kesebelas temannya.

••••••••••••••••••••••••••••••HBD LAY••••••••••••••••••••••••••

Malam yang begitu indah bagi Lay dan juga teman-temannya, mereka habiskan malam dengan mengadakan pesta kecil merayakan ulang tahun Lay di halaman rumahnya, selain mendapatkan gadis yang ditaksirnya, orang tua Lay pun yang ada di China mengunjungi putranya ke Korea memberi kejutan untuk Lay dan juga memberikan Lay hadiah dengan memasakkan makanan kesukaan Lay dan juga teman-temannya.

Lay melihat orang-orang di sekelilingnya, mereka terlihat bersenang-senang, Lay menatap langit malam yang seperti ikut merayakan hari bahagianya, terbukti dengan bertaburannya bintang dilangit.

‘Tuhan, bukankah tidak ada yang lebih indah dibanding kebersamaan bersama orang-orang yang disayangi? Jika itu benar, bisa kah aku meminta ini untuk seterusnya?’

The End

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s