[Lay birthday project] Regret love

myhome

 

[Lay birthday project] Regret love-gladisya_rf

Cast:- Zhang yixing
-park chaeyong
Genre: romance, angst.

Chaeyong pov
Tes tes
Air hujan menetes di sore yang mendung ini. Dingin yang begitu menusuk membuatku bergidik kedinginan. Aku tersenyum kecil mengingat sebuah meniru lama yang ku pendam. Ya, tentang lelaki itu.

Flashback

Tes tes tes
Suara air hujan menetes memecah keheningan. Dingin yang begitu menusuk membuatku bergidik kedinginan. Aku menggerutu kecil mengingat fakta bahwa aku meninggalkan payungku dirumah.

Aku menatap langit yang mendung. Kutolehkan wajahku kesamping dan melihat seorang laki-laki juga sedang menatap hujan.

Tak berapa lama, dia membalas tatapan ku. Pandangan kami bertemu satu sama lain tanpa ada yang berniat mengakhirinya.

“Hallo,” sapanya, aku hanya diam. “Apa kau membawa payung?” Lanjutnya. Aku menggeleng.

“Ini, pakai lah” katanya seraya memberikan ku sebuah payung biru. Aku menatapnya bingung.

Seakan mengerti arti tatapan ku, “haha, tidak apa-apa. Pakailah, tidak mungkin aku membiarkan seorang gadis kehujanan” ungkapnya dengan logat hanguk yang masih canggung.

“Terimakasih, tapi apa kau murid baru?” Tanyaku. Dia mengangguk. “Aku pindahan dari China,” jawabnya. Lalu hening.

“Pulanglah, sudah sore” katanya, aku mengangguk. “Tapi kau bagaimana?” Tanyaku. “Jangan khawatir, Cafe ibuku dekat dari sini” jawabnya. Aku mengangguk, “baiklah, kalau begitu aku pergi dulu…”.

“Yixing, namaku Yixing” jawabnya.
“Oh, baiklah aku pergi dulu Yixing-ssi” pamit ku lalu membuka payung dan segera beranjak pergi.

Saat sudah berjalan, dia berteriak “nama mu siapa?!!!” Aku berbalik lalu tersenyum, “Chaeyong, Park chaeyong” lalu pergi.

…….

Pagi ini aku sedang berjalan di koridor sekolah. Aku berjalan sambil membawa novel-novel koleksiku. Tiba-tiba aku menabrak seseorang dan novel ku terjatuh.

“maaf, sungguh aku minta maaf” kataku sambil membungkuk lalu mengumpulkan novel ku.

Dia berlutut membantuku. “Tidak apa-apa, maafkan aku juga karna buru-buru aku menabrak mu” katanya. Aku mendongak dan melihat wajahnya.

“Ah kau yang kemarin, gadis hujan” katanya. Aku mengerinyit, ‘kapan aku bertemu dengannya?’ Pikir ku.

Seolah bisa membaca pikiran ku, dia berkata “kemarin aku meminjam kan payung ku padamu”. Aku berpikir sejenak lalu tersenyum lebar.

“Ah iya, payung mu ada di loker ku” kataku. Dia tersenyum, “biar aku ambilkan” kataku lalu bangkit pergi.

“Tunggu,” panggil nya. Aku menoleh, “aku ikut” lanjutnya lalu menyamakan langkah nya dengan ku”.

…….
Tak berapa lama, kami menjadi akrab karna saling berbagi cerita. Aku bingung kenapa aku bisa nyaman dengannya. Padahal aku adalah orang yang sangat susah berbaur dengan orang lain.

Kami sedang makan di kantin. Banyak yang memandanginya. Mungkin karna wajahnya yang… Um…. Cukup tampan? Ahh sudahlah, aku tidak peduli.
…….

Sejak kejadian itu, kami jadi sangat dekat. Kami sering menghabiskan waktu bersama. Sekarang kami sedang bermain di taman memperhatikan daun pohon Cherry yang berguguran di terpa angin musim semi. Ini sudah tahun kedua kami melewati musim semi bersama.

Bohong kalau tak ada rasa suka diantara kami. Yah, aku menyukainya. Menyukai namja China ini.

Kami saling tersenyum sambil terus merasakan sejuknya angin yang menerpa tubuh kami.

“Apa kau nyaman bersama ku?” Tanyanya mendadak, aku menoleh lalu mengangguk kecil. Dia tersenyum lagi lalu mengacak rambutku.

…….
Ku tunggu dia di depan kelasku, tapi dia tak kunjung datang. Sudah seminggu dia tidak datang, terakhir aku melihatnya di taman.

Semua pesan ku tak di baca dan di balas. Nomornya tak aktif lagi. Aku berusaha menepis perasangka buruk ku.

Aku memutuskan untuk pergi ke kelasnya. Bangkunya kosong. Aku bertanya kepada seorang namja teman dekat Yixing.

“Baekhyun ssi, Yixing kemana?” Tanyaku. “Kau tidak tau kalau dia sudah kembali ke China?” Tanyanya balik. Aku terdiam, terlalu shock berkata-kata. Lalu menggeleng.

Dia telah pergi dan ntah kapan kembali.

Flashback off.

Ini sudah tahun keempat aku menunggunya. Dan dia masih tidak datang. Tak lama aku menoleh dan melihat sepasang mata menatap ku dengan senyum nya.

Waktu terasa berjalan lebih lambat. Senyuman itu, senyuman yang selalu ku kagumi dalam diam. Senyuman yang 4 tahun terakhir ini ku rindukan.

“Kita bertemu lagi Park ChaeYong” sapanya. Aku membeku di tempat. Dia berjalan mendekati ku lalu memeluk ku erat. Aku tidak tau harus bagaimana dan memilih diam. Tak lama aku juga membalas pelukannya.

Aku menangis dan memakinya karna kesal. Dia hanya tersenyum lalu berjanji tak akan meninggalkan ku lagi.

Kami berjalan-jalan sebentar sebelum mengantar ku pulang. Kami pergi makan di Warung yang biasa aku kunjungi.

“Bisa kah aku membuat semuanya seperti dulu?” Lirihnya saat aku hendak memasuki rumah ku.

……..

Aku mendapat pesan dari nomor yang tak ku kenal.

From: 012846xxxxx
Hai, bagaimana kalau kita jalan-jalan? Yixing.

Ku ketikkan sebuah balasan.

Ayo, kutunggu kau jam 6 di rumah ku.

Setelah itu aku kembali menyimpan hpku di tas.
……
Hari ini aku pulang cepat karna dosen ku berhalangan untuk hadir. Saat berjalan ke parkiran ku lihat sebuah mobil sedan putih mengkilap dan seorang lelaki yang sedang bersandar di pintunya.

Aku terperanjat. “Oppa!” Panggil ku lalu segera menghampirinya. “Kau merindukan Ku sayang?” Katanya sambil memeluk ku. Aku mengangguk manja.

“Kenapa kau lama sekali di Amerika, aku hampir saja memutuskan untuk mencari pengganti mu” kataku sedikit merajuk. Dia tertawa lalu mengacak rambutku gemas. “Setidaknya kau tidak mencari pengganti ku” aku mempoutkan bibir ku karna kesal.

Yah, dia Byun Baekhyun. Tunangan sekaligus teman Yixing. Aku terperanjat. Yixing adalah cinta pertamaku dan dia adalah sahabat Yixing.

“Aku bertemu Yixing” kataku. Dia menoleh, “eo? Bagaimana kabarnya?” Tanyanya santai. “Tampaknya baik” balas ku. Lalu hening.

Ya, Baekhyun lah yang membantuku untuk melupakan Yixing. Dan sekarang saat aku sudah bersama yang lain, dia datang kembali membuka semua kenangan yang sudah ku pendam.

……..
Setelah berjalan-jalan sebentar, Baekhyun mengantarku pulang. Saat sampai di depan rumahku, aku melihat Yixing sedang menungguku dengan sebuah bunga di genggamannya.

Dia terkejut melihat Baekhyun bersamaku. “Hai Baek! Bagaimana kabar mu? Dan sedang apa kau disini?” Tanyanya. “Baik, aku sedang mengantarkan tunangan ku pulang” jawabnya santai tapi memiliki arti yang cukup dalam dari nada pengucapannya.

Tubuhku menegang saat Yixing menatapku. Jujur, aku belum bisa melupakan orang ini. Orang yang memporak poranda kan hatiku selama 6 tahun.

“Yasudah, aku pulang dulu yah sayang” kata Baekhyun lalu dia juga pamit pada Yixing.

Aku dan Yixing diam dan sama-sama canggung. “Apa kau mencintai Baekhyun?” Tanyanya. Aku mengangguk kecil.

“Apa kau masih mencintai ku?” Tanyanya lagi. Aku terdiam, tak tau harus menjawab apa. “Kau mencintaiku?” Ulangnya. Aku mengangguk ragu.

Aku sungguh kalut saat ini. Aku tau Baekhyun pulang karna dia memberikan ku waktu untuk memilih. Seperti yang dia katakan di mobil tadi.

“Apa kau masih mencintai nya?” Tanyanya. Aku menggeleng, “apa maksudmu?” Kataku. Dia menghembuskan nafas lalu berkata, “kuberi kau waktu satu minggu untuk memikirkannya, aku harap kau membuat keputusan yang tepat”.

“Kalau begitu pilihlah salah satu” katanya. Aku mendongak melihat wajah Yixing. Ku lihat tatapannya yang melembut.

“Kuharap kau masih mencintai ku” katanya lalu pergi.

………

Aku benar-benar hampir gila saat ini. Aku tidak tau harus memilih yang mana. Aku mencintai mereka berdua. Baekhyun oppa benar-benar tidak menelfon ku seminggu ini. Sementara Yixing, selalu mengajakku jalan minggu ini. Dan aku juga harus menjawab semua pertanyaan itu di hari ini.

Aku dan Yixing sedang berada di namsan Tower. Kami menikmati angin malam yang dingin.

“Kau sudah tau jawabannya?” Tanyanya.
“Aku sudah tau jawabanya” kataku. Dia menoleh.

“Kau seperti bayangan, walaupun ku kejar, kau tak akan bisa ku raih. Disaat kau terasa nyata, aku sudah bersama yang lain. Di saat aku merasa aku bisa kembali bersama mu, disaat yang sama aku berpikir kau hanyalah masa lalu. Aku tidak bisa menyakiti hati orang yang telah mencintai ku selama ini. Jadi maaf, aku tidak bisa bersama mu Yixing. Aku akan tetap bersama Baekhyun walaupun itu akan menyakiti kita berdua, aku akan tetap melalui sisa hidup ku bersama laki-laki yang telah mengisi hatiku selama 4 tahun ini. Jadi, terima kasih atas semua yang kau berikan, aku pergi dan kumohon jangan membuatku kembali padamu lagi karna semua sudah tak lagi sama” ujar ku lalu pergi.

Air mata mengalir di pipi ku. Aku melangkah dengan berat meninggalkan dia sendirian disana. Maafkan aku Yixing.

End

Btw, Hbd Yixing 🎉🎉🎉. Hai semuanya, aku adalah penulis pemula, namaku gladisya. Hahaha, kalau mau lebih kenal, follow aja ig ku: gladisya_rf atau baca ff ku di wattpad: grefyoung.

Hahaha, Sekian terimakasih..

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s