[LAY BIRTHDAY PROJECT] Once Again

myhome

 

[LAY BIRTHDAY PROJECT] Once Again || dvchuu || Zhang Yixing a.k.a Lay, Han Inha (OC), etc. || Action, Fantasy || G
Ini memang sudah menjadi tradisi setiap tahun, satu angkatan akan berlibur sesuai kesepakatan yang dibuat. Tidak hanya satu jurusan, tapi semua jurusan akan berlibur bersama.

Tahun ini semua angkatan 52 dari Yooseok School, pelajaran tahun terakhir akan berlibur ke pulau Jeju. Pulau yang memiliki julukan ‘Island of the Gods’.

Tapi berbeda dengan Han Inha, ia begitu malas dan tidak berniat untuk mengikuti acara berlibur bersama angkatan seperjuangannya. Jika bukan rayuan Song Nayoung – sahabat Han Inha – mungkin saat ini Inha tetap tertidur diranjang dan bermimpi tentang idolanya.

Di pagi buta seperti ini bahkan awan terlihat seperti malam hari, Inha dan Nayoung sudah sampai di penginapan Jeju.

Inha menguap seraya mengeratkan syal yang berada di lehernya, “Kau tahu? Kata ibuku jika sesuatu yang di iringi dengan ragu-ragu dan lalu di paksakan akan terjadi sesuatu nantinya.”

Nayoung menghela napas dan memutarkan bola matanya malas, “Memangnya kau sedang ragu-ragu? Bahkan aku tidak memaksakan kau.”

“Tapi kau merayuku, bukankah itu paksaan.” Inha menatap Nayoung yang sedang berdiri sambil mengabsen murid yang mulai berbaris untuk mengambil sarapan pagi. Bahkan ini masih pukul 6 pagi dan harus mengantri, jika di suruh memilih Inha akan mengambil opsi kembali ke kamar penginapan.

Inha hanya terus terduduk di belakang tempat Nayoung berdiri, dan mulai menatap lekat-lekat semua murid. Ini adalah moment angkatan tahun terakhir berkumpul bersama.

Inha menatap pria yang memakai sweater berwarna hitam dan berwarna merah pada lengannya di ujung sudut ruangan restoran, karena pria tersebut memandangi Inha seperti tidak ada hari esok.

“Kau tidak ingin sarapan, Inha.” Suara Nayoung membuat Inha mengalihkan pandangannya dan bangkit untuk mengantri, ketika Inha berniat untuk menatap pria tersebut sekali lagi. Pria tersebut menghilang.

“Mungkin dia staff yang berada di restoran ini.” Inha berbicara kepada dirinya sendiri dan disusul mengangkat kedua bahunya bersamaan.

Bahkan sampai suapan terakhir, mata Inha tetap menjelajah ke seluruh sudut ruangan tapi tetap tidak menemukannya.

Inha menyenderkan tubuhnya pada kursi makan dan menghela napas, “Kenapa aku penasaran.”

Semua murid melakukan aktivitasnya hingga pukul 7 malam, dan kembali menuju penginapan. Bahkan setiap detiknya Inha merasa waktu sangat lama, ia hanya ingin kembali kerumah dan tidur dengan nyenyak.

Inha memutar bola matanya malas, ketika Inha membuka akun SNS dan mendapati Nayoung mengupload seluruh foto yang ia ambil dari berbagai sudut. “Jeju sangat indah bukan?” Inha membaca caption dari foto Nayoung, sedangkan Nayoung hanya tertawa kecil dan kembali fokus pada ponselnya.

Inha menghelas napas dan memasukkan kembali ponselnya pada saku sweater pinknya. Inha tidak tahu kenapa detik itu juga Inha gelisah di perjalanan pulang menuju penginapan, padahal dari tempat dimana ia bebas melakukan aktivitas bersama angkatannya sangat dekat dengan penginapannya, hanya beberapa blok saja.

Mungkin karena terlalu ramai dan rombongan kesempatan untuk berbaur sangat mudah, “Shit! Ponselku!” Nayoung berteriak ketika pria membawa kabur ponsel Nayoung.

Tanpa pikir panjang Inha berlari mengejar pria yang mengambil ponsel Nayoung, bahkan hanya berbekal sedikit yang ia pelajari dari ekskul bela dirinya Inha tetap mengejarnya. Ketika pria tersebut berada di jalan buntu, Inha tersenyum melecehkan.

“Ah, aku tidak mengerti kenapa pria hanya berani dengan wanita lemah.” Inha berdecak pinggang seraya memasang wajah santai.

Pria yang mengambil ponsel Nayoung, melangkah mendekati Inha walaupun Inha sendiri takut – karena takut adalah sifat alamiah wanita – Inha tetap mempertahankan wajah santainya.

Ketika pria tersebut ingin menendang Inha, Inha menggeser tubuhnya dan membuat perkelahian terjadi. Sepi, gelap dan berada di jalan buntu itulah situasi yang sekarang Inha hadapi.

Pria tersebut mengaku kalah, bahkan ia menyerahkan ponsel milik Nayoung. Inha tidak percaya baru 1 bulan ia masuk ekskul bela diri ia bisa mengalahkan pria dewasa, ya walaupun Inha juga terkena pukulan membuat wajah Inha lebam.

Inha mengambil ponsel Nayoung yang tergeletak di aspal jalanan, ketika Inha melangkah mundur dan ingin berbalik. Benda tajam yang sangat dingin menusuk perut Inha, bahkan bagi Inha menarik napaspun menjadi sangat sakit. Pria yang menusuk Inha sekarang di duga komplotan yang mengambil ponsel Nayoung.

Inha tergeletak tidak berdaya, bahkan ketika putaran sebuah memori indah berdatangan suara pria menenangkan Inha.

“Hei Inha, bertahanlah. Tatap mataku.” Inha mengikuti instruksi suara pria yang sedang berjongkok di hadapan Inha, walaupun berbayang Inha yakin dia adalah orang baik.

Pria tersebut meletakkan tangannya pada perut Inha yang tertusuk kemudian mengeluarkan cahaya putih dari telapak tangannya, sambil mengalihkan perhatian pria tersebut bertanya. “Kau sudah melihatku, pasti kau kenal aku.”

Inha merasa pria tersebut tersenyum. “Kau tahu, kau sangat cantik maka dari itu bertahanlah agar kita dapat bertemu dengan waktu yang lama.”

Pria yang ada di hadapan Inha perlahan menjauhkan telapak tangannya dari perut Inha yang terluka, “Han Inha, teman-temanmu akan datang tapi aku tetap disini selama teman-temanmu belum berada di tikungan jalan ini.”

Inha memfokuskan tatapan ke pria tersebut susah payah. “Apakah kita akan bertemu, sekali lagi?”

Pria tersebut tersenyum, “Tentu, kita akan bertemu sekali lagi dengan waktu yang panjang.”

“Namamu?” Suara Inha terbata-bata.

Pria tersebut mengelus suraian rambut Inha, “Teman-temanmu sudah datang, aku pergi ya Inha. Aku Yixing, sampai bertemu di lain waktu Inha.”

Kepergian Yixing, membuat Inha langsung tidak sadarkan diri tapi sebelumnya Inha mendengar teriakan Nayoung sampai akhirnya Inha dinyatakan tidak sadarkan diri selama seharian penuh.

Ketika Inha menerjapkan mata, Inha teringat dan berkata, “Yixing di mana?”

Nayoung mendekatkan wajahnya kearah Inha, “Yixing siapa lagi? Idol dari mana? Kau sudah melupakan Chanyeol ternyata.”

Inha terpaku kepada pria yang berada di sebelah Mr. Koh. “Oh kau pasti bertanya siapa yang berada di Mr. Koh?” Nayoung tersenyum menggoda.

Nayoung berbisik kepada Inha, “Dia anak Mr. Koh namanya Lay, dia jurusan farmasi dan selama kau tidak sadarkan diri dia yang menjagamu, uh romantis bukan.”

Lay tersenyum kearah Inha. Inilah wajah yang ingin Inha lihat, wajah tampan pemilik nama Yixing ataupun Lay yang menyelamatkan nyawa Inha entah dengan cahaya putih ataupun dengan obat racikannya, yang terpenting Inha hanya ingin mengenalnya lebih dalam. Sekali lagi, Inha mencintai Yixing ataupun Lay dalam sekejap.
-END-

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s