[LAY BIRTHDAY PROJECT] My Last Time With You

myhome

 

[LAY BIRTHDAY PROJECT] My Last Time With You – dongjae970509

Lay & OC (Jixian) || Romance, Hurt, Angst || T

.

.

.
Keduanya masih terdiam. Tidak ada dari mereka yang berucap satu kata pun.

“Eum…”

Sang lelaki mencoba untuk mencairkan suasana.

“Jixian jiejie…”

Si wanita yang umurnya lebih tua dari si lelaki hanya menatap datar ke depan. Terlihat jelas di wajahnya kalau dia tidak suka berada di dekat lelaki tadi.

“A-apa jiejie suka jalan-jalan bersamaku?” Dia -Lay- sudah tahu betul kalau Jixian tidak akan suka, namun hatinya bersikeras untuk bertanya.

“Kenapa kau bertanya seperti itu? Sudah jelas bukan dari awal aku menolak ajakan untuk pergi denganmu.” Jawab wanita yang bernama Jixian.

“Ma-maaf jiejie… tapi aku janji hanya hari ini saja kok.”

‘Karena setelahnya aku akan pergi, jie.’ Lanjutnya dalam hati.

“Asalkan kau tahu saja, Kris ge daritadi mengirimku pesan. Dia memintaku untuk mengantarnya ke toko buku.”

Lay tersenyum miris. Kris, dia adalah kekasih Jixian. Lay menyadari kalau dia menjadi pihak ketiga dalam hubungan Kris dengan Jixian. Namun, bolehkah dia egois untuk satu kali ini saja? Untuk waktu terakhir dalam hidupnya bersama Jixian.

“Maafkan aku, jiejie. Tapi sehari ini saja aku ingin jiejie bersamaku.”

“Ya, dan sekarang kau mau kemana lagi? Kita harus duduk disini terus? Sangat membosankan.”

Jixian memang lah tipikal wanita yang ketus dan dingin. Dan sebaliknya, Lay adalah lelaki yang lemah lembut. Lay juga orang yang selalu ceria -walaupun dalam hatinya tidak-, dia mempunyai hati yang begitu tulus.

“Bagaimana kalau kita beli es krim? Disana ada kedai es krim.”

Tanpa menunggu persetujuan Jixian, Lay menarik lengan Jixian dan menuju ke kedai es krim yang dimaksudnya.

“Paman, aku mau es krim rasa strawberry nya satu. Jiejie mau rasa apa?”

“Tidak. Aku tidak mau.”

“Kenapa? Ini enak loh jiejie.”

“Tidak usah banyak tanya. Bukannya kau sudah tahu kalau aku tidak suka manis? Benar-benar menyebalkan.” Ucap Jixian dengan ketus.

Lay hanya bisa menahan sakit di hatinya. Sedari tadi dia mencoba untuk bersikap tetap tenang di hadapan Jixian. Dia selalu tersenyum walaupun Jixian bersikap acuh dan dingin padanya.

“Baiklah paman, satu saja es krim nya.”

Penjual es krim pun mengangguk. Lalu tak lama setelah itu es krim pesanan Lay pun selesai.

“Ini es krim-mu.”

“Terima kasih paman.” Ucap Lay sambil tersenyum lembut, memperlihatkan dimple di pipinya.

.

Mereka kembali duduk berdua di taman. Lay fokus memakan es krim nya. Sementara Jixian masih saja berwajah datar sambil menatap ke depan.

“Jiejie…”

Jixian tidak menjawab. Itu sudah kebiasaannya jika bersama Lay.

“Aku ingin bertanya. Ba-bagaimana… jika aku pergi? Apa jiejie akan merindukan aku?”

“Tidak.” Ucap Jixian dengan lantang.

“Ta-tapi bagaimana jika aku perginya untuk selamanya? Aku tidak akan kembali lagi.” Sungguh, saat ini mata Lay sudah memanas. Dia ingin sekali mengeluarkan liquid bening yang sedari tadi ditahannya.

“Bagus. Itu tandanya tidak ada pengganggu lagi dalam hidupku dan dalam hubungan percintaanku dengan Kris ge.”

Lay hanya diam setelahnhya. Dia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia menggenggam erat mangkuk es krim nya. Tidak dipedulikannya es krim yang mulai meleleh itu.

Mungkin memang tidak ada tempat sedikitpun di hati Jixian untuk Lay.

“Sudah mulai sore.” Ujar Jixian masih dalam nada datar dan dingin.

“Eoh? Iya jiejie. Tidak terasa ya, hehe…” Dia berusaha tertawa walaupun hatinya sakit.

“Kenapa kau malah tertawa? Mau sampai kapan kau menahanku disini hah?” Nada bicara Jixian meninggi.

“Ehm, mu-mungkin beberapa jam lagi.” Jawab Lay sambil menundukkan kepalanya.

Kali ini Jixian berdiri dari duduknya.

“Sudah cukup Lay. Aku tahu ini rencanamu untuk menghancurkan hubunganku dengan Kris ge kan?”

“…”

“Aku sudah bilang berkali-kali kalau kau hanya kuanggap sebagai adikku. Aku tahu rasa cintamu kepadaku begitu besar, tapi mengertilah aku sudah memiliki kekasih.”

“…”

“Berhentilah menjadi pengganggu dalam hubungan kami.”
DEG
Lay merasakannya. Sakit disekujur tubuhnya itu kembali menyerangnya. Dia merasa seluruh tubuhnya di remas kuat-kuat. Urat-urat nya terasa menegang.

“Akh! Sa-sakitt… kumohon jangan sekarang…”

Jixian yang melihat itu hanya bisa diam. Dia kaget tentunya. Tubuh Lay jatuh begitu saja ke tanah. Dia memeluk tubuhnya sendiri. Bahkan es krim yang tadi dipegangnya tumpah begitu saja.

“Ka-kau kenapa?” Tanya Jixian dengan tergagap.

“Sa-sakit… hiks… arrggghhh… hhh… akhh… sakitt sekali Tuhan… hiks…”

“Kau ini kenapa sih? Apa yang sakit?”

Lay tidak menjawab. Dia tetap meringis kesakitan.

‘Tuhan… kenapa cepat sekali? Kumohon… aku hanya ingin beberapa saat lagi bersama Jixian jiejie.’ Dia hanya bisa membatin dalam hatinya. Bahkan untuk sekedar berbicara saja rasanya sangat sulit.

“Lay! Jawab aku! Kau kenapa hah?!”

“Jie-jiejie…” Panggil Lay dengan suara yang begitu lirih.

Jixian mendekat kearahnya. Kemudian dia berjongkok.

“Apa?” Masih dengan nada ketus dan dingin.

Demi Tuhan Jixian… dimana hatimu? kau bahkan tetap bersikap dingin pada orang yang sedang kesakitan…

“A-aku sa-sangat men-cinta-i jie-jie.”

Dan setelahnya mata lelaki itu tertutup rapat.

“Lay! Bangun! Hey, jangan bercanda! Ini tidak lucu, Lay! Bangun!”

Jixian menepuk-nepuk pipi Lay, namun tetap saja tidak ada pergerakan dari namja ber-dimple itu.

Dan tanpa pikir panjang, Jixian meminta pertolongan kepada orang-orang yang berada disana untuk membawa Lay ke rumah sakit.

.

Terlihat seorang lelaki dan seorang wanita sedang berlarian di koridor rumah sakit. Mereka menuju ke ruang ICU.

“Jixian jiejie!” Panggil sang wanita saat melihat seseorang yang dikenalnya sedang duduk di depan ruang ICU.

“Kris ge! Yifei! Akhirnya kalian datang…”

Kedua orang yang bernama Kris dan Yifei itupun menghampiri Jixian.

“Ada apa? Apa yang terjadi dengan Lay?” Tanya wanita yang bernama Yifei tadi.

“Aku tidak tahu… Lay tiba-tiba kesakitan lalu dia pingsan.” Jelas Jixian pada kedua orang tadi.

“Kenapa kau bisa bersama Lay?” Tanya sang kekasih -Kris-

“Sebenarnya aku tadi berjalan-jalan dengannya ke taman. Maaf ge, aku sudah menolaknya tapi dia tetap memaksaku dan mau tidak mau aku menerima ajakannya.”

Terlihat sebuah kekecewaan di wajah Kris. Dia hanya tidak suka kalau Jixian dengan Lay. Dia tahu betul kalau Lay menyukai kekasihnya.

Sebenarnya dia juga merasa bersalah pada adik sepupunya itu. Lay lah yang lebih dulu mengenal Jixian. Namun pada akhirnya dialah yang menjadi kekasih Jixian, dia menyukai Jixian saat pertama kali Lay mengenalkan Jixian padanya.

Saat dia tahu kalau Lay menyukai Jixian, dia menyatakan perasaannya pada Jixian dan ternyata Jixian pun mempunyai perasaan yang sama kepadanya.

Lay adalah anak bibi dan paman Kris yang sudah meninggal karena sebuah kecelakaan. Semenjak kepergian orang tuanya, Lay diurus oleh orang tua Kris. Kris pun sudah menganggap Lay sebagai adiknya sendiri.

Kris larut dalam pikirannya, sampai dia terkejut saat dokter keluar dari ruang ICU itu.

“Apa kalian keluarga Zhang Yi Xing?”

“Iya, bagaimana keadaannya dok?” Tanya Yifei pada sang dokter.

“Maaf, kami mohon maaf. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi pasien tidak dapat tertolong. Sekali lagi, kami mohon maaf sebesar-besarnya.”

Ketiga orang itu tercengang. Apa itu artinya Lay sudah meninggal?

“A-apa maksud dokter? Memang Lay sakit apa?” Kali ini Jixian yang bertanya.

“Kalian tidak tahu? Sepertinya dia menyembunyikan penyakitnya. Dia mengidap kanker darah.”
DEG
Lagi-lagi ketiganya terhenyak. Lay sakit dan mereka tidak tahu itu. Bahkan Kris yang salah satu dari keluarganya pun tidak tahu akan hal itu.

Yifei menangis kencang. Sementara Kris hanya bisa diam dan meneteskan air matanya sedikit demi sedikit.

Dan Jixian dia menatap lantai dengan tatapan kosong. Tubuhnya merosot berbarengan dengan air matanya yang turun dari kedua matanya.

Tadi itu… adalah saat-saat terakhir dalam hidup Lay. Tapi dia dengan kejamnya memperlakukan Lay dengan buruk.

Dan Jixian baru menyadari satu hal, ternyata memang benar kalau penyesalan selalu datang di akhir.

.

.

.

~END~

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s