[LAY BIRTHDAY PROJECT] My Healing

myhome

 

[LAY BIRTHDAY PROJECT] My Healing – chen21ina

Cast : Zhang Yixing, Lee Sena, Kim Jongdae
Genre : Romance
Rating : T
…..

“Mau sampai kapan kau menekuk wajahmu? ” Sena melirik sekilas kearah namja yang baru saja memasuki kamarnya, namja tersebut membawa nampan berisi makanan karena ia sangat tahu jika sahabatnya Sena belum makan sejak semalam.

Sena menutup tubuhnya dengan selimut, terlalu malas untuk membalas ucapan Yixing. Namun Yixing sudah sangat hafal sifat Sena, bagaimana tidak mereka sudah sepuluh tahun berteman.

“Namja ada banyak bukan hanya Jongdae seorang” ujar Yixing kemudian ia melangkah untuk lebih dekat menaruh nampan pada meja di samping ranjang dan kini ikut berbaring di samping Sena. Sena diam saja karena ia tahu Yixing tidak akan macam-macam.

Yixing menghela nafas lelah melihat tingkah Sena, ia tidak tahu jika seorang gadis patah hati maka efeknya akan sekacau ini.

Semuanya berawal pada dua bulan lalu, dimana Sena mulai mengikuti klub vocal dan bertemu dengan Kim Jongdae. Laki-laki tampan dengan senyum menawan dan suara bagai emas, Sena terpesona. Dari yang awalnya hanya saling menyapa hingga mereka mulai tertawa bersama. Jongdae yang meminjamkan payung ketika hujan, Jongdae yang mengantarkan pulang saat larut malam dan Jongdae yang selalu mencubit pipinya gemas.

Rasa kagum perlahan berubah
menjadi cinta dan semakin tumbuh seiring dengan sifat hangat Jongdae yang selalu ditujukan untuk Sena. Salahkah Sena berharap dan berpikir bahwa Jongdae pun memiliki rasa yang sama?

Hingga kemarin ketika Sena akan mengambil barangnya yang tertinggal ia melihat Jongdae memeluk mesra seorang wanita yang ternyata adalah kekasih Jongdae namanya Yoora wanita cantik yang setahun lalu pergi mengikuti pertukaran pelajar.

Sena salah paham, ia mencinta tanpa tahu seperti apa laki-laki yang merebut hatinya. Tidak-tidak Jongdae bukanlah namja pemberi harapan palsu, ia memang manusia dengan sifat baik diatas rata-rata karena ternyata ia baik bukan hanya pada Sena namun pada semua orang.

Sekarang ini yang Sena rasakan lebih pada malu, ia malu bertatap muka lagi dengan Jongdae, ia malu mengakui bahwa dirinya terlalu percaya diri dan ia tak yakin akan tetap bisa bersikap sama saat nanti bertemu di ruang vocal.

“Jika kau ingin menangis, maka menangislah mungkin itu bisa mengobati sakit yang kau rasakan” ujar Yixing.

” …..”

” Sesakit itu ya? ” tanya Yixing kemudian.

“Kau pernah tertusuk duri? Rasanya seperti itu tapi ini mengenai tepat di hatimu, perih Yixing-ah” jawab Sena, Yixing tersenyum karena akhirnya Sena mau buka suara.

“Kalau begitu aku akan mencabut duri dalam hatimu. Aku hanya ingin melihatmu tersenyum lagi ”

“Tidak semudah itu”

” Jika kau hanya diam dan merenung semua tak akan selesai, kau akan terus merasakan sakit. Anggap saja ini suatu langkah untuk lebih dewasa” ujar Yixing sambil menatap sendu pada Sena yang masih enggan menyibak selimut untuk memperlihatkan wajahnya.

Yixing rindu Sena yang dulu, Sena yang akan selalu tertawa dan tersenyum. Sena yang akan mengeluarkan lelucon aneh hanya untuk menarik perhatian Yixing. Dan masih Sena yang tersenyum ketika menceritakan tentang Jongdae, bercerita bagaimana baiknya laki-laki tersebut dan sudah sedalam apa perasaan yang Sena miliki. Walaupun sakit tapi Yixing tak apa asalkan Sena masih tersenyum bahagia karena senyum Sena adalah healing untuknya.

Tapi kini wajah itu tertekuk, mata itu berair dan suara itu parau.

“Aku begitu bodoh bukan? Aku menyukainya tanpa berpikir dua kali. Aku menyerahkan hatiku padahal Jongdae sudah lebih dulu memberikan hatinya untuk orang lain. Aku -”

Grep

“Yixing-ah sakit ” adu Sena, Yixing membalikan tubuh wanita tersebut dan memeluknya erat membiarkan Sena menumpahkan segala kesedihannya.

“Kau mencintainya? ” tanya Yixing dan Sena mengangguk.

“Kalau begitu lepaskan. Biarkan dia bahagia dengan kekasihnya, biarkan dia tersenyum ”

“Tersenyum karena wanita lain maksudmu? ” potong Sena. “Itu lebih menyakitkan” lanjutnya.

“Jika kau memang mencintainya kau pasti menginginkan dia bahagia, dan jika kebahagiaan itu memang bukan denganmu maka kau harus bisa menerimanya”

“Kau tidak mengerti” ujar Sena, kemudian keduanya terdiam. Sena melepaskan pelukan Yixing dan berbalik memunggungi namja tersebut.

Yixing kembali hanya diam dan menatap penuh pada punggung Sena. Lama seperti itu Yixing kemudian duduk, merapihkan rambut Sena yang berantakan dan menghapus jejak air mata di wajah Sena. Sena yang sedang tertidur adalah pemandangan yang sangat Yixing sukai karena wajah menyebalkan itu akan berubah menjadi damai.

“Aku mengerti, aku sangat mengerti perasaanmu. Aku tahu sakitnya patah hati karena aku pun merasakannya ketika kau datang padaku dengan senyum terbaikmu dan mengatakan bahwa kau jatuh cinta pada Jongdae. Aku hanya ingin melihatmu tersenyum bahagia bahkan aku rela melihat itu walaupun alasan senyum mu bukanlah aku.”

Cup

Setelah mengatakan itu Yixing mencium kening Sena lama, mencoba menyalurkan perasaannya. Dan tak lama ia pun keluar kamar membiarkan teman,sahabat sekaligus cintanya beristirahat. Namun tanpa Yixing ketahui Sena belum tertidur seperti apa yang ia pikirkan. Sena hanya berpura-pura agar Yixing diam, ia hanya enggan mendengar Yixing berceramah tapi sesuatu yang baru saja ia dengar benar-benar menyayat hatinya. Sena kini bahkan menangis ia menutup mulutnya sendiri dengan bantal ia tak ingin Yixing mendengar tangisannya.

“Ya tuhan apa yang sudah ku lakukan”

Sena kembali datang ke kampus setelah dua hari absen, ia sengaja memakai make up demi menutupi noda hitam di matanya.

“Sena kau sudah sembuh? Maaf aku baru tahu jika kau sakit kemarin” Sena tersenyum menatap Jongdae, jika saja Jongdae bertanya dengan wajah khawatir itu satu minggu lalu mungkin Sena akan semakin jatuh padanya tapi tidak kini.

“Gwenchana, kemarin aku hanya tak enak badan”

“Jika kau masih merasa tak enak badan hari ini tidak usah latihan saja” itu Yoora yang bicara, wajahnya pun tampak khawatir seperti Jongdae. Ahh bagaimana mungkin aku tetap patah hati dan tidak merestui mereka? Jongdae dan Yoora pasangan yang manis.

Selama berada di ruang latihan Sena membuka matanya jika dulu ia hanya terfokus pada Jongdae kali ini ia memperhatikan seluruh teman-temannya.

Ia tersenyum malu ketika sadar jika Jongdae tersenyum dan membantu semua orang, perlakuan Jongdae padanya sama dengan yang ia lakukan pada teman-temannya.

“Sunbaenim aku izin pulang lebih dulu apa boleh? ”

“Kau sakit lagi? ” tanya Jongdae khawatir “Mau ku antar? ” lanjutnya.

“Benar, lebih baik kau diantar Jongdae saja ya. Aku takut kau kenapa-kenapa ” ujar Yoora.

“Tidak terima kasih. Lagipula aku sudah di jemput”

Sena melangkah perlahan namun kakinya secara otomatis berlari kecil ketika melihat Yixing sudah menunggunya di dekat gerbang kampus.

“Kau baik-baik saja? Aku langsung kemari ketika kau meminta di jemput ” ujar Yixing dengan wajah khawatirnya.

“Aku lapar, traktir aku ramen ya? ” jawab Sena membuat Yixing mengerjap. Baru kemarin Sena menangis seperti manusia yang sudah tak memiliki harapan hidup tapi sekarang ia tersenyum bahkan minta di traktir ramen.

“Kau sakit? ” Sena tertawa ketika mendengar pertanyaan Yixing.

“Aku baik!! Dan aku ingin ramen, kajjaa ” Sena mendahului Yixing naik ke motor membuat laki-laki itu mengernyit lagi.
Sepanjang perjalanan Sena memeluk Yixing erat, hal yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya dan itu membuat Yixing semakin bingung.

“Hei kau salah makan ya? Hari ini kau aneh” tanya Yixing membuat Sena menoleh kearahnya dengan mulut penuh dengan ramen.

“Dasar jorok” ujar Yixing lagi, tapi biarpun begitu Yixing segera mengambil tissue dan membersihkan kuah ramen di sudut bibir Sena.

“Gomawo” ujar Sena setelah ia berhasil menelan semua makanan di mulutnya. Yixing terpaku sesaat karena sungguh senyum Sena sangat manis.

Gomawo my healing kau yang selalu ada di sampingku saat aku jatuh, kau yang selalu menghawatirkanku dan kau yang menjadi obat di kala aku merasa sakit. Maaf karena aku yang tak menyadari perasaanmu tapi aku janji mulai saat ini aku juga akan menjadi healing yang sesungguhnya untuk dirimu.

End

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s