[LAY BIRTHDAY PROJECT] Miracle with you

myhome

 

[LAY BIRTHDAY PROJECT] Miracle with you-Cindy Kim
Lay & OC || Romance || PG-17

Title : Miracle with you
Author : Cindy kim
Length : Oneshoot
Genre : Romance
Rating : PG-15
Main cast : Lay, Yuan Mei as OC

“gege… gege…. Ya!!!” Yuan berteriak sebal karna Lay tidak menggubris perkataan Yuan sama sekali, mata Lay bahkan masih fokus dengan gitar yang ada di hadapannya, sesekali tangannya menulis beberapa nada di kertas itu lalu memetik senar gitar itu lagi.

“ahhh… ya!! Yuan…” Lay mengadu kesal karna Yuan memegang area sensitifnya, Lay sangat tidak suka jika seseorang memegang leher nya apalagi menggosok-gosok leher nya dengan pelan. Itu sangat mengganggunya.

“hahahaha… aku tahu kelemahanmu.. ” balas Yuan sambil menjulurkan lidahnya. Yuan dan Lay memang sepasang kekasih, tapi tingkah mereka bahkan seperti Tom and Jerry . terkadang bertengkar karna hal sepele, beradu mulut layaknya debat capres dan setelah itu, mereka akan berbaikan di saat salah satu dari mereka membutuhkan sesuatu dari satu sama lainnya. Selalu seperti itu.

“wae??? Aku sedang menulis lagu.. kau tak tahu??” ucap lay sambil menunjukkan kertas yang bertulis beberapa nada lagu disana.

“aku tahu….. hari ini akan ada festival di Changsa dan kau akan memainkan lagu barumu kepada gadis-gadismu itu kan?” Balas Yuan sambil memutar matanya dengan malas.

“fans…” Ucap Lay membenarkan

“ya.. fans tercintamu” Yuan bersedekap sebal di depan Lay, dan Lay hanya terkekeh melihat tingkah Yuan yang masih kekanakan dan manja. Yuan dengan sosok kekanakannya dan Lay dengan sikap kebijaksanaannya.

“kau cemburu?” kekeh Lay yang ikut bersedekap di depan Yuan.

“tidak…..” geleng Yuan, Yuan berjalan mengarah ke kulkas di samping meja yang lay tempati dan mengambil beberapa snack dingin disana.

“ya!! Jangan dimakan snacknya, nanti kau batuk” sergah Lay

“tidak.. aku tidak akan batuk.. kau yang tidak boleh memakan snacknya. Itu tidak bagus untuk tubuhmu, tapi bagus untukku” Yuan terkekeh sambil memakan beberapa snack di tangannya

“ck.. ajaran dari siap-”

“uhukk.. uhukk..” Yuan terbatuk sambil memukul dadanya dengan pelan, matanya mengerjap pelan sambil mencari botol air di kulkas disitu. Lay hanya menggeleng pelan melihat sikap Yuan yang masih keras kepala. Lay langsung memberikan air minum kepada Yuan yang langsung diambil cepat oleh Yuan dan di teguk sampai habis.

“aku sudah bilang kan, kau itu mudah batuk jika memakan junk food, kenapa kau keras kepala sekali” ucap Lay sambil mengusap titik air di sudut mata Yuan. Yuan hanya tersipu malu merasakan tangan lay menyentuh sudut matanya. Dia selalu begitu.

“aku selalu suka saat kau merona seperti ini… ” kekeh Lay yang masih memegang wajah Yuan dengan Lembut.

“aku tidak merona, ini karna blush on ku yang terlalu tebal” Yuan langsung menepis Lay dan berjalan menuju gagang pintu.

“aku tunggu kau di festival Changsa, jangan telat oke” lanjut Yuan yang sudah keluar dari kamar tersebut. Lay hanya tersenyum geli menanggapi tingkah Yuan yang menggemaskan di matanya.
*Festival Changsa

“Halo… aku Lay, hari ini aku ingin mempersembahkan lagu baru ini pada kalian. Terutama kepada seseorang yang selalu ada disisiku” ucap Lay yang langsung membuat riuh para penonton yang dating di sana

Petikan lagu mulai menghiasi festival Changsa, para penonton mulai menikmati suara Lay yang terdengar merdu dan sangat lembut untuk di dengarkan. Petikan gitar yang indah membuat siapa saja terpanah mendengarnya. Mata Lay tetap fokus menatap para penonton yang hadir sambil menghayati setiap nada yang dimainkannya. Tetapi, matanya bahkan mencoba menelusuri setiap penonton yang dating. Yuan nya, dia bahkan tidak ada di bagian para penonton. Padahal Yuan sudah sedari tadi dating ke festival itu. Tapi seseorang yang dicarinya tak kunjung muncul di hadapannya, hingga nada terakhir itu selesai. Lay hanya menatap kecewa karna ketidakhadiran Yuan disana. Lagu itu padahal khusus dimainkan untuk Yuan nya.

“Terimakasih” ucap Lay mengakhiri pertunjukkannya, suara riuh penonton berhasil membuatnya sedikit tersenyum meskipun hatinya terasa sedih karna Yuan nya tidak kunjung datang. Lampu panggung pun tiba-tiba mati seketika. Lay bahkan sempat terkejut karna Lampu panggung bahkan ruangan ini gelap total. Tapi hal yang aneh adalah para penonton bahkan tidak bereaksi apa-apa saat lampu ruangan mati total. Tiba-tiba beberapa cahaya kecil berjalan menuju ke arahnya. Matanya mengerjap kaget melihat pemandangan di hadapannya. Dia melihat Yuan yang sedang memegang kue tart dengan beberapa lilin kecil di atasnya di bawah cahaya remang-remang tersebut.

Lampu panggung nyala kembali dan menampilkan “Happy Birthday Lay” di area penonton. Matanya tak henti-hentinya menatap Yuan yang kini ada di hadapannya sambil memegang kue tart di tangannya.

“1.. 2… 3…” teriak Yuan sambil memainkan jarinya.

“Happy Birthday Yixing… Happy Birthday Yixing… Happy Birthday.. Happy Birthday.. Happy Birthday to you” riuh para penonton membuat Lay terkagum-kagum akan kejutan ini, Lay bahkan tidak menyangka jika Yuan dan bahkan para penonton yang hadir disini merencanakan kejutan ini. Lay meniup lilin tersebut sambil terus menatap Yuan yang berdiri di hadapannya.

“wo ai ni” ucap Lay pelan yang membuat pipi Yuan merona seketika.

“terimakasih kepada kalian yang sudah mencintai ku dengan tulus dan membuat surprise seperti ini, aku sangat berterimakasih terutama kepada YuYu”
“YuYu” kekeh Yuan menanggapi ucapan Lay

Lay langsung memotong kue nya dan memberikan pada Yuan, tapi hal mengejutkan terjadi. Lay langsung mengigit setengah dari kue yang masih ada di mulut yuan. ‘Cake Kiss’ mungkin pernyataan ini yang pantas untuk di sebutkan. Para penonton bersorak gembira melihat kemesraan Lay dan Yuan. Sedangkan Yuan terlihat terkejut melihat aksi spontanitas Lay pada dirinya. Bibir nya menyentuh penuh Bibir Yuan sambil menjilati sisa kue disekitar mulut Lay. Yuan langsung melepas pautan bibirnya dengan Lay yang masih setia memegang bahu Lay dengan kedua tangannya.

“Happy Birthday Xingxing” ucap Yuan pelan

“terimakasih Yuyu” Balas Lay yang masih menatap lekat Yuan sambil memerkan senyumnya di hadapan Yuan.

“kau tahu… aku selalu berterimakasih kepada tuhan karna telah menjagamu dengan baik, miracle bagiku adalah hidup bersamamu, itu sudah cukup bagiku atas semuanya” ucap Yuan yang masih menatap Lay dengan lekat.

“terimakasih telah menjadi tulang rusukku, cinta dan hati ku Yuyu” ucap Lay yang langsung melumat Yuan penuh kasih. Mereka bahkan tidak peduli dengan cuitan para penonton yang melihat kemesraan mereka di atas panggung. Tapi satu hal yang mereka peduli adalah cinta mereka akan selalu bersama hingga maut memisahkan.

END

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s