[LAY BIRTHDAY PROJECT] Miracle in December

myhome

 

[LAY BIRTHDAY PROJECT] Miracle in December

 

|| Stephanie Wijaya || Zhang Yixing, Krystal F(X) || Angst, Song-fic || General

Summary: Ketika kau pergi dan menghilang dari hidupku, saat itulah aku merasa, sebagian jiwaku kosong.
.
.
.
.
Happy Reading
.
.
.

Yixing memandang sendu arloji yang melingkar di pergelangan tangannya. Tinggal satu menit sebelum hari berganti esok.

Sepuluh..sembilan..delapan..tujuh..enam..lima..empat..tiga..dua..satu..

Tepat jam 12 malam!

Yixing tersenyum samar, ia mendongakkan kepalanya ke langit, lantas berucap lirih dengan suara bergetar.

“Selamat ulang tahun Krystal-ah. Bogoshipeo, jeongmal bogoshipeo.”

Setetes air mata mengalir dari pelupuk matanya, perlahan lahan menuruni pipi Yixing dan akhirnya menetes ke tanah.
.
.
.
.
(Mencoba menemukanmu, kau yang tidak dapat kulihat lagi)

“Yixing-ah, jangan seperti ini. Percayalah, aku tidak akan pernah pergi, aku akan selalu berada di hatimu.”

Mata Yixing yang sedang melamun melebar ketika ia melihat wajah Krystal di hadapannya. Yixing tidak berkedip, masih belum percaya. Sampai angin perlahan mulai berhembus, membuat Yixing memejamkan mata. Dan ketika ia membuka mata, bayangan itu telah lenyap, seolah dibawa angin tadi.

“Aku akan terus mencintaimu” bisik Yixing.

(Mencoba mendengarmu, kau yang tidak dapat kudengar lagi)

“Yixing, ayo cepat makan, nanti kau bisa sakit.”

“Yixing, ayo temani aku jalan jalan.”

“Yixing, jangan bermain ponsel terus.”

“Yixing, jangan bergaul dengan mereka. Mereka bisa membawa pengaruh buruk padamu.”

Dan masih banyak lagi ocehan Krystal yang dulu bagi Yixing sangat menjengkelkan.

Tapi sekarang, suara itu terasa begitu berharga. Sama seperti pemiliknya. Jika Yixing bisa, ia ingin memutar waktu. Ia akan memilih mendengar ocehan Krystal, tak peduli seberapa lamapun itu.

Tapi sayang, itu tidak bisa terjadi lagi.

(Dan saat aku melihat semuanya, mendengar semuanya)

“Yixing-ah, bagaimana kabarmu?”

Yixing mengerjapkan mata. Setengah percaya dan setengah tidak. Krystal tengah berdiri di depannya, memakai gaun putih. Refleks, Yixing berjalan maju. Tangannya dengan ragu menangkup wajah Krystal. Dan perlahan senyum Yixing merekah. Ia seperti mendapatkan kembali jiwanya yang hilang.

“Kau merindukanku?” Krystal bertanya.

“Tentu saja. Aku tidak pernah baik semenjak kau pergi.”

Krystal tersenyum. “Aku juga merindukanmu.”

Ia lantas menggenggam tangan Yixing, “Bolehkah aku meminta satu hal padamu?”

“Katakan saja. Apapun itu akan aku turuti.”

“Teruslah hidup. Jangan pikirkan tentang aku, biarlah aku tinggal di sudut hati terdalammu. Jangan terus menutup diri, aku akan lebih bahagia jika kamu bisa mendapatkan yang lebih baik dari aku.”

Yixing tertegun. Menatap Krystal bingung. “Maksudmu, kau ingin aku melupakanmu?”

Krystal mengangguk.

“Tapi kenapa? Apa kau tidak mencintaiku lagi?”

Krystal menggeleng. “Aku akan selalu mencintaimu Yixing. Kau adalah cinta pertama dan terakhirku. Tapi sekarang, dimensi kita sudah berbeda. Kita tidak bisa berpura pura seolah olah kita sama. Sudah saatnya aku merelakanmu bahagia dengan wanita lain.”

Krystal melepaskan genggamannya pada tangan Yixing, lantas berjalan menjauh.

“Kau mau kemana, Krystal?”

“Waktuku sudah habis. Berjanjilah, Yixing. Terima kasih sudah pernah menjadi alasan terbesarku untuk tersenyum. Saranghae..”

Tubuh Krystal menghilang. Yixing menatap kepergiannya dengan getir, sebelum akhirnya jatuh berlutut. Menyembunyikan wajahnya. Ia hanya ingin bahagia dengan Krystal, bukan dengan yang lain.

(Karena setelah kau beranjak pergi, aku mendapat satu kekuatan baru)

Jika ditanya, “Apa kekuatan terbesarmu selain doa?” Jawaban Yixing hanya satu, senyuman Krystal.

Ketahuilah, semenjak kematian Krystal, banyak hal melelahkan yang terjadi. Yixing sering kali menghadapi yang namanya fase lelah. Ia ingin berhenti, menyerah dengan segalanya. Tapi saat itu terjadi, bayang bayang wajah Krystal selalu datang, memberinya kekuatan, menenangkan pikirannya yang kalut dan hatinya yang gersang.

Krystal adalah obat untuk Yixing.
.
.
.
.
.
(Keegoisanku yang hanya memperdulikan diri sendiri yeahh..)

“Sudah berapa kali aku bilang? Aku tidak suka kau dekat dekat dengan kulit albino itu! Apa kau tidak mengerti juga?”

“Memang apa salahnya? Sehun adalah sahabatku sejak kecil. Aku pikir tidak ada yang aneh kalau kami berjalan bersama.”

“Kau bilang tidak ada yang aneh? Kalian bisa dikira berpacaran!”

Krystal berjalan mundur, tersentak kaget. Wajahnya setengah pucat pasi. Belum pernah ia mendapati Yixing semarah ini.

“Huh, rasanya percuma saja aku menjelaskan kalau sampai kapanpun kau tetap membantahnya. Ya sudah, kalau menurutmu Sehun lebih baik, pacaran saja dengannya. Tidak perlu denganku.”

Yixing mengambil tasnya dan beranjak pergi. Membiarkan Krystal membeku di tempatnya.

“Kau egois Yixing, bahkan kau tidak bertanya apa alasan aku pergi dengan Sehun.”

Yixing menghentikan langkahnya sejenak, menoleh ke belakang kemudian berjalan lagi tanpa berkata apa apa.
.
.

Dan beberapa jam kemudian, Yixing menerima kabar yang seketika menghentikan detak jantungnya. Krystal dikabarkan mengalami kecelakaan hebat, mobil yang ditumpanginya kehilangan kendali dan menabrak pembatas jalan. Gadis itu meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit karena kehabisan darah.

Kalian takkan percaya bagaimana hancurnya Yixing saat itu. Matanya redup, ia bahkan terlalu shock untuk meneteskan air mata. Ia hanya sanggup terduduk di lorong rumah sakit dengan sorot kosong.

Seandainya Yixing tidak egois, mungkin Krystal masih hidup.

Seandainya Yixing mau mendengarkan penjelasan Krystal, mungkin Krystal masih ada di sampingnya sekarang.

Tapi semua sudah terlambat.

Berawal dari pertengkaran dan berakhir dengan kehilangan.

Takdir begitu kejam mempermainkan mereka.

(Kejamnya aku yang tidak menyadari semua perasaanmu)

“Kenapa kau menangis?”

Lamunan Krystal buyar. Ia menoleh ke samping, Yixing tengah memandangnya khawatir. Jari Yixing mengusap bulir air mata yang membentuk aliran sungai di pipi Krystal, menghapusnya secara cepat. “Ada yang melukaimu?”

“Tidak.. Aku hanya terharu karena drama ini, ceritanya sangat sedih.” Krystal mengelak.

“Benarkah?”

“Tentu saja.” Yixing manggut manggut, kemudian sibuk kembali dengan ponselnya. Ia tidak tau bahwa Krystal berbohong.

Krystal tidak menangis karena drama yang ditontonnya.

Ia menangis karena teringat pertengkarannya dengan Yixing beberapa minggu lalu.

Ia menangis karena ia ingin hal itu tidak terjadi lagi.

Ia ingin Yixing bisa mengerti dirinya dan dirinya juga akan berusaha mengerti Yixing.

Krystal ingin mereka terus bersama.

(Aku bahkan tidak percaya, bisa seperti ini)

Yixing berdiri di balik pohon, ia hanya bisa melihat acara pemakaman Krystal dari sini. Ia tidak sanggup benar benar berdiri di sana, karena setiap kali melihat Krystal, maka bayang bayang penyesalan selalu menghantuinya.

Area pemakaman Krystal mulai sepi. Satu persatu pelayat mulai meninggalkan tempat, termasuk kedua orangtua Krystal dan kakaknya, Jessica. Yixing meneguk ludah getir, kemudian menggerakkan kakinya menuju nisan Krystal.

“Aku tidak menyangka, keegoisanku membuatku harus kehilanganmu.”

(Cintamu senantiasa mengubahku)

Yixing duduk termenung di depan jendela. Biasanya jam segini, Krystal selalu mengunjunginya dan merengek padanya untuk menemani dirinya belanja.

Tapi sekarang, tidak ada lagi sosok yang menemaninya.

Tidak ada lagi sosok yang merengek padanya seperti anak kucing.

Tidak ada lagi sosok yang selalu memberengut ketika permintaannya tidak dituruti.

Tidak ada lagi yang suka menyembunyikan ponselnya sampai ia kesal.

Kehilangan itu begitu nyata.

Membelenggu nya dalam balutan penyesalan.

Sebegitu dahsyat kah pengaruh Krystal dalam hidup Yixing?

Jawabannya, iya.
.
.
.
.
.
.
Yixing menghela nafas panjang, kemudian berjalan masuk ke area pemakaman. Hari ini, di ulang tahun Krystal yang ke 21, ia berencana mengunjungi putri berliannya itu. Sebucket bunga lili putih telah disiapkannya.

Yixing berjalan menuju nisan Krystal. Sesampainya di depan nisan, ia berjongkok, jarinya menelusuri ukiran nama di nisan tersebut sembari tersenyum. “Halo, putri berlianku. Aku datang lagi. Bagaimana kabarmu? Kau baik baik saja di atas sana, bukan?”

Tidak terdengar balasan. Hanya suara angin yang berhembus, seolah mengejek tingkah bodohnya.

“Kau tau, aku begitu merindukanmu. Setiap detik rasanya lama sekali berjalan tanpamu”

“Oh iya, aku membawakanmu sesuatu.” Yixing meletakkan bunga lili putih di depan nisan Krystal. “Kau suka bunga ini kan?”

“Dulu aku tidak mengerti kenapa kau begitu tergila gila dengan bunga ini. Tapi sekarang aku tau, bunga ini mempunyai banyak makna. Kesucian, kepolosan, kenangan, dan spiritualitas. Seperti mencerminkan dirimu, Krystal-ah.”

Yixing memejamkan mata, membiarkan seluruh kenangan tentang dirinya dan Krystal berputar di otaknya.

“Krystal, terima kasih pernah menjadi bagian hidupku. Terima kasih pernah menjadi mentari yang selalu memberiku sinarnya. Terima kasih pernah memberikan warna dan pelajaran dalam hidupku. Gomawo, Saranghae..”

Yixing mencium lama nisan Krystal. “Selamat ulang tahun. Aku akan selalu menyimpanmu dalam relung hati terdalamku.”

Yixing berdiri, kali ini dengan senyuman, ia meninggalkan area pemakaman
.
.
.
Mungkin, memang sudah takdir bahwa Yixing dan Krystal hanya dipertemukan, bukan dipersatukan.

Tapi, satu hal yang Yixing sadari, ia pernah bahagia dengan Krystal. Dan itu sudah lebih dari cukup.

Hidupnya masih terus berjalan, dan ia harus bangkit. Menunggu sembari mencari siapa wanita sebenarnya yang telah dipilihkan Tuhan.

Krystal hanya satu dari sekian banyak ujian yang harus dilalui Yixing sebelum ia menemukan takdirnya.

Namun, Yixing berterima kasih pada Tuhan, sebab Tuhan telah memberinya kesempatan untuk bertemu seorang Krystal Jung, wanita paling luar biasa yang pernah Yixing cintai, tepat di Bulan Desember, bulan kesukaannya.

Krystal adalah keajaiban Bulan Desember yang Yixing pernah temui.

END

One thought on “[LAY BIRTHDAY PROJECT] Miracle in December

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s