[Lay Birthday Project] Love Complex

myhome

 

[Lay Birthday Project] Love Complex – ChristyJasmine

Lay EXO & Lee Yera(OC) || Romance || PG-13

•••

Seoul, 2016

Zhang Yixing, atau biasa dipanggil Lay. Siapa yang tidak mengenalnya, pengacara kondang keturunan Negeri Tirai Bambu ini sangat berjasa dalam memajukan dunia politik Korea Selatan. Dari mulai memecahkan permasalahan yang sederhana sampai yang rumit sekalipun.

Ia memulai karir di usia yang cukup muda, yaitu 24 tahun. Ia menyelesaikan studi perguruan tinggi hukumnya dengan 3 tahun dan SMAnya dengan 2 tahun saja.

“Lay-ssi, ada kasus baru yang harus kau tangani. Seorang perempuan bernama Lee Yera terjerat kasus tabrak lari di daerah Apgujeong. Sidang pertamanya akan dimulai sekitar 2 minggu lagi.” ujar Sekretaris Kim.

“Ini berkas-berkas yang harus kau pelajari.” tambah Sekretaris Kim sambil memberikan map berisi berkas.

“Baiklah.” jawab Lay.

•••

“Lee Yera, sekali lagi kau berbuat macam-macam, Ibu akan menghukummu dengan mencabut semua fasilitas yang Ibu berikan padamu.” sahut Ibu Yera geram.

Yera hanya terdiam, merenungkan setiap ucapan yang ibunya berikan. Memang bukan hanya sekali Yera melakukan ulah seperti ini mungkin sudah lebih dari 5 kali. Malam itu, ia benar-benar hilang kesadaran. Sehabis pulang dari klub malam, dalam keadaan mabuk, ia memaksakan diri untuk menyetir mobilnya.

Flashback

Sebuah mobil melaju di atas kecepatan rata-rata, berbelok tidak beraturan mengganggu pengguna jalan yang lain. Lee Yera, gadis 20 tahun yang menyetir dalam keadaan mabuk.

Tak disangka lampu hijau pejalan kaki yang sudah berubah hijau, membuat seorang mahasiswi Seoul menyebrang. Yera yang dalam keadaan mabuk tidak menghiraukannya hingga akhirnya menabraknya.

“Bagaimana ini?” gumamnya pelan sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

Cukup kaget dengan apa yang terjadi, ia meninggalkan mahasiswi itu dalam keadaan kritis. Namun, kejadian ini rupanya terekam oleh CCTV jalanan yang menyeretnya dalam kasus hukum sekarang.

Flashback Off

Dibesarkan dari keluarga berkelebihan merupakan suatu kelebihan, namun jika tanpa cinta dan kasih sayang orangtua, semua itu sia-sia. Ya, begitulah Lee Yera. Ayahnya bercerai dengan ibunya waktu usianya 8 tahun. Setelah itu, ibunya sibuk mencari uang mati-matian. Dan tidak menyadari bahwa anaknya yang ia sayangi terlupakan dan menjadi pribadi yang lain.

•••

Lay POV

“Berusia 20 tahun, dan memiliki 7 kasus hukum dalam kurun 3 tahun ini.” ujarku, sambil menatap riwayat klien baruku ini.

Ini jarang terjadi, dia perempuan dan sangat berandal. Dari mulai kasus tabrak lari, penggelapan dana, peredaran miras ilegal, dan masih ada lagi kasus yang lainnya.

“Aku harus bertemu dengannya segera.” gumamku.

Kuambil ponselku dan mencatat nomer gadis itu lalu meneleponnya. Cukup lama ia mengangkat telepon dariku. Dengan suara parau ia menjawabku.

“Ya, halo.”
“Maaf, ini dengan Lee Yera?”
“Ya, ini dengan saya sendiri.”
“Aku Lay, pengacara untuk kasusmu kali ini. Aku ingin kita bertemu secepatnya
“Baiklah, kita bertemu hari ini. Pukul 5 sore, di cafe Mouse&Rabbit. Kau tahu kan tempatnya?”
“Ya, baiklah.”

Lay POV END

•••

@cafe

“Selamat sore, Lee Yera. Maaf sedikit terlambat.” ujar Lay.
“Tidak apa-apa. Kau cukup tampan untuk ukuran pengacara, sudah 4 pengacara yang berhenti karena kasus-kasusku. Apa kau bisa menyelesaikannya?” tantang Yera dengan nada angkuhnya.

“Sudah kuduga, jika watakmu seperti ini. Aku akan berusaha semampuku untuk menangani kasusmu ini.” jawab Lay dengan dingin. Yera yang sedikit terpana dengan perawakan Lay ini, jika biasanya pengacaranya adalah seorang lelaki tua tetapi kali ini berbeda.

“Baiklah, kita lihat nanti.”

Unik, itu yang ada di pikiran Lay. Gadis ini berbeda dari perempuan biasanya. Nada bicaranya yang angkuh dan wajahnya yang cuek membuatnya ingin mengubah sikap gadis itu.

•••

3 minggu kemudian

Setelah sidang pertama, keadaan tubuh Lay yang kurang sehat membuatnya tidak kuat berdiri terlalu lama.

“Lay-ssi, kau tidak apa-apa?” tanya Yera yang melihat wajah Lay yang pucat.

“Ahh, tidak ap-” Tubuhnya goyah, ia tidak sanggup lagi berdiri. Yera menangkap tubuh Lay yang hampir tumbang itu.

“Terimakasih.” ujar Lay pada Yera lemah. Yera memapahnya ke dalam mobilnya, mengambil kotak P3K di dashboard mobilnya. Ia mengambil pengompres instant di situ lalu memasangkannya di dahi Lay. Pria berlesung pipit itu tampak lemah, hembusan nafas lembutnya terdengar. Jantung Yera berdebar kencang menyadari situasi yang terjadi. Memang, sejak bertemu pertama kali sampai pertemuan-pertemuan selanjutnya, Yera masih mengagumi Lay.

Apa yang harus dia lakukan sekarang? Ia tidak tahu dimana rumah Lay, tapi membawanya ke rumahnya juga bukan solusi yang baik. Ia memutuskan untuk menunggu sampai Lay siuman.

Rasa bosan membuat kantuknya datang, dan perlahan kepalanya mulai terkulai menyender pada bantalan joknya. Sekitar 2 jam mereka tertidur di situ, Lay mulai membuka matanya perlahan menengok ke sampingnya. Gadis itu tertidur dengan pulasnya.

“Lee Yera-ssi. Kita harus pulang sekarang. Ini sudah sore.” ujar Lay membangunkan Yera.

“Ehmmm. Baiklah, tapi buka dulu pengompres itu sebelum menyetir.” ujar Yera sambil tersenyum. Hari ini Yera benar-benar berbeda, gadis yang biasanya angkuh ini berubah menjadi gadis yang manis. Tanpa disadari Lay membuatnya berubah perlahan.

Cuaca memang tidak bisa diprediksi di tengah perjalanan hujan turun dengan lebatpintu Mobil Lay akhirnya sampai di depan rumah Yera. Jarak antara rumah dan gerbang cukup jauh, begitu juga dengan jarak gerbang dan jalanan.

“Aku tidak membawa payung.” ujar Lay.

“Ahh, ya. Tidak apa-apa. Aku akan berlari.” jawab Yera dengan tenang.

“Jangan, ahh begini saja.” Lay melepas jas pengacaranya dan keluar dari mobil. Ia lalu membuka pintu seberangnya. Lalu memayungi Yera sampai depan gerbang. Seperti di drama-drama memang. Walaupun tetap basah, setidaknya gadis itu tidak basah kuyup.

Tapi, setibanya di depan gerbang, Yera tidak langsung masuk. Ia malah menengadah, menatap mata Lay. Lay yang sedang memayunginya bingung.

“Ada apa?” tanya Lay.
“Tidak. Terimakasih sudah mengantarkanku.” ujar Yera sambil tersenyum.

Mereka saling menatap dalam. Larut dalam pandangan yang tak berujung Lay akhirnya membuka suara.

“Terimakasih juga untuk hari ini, Lee Yera.”

Lay memajukan kepalanya perlahan, dekat dan semakin dekat. Hingga akhirnya bibir mereka saling bersentuhan. Dinginnya hawa di sekitar mereka membuat mereka merasa hangat. Tangan Lay yang semula memegang jasnya, mulai turun. Tangan kanannya beranjak naik memegang tengkuk Yera. Sedangkan tangan kirinya ia gunakan untuk memegang jasnya itu.

Tidak ada pergerakan sama sekali dari keduanya. Sekitar setengah menit kemudian Lay mulai menyudahi kegiatannya itu. Yera terperangah dengan apa yang sudah terjadi. Mereka mulai salah tingkah.

“Ah, maaf aku harus masuk sekarang.” ujar Yera yang sudah basah kuyup.

“Maaf, aku tidak bermaksud seperti itu.” sahut Lay gugup.

“Terimakasih sekali lagi karena sudah membantu sidangku, Lay-ssi.” Yera mulai membalikkan badannya dan meninggalkan Lay. Sungguh hari yang panjang untuk mereka berdua. Dan sudah dipastikan, besok Lay akan mengulangi hari tidak enak badannya.

•••

2 Bulan kemudian

Sudah 4 kali sidang yang dilakukan Yera karena kasusnya itu. Dan Yera terbukti bersalah, hakim menjatuhinya hukuman 6 tahun penjara dan denda 50 juta won. Tidak ada dendam apapun dalam kasus ini. Keadaan korban sudah membaik, keluarganya juga sudah memaafkan Yera. Tetapi, hukum tetap harus ditegakkan.

“Lay-ssi, terimakasih atas semuanya. Kau telah menemaniku dalam menjalani sidang pertama sampai sekarang. Aku sangat berterimakasih padamu.” kata Yera dengan mata yang berkaca-kaca.

“Sama-sama, aku harap kau berubah. Semua masa lalumu, lupakanlah. Jalanilah masa depanmu dengan baik.” jawab Lay.

“Sebelum berpisah, aku ingin mengungkapkan satu hal padamu. Aku mencintaimu.” ujar Yera.

“Mungkin ini memalukan, tapi aku harus mengungkapkannya. Aku menyadarinya baru akhir-akhir ini. Kau telah membuatku berubah, jadi sebel-” ucapan Yera terpotong karena Lay menarik tangannya dan memeluknya erat.
“Aku juga mencintaimu. Aku sangat bangga bisa mengubahmu menjadi orang yang lebih baik. Aku akan menunggumu sampai 6 tahun lagi.” ujar Lay.

“Benarkah?”

“Ehmmm… Aku akan menepati janjiku.” Yera tak tahan lagi, air matanya tumpah. Air mata bahagia sekaligus kesedihan.

Pemandangan di ruang sidang yang kosong ini tentunya buka hal yang biasa. Saksi dimana cinta mereka tumbuh adalah… Ruang sidang ini. Kisah Cinta dengan alur yang tidak biasa antara pengacara yang bijak dan perempuan nakal berakhir bahagia.

•••

6 tahun kemudian

“Hahhhh… Udara segar ini sudah lama tidak kurasakan.” ujar Yera yang baru saja keluar dari penjara tempatnya mendekam selama 6 tahun.

Yera berjalan melewati Taman dekat rumahnya. Ketika sedang asyik berjalan-jalan, seseorang menarik lengannya tiba-tiba sehingga ia berbalik arah.

Orang itu adalah Lay.

“Kejutan!!” ujar Lay ceria.

“Lay-ssi?”

“Apa kabar? Lama tidak bertemu. Aku sudah 8 Bulan tidak menjengukmu. Aku sibuk.”

“Baik. Tidak apa-apa. Aku sudah senang sekarang.”

“Kalau sudah senang, bagaimana jika kau menikah denganku?” tanya Lay membuat Yera kaget.

“Hah? Secepat itu.”

“Tentu bukan hari ini. Ahh, aku sudah tau jawabanmu. Baik Bulan depan ayo kita menikah.”

Yera tertawa dan mengangguk. Mereka menghabiskan sisa hari dengan bahagia.

THE END

-Meminta maaf mungkin mudah tetapi memaafkan orang lain itu yang sulit.-

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s