[LAY BIRTHDAY PROJECT] I’m Falling

myhome

 

[LAY BIRTHDAY PROJECT] I’m Falling by. Kania RI

 

Zhang Yixing, Jo Min Ah || Sad Romance || PG-17

=PROLOG=
Jika hanya sesaat, aku mengerti…
Jika tak bisa, aku paham…
Tapi, jika itu semua dapat ku ulang kembali. Bisakah aku melakukanya meskipun rasanya seperti mimpi?
=END=
.

.

Angin malam masuk ke dalam kamar yang terdapat sosok pria tengah merapatkan kedua lututnya dan mengeluarkan suara isakan seperti tengah menangis. Pria bermata bulat dan bibir tebal yang tengah ia gigit kencang seakan tak memikirkan rasa sakit dan amis dibibir dan merapalkan kata “Maafkan aku. Jangan pergi.” Zhang Yixing, itulah nama asli yang kerap disapa Lay kini.

-Flashback-

Sejak tadi ia tak henti-hentinya berjalan dikerumunan orang tanpa ada tujuan jelas dan terhenti di sebuah bangku taman memilih duduk menutup kedua matanya meresapi keheningan malam di musim gugur yang tengah berakhir. Hawa malam sangat dingin membuat pria itu mengepulkan asap dari mulutnya.
“Kyaa jahat sekali bintang-bintang itu, mereka meledekku dengan sinarnya. Haa~ andaikan ada bintang jatuh bolehkah aku meminta sesuatu? berikan aku gadis untuk menjadi pendampingku kelak? Kkk aku seperti orang gila yang memohon-mohon pada bintang. Dasar bodoh!” Rutuk Lay, tanpa Lay sadari ada bintang jatuh dan seketika suara deguman dahsyat itu mendarat ditempat yang tak jauh dan Lay pun menghampiri semak-semak tempat dimana suara dentuman itu berasal dan terkejut ia menemukan sosok gadis cantik tengah meringis menahan sakit diarea kakinya. Seakan baru menyadari ia tengah diperhatikan, gadis itu mundur kebelakang seakan ketakukan.
“Tidak apa-apa akan ku obati lukamu. Jangan takut.” Ajak Lay hingga akhirnya gadis itu menuruti dan Lay pun segera jongkok mengisyaratkan agar gadis itu naik ke punggungnya.

[Lay’s Apartement]

Lay pun mengobati luka dikaki gadis tersebut. Dengan teliti Lay mengobati luka tersebut.
“Baik, sudah. Oh iya, namaku Zhang Yixing tapi panggil Lay saja, siapa namamu?” Tanya Lay dengan senyum di lesung pipi yang membuat ia tambah manis. Gadis tersebut hanya diam dan tersipu malu terlihat pipinya merona membuat Lay tersenyum gemas.
“Jo Min Ah.” Jawab gadis tersebut dengan ragu.
“Ohh. Baik Min Ah.”

Akhirnya, Lay telah menemukan sosok pendamping hidupnya. Ya walaupun baru bertemu, tapi Lay percaya bahwa gadis tersebut adalah takdir yang Tuhan berikan padanya. Walau tanpa ia sadari, jika gadis tersebut bukanlah takdirnya.

Hingga musim semi tiba, Lay tengah sibuk menyiapkan kejutan untuk Min Ah dimana ia akan melamarnya dan segera melangsungkan pernikahannya. Lay begitu semangat hingga membuat Min Ah sendiri tertawa melihat sikap kekanak-kanakannya Lay.

“Sekarang kau harus siap-siap dan berdandanlah dengan cantik malam ini, aku akan menjemputmu ok?” Pesan Lay dan langsung mengambil sandwich buatan Min Ah.
“Memangnya ada apa nanti malam?” Tanya Min Ah, tapi Lay tak menjawab melainkan mengedipkan matanya dengan senyuman yang bisa saja membuat jantung Min Ah copot ditempat.

*SKIP*

Min Ah kini memakai mini dress putih selutut. Min Ah tak henti-hentinya tersenyum dan menantikan kejutan apa yang akan Lay berikan padanya nanti.
“Astaga! mengapa Lay belum datang? Bahkan dari pagi belum pulang sama sekalipun. Apa aku telpon saja?” Dengan cepat Min Ah menekan No.1 di ponsel, nada tersambung mulai terdengar. Tiba-tiba secercah cahaya masuk dan membuat Min Ah menutup kembali panggilan tersebut dan menghampiri sinar itu.
“Jo Min Ah” suara itu berasal dari sinar tersebut.
“Apa dia memanggilku? Siapa kau?” Tanya Min Ah.

[In Lay’s Car]

Lay kini tengah mengendarai mobilnya menuju apartement, bahkan ia sengaja tak menelpon balik saat Min Ah menelponnya barusan karena ia rasa, kejutan ini pasti akan kurang jika ia menjawab telponnya.
“Pasti Min Ah akan senang dengan kejutan ini.” Lay begitu berseri-seri sembari melirik kontak berwarna silver yang didalamnya berisi cincin yang didesain sederhana namun elegan dimana telah diukir namanya dengan Min Ah. Ya, Lay bertekad melamar Min Ah malam ini dan sembari merayakan hari jadinya yang ke 5 bulan.

[Lay’s Apartement]

“Waktumu hanya malam ini saja hingga matahari terbit, kau harus segera kembali.” Suara Bass tersebut seketika menghilang dengan cahayanya dan menyisakan sosok gadis yang tengah terduduk menangis dan tak tahu apalagi yang harus ia lakukan diwaktu yang singkat ini.
“Ba-bagaimana ini? Hiks..” Isak tangis Min Ah, ia tak tahu jika takdirnya tak seindah yang ia bayangkan selama ini. Hingga ia tak sadari suara pintu apartement terbuka dan Min Ah tahu jika itu ada Lay, ia pun menghapus air matanya dan berusaha untuk tersenyum sebisa mungkin.

*SKIP*

[Han River]

“Ada apa ini? Mengapa ditutup seperti ini?” Protes Min Ah tak rela matanya ditutup karena itu permintaan dari Lay.
“Stss. Sudah diam dan duduk. Sekarang cepat buka!” Perintah Lay membantu Min Ah membuka penutup Matanya dan seketika Min Ah takjub melihat pemandangan didepan matanya.
“Astaga Lay. Ini?” Tanya Min Ah yang masih menutup mulutnya takjub.
“Kau suka?” Tanya Lay dan Min Ah pun mengangguk mantap. Siapa yang tidak suka jika diberi kejutan dimana telah tertata banyak lilin dan bunga yang bertuliskan “Will You Marry Me, Zhang Min Ah?”
“Min Ah, aku tahu aku bahkan bukan tipikal pria romantis. Tapi hanya untukmu aku melakukan ini semua hanya untukmu. Aku ingin mengungkapkan isi hatiku padamu walau Aku tahu begitu bodohnya mempercayai ini tapi aku percaya kau adalah takdirku. Dan dari awal aku mengaku padamu bahwa aku tak bisa berkata-kata manis jadi, Will You Marry Me, Jo Min Ah?” Ungkap Lay dan kini ia tengah bertekuk lutut dan memberikan cincin yang ia beli tadi untuk melamar Min Ah.
Sedangkan Min Ah? Ia kini tengah menangis. Tak ada yang tahu arti tangisannya kini apa ia bahagia atau ia sakit hati. Bahkan Lay mengartikan tangisan Min Ah sebagai ungkapan bahagianya. Min Ah pun menggelengkan kepalanya dan membuat Lay bingung.
“Apa maksudmu? Mengapa kau menggelengkan kepalamu?” Lay pun bangkit dan menghampiri Min Ah namun Min Ah menjauh mundur kebelakang seakan ia tak ingin menyakiti pria dihadapannya kini.
“Jangan mendekat! Kumohon!” Ucap Min Ah yang masih mundur menjauh dan menutup mulutnya.
“Ada apa dengamu, Sayang? Mengapa kau menjauh seperti ini? Apa aku pernah menyakitimu? Jika ia maafkan aku dan mendekatlah.” Bujuk Lay bingung dan mendekati Min ah dengan pelan-pelan.
“AKU BILANG MENJAUH DARIKU!” Teriak Min Ah. Lay pun berhenti dan terkejut. Ia pertama kali mendengar Min Ah teriak padanya tanpa ada sebab apapun. Bagaikan belati menusuk tepat ke jantung Min Ah melihat pria yang sangat ia sayangi hancur didepan matanya sendiri.
“A-Aku… Kumohon aku tak ingin menyakitimu, Lay!” Ucap Min Ah ditengah isakannya dan tak terasa air mata Lay ikut menetes ke pipinya yang membuat hati Min Ah sangat hancur.
“Aku tahu kau takkan menyakitiku tapi kumohon katakan padaku mengapa kau menjadi begini?? Katakan!” Ucap Lay yang masih mencoba menahan agar nada suaranya tak berubah menjadi parau.
“A-Akkuu…”

-Beberapa Jam yang Lalu-
“Siapa kau?” Tanya Min Ah pada sosok cahaya itu.
“Kau tak perlu tahu siapa aku. Waktumu sudah habis dan cepat kembali sebelum matahari terbit.”
“Apa? Jadi maksudmu hidupku tak lama lagi??”
“Tidak, kini sisa waktumu sedikit, manfaatkan waktumu sebelum matahari terbit, jika tidak? Kau akan menghilang selamanya.” Suara cahaya itu mulai menghilang dan meredup yang diselingi suara ketukan pintu apartement yang terbuka…
==

“Tidak mungkin! Kau takdirku! Kau tak pergi kemana-mana!” Teriak Lay menghampiri Min Ah dan memeluk erat seakan tak ingin kehilangan. Min Ah pun membalas memeluk erat tubuh Lay dan membagi perasaannya yang selama ini ia tanam.
Lay pun tersadar dan melihat jam menunjukkan pukul 4 pagi. Sadar akan waktu yang tersisa tinggal menipis, Lay pun melepaskan pelukannya dan menatap lekat.
Tangan Lay pun meraih dagu Min Ah dan mendekatkan wajah mereka hingg benda lunak tak bertulang itu pun saling menyentuh sama lain menyalurkan kehangatan dan kasih sayang disetiap kecapannya. Lama mereka dalam situasi tersebut hingga tak terasa matahari terbit dimana ini adalah merupakan moment perpisahan mereka yang untuk terakhir kalinya.
Min Ah pun melepaskan ciumannya dan menatap lekat-lekat mata Lay yang kini tengah berlinangan air mata. Min Ah pun menghapus air mata Lay dan tersenyum sangat manis.
“Aku mencintaimu, Jo Min Ah. Sangat mencintaimu.” Ungkap Lay yang disambut dengan senyuman manis di bibir Min Ah.
“Aku juga mencintaimu, Zhang Yixing.” jawab Min Ah. Lalu Lay kembali memeluk Min Ah untuk terakhir kalinya.
“Kumohon, jangan pergi.” Pinta Lay mengeratkan pelukannya, perlahan-lahan tubuh Min Ah melebur menjadi asap dan membuat Lay terkejut.
“Min Ah! Jo Min Ah!” Teriak Lay berusaha menggapai asap dari tubuh Min Ah.
“I Love you.. more than you know, Lay.” Ucap Min Ah untuk yang terakhir kalinya sebelum asap dari tubuhnya sempurna menghilang.

-End Flashback-

“Bagaimana ini, Hyung?” Tanya Ken
“Aku tak tahu, coba kau ajak dia pergi saja.” Usul Minhyuk
Ken pun menelan ludahnya dan mulai menghampiri Lay.
“Hey, bung! Ayo Kita bersenang-senang. Apa kau tak sadar kau seperti mayat hidup eoh?” Gurau Ken dan ternyata gurauannya malah dianggap serius oleh Lay. Astaga salah lagi. Batin Ken.
“Baiklah.” Ucap Lay yang langsung disambut antusias oleh Ken.

=Seoul City=

Kini Lay dan Ken tengah berjalan mengintari Kota Seoul dan tempat-tempat yang menarik dan pas untuk dikunjungin di musim panas ini.
“Dimana Minhyuk? Mengapa kau tak mengajaknya?” Tanya Lay pada akhirnya memecahkan suasana hening, otomatis Ken memeluk Lay girang.
“Astaga! Ini memalukan!” Teriak Lay risih atas sikap berlebihan yang Ken berikan padanya.
“Aku tak peduli! Setidaknya sahabatku telah kembali!” Teriak Ken girang.
“Dasar bodoh.” Umpat Lay tersenyum simpul. Tiba-tiba langkah Lay terhenti dan terfokus pada satu pandangan. Melihat Lay, Ken pun ikut berhenti dan melihat kearah pandangan yang kini tepat pada sosok gadis di tengah kerumunan orang.
“Jo Min Ah…”

[FIND]

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s